The first 200 lines.
"Seoul, pukul 6 sore"
Sudah lama aku tidak mengemudi di Seoul.
"Jalan Tol Gangbyeon"
Gunung Bukhan tertutup salju.
Apakah itu Gunung Bukhan?
Itu aespa.
Halo.
Hei, itu kru film.
Apakah ada selebritas?
Apa? Lihat itu.
Manis sekali.
Menggemaskan sekali.
"Taman Nanji Hangang"
Mari kita lihat.
Di mana seharusnya kami bertemu?
Di mana aku harus menjemputnya?
"Aku lebih suka kamu yang sekarang daripada kamu yang dahulu"
"Tersenyum"
Hei, masuklah.
"Hei, masuklah"?
Ji Won. - Yang benar saja.
Sudah berapa lama ini, Ji Won? - Benar, bukan?
Ji Won. - Ya?
Namun, kamu belum berubah sedikit pun.
Kamu juga.
Bagaimana mungkin? - Hei, Pulau Jeju.
Jangan memanggilku begitu.
Aku Eun Ji Won dari SECHSKIES.
Aku leader Fin.K.L, Lee Hyo Ri.
Kabarmu baik? - Ji Won, kamu tidak berubah.
Kamu juga.
Kamu sama sekali tidak berubah. - Tidak, aku menua.
Ayolah.
Aku mencemaskan sanggraloka ski itu, tapi saljunya lebat.
"'Snowflakes of March' di Provinsi Gangwon"
"Maksimalnya, salju bisa menumpuk hingga 20 cm"
Kamu akan mengemudi ke sana? - Ya.
Kini aku pandai mengemudi.
Kita tidak bisa pergi ke sana berdua saja.
Kenapa tidak? - Aku sudah menikah.
Kamu belum menikah, aku sudah. - Memang kenapa?
Kita tidak bisa pergi ski berdua saja.
Benarkah? - Jadi, aku mengundang teman lain.
Mereka dari masa lalu kita. - Masa lalu kita?
Aku mengundang beberapa orang dari masa lalu kita.
Kira-kira siapa mereka?
Kamu kenal mereka.
"Seoul Check-in"
Astaga. Sudah berapa lama kamu tinggal di Pulau Jeju?
Sudah hampir sembilan tahun.
Sudah berapa lama sejak perceraianmu?
Aku menikah di usia 33 tahun dan bercerai di usia 35 tahun.
Itu saat kamu bercerai? - Benar.
Ini tahun kesepuluh sejak perceraianku.
Kamu tidak punya pacar sekarang?
Tidak. - Kamu bahkan tidak tertarik?
Tidak.
Namun, kamu harus mulai mengencani seseorang.
Bukankah kamu sudah dewasa sekarang?
Adakah cara untuk mengetahui kita dewasa atau tidak?
Tidak ada. - Kamu bisa tahu?
Kamu menjadi lebih pengertian
dan lebih bersedia berkompromi.
Soal itu,
aku pernah seperti itu.
Benarkah begitu? Tidak ada yang memberitahuku.
Apa maksudmu? - Kamu masih bermain gim?
Masih?
Kamu bisa menentukan
kedewasaanku berdasarkan apakah aku bermain gim atau tidak.
Artinya kamu masih bermain gim? Apakah itu sangat menyenangkan?
Masalahnya, gim baru terus bermunculan.
Jadi, kamu terus bermain gim baru? - Tepat sekali.
Namun, aku senang kamu fokus kepada sesuatu.
Jika kamu tidak ingin melakukan apa pun...
"Bunyi bip"
Kamu pandai membaca GPS?
Ya.
Perlu arahan? - Ya.
Belok kanan.
Ayolah. - Belok kanan.
Aku juga tahu itu.
Bundaran ini mungkin membingungkan.
"Ilsan, Stadion Piala Dunia"
Kamu paling sering bergaul dengan siapa belakangan ini?
Dengan orang-orang dari agensiku. - Begitu rupanya.
Dengan manajermu? - Ya.
Selalu seperti itu.
Sejujurnya, sangat sulit bagiku untuk bertemu orang baru.
Kamu masih berhubungan dengan orang-orang dari masa lalu kita?
Aku sering bertemu anggotaku. - Sesekali?
Kamu menonton acara kami, "Camping Club"?
Ya.
Astaga. Saat semua orang di sana,
rasanya aneh.
Dahulu, rasanya tidak nyaman.
Entah kenapa itu menyebalkan. Kamu tahu?
Bagaimana kabar mereka? - Mereka baik-baik saja.
Aku bisa mengerti kenapa mereka seperti itu.
Kalian masih saling bicara? - Ya.
Baguslah kalau begitu. - Setelah acara itu,
kami makin dekat.
Kami bisa berbagi perasaan terdalam.
Kamu bekerja di agensi mana sekarang?
Aku di YG sekarang.
YG. - Ya.
Kenapa kamu ada di YG? Kenapa mereka menginginkanmu?
Kenapa mereka menginginkanku? - Benar.
Kenapa mereka menginginkan pria tua sepertimu?
Aku sudah lama meneken kontrak dengan mereka.
Kamu tidak bisa menanyakan itu. - Benarkah?
Bukankah BLACKPINK di agensimu?
Ya. - Apa?
Kenapa kamu terdengar terkejut? - Apa?
Kukira kamu orang tua sepertiku. Namun, kamu sukses di sini.
Aku tidak sukses.
Kamu tidak akan merilis album?
Kamu hanya membintangi acara ragam?
Aku merilis album
karena aku ingin mengadakan konser.
Kudengar orang-orang mulai berangsur menggelar konser.
Benar. Aku tahu itu.
Namun, tidak boleh mengisi semua kursi
Benar. - karena pembatasan sosial.
Kurasa akan selalu seperti itu mulai sekarang.
Benar. Meskipun tampil di tempat kecil
Kamu menginginkan tempat itu - semua kursinya harus terisi.
penuh. - Benar.
Aku masih bisa. Kamu tahu?
Jadi, kamu masih punya penggemar setia dari masa lalu?
Mereka masih hidup dan sehat. - Benarkah?
Kamu pikir mereka sudah mati? - Tidak.
Mereka baik-baik saja sekarang.
Penggemar untuk boy group cenderung
lebih mudah bersatu. - Ini masalahnya.
Penggemar dari generasi kita lebih setia.
Saat merilis album, kamu mengadakan acara penandatanganan.
Penggemarmu datang ke acara itu?
Kenapa aku mengadakan acara itu jika tidak ada yang datang?
Ayolah.
Kamu Lee Hyo Ri. - Tidak.
Kamu tahu seperti apa rasanya. - Sudah lama aku tidak menggelarnya.
Kamu mengadakan acara penandatanganan setelah merilis album.
Tidak. Sudah lama aku tidak mengadakan acara tanda tangan.
Kamu tidak perlu melakukan itu. Kamu masih terkenal, bukan?
Bukankah begitu?
Tidak. Dengar. Jadi, orang-orang mengantre seperti dahulu?
Tidak. Kami memakai sistem lotre.
Begitu rupanya. - Mereka dipilih secara acak.
Mereka dipilih? - Ya.
Kita harus mengadakan acara itu secara teratur. Jika tidak,
Benar. - penggemar kita
akan bosan menunggu.
Namun, mereka sangat setia. - Benar.
Sudah kubilang. - Mereka luar biasa.
Apa warna grupmu kuning?
Ya. Grupmu warna merah.
"SECHSKIES adalah yang terbaik!"
"Hyo Ri bulan separuh"
Saat kita melakukan Dream Concert saat itu,
ada banyak penggemar H.O.T. - Ada banyak sekali.
Dan saat penggemarmu ada di tengah,
mereka seperti kuning telur.
Mereka terlihat seperti telur ceplok.
Grupmu dan grupku memulai di agensi yang sama.
Kenapa kamu mengejekku?
Kamu tahu? - Tidak, kalian selalu bilang
kalian seperti kuning telur. Kamu tidak ingat?
Kami hanya menurut karena kalian menggoda kami.
Kapan kami pernah menggoda kalian?
Kamu tidak tahu jauh di dalam hati,
kami mendukung kalian?
Kami menangis saat kalian kalah. Sungguh.
Aku tidak ingat melihat itu.
Hei, tidak sekali pun. Astaga.
Secara mental, kami mengandalkan kalian karena agensi kita sama.
Benarkah?
Hei, kita bahkan tidak melihat S.E.S.
Seolah itu benar.
Sungai Han tampak sangat keren.
Itu bukan Sungai Han.
Itu Sungai Han. Lalu apa itu?
Apakah kita masih di tepi Sungai Han?
Hei, kita... Kita di tepi Sungai Han?
Sungai di Seoul adalah Sungai Han. Apa lagi?
Bukan hanya itu sungainya. - Ya, itu satu-satunya.
Sungai apa lagi yang ada di Seoul?
Sungai Nakdong atau Sungai Tumen.
Sungai seperti itu. - Kenapa itu ada di Seoul?
Namun, kita bukan di Seoul.
Kita masih di Seoul.
Benarkah? - Kita belum melewati gerbang tol.
Ji Won, kamu bodoh.
Jadi, kamu bisa ikut acara ragam. - Astaga.
Aku tahu saat kamu kagum bahwa pesawat bisa terbang.
Astaga. - Aku juga tidak berwawasan luas.
Kukira kamu masih belum punya pengetahuan umum.
Benar. Aku hanya takut
Takut apa? - pesawat berat itu bisa terbang.
Namun, tidak ada api yang keluar dari belakang.
No comments yet. Be the first to leave one.