Release info

Goddess of Marriage E18-KOR
A Commentary by Baalthazar
Manual Translation

Tags

other
Published on: 2013-08-27
Downloads: 14
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Goddess of Marriage

.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.

Episode 18

Kau sudah pulang?

Ya, terima kasih.

Biar aku saja, jaksa.

Tidak apa-apa.

Biar aku saja.

Tolong parkir yang baik.

Tapi tetap saja aku bisa...

Tidak apa-apa.

Aku sudah pulang, sayang.

Apa yang kau lakukan?

Kau di dalam?

Keluarlah.

Aku membawa pulang dokumen untuk dibaca.

Aku sebenarnya tidak akan membawanya pulang,

tapi banyak yang harus kukerjakan hari ini.

Kupikir aku tidak akan bisa pulang rumah hari ini.

Jadi aku membawanya pulang.

Kau akan memaafkanku, kan?

Ada apa?

Apa yang terjadi?

Ada apa denganmu?

Ada apa, Ji Hye?

Mengapa kau menangis seperti itu?

Katakan padaku, ada apa?

Apa yang terjadi?

Mengapa kau menangis?

Aku berhenti menjadi penulis radio.

Apa?

Aku berhenti bekerja. Aku berhenti dari pekerjaanku.

Kenapa?

Karena aku tidak bisa melanjutkannya. Kenapa?

Mengapa kau tidak bisa bekerja lagi?

Sudah kubilang aku akan mengusahakan agar kau bisa terus bekerja.

Bagaimana?

Bagaimana caranya?

Ayah menyuruhku bekerja di Perusahaan sebagai ketua tim kantor. Bagaimana aku bisa?

Jadi...

kau menyerahkan surat pengunduran dirimu dan pulang?

Ji Hye...

Jangan sentuh aku, aku tidak mau.

Aku membencimu. Kau sama saja.

Aku benci semua keluarga ini!

Kurasa aku akan mati.

Aku sudah merasa sekarat.

Ini adalah pekerjaan yang telah kulakukan selama 10 tahun.

Pekerjaan itu adalah segalanya bagiku.

Aku menggunakannya untuk membayar uang sekolahku, biaya hidupku,

membeli sepatuku, makan Dukboki, dan membeli buku-buku yang kupelajari.

Mengirim uang saku untuk ayahku dan keponakan-keponakanku,

membeli ayam dalam perjalanan pulang,

tetapi dalam satu pagi semuanya berakhir.

Sudah berakhir. Semuanya berantakan.

Tolong, Ji Hye...

Apa kau menyukainya?

Apa kau merasa lebih baik?

Apa aku sudah sesuai menjadi menantu di rumahmu?

Tolong, tenanglah dulu.

Jangan mendekat.

Apa artinya?

Aku ingin sendirian.

Jangan berada di dekatku.

Kumohon, aku ingin sendirian.

Pergilah.

Kenapa?

Apa kau sudah bangun?

Aku harus menyiapkan sarapan.

Tidurlah lagi.

Kecilkan apinya.

Apinya terlalu besar.

Jika terlalu besar, nanti hangus, dan ibu mertua akan berkata makanannya tampak bodoh.

Ibu mertua membencinya.

Kenapa?

Tidak apa-apa. Hanya ini pertama kalinya aku mendengar makanan bisa tampak bodoh.

Aku akan mengulangnya.

Kudengar kau keluar dari pekerjaanmu.

Tentu saja kau harus melakukannya, jangan merasa sedih.

Itu bukan satu-satunya pekerjaan yang harus kau lakukan, adik ipar.

Urusan rumah tangga dan memenuhi selera ibu dan ayah,

jumlah pekerjaan yang harus kau pelajari setinggi gunung,

apa yang akan kau lakukan dengan ekspresi seperti itu?

Belajar untuk mengontrol ekspresi dan emosimu hanya sebagian kecil yang harus kau pelajari.

Cepatlah, kita tidak punya banyak waktu.

Bibi, siapkan ikannya sekarang.

Ya, nyonya.

Mengapa aku tidak melihat ayah Yoo Jin?

Dia tidak pulang kemarin.

Kenapa dia tidak pulang?!

Dia berjanji padaku dia akan pulang.

Apa yang terjadi, Ibu Yoo Jin?

Karena pemilu sudah dekat,

kudengar dia sangat sibuk.

Kau dengar dia sedang sibuk?

Sayang, hentikanlah.

Pemilu sudah dekat.

Orang ini tidak melakukan sesuatu yang aneh di suatu tempat?

Ketua!

Anak-anak di sini. Anak-anak!

Pokoknya, kau pastikan dia duduk di sini besok pagi.

Mengerti?

Ya, ayah mertua.

Pagi ini, mengapa ekspresi menantu bungsu seperti itu?

Bagaimana memangnya?

Dia duduk di sana seperti mayat.

Kenapa aku harus tahu?

Aku dengar ia berhenti bekerja?

Itu yang kudengar.

Dia akan segera bergabung di perusahaan. Kenapa kau jadi seperti itu?

Kau benar-benar akan mengumumkannya?

Tentu saja. Sudah kubilang padanya.

Apa kau suka membawa menantu kita keluar?

Berhenti membuatku terdengar seperti orang kuno.

Sekarang ini adalah masa kini.

Bukan masa Goryeo di masa lalu.

Dan juga, Tae Wook adalah jaksa, Tae Joon di bidang politik,

seharusnya tidak hanya ada satu anggota keluarga di Perusahaan kita.

Inilah cara untuk menyeimbangkan posisi kita terhadap para pemegang saham.

Jika mungkin, ini cara untuk memasukkan banyak kerabat di acara pemegang saham.

Jadi, jangan katakan apa-apa.

Ada banyak hal yang harus kuajarkan pada anak itu.

Aku akan membawanya berkeliling

dan aku tidak suka dia dibandingkan dengan menantu keluarga lainnya.

Bahkan dengan ibu Yoo Jin, aku punya begitu banyak masalah

jika dia seperti itu apa yang harus aku lakukan?

Jangan khawatir. Ketua tim hanya sekedar jabatannya.

Dia hanya harus datang dua hari seminggu,

dan aku mengatur sehingga dia hanya perlu tanda tangan

jadi tidak mempengaruhi apa yang harus kau ajarkan padanya.

Dan, jika kau membutuhkannya kau bisa memanggilnya kapan saja.

Jika dia beruntung dan langsung hamil,

kita akan menyuruhnya di rumah saja jadi jangan terlalu khawatir.

Kau punya otak yang hebat.

Benarkan?

Jadi, gunakan otakmu sedikit, otakmu.

Kenapa kau harus selalu berdebat, menjerit, dan mengomeli menantu dan anak-anak kita,

Menarik anak-anak kita dan bertanya, "Bagaimana aku membesarkanmu..."

dan menangis.

Itu karena aku kesal.

Sebagai yang lebih tua kau tidak punya martabat.

Pokoknya, bimbing menantu bungsu kita dengan baik.

Ajarkan dia dengan benar.

Apa kau akan pulang terlambat malam ini?

Kenapa? Aku harus pergi keluar.

Benar. Aku berhenti. Apa?!

Apa maksudmu, mengapa?

Mertuaku tidak menyukainya.

Ketika stasiun radio menyadari hal itu,

bagaimana aku bisa bertahan dan tidak keluar?

Uang yang kuperoleh

bahkan tidak cukup untuk membayar upah satu bulan pembantu di sini.

Katanya aku bisa mengerjakan hal yang lebih besar. Misalnya, sesuatu yang lebih bergengsi.

Ya. Uang bukanlah segalanya.

Uang bukanlah tolok ukur segalanya.

Namun, ini adalah mertuaku.

Uang harus menjadi ukuran nilai dan alat.

Dihadapkan dengan itu, aku juga tak tahan.

Jadi aku mencoba untuk berpura-pura, aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

Aku merasa kacau.

Aku akan tidur siang di waktu luangku atau

dan mencoba menulis novel.

Kau tahu impianku sesungguhnya adalah menulis sebuah novel.

Yun Sae, kututup dulu.

Aku perlu mengatur barang yang kubawa pulang dari Stasiun Penyiaran.

Baiklah, mari kita hidup dengan baik dan bicara lagi.

Ya.

Hei,

Benarkah?

Aku minta maaf, itulah yang terjadi.

Apa maksudmu, itulah yang terjadi?

Apa kau tahu betapa dia mencintai pekerjaannya!

Itu adalah pekerjaan yang dicintainya lebih dari hidupnya sendiri.

Apa masuk akal dia tidak bisa melakukan pekerjaannya sekarang?

Aku tahu.

Itu sebabnya aku merasa kasihan pada Ji Hye

dan rasanya aku telah berdosa padamu kak.

Itu sebabnya aku meneleponmu.

Kau, kau merencanakannya dengan orang tuamu.

Bagaimana kau bisa bilang begitu?

Hei, kau bicara dengan siapa?

Ji Hye berhenti menjadi penulis radio.

Benarkah? Apa itu Tae Wook?

Apa yang akan kau lakukan sekarang?

Sudah kuperingatkan, tapi kau tidak bisa mencegahnya,

itu akan menjadi kesalahan terbesar dalam hidupmu.

Gadis itu, tidak butuh makan tetapi dia perlu membaca,

dan bahkan jika dia tidak bisa tidur dia perlu menulis.

Aku sudah memperingatkanmu sebelum menikah.

Ji Hye, seperti telur kaca, jika dia pecah sedikit demi sedikit dan menusukmu dengan patahannya yang tajam apa yang akan kau lakukan?

Aku sudah bilang aku percaya diri.

Apa kau masih percaya diri sekarang?

Hei, hentikan. Mengapa kau lakukan itu padanya?

Tunggu sebentar.

Tae Wook, dia melihatku tumbuh dewasa sehingga dia tidak bisa.

Dia melihat segera setelah aku lulus dari perguruan tinggi, aku mendapat pekerjaan,

selama 25 tahun ke depan, hujan atau salju, melalui kelahiran 3 anak,

dia melihatku bertahan dan menjadi Direktur

sehingga dia tidak bisa hidup tanpa bekerja.

Kau tidak boleh begini. Apa yang akan kau lakukan?

Goddess of Marriage (Gyeolhonui Yeosin / 결혼의 여신) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Goddess of Marriage (Gyeolhonui Yeosin / 결혼의 여신)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left