Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E27-28 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-26
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ada orang di dalam?

Chi Woo.

Ada apa? Kamu baik-baik saja?

Itu...

Pintu ini terkunci.

Bagaimana kamu bisa terkunci di dalam?

Aku juga tidak tahu soal itu.

- Tapi aku baik-baik saja. - Apa?

Aku baik-baik saja. Silakan pergi.

Mana bisa aku pergi setelah melihatmu terkunci di dalam toserba?

Tidak ada memo atau nomor telepon di sini.

Seseorang pasti akan segera kembali. Aku akan mengurus ini.

Aku sungguh baik-baik saja.

Di luar dingin. Pergilah.

Sepertinya aku tidak bisa pergi.

Apa?

Aku harus membeli cokelat untuk Gi Ppeum.

Cokelat untuk Gi Ppeum?

"Episode 27"

Kamu tidak kedinginan?

Kamu tidak kedinginan?

- Apa? - Kamu tidak kedinginan?

Aku kedinginan. Aku hampir mati kedinginan.

Belilah cokelat untuknya di toserba lain.

Kudengar kamu mengantar Gi Ppeum ke perhentian busnya tadi pagi.

Soal itu...

Seharusnya aku lebih berhati-hati.

Maaf.

Kenapa kamu meminta maaf?

Aku harus berterima kasih kepadamu.

Saat bus TK-nya berangkat,

kamu melambaikan tangan dan tersenyum kepadanya.

Gi Ppeum sangat senang.

Hampir lupa. Dia bilang, kamu bahkan memberinya gambar.

Soal itu... Gambar itu tidak begitu bagus.

Gi Ppeum sangat antusias saat memberitahuku soal itu.

Saat mendengarkan dia,

aku merasa sedih karena dia.

Kupikir

aku melakukannya dengan baik.

Aku juga berusaha keras menjadi seorang ibu baginya.

Aku tidak bisa

menggantikan posisi itu untuk Gi Ppeum.

Kamu hebat. Jangan bilang begitu.

Aku tidak melihat kesedihan di dalam diri Gi Ppeum.

Dia sangat ceria karena keluarganya sangat menyayanginya.

Dia juga tahu cara memedulikan orang lain.

Benarkah? Menurutmu begitu?

Tentu saja.

Gi Ppeum akan diterima dan disukai ke mana pun dia berada.

Sedang apa kamu di depan toko?

Anda dari mana saja?

Aku pergi ke toilet. Kenapa?

Anda tidak bisa melihat dia berada di dalam toko?

Apa?

- Bagaimana kamu bisa masuk? - Menurut Anda bagaimana?

Seharusnya Anda memeriksa toko jika hendak keluar.

Kami menunggu di sini selama 20 menit.

Maaf. Ini karena aku sembelit.

Buka tokonya dahulu.

Omong-omong, kenapa Anda marah kepadaku?

Beginilah cara bicaraku. Jangan salah paham.

Selamat datang.

Masuklah. Cuacanya dingin.

Baiklah.

Maaf.

Kamu pasti kedinginan.

Tidak, aku hanya bercanda.

- Aku akan membelikanmu hoppang. - Hoppang?

Hoppang sangat enak di hari yang dingin seperti ini.

- Kamu suka hoppang, bukan? - Tidak.

Aku sangat menyukainya.

- Syukurlah. - Benar.

- Kamu ingin hoppang? - Astaga.

Ya.

Hati-hati. Hoppang-nya panas.

- Baiklah. - Ini dia.

Panas!

Hoppang-nya panas.

Kami beli dua buah.

Isi kacang merah atau piza?

- Kacang merah. - Aku ingin piza.

Aku akan mengambil kertas.

- Panas. - Pasti ada penjepit di sini.

Apa karena kalung itu?

Apa?

Entah kenapa talinya putus. Tadi kalung itu baik-baik saja.

Aku juga tidak tahu.

Entah apa yang terjadi.

Kita hidup bersama selama 33 tahun.

33 tahun tidak dianggap singkat.

Manik-manik di brosmu lepas

dan sekarang kalung mutiaramu putus.

Manusia dan barang tidak mampu melawan waktu.

Aku ceroboh.

Seharusnya aku lebih merawatnya.

Kita tidak bisa mencegah kejadian semacam itu.

Tapi syukurlah kita masih bisa memperbaikinya.

Kita harus bersyukur tubuh kita masih sehat.

Sayang sekali hujan saljunya berhenti.

Aku hendak mengajak Gi Ppeum keluar.

Hujan saljunya berhenti terlalu cepat.

Terima kasih untuk hari ini.

Aku pasti bingung andai sendirian.

Aku juga berterima kasih.

Aku menikmati hoppang lezat berkat kamu.

Selain itu,

aku sudah merasa lebih baik.

Mantan suamiku Choi Jin Yoo, direktur pelaksana Grup Hansoo.

Pastikan kamu menulisnya.

Mungkin beginilah rasanya bertemu kembali dengan teman lama.

Aku menjadi merasa lebih baik dan bersemangat.

Teman lamaku ini akan mengalami kesulitan.

Aku tidak bisa mencari cara untuk membantunya.

Hampir lupa.

Kejutan. Ini.

Itu milik Gi Ppeum.

Aku membeli satu lagi saat membeli sebanyak ini untuknya.

Kamu sadar hari ini tampak agak kelelahan?

Benarkah?

Saat Gi Ppeum memakan ini, dia tersenyum ceria seperti ini.

Maka aku juga harus mencoba memakan ini.

Benar.

Cepat masuk. Dia pasti menunggu cokelatnya.

Baik. Masuklah.

Masuklah.

Sampai jumpa.

Kejutan.

Ini.

Gi Ppeum, jangan lupa menggosok gigimu setelah memakan ini.

- Mengerti? - Ya.

Berjanjilah.

Apa Bibi Taekwondo juga menyukai cokelat ini?

Entahlah.

Aku harus menanyainya jika bertemu di lain waktu.

Gi Ppeum, kamu menyukai wanita di sebelah rumah kita itu?

- Ya. - Kenapa?

Karena dia Bibi Taekwondo.

Ayah tidak tahu?

Begitu rupanya. Kamu menyukai dia karena dia Bibi Taekwondo.

- Kamu sudah pulang. - Ya

- Duduklah. - Baik.

- Ayah sudah pulang. - Hai.

Kali ini kamu sungguh mendaftarkan DNA-mu, bukan?

Kamu melakukannya sendiri, bukan?

Ya, aku menyelesaikan pendaftarannya bersama Detektif Kim.

Kamu juga memeriksanya?

Ya.

Teknologi modern memungkinkan kita

memprediksi pertumbuhan anak kecil dengan foto orang tua mereka.

Jadi, kita bisa menemukan dia.

Aku yakin kita bisa menemukan dia.

Mau kubuatkan teh?

Uruslah dirimu sendiri dahulu sebelum menawariku teh.

Perut Ibu masih sakit?

Dia pasti tidak sempat merawat perutnya yang sakit.

Dia sering berkunjung ke kantor polisi

dan ke tempat Ho Young diopname.

Ho Young dari panti asuhan?

Ya, mereka bilang dia terserang flu,

lalu menelepon untuk mengabari dia opname.

Jadi, tadi dia menjenguknya.

Kamu tidak memberitahunya soal ini?

Aku tidak sempat memberitahunya.

Cuacanya makin dingin.

Mungkin kita harus memeriksa penghangat ruangan di panti asuhan.

Ide bagus.

Panti asuhan itu terletak di daerah dingin.

Aku juga harus berkunjung.

Ibu juga akan berkunjung?

Direkturnya pasti terkejut

karena anak itu diopname.

Aku harus menghibur direktur itu sendiri.

Terlalu jauh jika Ibu pergi ke sana.

Kaki Ibu juga masih lemah.

Aku tidak akan berjalan ke sana.

Aku akan naik mobil. Jangan cemas.

Mari pergi bersama saat Ho Young dipulangkan.

Aku tidak mendapat ide.

Astaga.

Kenapa aku tidak mendapat ide?

- Kamu menyukai gambar ini, bukan? - Apa?

Ya.

Orang yang sangat terkenal menggambar ini.

Sadarlah.

Berhentilah memikirkan gambar lain.

Yang benar saja.

Seluruh kekacauan ini disebabkan oleh plagiarisme penulis.

Kamu berusaha menambahkannya?

Sadarlah, Yi Yoo.

Astaga.

- Halo. - Astaga!

Kamu belum pulang kerja?

Ya, hari ini aku kerja lembur.

Kenapa kamu terus memukuli kepalamu?

Apa tidak terasa sakit?

Aku berusaha menahan godaan.

Godaan?

Ya. Aku tidak mendapat ide,

tapi terus memikirkan gambar orang lain

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left