The first 200 lines.
Rasanya canggung.
Aku akan berdiri di sini dan menunggu mereka.
"Ini Lee Soo Kyung, menantu perempuan kesayangan Korea"
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo. Aku menontonmu dalam drama.
- Halo. - Dia cantik.
- Terima kasih. - Ya.
- Aku ibu Jong Kook. - Aku pernah melihatmu.
Ya. Namaku Lee Soo Kyung.
Astaga. Kamu tampak baik dan cantik.
- Benar. - Ya.
- Aku tadi penasaran dia siapa. - Dia cantik.
Aku tidak tahu namanya.
- Tapi wajahnya sangat tidak asing. - Aku menontonnya dalam drama.
- Kini aku mengenalimu. - Duduklah.
Baiklah.
- Dia cantik. - Dia cantik.
Banyak menantu perempuan potensial di sini, bukan?
Sudah banyak yang datang ke sini.
Semuanya cantik dan menyenangkan.
- Semua yang datang kemari... - Tapi semuanya sia-sia.
Sebagai penggemar berat, aku sering menonton acara ini
- dan kalian semua hebat. - Ibu-ibunya?
Ya.
Kami hanya tampak hebat dari luar.
Tapi itu bukan hanya satu sampai dua kali.
Saat kamu menonton acara ini, semuanya terlihat.
- Benar. - Ya.
Soo Kyung, dahulu kamu
menjalankan bisnis seperti Sang Min.
- Astaga. - Dan bisnismu gagal.
Benarkah?
- Berapa usiamu saat itu? - Ada satu lagi di sini.
Itu bukan bisnis besar.
Pekerjaan ini tidak pernah stabil.
Aku ingin sesuatu yang stabil.
Jadi, aku membuka restoran.
- Kamu punya kafe sarapan siang. - Kamu berinvestasi juga.
- Kamu punya kafe sarapan siang. - Aku punya kafe sarapan siang.
Aku ingin melakukan sesuatu yang kusukai.
Jadi, aku membuka bar Jepang. Dahulu aku menjalankan dua restoran.
Tapi...
Aku tidak bisa selalu hadir.
- Ya. - Jadi...
Seharusnya aku tidak terlalu santai.
- Apa keduanya sudah tutup? - Sudah tutup.
- Astaga. - Kafe sarapan siang itu dan...
Dahulu aku menjalankan 2 kafe.
Aku juga sangat berani di percobaan pertamaku.
Aku menyewa tempat 330 meter persegi dan 230 meter persegi.
Dia berani sekali.
Begitu kamu membayar sewanya
- dan pegawaimu... - Tentu saja.
- Ya. - Kenapa kamu berani sekali?
Saat tampil di TV, kamu sangat cantik dan menyenangkan.
Kenapa kamu berbisnis?
Aku mengkhawatirkan masa depanku.
Entah apa yang kupikirkan waktu itu.
"Dia mengakui kesalahannya"
Jika dipikirkan kembali, entah apa yang kupikirkan.
Tapi aku dapat pelajaran besar dari itu.
Tentu saja. Dia punya pengalaman yang sama.
- Ya. - Saat aku memikirkan masa lalu,
- Apa kamu pusing? - rasanya aku seperti kerasukan.
"Apa dia kerasukan?"
Kami menemukan anggota perempuan
"Mom's Diary".
Dia seperti anak kecil.
Dia tidak seperti orang yang pernah menjalankan bisnis.
Kenapa dia bisa sangat eksentrik?
- Dia seperti anak kecil. - Dia tampak sangat muda.
Aku kelihatannya berusia berapa?
- Muda. - Kamu pasti berusia 20-an.
Dia...
"Dia..."
12 tahun lebih muda daripada Soo Hong.
- Benarkah? - Aku lahir di Tahun Anjing.
- Itu sangat mengejutkanku. - 12 tahun lebih muda.
- Dia tampak lebih muda, bukan? - Ya.
Dia sangat eksentrik.
Dia sama sekali tidak suka pamer.
- Ya. - Dia jujur dan santai.
Tapi dia sedikit... Bagaimana cara mengatakannya?
Belakangan ini, orang menyebut gadis seperti dia "Gadis Beagle".
Beagle sangat eksentrik dan lucu.
Cerita ini sangat populer.
Aku tidak tahu apa dia masih SMP atau SMA waktu itu.
Dia bersaing dengan teman-temannya untuk melihat siapa yang paling lama
tidak keramas.
"Siapa yang bertahan paling lama tidak keramas?"
Mereka bertaruh.
Dia tidak keramas selama 10 hari dan menang.
Astaga.
Ibuku melarangku menceritakan itu di TV.
- Kamu membahas itu di masa lalu. - Ya, saat aku mengatakan itu,
ibuku melarangku menceritakan kisah itu di TV.
- Itu... - Kamu masih muda waktu itu.
Itu menarik.
Apa salahnya dengan itu?
Siapa dari mereka yang menurutmu
paling cocok dengan definisi Gadis Beagle?
Menurutmu siapa?
Jika harus memilih satu.
Dia.
- Pandanganmu bagus. - Pandanganmu bagus.
- Pandangannya bagus. - Aku.
Aku tahu dia akan memilihku.
- Benar, bukan? - Sudah kuduga.
Sudah kuduga.
Bunganya indah.
Sekarang musim semi.
"Guru Sejati Gun Mo"
"Apa Gun Mo..."
- Gun Mo. - Gun Mo.
"Memakai setelan?"
Kenapa dia memakai setelan?
Dia tidak memakai kaus Batman.
Itu aneh.
Siapa?
Ini aku.
Ya. Masuklah.
"Untuk siapa Gun Mo berpakaian rapi?"
Masuklah.
- Itu tamu pekan lalu. - Itu tamu pekan lalu.
Apa ini?
Itu pria yang mendapatkan "Tae" dari Tae Hyun Sil,
"Jin" dari Nam Jin, dan "Ah" dari Na Hoon A.
Dia suka warna hijau kekuning-kuningan.
Apa kamu ingin aku membuka pintunya?
Apa kamu harus membawa itu masuk?
"Gun Mo mengunjungi rumah Jin Ah yang dipenuhi 218 piala"
Dia dapat 218 piala.
Pialanya memenuhi satu tembok.
Kamu tinggal datang saja. Kenapa kamu bawa banyak barang?
Kamu tinggal datang saja. Kenapa kamu bawa banyak barang?
- Astaga. - Astaga.
Dia menyukai pertunjukan.
Apa ini?
Ini.
- Hari ini Hari Guru. - Benarkah?
- Hari Guru. - Hari Guru.
Hari Guru.
"Dia mengunjungi rumah Jin Ah saat Hari Guru"
Terima kasih.
Dia menyematkan anyelir boutonniere di baju gurunya"
Cantik sekali.
Terima kasih.
- Dia guru Gun Mo. - Ya.
Cantik sekali.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Aku berpakaian rapi untuk hari ini.
Ya. Kamu
- sangat rapi hari ini. - Ini Hari Guru.
- Aku harus berpakaian formal. - Ya.
Dia terlihat tampan.
"Dia canggung"
- Kamu terlihat tampan. - Terima kasih.
Apa semua ini?
Aku membawa keranjang bunga.
"Apa yang dia bawa?"
Ini.
Terima kasih.
Ini untuk istrimu.
- Dia akan menyukainya. - Apa aku harus berikan kepadanya?
Apa aku harus taruh di sini?
"Dia menyiapkan keranjang bunga untuk Ok Kyung"
Aku akan beri tahu dia bahwa kamu membeli ini untuknya.
- Ini apa lagi? - Ini adalah...
Gun Mo
memperlakukan orang tua dan artis berpengalaman dengan baik.
- Dia sangat baik. - Dia membuatkan banyak acara.
Gun Mo sangat murah hati.
Dia tidak hanya membawa satu. Dia membawa banyak barang.
Dia selalu melampaui imajinasimu.
"Dia bangga pada anaknya"
"Apa yang Gun Mo siapkan untuk gurunya?"
- Ini benda-benda paling populer. - Apa?
Ini benda-benda paling populer.
- Apa ini benda-benda populer? - Ya.
Ini.
"Jin Ah penasaran"
Ini akan berguna
dalam banyak hal.
Mau aku ambilkan gunting?
"Apa yang Gun Mo bawa?"
Aku penasaran.
Apa ini sebuah bingkai?
Semua orang mengira ini bingkai.
- Ini sebuah meja. Baiklah. - Ini sebuah meja.
- Ini sebuah meja. - Ya.
- Ternyata meja itu. - Meja itu.
Aku ingat itu.
Aku ingin itu.
Meja itu.
"Sebelumnya Gun Mo membawa meja itu ke rumah Jong Min"
Aku ingin meja itu.
Aku akan menyuruh dia membelikanku satu.
- Aku sungguh ingin itu. - Ya.
Itu bagus.
Kalau itu mudah dibawa, maka sangat bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.