Release info

The Sweet Love Story / The Love Equations 11 Indo
The Sweet Love Story / The Love Equations 12 Indo
A Commentary by skysoultan
WeTv

Tags

other
Published on: 2020-04-16
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Saya benar-benar sangat menyukaimu. -Sedang apa?

Saya sungguh...

Pokoknya terima kasih.

Hanya dengan satu kata terima kasih saja?

Kamu sudah ingin pacaran?

Benar.

Siapa?

Zhou Xiao.

(Episode 11: Detakan jantung sinyal tersembunyi.)

Dalam sampel darah A,

terdeteksi kandungan karboksihemoglobin yang lebih rendah.

Lanjut lakukan deteksi sampel B.

Mengerti

Kamu belajar selama 2 jam

yang terisolasi dengan dunia akhirnya selesai.

Saya sudah bebas.

Diri sendiri bilang mau jadi konsultan forensik saya.

Tidak membalas pesan lagi.

Ah!

Saya hampir mati kelaparan.

Bukankah Xiao Lu bilang mau membawakan makan malam pulang?

Kenapa masih belum pulang?

Mengagetkan saya.

Kamu mengeluh lambat.

Kenapa kamu tidak suruh Fang Wei pergi beli untukmu?

Fang Wei bilang saya tidak suka olahraga.

Jika masih makan larut malam,

akan cepat mati.

Anak muda sekarang,

siapa yang tidak melihat hidup bagaikan kotoran?

Saya pulang.

Kamu sudah pulang.

Saya hampir mati kelaparan.

Tunggu.

Minyaknya tumpah.

Saya pergi ambil kotak makan.

Kotak nasi. Kotak nasi. Kotak nasi.

Memang makanan pesan antar paling enak.

Kotak nasi kalian berdua ini...

Mereka berdua tidak ingin cuci piring.

Saya sungguh pasrah dengan kalian berdua.

Apakah kamu tidak tahu?

Malas adalah tangga manusia untuk maju.

Betul.

Anggap kamu kejam.

Saya tadi di jaringan kampus lihat

tanggal 31 malam,

yaitu lusa.

Malamnya ada hujan meteor Gemini.

Ayo kita pergi lihat bersama.

Saya tidak mau pergi lihat bersama kalian.

Jika mau lihat, saya juga pergi bersama Fang Wei.

Mementingkan lawan jenis dibanding teman.

Kamu mementingkan lawan jenis dibanding teman.

Oh, kamu tidak mementingkan lawan jenis dibanding teman.

Beberapa waktu yang lalu, kamu setiap hari keluar bersama Zhao Fanzhou.

Apa saya mengatakan kamu?

Apa maksudnya saya...

Saya setiap hari keluar bersama Zhao Fanzhou?

Saya itu bersama-sama kerja paruh waktu.

Lagi pula,

dia sudah empat hari tidak datang bekerja.

Empat hari, ingat begitu jelas.

Itu karena

kerjaan dia semua saya yang mengerjakannya.

Saya tentu saja ingat dengan jelas.

Oh ya?

Weiwei, saya pergi bersamamu lihat hujan meteor.

Baik.

Kenapa tidak panggil saya?

Kamu kebetulan bisa memanfaatkan kesempatan ini

ajak Ketua Organisasi Bulutangkis.

Betul. Betul. Betul.

Saya seperti ini,

apakah terlalu jelas?

Jika kita semua pergi bersama,

bukankah tidak terlalu jelas?

Tanggal 31.

Baiklah.

Demi pertemanan,

saya korbankan dunia dua orang saya.

Bagaimanapun pertemanan lebih tinggi dari langit.

Persahabatan hidup selamanya.

Selamanya.

Kebaikanmu,

saya balas dengan daging.

Ini.

Ide dari saya.

Saya juga mau dibalas dengan daging.

Weiwei, kenapa kamu belajar menjadi buruk?

Kamu keterlaluan.

Tidak bisa.

Sungguh keterlaluan.

Tidak bisa.

Kesimpulannya

kecenderungan pemikiran dasar

Zuo Zhuan...

Kenapa dia membalas pesan saya tengah malam?

(Halo. Saya telah selesai menulis bab baru. Akan saya kirimkan sekarang, mohon nasihatnya.)

Artinya dia tidak hanya memiliki...

Jadi hari ini kamu pergi ke perpustakaan atau tidak?

Pembelajaran hari ini

sampai di sini saja.

Para mahasiswa sudah bekerja keras.

Pembelajaran semester ini,

berakhir sampai di sini.

Saya berharap para mahasiswa mendapat nilai baik di ujian akhir.

Pak, kamu masih belum memberikan poin penting ujian.

Pelajaran saya,

semuanya adalah poin penting.

Tentu saja.

Pak, pelajaran Anda semua adalah esensi.

Tapi kertas ujian begitu besar,

tidak bisa memuat semua esensi.

Kamu tidak perlu menyanjung.

Begini saja.

Kalian hafalkan

semua catatan pelajaran saya.

Saya katakan sampai di sini saja.

Pelajaran berakhir.

Terima kasih Pak.

Ini.

Pena warna biru adalah

yang Guru tekankan di pelajaran lebih dari 2 kali.

Saya sangat menyukaimu.

Kita pergi fotokopi.

Kamu bantu saya fotokopi juga.

Saya harus pergi ke perpustakaan untuk bekerja.

Kamu ini buru-buru pergi ke perpustakaan

atau buru-buru pergi bertemu dengan siapa?

Kamu bicara apa?

Pergi dulu.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Tampaknya Cai Yasi sudah tidak ada kesempatan lagi.

Kenapa?

Bukankah kamu selalu memandang baik Cai Yasi?

Saya adalah orang yang tidak berpendirian.

Teman saya suka siapa, saya akan mendukungnya.

Saya juga.

Akhirnya kamu datang bekerja.

Maaf.

Saya salah orang.

Tidak apa-apa.

Hari ini datang begitu awal.

Iya.

Sudah hampir akhir semester,

orang yang mengembalikan buku sangat banyak,

jadi sedikit sibuk.

Oh.

Bagaimana jika saya suruh kantor

untuk mencarikan satu orang untuk datang membantumu?

Baiklah, terima kasih Bu.

Bu Huang.

Ada apa?

Itu...

Apa Zhao Fanzhou tidak datang bekerja lagi?

Bukan.

Dia belakangan ini ikut guru pembimbing melakukan proyek.

Cuti.

Ternyata cuti.

Saya kira dia mengundurkan diri.

Tidak. Hanya cuti saja.

Baik.

Bu, saya keluar menjawab telepon.

Baik.

Kamu sudah dilepaskan?

Masih belum.

Menyuruh kamu lakukan transformasi yang baik,

kamu masih tidak mau dengar.

Jangan bercanda.

Saya curi-curi keluar untuk menelepon kamu.

Jika ketahuan guru,

saya akan gawat.

Oh ya.

Festival seni detektif besok,

kamu tahu kan?

Saya tentu saja tahu.

Saya

tidak mendapatkan tiketnya.

Kebetulan.

Saya mendapatkan 2 tiket.

Cai Yasi.

Saya menghormatimu.

Saya kedepannya tidak akan bilang kamu pelit lagi.

Kamu tidak hanya tidak pelit,

bahkan jendela juga tidak dikorek.

Kalau begitu sampai jumpa besok di pameran.

Kamu telepon saya jika sudah keluar.

Saya berangkat dari ini, sangat dekat.

Baik.

Saya akan menunggu kedatanganmu di depan pintu,

bantu kamu menggelar karpet merah.

Perubahan sikap kamu ini,

sungguh sangat cepat.

Tidak bicara lagi.

Saya kembali dulu.

Hati-hati di jalan.

Makan yang baik dan berpakaian yang hangat,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left