The first 200 lines.
Ah....
Tasku!
Tangkap Dia!
Sakit? Lihatlah kenapa aku memukulimu?
Kau beritahu aku.
Jawaban yang salah.
Usaha ke 2, kenapa aku memukulimu?
Aku akan mengingatmu!
Bagus, ingatlah aku. Aku Lao San.
Aku baik, kau jahat. Jadi, aku memukulimu.
Kau akan menerima akibat ini, kau tahu itu?
Aku akan ingat padamu pastinya.
Kau tak bisa menjadi pahlawan sepanjang waktu.
Pelan-pelan, aku tak bisa mengertimu.
Persetan kau.
Lao San akan mengajarimu disiplin.
Kata-nya adalah menghancurkan semua yang jahat, kata-nya aku.
Kemenangan.
Aku berada di Angkatan Laut.
Aku adalah pemimpin kapal selam.
Aku anak ke 3 di keluargaku.
Orang2 memanggilku Lao San.
Hanya atasanku yang memanggil nama asliku.
Wang Tao
Pak!
Aku percaya pada atasanku.
Dia tahu semua kode2.
Dia lihai bela diri.
Mengapa kau tak bisa bergaul dengan yang lainnya?
Bagaimana jika kau mengundurkan diri dari Angkatan Laut?
Apa yang kau akan lakukan, ketika kau mengundurkan diri, pak?
Aku? Aku akan menjadi pelatih tinju, melatih anak2.
Atau, mungkin mulai membuka toko buku.
Kamu?
Aku ingin menjadi pelaut selama sisa hidupku.
Sebelum aku bergabung di Angkatan Laut, aku bertemu dia di kontes berenang.
Namanya Daffodil.
Aku sungguh tidak sempurna.
Aku tidak.
Kepribadianmu sempurna.
Tak ada yang seperti dirimu.
Kenapa kau tidak mengantarku pulang?
Tidak, aku harus pergi.
Aku masih harus latihan ngebor.
Atasanku hanya memberikan aku waktu 1 jam
Siapa yang nyangka, Latihan ngebor merubah segalanya.
Seorang kawan tenggelam.
Aku menyelam untuk menolongnya.
Aku tak bisa ingat hal2 setelah itu.
Mereka berdua selamat.
Pelaut2 yang cukup tangguh.
Tapi Lao San sudah lama menderita anoksia logis.
Seiring waktu, anoksia akan merusak sel dan syaraf otaknya.
Dan fungsi ini menjadi rusak.
Apa itu?
Kecerdasannya
Aku harus tahu kekasihku di hari itu.
Dan punya kecanduan pada air mendidih.
Setelah meninggalkan rumah sakit, atasanku memberiku upacara perpisahan.
Semua kawan2ku menghadirinya.
Kau adalah prajurit sejati.
Wang Tao. Pak!
Balik badan.
Maju jalan.
Komandanku selalu berkata...
Tubuh seorang prajurit butuh kekuatan seperti kapal selam.
Pukulan harus keras seperti torpedo.
Semua kapal2 musuh
Setelah kupukul
Akan tenggelam seperti batu.
Tanpa kesempatan.
6 BULAN KEMUDIAN.
Nancy, Boss.
Kita akan kaya kali ini
Jangan teriak2
Pros tidak bicara omong kosong sepertimu.
Maaf.
Ajari adik kecilmu.
Dia selalu seperti ini.
Lao San.
Pak!
Mengapa tanganmu gemetaran kemarin?
Gugup.
Bodoh.
Pikirkan tentang laksamana Yue, yang menghadapi jutaan musuh sendirian.
Maaf, pak, aku bukan Laksamana Yue.
Aku Lao San.
Minum air lagi.
Ingat, Lao San.
Jadilah pria tangguh, Pria mulia.
Pria tanpa rasa yang buruk.
Warga yang baik bagi bangsa.
Hai, apa ibumu di rumah?
Iya.
Perhatian, Hadap Kanan.
SOB binggung pagi ini.
Kau benar tentang si penembak.
Aku juga.
Setelah yang satu ini, kita bisa menutup kasusnya.
Istirahatlah dalam damai, kawan. Dia tak bisa kabur kali ini.
Benar2 berharap, kita bisa melakukan latihan lagi.
Semuanya! Ikuti aku
Pasang telinga kalian, dan ambil napas dalam2.
Jangan merokok, kita punya kode etik disini.
Ah?
Jangan merokok?
Kenapa begitu?
Kode etik.
Ada apa dengan merokok?
- Tidak baik untuk kesehatan. - Jadi apa yang baik?
Minum air baik.
Merokok tidak baik.
Apa kau punya masalah?
Ayah?
Kau benar2 ahli, ini berasal dari dinasti Song.
Song?
Terlalu bagus untuk Song.
Apapun dinastinya, Beri harga.
Maaf, membuatmu menunggu.
Mari.
Coba lihat.
- Oke, aku tunjukkan - Tidak perlu.
Hanya Boss besar sepertimu yang bisa lakukan ini.
Aku percaya kau tahu kodenya.
Kita semua tahu kode
Hai, aku tak bisa menjawab telepon sekarang.
Tolong tinggalkan nama dan nomormu, aku akan telepon kembali, terima kasih.
Hai, Ini Lao San.
Aku mau...
Oh, biar aku melakukan ini lagi.
Hai, ini aku, Lao San. Aku punya sesuatu yang spesial untukmu.
Ini palsu, tapi masih terlihat bagus.
Kau tak perlu itu.
Kau selalu berkata begitu.
Aku selalu mau mempersiapkan.
Pria tangguh tak butuh senjata.
Daffodil sekarang mengajar.
Aku merasa tenang setiap kali aku memikirkannya.
Aku cukup yakin, kami akan bersama2 selamanya.
Seperti kapal selam dan lautan.
Tersangka selalu bersenjata.
Dari tembakan pada letnan kita..
Dia tak mudah ditangani, seseorang melihatnya di Jalan Utama.
Kapten, apa yang kau katakan?
Aku akan mengatasinya.
Aku sebenarnya mau tahu sheriff yang murtad.
Pahlawan yang tabrak lari.
Pria macam apa dia itu?
Satu hal yang benar2 pastinya..
Dia lihai dalam bertarung dan lebih baik kalau lari.
Setelah mengalahkan kelompok geng itu..
Kenapa dia kabur? Dia sudah menang.
Dia mungkin menganggap dirinya dalam masalah suatu hari nanti.
Aku pikir, aku benar, tentang perokok.
Mereka tidak memecatku.
Mereka hanya memberiku istirahat panjang.
Katakanlah: Aku tak pernah akan memukuli orang2
Seperti yang kau maksud.
Aku tak bisa bohong padamu.
Aku berjanji padanya, aku akan jujur.
Komandanku selalu berkata, berbohong akan membuat orang tersesat
Tetesan air.
Hadiah perayaan.
Apa menurutmu, kita cocok satu sama lain?
Oh, kita cocok pastinya.
Ini untukmu.
Sempurna.
Orang Perancis itu tentu tahu pelestarian.
Dulunya benar2 digunakan oleh Laksamana Yue 800 tahun lalu?
Tidak masalah, selama mereka mau membayarnya.
Batangan buruk yang disimpan selama 800 tahun? Bisakah ini berharga?
Itu konyol sekali
Hei, tasmu yang merek LV itu bisa dibeli 10 dengan ini.
Itu benar2 konyol.
Kita bisa pergi ke Karibia untuk pernikahan kita setelah ini.
Dan membeli sebuah pulau disana.
Lakukan apapun yang kita mau.
Lakukan apapun yang kau mau.
Oh, aku mencintaimu.
Kau akan mendengarkanku.
Tentu.
Mereka mengajarkan anak2 kecil untuk mencuri.
Tak ada yang berani menganggu mereka.
Perlu waktu berhari2 buatku mengetahui mereka semua.
Tapi aku tidak terlalu keras memaksa, kau tahu kenapa?
Mereka berjanji padaku, mereka akan memulangkan anaknya.
Penipu.
Aku tidak.
Bukan kamu, mereka yang menipumu.
Tidak mungkin.
Dia juga berjanji mengirim anak itu ke sekolah.
Dia memberiku janjinya.
Kejujuran Bibi Chiu tidak sama seperti kejujuranmu.
Dia bilang kau telah memukul, hingga makanan keluar dari perut mereka.
Itu berlebihan.
Kau berlanjut melakukan itu, kau akan berada dalam masalah besar.
Jangan lakukan kekacauan itu lagi.
Aku seorang prajurit.
Bukan lagi.
Aku melayani untuk melindungi bangsa
No comments yet. Be the first to leave one.