The first 200 lines.
"Di dalam hutan salju yang tenang di Hokkaido"
"Melewati pepohonan salju yang tidak berujung"
"Di dalam hutan lebat itu"
"Mereka tiba"
"Di Daisetsuzan, tempat yang disebut atap Hokkaido"
"Seekor rubah pemalu sedang mengintip"
Di mana sumber air panas itu?
Hanya perlu berjalan lima menit untuk ke sana.
- Lima menit? - Ya.
"Syarat Hyeon Gyeong dan Sang Ryeol"
"Untuk perjalanan ini adalah pergi ke mata air panas"
Tempat ini bagus.
- Di mana letaknya? - Di sebelah sana. Lewat sini.
"Tempat tujuan wisata, Fukiage"
Tempat ini tidak banyak diketahui.
Tempat ini pasti baru kali pertama muncul di TV.
- Jalannya indah. - Ya, indah sekali.
- Jalannya indah. - Ya.
Bagaimana jika kita berfoto?
Sarung tanganku basah.
"Sarung tangan Nona Oh basah?"
- Kita akan ke sana. - Pakai saja sarung tanganku.
"Kalau begitu, pakai sarung tanganku"
- Sarung tanganmu juga basah. - Pakai saja. Punyaku tidak basah.
- Benarkah? - Pakailah.
- Berikan sarung tanganmu. - Sarung tanganku basah.
- Itu sebabnya kuberikan punyaku. - Kamu sangat peduli padanya.
- Tidak basah, bukan? - Kamu benar.
Benar, bukan?
Kamu sangat memperhatikan Nona Oh.
"Dia bahkan memakaikan sarung tangan itu"
"Nona Oh..."
"Sang Ryeol..."
"Perjalanan menuju Mata Air Panas' akan segera tayang"
"Kisah cinta itu melelehkan semua salju di Hokkaido"
- Astaga, di sini sangat dingin. - Ya, dingin.
- Dingin, bukan? - Kita ada di puncak gunung.
- Udaranya sangat dingin. - Lihatlah itu.
- Kapan lagi kita bisa lihat itu? - Indah sekali.
- Kita jarang bepergian seperti ini. - Kapan lagi kita bisa lihat ini?
Pemandangan itu sangat menakjubkan.
Astaga, pemandangannya indah.
"Berhenti sejenak untuk mengagumi pemandangan di Daisetsuzan"
Astaga, aku belum pernah melihat pemandangan seperti ini.
"Menakjubkan"
- Ini... - Dari sini. Seperti ini.
- Orang yang berhati dingin pun - Orang-orang akan telanjang.
- pasti mau berfoto. - Ayo berfoto saat pulang.
Saat mau pulang.
"Semuanya kagum dengan pemandangan itu"
Gunung ini... Astaga, Nona Oh.
Mari berfoto saat pulang.
Bagaimana jika kita beristirahat di mobil saja?
- Mari berfoto saat pulang. - Aku tidak punya energi.
Aku harus berjalan seperti ini.
"Berhati-hati"
Tapi ini...
- Saljunya terlihat indah. - Kita jauh-jauh kemari
- untuk ke mata air panas... - Pelan-pelan.
Bukankah pemandangannya menakjubkan?
"Di dalam hutan salju yang misterius"
"Sumber air panas itu perlahan menampakkan diri"
- Astaga, apa ini? - Apa ini sumber air panas?
Astaga, ini pasti mata air panas.
Ini sangat indah.
Tempat ini sangat indah.
"Sumber Air Panas Terbuka Fukiage"
"Itu mata air panas terbuka yang dapat dinikmati secara gratis"
"Airnya panas"
- Di sini sangat indah. - Lihatlah mereka.
- Pegangan yang erat. - Lihatlah orang tua itu.
- Dia pasti sedang bermeditasi. - Astaga.
- Dia pria paling tua di sini. - Ada yang berendam?
Dia telanjang. Dia tidak memakai baju.
Ini sumber air panas terbuka.
Apa mereka menunggu untuk berendam?
Sepertinya mereka mau berendam, tapi...
- Sepertinya bisa langsung berendam. - Kurasa mereka...
Aku terkejut.
Mereka terlihat seperti orang dari Eropa Utara.
- Benar. Mereka sudah terbiasa. - Menurutku,
mereka pasti dari Eropa Utara.
"Sang Ryeol memeriksa suhu airnya terlebih dahulu"
Suhunya hangat.
Apa kamu mau berendam?
- Ya, tentu. - Berendamlah.
- Sang Ryeol... - Aku mau berendam.
Dia suka mandi air panas.
Nona Oh, kamu jangan berendam.
Aku juga tidak mau berendam.
- Kenapa? Kamu harus berendam. - Tidak.
- Tenagamu akan pulih. - Tidak.
- Astaga, airnya... - Hati-hati.
- Airnya tidak panas. - Benarkah?
Rasakan airnya.
Sentuhlah. Airnya tidak panas. Tubuhmu akan kedinginan.
- Airnya tidak panas. - Kamu akan masuk angin.
- Sama sekali tidak panas. - Kita jangan berendam.
- Lihat. Mereka sampai kedinginan. - Kalian tidak mau berendam?
- Airnya tidak panas. - Airnya tidak panas.
- Airnya panas. - Tidak.
Tidak, Sang Ryeol. Airnya tidak cukup panas.
Kita sudah jauh-jauh kemari. Kita harus berendam.
Kamu membuatku sangat frustrasi.
Astaga, tapi pasti menyenangkan jika bisa berendam.
Indah sekali. Tempat ini menakjubkan.
- Aku suka sumber air panas. - Astaga, dingin sekali.
"Sang Ryeol melepaskan pakaian"
Duduklah di dalam air. Berendamlah.
- Kamu harus berhati-hati. - Aku sangat kedinginan.
- Hati-hati. - Kamu menggigil.
"Udaranya memang sangat dingin"
Jangan lupa. Kamu pernah dijuluki Pria Alam.
"Benar. Aku pernah dijuluki Pria Alam"
"Tunjukkan kemampuanmu, Pria Alam"
"Baiklah"
"Aku akan masuk sekarang"
Astaga, airnya panas! Airnya sangat panas!
"Astaga, airnya sangat panas!"
"Berlari"
- Airnya panas? - Ya, panas. Astaga!
Kamu seharusnya ikut dalam Festival Komedi Internasional.
- Semua orang di sini menyukaimu. - Astaga.
Tadi ada yang menyebutmu Chaplin.
- Hei, itu... - Ini sangat sulit, mengerti?
Sangat spesial!
Sangat spesial.
- Apa airnya panas? - Ya, panas.
- Panas? Pasti hanya permukaannya. - Airnya sangat panas.
- Energi panasnya naik. - Benarkah?
- Astaga, airnya sangat panas. - Kamu juga harus berendam.
Berendamlah. Jangan membuang kesempatan ini. Ayolah.
Astaga, sepertinya aku harus berendam.
Astaga, ini sangat menyegarkan.
Aku juga mau merendam kaki.
Kalian akan menyesal jika tidak berendam.
Gu Ra, ini menyegarkan.
Kamu tidak perlu terus berkata seperti itu.
Kamu pandai dalam melebih-lebihkan sesuatu.
Astaga, sungguh menyegarkan.
"Hyeon Gyeong hanya akan merendam kaki"
Astaga, menyegarkan sekali.
- Ini menyenangkan. - Luar biasa.
- Airnya sangat panas. - Dahulu,
- Lepaskan bajumu. - saat tampil di "Sunday Night",
aku pergi ke sumber air panas.
- Apa kamu tidak ada celana pendek? - Astaga, airnya panas!
- Sudah kubilang, airnya panas. - Astaga.
"Astaga, airnya panas!"
Sudah kubilang.
- Airnya panas. - Lebih panas sebab kita kedinginan.
- Ini menyegarkan. - Sangat menyegarkan.
Luar biasa. Kamu senang bisa berendam, bukan?
Saat tampil di acara "Sunday Night",
aku bahkan masuk ke air terjun di musim dingin.
Kamu selalu menyuruh orang untuk menjadi kelinci percobaan.
- Kamu mau memastikan dahulu. - Tidak.
- Aku masuk yang pertama. - Aku iri.
- Aku iri dengan kalian berdua. - Airnya hangat.
Aku menarik ucapanku tadi. Airnya cukup hangat.
Ini menyegarkan.
- Aku iri. - Astaga.
Kamu seharusnya tetap memakai baju.
- Kenapa? - Aku malu.
Aku harus bagaimana lagi?
Aku harus melepas baju karena ini sumber air panas.
Aku sedikit malu.
Ini menyegarkan.
Senang bisa berendam.
Aku punya firasat hidup kita akan akan lancar di tahun yang baru ini.
Setelah ini... Kamu ingat pria yang sedang bermeditasi itu, bukan?
Aku mau mencarinya.
- Orang yang tadi? - Ya.
- Pergilah. - Ya, aku akan mencarinya.
Aku iri dengan kalian berdua.
- Aku mau menggulung celana. - Temuilah dia.
Dia sudah tidak berendam lagi.
Naiklah dan bicara dengannya.
- Hati-hati. - Airnya mungkin lebih panas.
Jalannya licin.
Tidak licin. Aku bisa berjalan seperti ini.
Airnya sangat panas.
"Air mengalir dari celah itu"
Astaga, ini menyenangkan.
"Apa airnya panas?"
Tempat ini terasa seperti surga.
Astaga, tempat ini luar biasa.
Ini tempat terbaik.
- Ini luar biasa. - Tempat ini...
Aku haus dan bisa langsung makan es ini.
Aku bisa makan es untuk menghilangkan dahaga. Aku serius.
Ya, sepertinya tempat ini bersih. Di sini sangat indah.
Sang Ryeol, jangan kemari.
- Kenapa? - Airnya terlalu panas.
- Sudah kubilang di sana panas. - Airnya sangat panas.
- Astaga, panas sekali. - Makan ini jika kamu haus.
Airnya sangat panas. Astaga.
"Hampir merangkak"
Aku dan pria tua itu punya ketahanan pada panas yang berbeda.
Astaga, airnya sangat panas.
No comments yet. Be the first to leave one.