The first 200 lines.
"Episode 94"
Mari kita lakukan.
Hei, kamu yang di sana. Boneka putih bermata besar.
Tunggu saja.
Pak!
So Yu.
Apa yang sedang kamu lakukan?
Tunggu sebentar.
Aku berhasil!
Kamu mirip seperti boneka ini.
Tidak, aku tidak mirip.
Aku pikir kamu akan merenung di tepi laut.
Tapi aku tidak percaya kamu malah bermain mesin capit.
Itulah yang tadinya aku lakukan,
tapi ketika aku berjalan melewati mesin capit ini,
boneka ini tiba-tiba menarik perhatianku.
Kulitnya yang mulus dan matanya yang bulat
mirip seperti kamu.
Jadi, aku benar-benar ingin memberikannya kepadamu.
Ini.
Apa kami benar-benar mirip?
Orang mungkin mengira dia putrimu.
Putriku?
Ayo pergi. Ayah akan menunjukkan laut kepadamu.
Tunggu aku.
Aku dapat mulai mendapatkan perawatan?
Dia benar-benar menemukan obatnya?
"Tolong letakkan stiker di bawahnya jika Anda menyukai desain ini."
Apa kita sudah mendapat hasilnya?
Desain So Yu menang telak dalam kontes ini.
Bisakah aku melihat hasil akhirnya?
"Total: 375 orang, Desain 1: 74, Desain 2: 96, Desain 3: 205"
Unggah hasilnya di buletin perusahaan.
Lalu kalian semua bisa pulang.
Baik.
So Yu memenangkan suara terbanyak!
Sungguh?
Apa yang membuatmu sangat senang?
Desain So Yu
mendapat suara terbanyak di perusahaan kami.
Desainnya mendapat suara terbanyak?
So Yu bahkan mendesain sesuatu?
Dia mengambil jurusan mode.
Berapa hadiah uangnya?
Aku cukup yakin tidak ada hadiah uang.
Lupakan saja, kalau begitu.
Apa yang baru kamu katakan?
Apa kamu tahu betapa luar biasanya ini?
Ini momen bersejarah di mana semua karyawan LX
memilih desain So Yu sebagai yang terbaik.
Dan reaksimu seperti itu?
Tapi tidak ada hadiah uang.
Itu sudah membuktikan bahwa itu bukan hal penting.
Aku ingin kalian membersihkan kamar mandi.
Tapi kami sudah membersihkan kamar mandi tiga kali hari ini, Pak.
Bersihkan empat kali hari ini.
Kenapa?
Karena atasanmu menyuruhmu melakukannya.
- Itu bagus. - Apa maksudmu?
Maksudku, ini luar biasa.
Aku senang anggota Satuan Tugas memenangkan pemungutan suara.
Kamu tampak terlalu bersemangat.
Sejujurnya, pilihan Woodroffe yang paling penting.
Meski dia dapat suara terbanyak dalam perusahaan,
produk utamanya adalah
apa pun yang akan dikenakan Woodroffe.
Ya, aku tahu.
Bu Hong tampaknya sangat ingin tahu.
Tentang apa?
Aku pikir dia ingin tahu bagaimana hubungan kita sekarang
karena kita berkencan untuk menikah.
Aku sedang banyak pikiran.
Bagaimana kalau kamu mentraktirku makan malam?
Kamu bahkan tidak makan banyak. Apa tidak apa minum alkohol?
Aku cenderung banyak minum saat ingin dekat dengan seseorang.
Dan ketika aku memutuskan untuk minum sedikit lebih banyak,
aku memastikan tidak makan terlalu banyak.
Aku tahu aku sedikit aneh.
Tidak mudah berkencan dengan seseorang untuk menikah.
Kalau begitu kita berkencan saja tanpa memikirkan pernikahan.
Benar juga. Aku ingin menelepon.
Hai, So Yu.
Apa kamu sudah bertemu Direktur Eksekutif Choi?
Di mana kamu sekarang?
Apa kamu masih di sana?
Bukankah sudah terlalu larut untuk kembali?
Besok adalah hari Sabtu.
Kenapa kamu tidak menikmati laut selagi berada di sana?
Aku menelepon
karena ingin mengucapkan selamat kepadamu
setelah meraih suara terbanyak.
Sungguh? Apa desainku benar-benar menang?
Terima kasih.
Terima kasih banyak. Sampai jumpa.
Lihat? Sudah kubilang kamu akan menang.
Kita masih perlu menunggu apa yang Woodroffe pilih.
Kita bisa memikirkannya ketika saatnya tiba.
Sekarang, mari kita rayakan kemenanganmu.
- Ayo pergi. - Ke mana?
Kita harus merayakannya.
Aku berharap setiap hari akan seperti hari ini.
Bu Hong menemukan obatmu,
dan aku juga meraih suara terbanyak.
Aku lebih bersemangat tentang fakta
bahwa kita bisa melihat laut untuk pertama kalinya bersama.
Apa ini kali kedua?
Maksudku, kita memang bertemu di Pulau Jeju.
Tidak, mari kita lupakan kenangan itu
dan menganggap ini sebagai kenangan pertama kita.
Jika kamu mengatakan itu, aku terdengar sangat materialistis.
Kamu memang materialistis.
Kamulah yang mengatakan kepadaku bahwa aku hidup di dunia yang naif
dan bahwa kamu tergila-gila pada uang.
Lalu kamu bertanya apa aku bersedia untuk syuting drama gila denganmu.
Kamu akan mengolok-olokku selamanya, bukan?
"Selamanya"?
Kamu bisa mengolok-olokku setiap hari,
jadi, tolong tetap di sisiku selamanya.
Jin Bok tidak boleh minum,
jadi, dia bisa minum jus anggur.
Tapi kenapa kita tiba-tiba minum anggur?
Kalian tidak dapat menikah dengan layak karena Seo Jun.
Jadi, alangkah baiknya bila kami menyambutmu dengan cara ini.
Seo Jun sudah mengadakan upacara penyambutan untukku tempo hari.
Ya, tapi aku juga ingin menyambutmu secara langsung.
Ini. Selamat datang.
Terima kasih.
Kenapa kalian tidak melakukan tenggakan cinta?
Kami sudah tua.
Kita bahkan tidak bisa mengadakan pesta pernikahan.
Mari kita lakukan sekali saja demi pemotretan.
- Dia benar. - Ayolah, Ayah.
Ayah, ayolah. Mari kita lihat kalian melakukan tenggakan cinta.
- Ini dia. - Tenggakan cinta.
Jin Bok, lihat kamera.
Satu, dua, tiga.
Sampai mana ceritaku tadi?
Benar juga. Bubur. Dia pasti sangat lapar.
Seo Hyung biasanya tidak akan makan apa yang aku masak.
Aku memasukkan bubur ke suatu wadah yang tidak akan pecah
karena aku pikir dia akan membantingnya.
Tapi dia menghabiskan semuanya.
Aku pikir dia bahkan akan menjilati mangkuknya.
Ini dia.
Rupanya, sikat gigi, sehelai rambutnya, atau air liurnya
akan memberi hasil paling akurat.
Tapi aku masih ingin terus minum.
Kenapa kamu terus ingin tidur?
Astaga.
Jika kamu mengantuk, kamu bisa tidur lebih dahulu.
Aku ingin kamu mengeloni aku.
Apa kamu serius membuat suara ini?
Apa kamu berlagak menggemaskan?
Ayo berbaring. Ayolah.
Aku benar-benar ingin minum anggur lagi.
Ayolah.
Astaga.
Aku akan pergi begitu kamu tidur.
Ayolah. Kemarilah.
Astaga, kupikir kamu mengantuk.
- Jangan menyentuhku dan tidurlah. - Astaga.
Tanganmu nakal. Aku akan menghukummu.
Ya, tanganku nakal.
Astaga, berhenti menggelitikku.
Ke mana dia pergi?
"Pria itu"
Apa itu tadi?
Apa?
Tidakkah kamu mendengar sesuatu?
Mendengar apa?
Kamu tidak mengenakan alat bantu dengar.
Aku cukup yakin aku mendengar sesuatu.
Ayo kembali tidur.
Aneh sekali.
Kenapa kamu keluar dari kamar itu?
Apa?
Itu karena Ayah ingin membicarakan sesuatu denganku.
Benarkah?
Apa yang ingin dia tanyakan padamu di kamarnya?
Itu bukan urusanmu.
- Bukankah Mi Ri bersamanya? - Aku tidak tahu.
Air...
Kamu perlu minum obat, jadi, makanlah sedikit lebih banyak.
"Tiga beruang tinggal bersama di sebuah rumah"
"Ayah beruang, Ibu beruang, bayi beruang"
"Ayah beruang gemuk"
"Ibu beruang ramping"
"Bayi beruang"
Apa kamu baik-baik saja, Bu Choi?
Biar aku saja.
Aku akan tidur dengan Eun Byeol malam ini.
Kamu harus pergi ke kamarmu dan tidur.
Jangan melihatku seperti itu.
Aku Choi Seo Hyung.
Aku bukan seseorang yang bisa kamu kasihani.
Kamu dapat memiliki si berengsek itu.
Aku tidak butuh sampah itu,
jadi, kamu bisa memilikinya sendiri!
Kita berada di pantai.
Pilihlah sesuatu yang bagus dan nyaman.
No comments yet. Be the first to leave one.