The first 200 lines.
Anda mendapat 1 pesan baru
Sudah selesai?
Ya.
Bagaimana caramu pulang?
Naik bus.
Kenapa kau tidak lihat di papan tumpangan?
Brengsek.
Butuh tumpangan ke Delaware tanggal 23 Desember?
23 DESEMBER JAM 15.12
Bisakah kau parkir di depan pintu masuk?
Ya, ada beberapa mobil ketika aku tiba./ Baik.
Kupikir kita akan berangkat awal untuk menghindari salju.
Jam berapa sekarang?/ Jam 15.15
Maaf. Kalau aku jadi kau, pasti aku sudah kau tinggal.
Aku diusir dari apartemenku, jadi.../ Tapi tidak ada tempat lagi./ Jangan!
Nyalakan saja mesinnya dan pasang pemanasnya.
Biar aku saja yang merapikannya./ Kau yakin?/ Ya.
Tunggu. Kadang pintunya macet.
Maaf, hanya bisa setinggi itu.
Santai saja. Aku sudah terlambat 2 jam.
Awal yang bagus.
Aku seharusnya lagi di pantai dalam kondominium.
Tidak. Ini sudah sejam. Kau bercanda? Aku bosan sekali.
Kita masih di jalan raya 5 jam lagi.
Mana aku tahu. Semua jalan raya kelihatan sama.
Apa?
Ada yang marah. Siapa lagi? Tumpanganku. Hati-hati.
Lihat wajahmu, "Moody" (pemurung).
Apa?/ Kalau aku yang menyetir, kau harus bicara denganku.
Memangnya aku penghibur di atas pesawat?/ Begitulah seharusnya jika kau penumpang.
Ada pembagian kerja. Kita bagi setengah hasilnya.
Kuberitahu, aku sangat terhibur saat menelepon.
Jadi kau dari Welmington?/ Ya.
Kau sekolah di mana?
St. Vitus Academy./ St Fitus?
Aku tak pernah dengar./ Kau tahu semua sekolah di area itu?
Aku tahu semuanya./ Bahkan semua sekolah Katolik?
Karena aku sekolah di situ. St. Fitus Academy untuk pria Katolik.
Kita pernah sekelas. Kelas "Pengenalan Filosofi Modern".
Ada banyak orang di kelas itu. Seperti "Woodstock" (festival musik rock).
Kau pernah lihat tipe murid kelas Agama Timur?
Apa jurusanmu?
Agama Timur.
Jadi kau bukan dari jurusan Filosofi?/ Bukan. Kenapa?
Entahlah, aku cuma mengira.../ Aku jurusan Tekhnik.
Aku ambil kelas Filosofi karena ingin belajar soal "Kemanusiaan".
Dan katanya pelajaran itu gampang.
Apa jawabanmu di soal terakhir tadi?/ Soal teori Kemunculan Abadi Nietzsche?
Seperti Reinkarnasi, 'kan?/ Bukan. Mereka tidak sama./ Sial.
Reinkarnasi adalah ketika kau datang dalam bentuk berbeda.
Kemunculan Abadi yaitu ketika alami hidup yang sama berulang kali.
"Gelas jam abadi" dari keberadaan diputar terus dan kau partikelnya.
Filosofi SMA rupanya mencakup hampir semuanya. Benar, 'kan?
Apa itu termasuk bagian hiburan dalam penerbangan hari ini?
JAM 17.15
Tolong berhenti di SPBU berikutnya karena aku mau pipis.
Baik, aku akan tetap "menarik" mataku.
Kenapa?/ Apa itu artinya menjaga matamu tetap tertarik?
Kelihatannya agak menakutkan./ Memang.
Bicara tentang 'menarik', kau tahu tentang operasi koreksi mata?
Ya, pakai laser.
Ya, tapi ada cara mengelupasnya juga, aku lihat di "Discovery Health".
Kalau orang-orang tahu, mereka akan berpikir 2 kali untuk melakukannya.
Mereka pakai laser.
Aku akan operasi koreksi mata liburan ini./ Kenapa?
Karena aku benci pakai kacamata./ Tapi kau cocok memakai kacamata.
Bagaimana kau tahu? Aku tak pernah pakai di luar asrama.
Itu dia SPBU-nya.
Apa?/ Kukira kau mau pipis.
Ya, tapi tak kusangka ketemu toilet secepat ini. Kuku-ku belum kering.
Tak apa. Sebentar lagi sudah kering./ Ayo, aku bisa menggendongmu.
Tidak./ Tidak, percayalah, aku pintar dalam hal ini.
Apa yang kau lakukan?/ Kau akan berterima kasih. Lingkarkan tanganmu.
Tunggu. Astaga./ Tutup pintunya. Ini berguna, 'kan?
Buka pintunya.
Terima kasih.
Turunkan aku!
Pak, apa ada toilet?/ Ya, di sana.
Sialan!
Hei, aku terkunci di sini!
Ada yang dengar? Aku terkunci!
Aku terkunci!
Bagaimana bisa kau tidak dengar?
Apa kau tak dengar teriakanku tadi?
Kapan?/ Apa itu lucu bagimu? Terkunci, apa itu lucu?
Apa maksudmu? Terkunci di mana?
Apa kau tak dengar aku gedor pintu?
Dengar, aku tak tahu apa maksudmu.
Lupakan. Tak penting. Ayo pergi.
Lewat jalan raya saja./ Aku mengerti.
Apa kita tersesat?/ Tidak. Aku sudah lakukan ini berulang kali.
Untuk apa itu?/ Setengah uang bensin./ Tidak perlu./ Ayolah.
Apa maksudmu? Aku adalah penumpang, kita bagi setengah uangnya. Ini ambil uangnya.
Aku tidak menerima uang dari teman.
Apa-apaan ini?
Ini jalan berputar./ Kembali ke jalan raya.
Kembali ke jalan raya.
Kau tak tahu arah./ Tenanglah. Ini menarik.
Kembali ke jalan raya. Ini tak akan terjadi.
Tenanglah. Ini jalan pintas. Kita akan segera kembali ke jalan raya.
Tak ada sinyal./ Kita tak akan dapat sinyal. Kita di atas bukit.
Gelombang FM bergerak dalam garis lurus. Coba AM.
Apa keluargamu melakukan semua tradisi natal?/ Ya.
Kalau kau?/ Tidak. Kakekku orang Belanda. Jadi, Sinterklas-ku beda.
Bedanya apa dengan Santa yang biasa?
Dia tak tinggal di Kutub Utara, tapi di Spanyol.
Temannya bukan peri, dia punya pembantu bernama Pit Hitam.
Dia seperti Sinterklas-mu, hanya lebih menakutkan.
Itu menarik.
Jadi, bagaimana natalmu?
Natalku yaitu ke tempat orangtuaku yang bercerai di tahun pertama kuliah. Jadi...
2 makan malam dengan ayam kalkun, 2 pohon, 2 hadiah untuk ditukar.
Biasanya aku mampu. Tapi tahun ini Ibu menyewa kondominium di pantai...
...yang sepertinya dari 2 jam lalu?
Pantai sepertinya tempat yang bagus saat musim dingin. Atau di danau.
Romantis.
Keluargamu biasanya ke Pantai Rehoboth atau Pelabuhan Stone?
Pelabuhan Stone./ Kita selalu ke Rehoboth.
Aku iri pada temanku yang habiskan musim panasnya di tepi pantai Jersey.
Ya, aku juga.
Pelabuhan Stone adalah tepi pantai Jersey.
Kau tahu itu?/ Ya, aku tahu./ Kau bukan dari Delaware, 'kan?
Ini rumit./ Siapa kau sebenarnya?/ Apa maksudmu?
Apa yang sedang terjadi?/ Tidak ada apa-apa.
Apa yang sedang terjadi di sini?/ Tolong tenang.
Kau membuatku takut./ Aku bisa jelaskan.
Kalau begitu jelaskan kenapa, aku tak mengerti.
Awas.
Hati-hati. Dia menyalakan lampu?
Minggir. Biarkan dia lewat./ Tak ada tempat untuk berhenti.
Pelan-pelan, dia tak berhenti!/ Pegangan!
Kumohon.
Apa yang kau lakukan?
Menelepon 911. Aku berusaha menelepon mereka.
Ada yang jawab?/ Tak ada sinyal.
Bagaimana denganmu?/ Aku tak punya ponsel.
Bagaimana mungkin kau tak punya ponsel?
Apa kau baik-baik saja?/ Aku baik.
Bagaimana denganmu?/ Kurasa kepalaku terbentur.
Apa yang terjadi dengan pria itu?
Entahlah. Tadi sepertinya dia tertabrak.
Dimana jejak bannya?
Halo!
Apa ada orang di sana?
Siapa saja!
Menurutku kita kembali saja ke mobil, melihat seberapa parah kita terjebak.
Kau yang masuk dan setir. Aku yang dorong. Mengerti?
Hidupkan mesinnya!
Injak gasnya!
Gas lagi!
Gas lagi!
Berhenti!
Buka.
Buka kuncinya!
Ayolah, di sini dingin sekali./ Biasakanlah, brengsek!
Ada apa? Apa salahku?
Kau yang membawa kita kemari. Apa yang sudah kau lakukan?
Aku mengantarmu pulang./ Kau tak mengantarku pulang.
Kau bahkan tak tinggal dekat rumahku. Dan mobil sialan ini menyesatkan kita.
Apa yang kita lakukan di sini? Mengapa kau tidak ke jalan raya?
Aku sudah bilang, ini jalan pintas./ Ayolah.
Kau bilang kau bosan di jalan raya.
Memang, aku memang bosan./ Tempat ini harusnya disebut "Pemandangan 606"...
...karena pemandangan bukitnya.
Kau belum pernah ke sini jadi jangan pura-pura tahu jalan pintas.
Dan inilah pemandangan indahnya yaitu gelap total.
Jadi, kau pikir aku sengaja?
Aku tak tahu!/ Ini kecelakaan. Ya Tuhan!
Kau sendiri lihat orang tadi, 'kan?
Mungkin./ Kau gila./ Aku gila?/ Ya.
Waktu kau pingsan, aku dapat 'voicemail' dari temanku. Sekarang dia pasti sudah memanggil polisi.
Kau tega sekali. Kau pikir aku orang gila?
Tepat sekali!
Baik, aku akan kembali ke SPBU.
Aku akan minta bantuan.
Kau pasti baik-baik saja. Ada radio, penghangat.
Tapi kurasa kau lebih baik ikut aku.
Aku tahu kau akan bilang begitu.
Baik, terserah.
Kalau kedinginan, ada plester di belakang untuk menambal jendelanya.
Aku sudah tahu!
Badan Cuaca Nasional menyatakan ada badai salju di seluruh wilayah.
Kami sarankan penduduk tidak ke luar rumah.
Udara akan semakin turun malam ini, sampai minus 30 derajat.
Halo, apa kau tinggal di sekitar sini? Kami mengalami kecelakaan.
Kita benar-benar butuh bantuan.
Apa yang...
Astaga./ Tenanglah. Ini aku./ Menjauh dariku.
Tenang. Ada yang salah?/ Kau. Semuanya. Orang itu.
Orang apa?
Aku baru saja lihat orang jalan kemari.
Kemana dia pergi?/ Dalam hutan.
Bagaimana kalau kita cerita di dalam mobil saja?/ Kenapa kau di sini?
Bukannya kau ke SPBU? Mestinya butuh waktu lama?
Sudah tutup. Aku mau tinggalkan catatan, tapi tak ada alat tulis.
Tempat itu mestinya buka 24 jam. Kenapa tidak buka? Jelaskan!
Mana aku tahu. Tergantung petugasnya. Dingin sekali di sini.
Ayo masuk saja ke mobil./ Aku tak mau semobil denganmu. Kau gila.
Baik, terserah kau. Aku masuk, kau boleh gabung kalau mau.
Sialan.
No comments yet. Be the first to leave one.