Release info

Wait in Beijing Episode 13 - 14
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2020-05-21
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 184 lines.

Dalam kisah dongeng, ketika putri tidur dan tidak akan bangun,

selalu ada pangeran mengendarai kuda putih, memegang pedang

yang akan muncul di depan putri.

Kisahnya akan berakhir bahagia.

Baik. Tidak apa.

- Aku mau muntah. - Jangan muntah! Tolong jangan.

Jangan muntah!

Hampir sampai, tahan. Jangan muntah!

Kita di sini. Akhirnya. Hati-hati.

- Aku mau muntah. - Jangan muntah.

Aku mau bangun dan muntah. Sangat tidak bisa ditahan. Aku mau muntah.

Tidak apa.

Aku tidak merasa sangat baik.

Aku benar-benar tidak merasa baik.

Tapi...

jarak antara kenyataan dan dongeng terlalu besar.

Mimpi tidak akan menjadi nyata.

Mimpi buruk diam-diam menakutkan.

Hei, Guo Dong.

Hai, Kaven.

Kau kembali dari rumah?

Ya, aku kembali untuk rapat pemegang saham.

Seperti biasa.

Kau tidak bertengkar dengan Sheng Xia, kan?

Bagaimana kau bisa lihat?

Dari penampilanmu.

Kau bilang sebelumnya kau akan berhenti minum.

Lalu, kau sangat bahagia membawa Sheng Xia pulang bertemu dengan ayahmu,

untuk diskusi pernikahan, kan?

Lihat kau sekarang, di matamu,

semuanya patah hati.

Dan haus alkohol.

Kau tidak datang untuk minum, kan?

Ya, kau benar.

Berikan aku minum.

Maaf.

Aku tidak menjual alkohol padamu.

Ini saja, oke?

Dangan bercanda denganku. Ini.

Tip.

Walau aku benar-benar suka uang,

Aku punya prinsip. Di masa lalu, kau terus bicara mau berhenti minum

Kau masih mau menikahi wanita yang kau cintai. Seorang pria seperti kau tidak akan melanggar janjinya di tempatku, kan?

Baik. Singkirkan ini dulu.

Bagaimana kalau begini? Aku akan berikan lagi. Ini dia.

Ambil semua.

Ayolah.

Selain kau beli seluruh bar.

Hei!

Kami putus.

Seburuk itu?

Jadi aku perlu minum.

Tiga tahun dan berakhir seperti itu.

Cinta bukan segalanya.

Lalu, apa?

Seperti segelas alkohol ini, kau bisa meletakkannya seperti itu saja?

Boleh aku bantu kau?

Tolong wiski.

Kaven?

Xiaoduo?

Mengapa kau di sini?

Kau mau ke mana?

Aku...

Kau...minum di sini?

Aku datang untuk rapat pemegang saham. Aku akan pulang besok.

Kau benar-benar sia-sia berhenti minum.

Xiaoduo, aku hanya minum sedikit. Percaya padaku.

Kalian berdua benar-benar...

Xiaoduo, kau belum menjawabku.

Ke mana kau pergi? Bagaimana Sheng Xia?

Jangan sebut Sheng Xia, oke?

Aku pikir kau sudah berhenti minum. Aku tidak berpikir kau masih minum.

Xiaoduo, bisakah kita keluar dan bicara?

Tidak ada yang dibicarakan.

Xiaoduo.

Ini...?

Teman baik Sheng Xia; teman baikku.

Teman baikmu?

Teman baik Sheng Xia? Astaga.

Apa?

Mengapa aku pikir dia...

menyukaimu?

Apa? Apa yang kau bicarakan?

Instingku mengatakan...dia menyukaimu.

Imajinasimu terlalu liar.

Hei, cantik. Mau pulang denganku?

Kau tidak apa-apa?

Hank, kau...

Sangat dingin. Mengapa kau di luar?

Xu Tian, kau pura-pura tidur.

Tidak mungkin. Mereka tidur bersama?

Jika Salina tahu, dia akan gila.

Jika Kaven tahu, hatinya akan hancur.

Tidak. Tidak. Kita tidak bisa memberitahu mereka sekarang.

Lalu, apa yang kita lakukan?

Kita harus hentikan mereka. Perhatikan mereka baik-baik.

Aku baru saja melihat mereka sangat menyebalkan.

- Jadi aku pergi. - Bagaimana kalau begini?

Biar aku carikan kau kamar untuk tinggal.

Jika Sheng Xia mencarimu nanti,

maka bicara dengannya. Kita harus bicara dengan mereka.

Kita lihat saja.

Dan satu hal lagi. Jangan berkeliaran di jalan di tengah malam. Tidak aman.

Hank,

aku pikir kau benar-benar berbeda dari kebanyakan orang di sini.

Denganmu, aku benar-benar merasa cukup aman dan nyaman.

Kau juga tidak berpikir aku bodoh, kan?

Kau cukup manis.

Mengatakan seorang pria manis artinya kau tidak menyukaiku.

Kalau begitu...

bagamana mengatakan wanita baik?

Jika kau mengatakan seorang wanita baik, maka artinya kau hanya berpikir dia baik.

Hank, aku baru menyadari

kau sangat dalam.

Aku tidak mengatakannya. Xu Tian yang mengatakannya.

Dia cerdas. Jangan dengarkan omong kosongnya.

Baik. Baik.

Astaga.

Tuan Xu Tian, aku ada pertanyaan untukmu.

Silakan duduk.

Tutup pintu?

Apa kau tidur dengan Sheng Xia?

Apa kau tanya...apa aku tidur bersama atau "tidur" bersama?

Jawab jika kau tidur bersama atau tidak.

Kami tidur bersama.

Apa kau menyukai dia?

Bisakah aku tidak menjawab pertanyaan ini?

Kau harus jawab.

Bagaimana menurutmu?

- Aku pikir kau menyukai dia. - Mengapa?

Lihat. Kau biasanya tidak minum.

Ketika kau bersama dengannya, kau mabuk hari itu

dan mabuk dan tidur bersama.

- Siapa yang mengatakannya padamu? - Jia Xiaoduo.

Mengapa dia mengatakan itu padamu?

- Aku... - Apa hubunganmu dengannya?

Kami tidak punya hubungan.

Apa Salina tahu?

Maka aku akan beritahu Salina.

Apa aku yang bertanya atau kau yang bertanya padaku?

Petugas Hank, kau terlambat lagi.

Permainan berakhir lagi.

Matikan lampunya. Selamat malam.

Kau bajingan.

Xiaoduo.

Xiaoduo, bangun dan buat sarapan.

Xiao–

Sheng Xia, aku ada wawancara kerja.

Aku harap aku bisa menemukan pekerjaan baru di luar sana.

Aku akan sangat sibuk akhir-akhir ini. Jangan cari aku.

Kau memilih jalanmu sendiri.

Kita harus saling menjaga diri kita masing-masing.

Nyonya An.

Tiga hari berakhir. Kunci.

Lihat bagaimana bagusnya aku bersihkan.

Untuk dua hari terakhir, aku sudah selesai mengepel lantai bawah dan atas.

Juga, lihat.

Tidak ada debu sama sekali.

Sangat bersih.

Itu yang harus kau lakukan.

Berikan aku kuncinya.

Aku sudah berkemas semuanya. Aku pasti kembalikan padamu.

Hanya saja.

Aku tidak menemukan tempat tinggal. Bisakah kau memberiku dua hari lagi?

Aku tahu kau akan tidak tahu malu.

Lokasi ini milikku.

Jika kau tinggal dua hari lagi, apa kau tahu berapa banyak kerugianku?

Sedikit pengertian, oke? Ini disebut. "Kau tidak tahu batasmu."

Aku akan berikan kau uang untuk dua hari.

Apa kau pikir ini masalah uang?

Ini bukan masalah uang, kau tahu?

Biar kuberitahu kau. Aku hanya tidak suka orang-orang seperti kau.

Selalu gelap gulita di sini. Kau tidak tahu pertaruan di sini sama sekali.

Siapa kau?

Dia temanku.

Biar kuberitahu. Apa kau pikir aku perlu uangmu?

Aku hanya tidak suka orang seperti kau.

Selalu gelap gulita di sini. Kau tidak tahu peraturan di sini sama sekali.

Jika kau tidak mengerti peraturan, jangan keluar dan berbisnis.

Apa kau tahu betapa memalukannya ini?

- Tidak mengerti ini... - Yang kau katakan benar.

Jika kau berbisnis, kau harus mengikuti peraturan bisnis.

Kau siapa?

Ini kartu namaku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left