The first 200 lines.
Kamukah dokter itu?
Ayahku dibunuh, bukan? /- Tidak.
Ayahmu
bunuh diri.
Aku mencari anak itu.
Kamu tahu siapa namaku?
Musim gugur tahun 1993,
aku juga berada di Rumah Sakit Haesan.
Aku dokter magang tahun pertama di IGD.
Akulah yang mengobati luka bakar anak itu.
Apakah Moo Young adalah
Sun Ho?
Ini membuatku gugup.
Siapa namamu?
Sun Ho.
Namaku Kang Sun Ho.
Kang Sun Ho.
"Toko Wonyoung"
Moo Young ingin tahu masa lalunya.
Aku masih hidup.
Seharusnya kamu tertawa.
Kamu sungguh berniat membunuhku?
Tidak biasanya.
Katamu itu menjadikan kita pembunuh.
Pembunuh yang keji.
Itu tidak sesuai citramu.
"Episode 13"
Halo.
"Letnan Tak So Jung"
Dia masuk. /- Benarkah?
Ya, pasti surat pengunduran dirinya ditolak.
Semoga begitu.
Mau lagi?
Apa? Ya.
Tidak jadi.
Aku bisa tidak makan siang jika mengudap lagi.
Benar. Ini sangat mengenyangkan.
Jadi, aku akan makan dua batang dan tidak makan siang.
Boleh juga.
Kalian masih sanggup mengudap
padahal proyek dengan Jang Se Ran tidak lancar?
Kamu yakin tidak mau lagi?
Tentu saja mau.
Ini sangat enak.
Apa arti "Seon" pada namamu?
Apa?
"Seon" ditulis dengan aksara Han apa?
Artinya kebaikan. Kamu tidak tahu?
Bagus sekali.
Apa maksudmu? Itu nama umum.
Sungguh?
Itu justru lebih bagus karena cocok untukmu.
Kenapa kamu ini?
Anggap saja kamu diberhentikan.
Jadi, kamu bisa mendapat tunjangan pengangguran.
Ini tawaran terbaik dariku.
Apa menurutmu ini tidak adil?
Tidak.
Terima kasih untuk semuanya.
Kamu sudah menyerahkan surat pengunduran diri?
Tidak, aku dipecat sebelum menyerahkannya.
Ya? /- Kamu dipecat?
Ya, mereka memberhentikanku.
Aku memang berniat berhenti, jadi, tidak masalah.
Mereka sudah menoleransiku semampu mereka.
Memang benar.
Aku akan pulang cepat nanti. Mau bertemu?
Pukul berapa?
Baiklah.
Gunung Mortar Geumah.
"Gunung Mortar Geumah"
Begitulah julukan tebing itu.
Kang Sun Ho.
Ayo berfoto.
Berfoto?
Untuk merayakan momen ini.
Kamu sudah bersiap. /- Tentu saja.
Kemarilah.
Aku boleh berdiri di sini? /- Ya.
Baiklah.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga.
Satu, dua, tiga. Menang.
Selesai.
Hasilnya bagus?
Ya.
Hasilnya bagus.
Nanti kukirimkan.
Apa yang kita rayakan?
Status pengangguranmu.
Apa?
Kamu masih tidak sadar? Dasar.
Tentu saja kita merayakan
nama aslimu, Kang Sun Ho.
"Sun" berarti baik dan "Ho" berarti naik.
Aku suka namamu.
Hei, kata siapa namaku ditulis dengan aksara Han?
Itu belum tentu. Jangan mengarang.
Aku ragu dengan arti "Ho",
tapi aku yakin itu mengandung makna "kebaikan".
Aku yakin.
Kenapa? Aku menyukainya. Kamu tidak suka?
Bukan begitu.
Hanya saja, nama itu masih asing bagiku.
Nama memang menarik.
"Kim Moo Young"
terkesan hampa,
tapi "Kang Sun Ho"
terkesan indah dan berani.
Kamu begitu menyukainya? /- Ya.
Sangat suka.
Sepertinya orang tuamu
sangat baik.
Melihat bagaimana mereka memberi nama itu untuk putra mereka,
jelas mereka orang baik.
Begitukah?
Ya.
Apa dokter itu menceritakan hal lain selain namamu?
Ayahmu bunuh diri.
Tidak juga.
Rasanya sungguh puas
seolah-olah aku yang mengetahui nama asliku.
Cari tahu juga nama aslimu. Kita telusuri bersama.
Lain kali saja.
Mungkin kakakku akan memberitahuku saat waktunya tepat.
Akan kutunggu sampai Kakak memberitahuku.
"Kang Soon Goo"
Sayang sekali. Padahal aku ingin melihat dedaunan.
Tapi semuanya sudah berguguran.
Ya, ini agak menyeramkan.
Tapi tempat ini bagus. Terbuka dan luas.
Aku senang kita memilih jalan ini.
Ya, memang bagus.
Dia bilang ayahku bunuh diri.
Kejadiannya di gunung,
tapi hanya itu yang kuketahui.
Entah dokter itu sengaja merahasiakannya
atau dia memang tidak tahu dan tidak ada informasi lain.
Bagaimanapun,
sudah jelas
bahwa keluargaku
bukan keluarga yang bahagia.
Rupanya
ayahmu
sudah tiada.
Aku akan pergi ke Haesan.
Aku
ingin pergi ke tempat ayahku.
Di daerah mana?
Ada tempat bernama
"Gunung Mortar Geumah".
Sepertinya itu tebing. Di sanalah dia bunuh diri.
Mau kutemani?
Baiklah.
Jenguk dan sapalah ayahmu.
Benar juga.
Apa yang harus kusampaikan?
"Hai"?
Aku bahkan tidak tahu namanya.
Apa yang harus kukatakan?
"Ayah."
Itu saja cukup.
"Ayah, ini Sun Ho."
Itu juga boleh.
Busnya datang.
Naiklah lebih dahulu.
Baiklah. Berkencan diam-diam sungguh merepotkan.
Naik bus bersama saja tidak bisa.
Kenapa aku resah?
Kamu sekadar menyapanya.
Kenapa aku yang merasa resah?
Jangan resah.
Aku segera kembali.
Apakah Moo Young adalah Sun Ho?
Ya.
Moo Young adalah Kang Sun Ho.
Dasar...
Bedebah.
Kamu bukan manusia.
Jika kamu manusia...
Jika ada sedikit saja kebaikan di hatimu...
Tadi aku mampir ke kantormu.
Mau ini? /- Kamu pasti salah sangka.
Kamu tidak bisa menjadi polisi hanya karena pintar.
Polisi itu pekerjaan manusia, bukan pembunuh sepertimu.
Hidupnya sudah menderita.
Masa kecilnya lebih kelam dariku.
Dia sudah cukup tersakiti.
Kenapa dia bunuh diri?
Entahlah.
Jika ada di posisiku, apa kamu akan menyerah?
Aku tidak pernah menyerah jika sudah memutuskan sesuatu.
Apa lagi yang belum jelas?
Pistol.
Aku masih
memimpikan pembunuhan ayahku.
Semua orang menyuruhku berhenti
seolah-olah aku tidak akan kembali jika pergi ke sana.
"Toko Swalayan"
Aku beli sebotol soju. /- Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.