The first 167 lines.
Desainnya bagus!
Beneran?
Iya. Beda dari yang tahun lalu, ya?
Yah, sudah bagus, deh.
Hembusan malam kurasa dalam kepalaku
atama no naka de yoru wa iki wo suru
Semoga dunia tidak berubah esok hari
ashita sekai ga kawattenai you ni
Entah sebanyak apa kusanggup bergurau denganmu
anata ni dore dake joudan ieru ka
Kegelisahanku sirna begitu kuhapus kalimat keraguan
kakinaoshita moji nayande wa keshite
Kulukis sesuatu di balik kelopak mataku
mabuta no ura de e wo kaita
Kala kutertidur di tempat yang sangat jauh
modorenaku narisou na tokoro de nemuri ni tsuku
Kalimat penghibur darimu terdengar menyeramkan
kokorodzuyoi kotoba wa kowai kara
Tapi kugenggam tanganmu untuk sekarang
tonikaku sawatte te wo nigitte
Setiap kali kita bertemu
itsu aetara
Setiap kali kita tertawa
itsu waraetara
Setiap kali kita pergi
itsu kaettara
Singkirkan kegelisan kita
nugisuteyou ka
Hati yang kulindungi ini adalah hadiah darimu
atashi no mamotta kokoro wa anata ga kureta mono
Eh?
Kok bukan pakai yukata?
Iya, soalnya ini lebih leluasa buat gerak.
Padahal seorang Anamizu sampai pakai rok, tuh.
Berisik.
Aku pengen es serut!
Kira-kira ada kios permen stroberi enggak, ya?
Capcus beli, yuk?
Setelah ngebagiin selebaran.
Ih, gila kerja.
Kamu juga pengen buru-buru makan piscok, 'kan, Anamizu?
Memang, aku pengen banget.
Ya ayo beli dulu ....
Beresin dulu kerjaannya.
Baiklah, biar kujelaskan rencananya.
Kita bagikan selebaran dari stasiun sampai pasar Shokusai,
istirahat saat hari sudah gelap.
Setelah istirahat, kumpul di sekolah,
lalu melihat kembang api dari atap sekolah.
Asik!
Mohon kerja samanya!
Silakan!
Kami mengadakan pemantauan hujan meteor!
Silakan ....
Kami mengadakan pemantauan hujan meteor!
Silakan!
I-Iya.
Makasih!
Silakan!
Iya.
Makasih!
Silakan!
Wah, jiwa-jiwa cekatan.
Bisa diandalkan.
Silakan!
Sudah dibagi habis?
Baru setengah.
Belum banyak ....
Jarang-jarang yang mau nerima, ya?
Bikin mager, deh.
Kita sendiri juga bakal sungkan nerima, 'kan?
Orang-orang enggak salah, kok.
Kerja bagus!
Kumpulin sisa selebarannya.
Maaf, ya ....
Enggak apa-apa.
Kerja bagus, semuanya.
Terima kasih.
Kau juga, Magari.
Ini, kunci atap sekolah.
Aku mau bagiin sisa selebarannya ke Pasar Shokusai!
Apa kamu sempat kembali nanti?
Mungkin!
Pertama-tama beli es serut, terus ....
Silakan!
Silakan!
Pemantauan hujan meteor?
Dia kenalanmu, Rui?
Barusan dia terdengar kaget, tapi dia Nakamicchi, teman sekelasku.
Tidak salah berjuang demi ekskulmu,
tapi jangan lupa menikmati hidup pada masanya.
Jangan kelewat teladan!
Benar juga.
Ukegawa?!
Tidak kerja?
Aku lagi istirahat.
Lupakan itu, tujuan utamamu adalah melihat kembang api!
Kau sudah janji mau melihatnya bareng Isaki-chan, 'kan?
Makasih, Ukegawa!
Iya! Serahkan padaku!
Tunggu! Tungguin!
Ayo lewat sini!
Buruan!
Nakami!
Magari ....
Aku pengen pakai ini.
Makanya aku pulang ganti baju.
Kita datang kecepetan, ya?
Kirim pesan dulu, habis itu baru ke atap, yuk.
Two-chan.
Mungkin aku tertidur tanpa kusadari.
Dan sekarang ...
... sepertinya aku dalam mimpi.
Hei! Jangan ngagetin, dong!
Kau sendiri mau ngagetin aku.
Bodo ah!
Kenapa kamu bisa tahu, sih?
Gelap-gelap begini kau bisa jalan lumayan cepat, ya.
Walau gelap, tinggal ngeraba dinding buat jalan biar aman.
Saat kecil, aku pernah menyelinap kabur dari kamar ...
... menjelajahi rumah sakit malam hari bersama anak-anak lain.
Tapi keesokan harinya ketahuan sama dokter dan dimarahi.
Saat itu asik banget.
Kembang apinya akan terlihat jelas dari sini, ya!
Selimut dan bantal!
Rupanya kamu bawa semua ini, ya?
Kamu hebat, Nakami.
Soalnya teman-teman sudah membantu keinginanku,
setidaknya aku ingin membalasnya sedikit.
Lokasi dekat kembang apinya ramai sekali.
Aku sudah lama tidak pergi festival.
Kepalaku pusing di keramaian ...
... dan kurang suka dengan hiruk pikuk,
tapi aku bisa merasa berdebar-debar tak sabar hari ini.
Kan kamu bareng aku, cewek imut pakai yukata!
Benar.
Anu, aku ....
Tuh kan! Sudah dimulai!
Pakai lagi sandalmu, Kani.
Wah, baru kali ini aku ke atap sekolah!
Kalian telat.
Habisnya Anamizu kelamaan makan empat piscok!
Rasanya enak, bikin khilaf!
Itu kucingnya, 'kan?!
Dia maskot ekskul Astronomi, Two-chan!
Tapi anak-anak ekskul Tari manggilnya "Marumi."
Eh? Anak-anak ekskul Seni malah manggil "Bouguin", loh.
Tamaya!
Tama-Tamaya!
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
m -36.875 67.125 l 36.5 -15.125 150.375 26.625 113.375 126.25 34.25 157.375
Episode 7
Bintang Kembang Api
No comments yet. Be the first to leave one.