The first 200 lines.
Sun Woo.
Kau berada dalam masalah besar sekarang.
Mengapa?
Karena mulai sekarang, kau akan menjadi...
satu-satunya wanita yang kucintai.
untuk selamanya.
Pembohong.
Sun Woo.
Sun Woo.
Sun Woo.
Lucunya.
Aku akan mencintaimu...
selama-lamanya.
Pembohong.
Semuanya bohong.
Ibu
Ibu
Ibu
- Apa? - Apa kau menemukan kamera?
Berikan padaku. Aku akan memotret.
- Tae Oh. - Hei!
Hei. kau bisa membukanya seperti ini.
Kau sangat tidak sabarar.
Kuenyaa terpotong. Sayang sekali.
Itu hanya kue beras.
Selamat ulang tahun!
Kamu sangat keren!
Selamat ulang tahun!
Hentikan itu.
Kami hanya menggunakan ulang tahun aku sebagai alasan...
untuk makan malam dengan alumni.
Untuk persahabatan dan bersyukur.
Tentu saja, ide ini...
bukan dariku.
Ini adalah tahun ketigaku menjalankan perencanaan acara di sini...
karena ini adalah kampung halamanku.
Jika bukan karena pada alumni, aku sudah akan menutupnya dari lama.
Do Chul, anggota dewan.
Sang Hyun, ketua Asosiasi Pedagang.
Di mana Je Hyuk?
Je Hyuk, yang membantu mengatur semuanya.
Ini sorakan khusus untukmu.
Hei, hei, hei. Berhenti berpura-pura,
dan berterima kasihlah pada satu orang yang benar-benar kau syukuri.
Sun Woo.
Terima kasih.
Bertemu denganmu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku.
- Hentikan itu. - Aku cemburu.
Kau mendukung mimpi bodohku...
dan merangkul jiwaku yang gelisah untuk diberikan kedamaian.
Sun Woo. Aku cinta kamu.
Seperti itu!
Lebih dari yang bisa aku ungkapkan.
Bagus.
Dia bilang dia mencintaimu.
kau harus mengatakan sesuatu.
Iya!
Mari kita dengar kata-katanya!
- Katakan! - Katakan!
- Katakan! - Hentikan!
- Katakan! - Katakan!
- Katakan! - Katakan!
- Katakan! - Katakan!
- Ayo, katakan sesuatu! - Katakan!
Mantap!
Dia sangat berani.
Aku cemburu!
Mereka sangat manis.
Kau adalah bintang hari ini.
Nikmatilah.
Terima kasih.
Bagus.
Ayo minum.
Aku harus menyembunyikan kehancuranku dengan kemunafikan dan kebohongan.
Ini adalah siksaan.
- Kau disini. - Halo.
- Aku mendengar beritanya. Selamat. - Terima kasih.
Apa yang bisa kulakukan...
dengan siksaan ini?
Ini harus...
adil...
dan sempurna.
Aku serius.
Kenapa aku berbohong?
Apa semuanya baik-baik saja?
Sempurna.
Kau dan suamimu masih seperti pengantin baru.
Mungkin kau akan memiliki anak kedua.
Bagaimana denganmu?
Ini menyenangkan.
Disini ada ahjussi dan ahjumma yang tidak kau kenal.
Apa yang menyenangkan?
Minumlah. Ayo minum sampai kita mabuk.
Je Hyuk banyak minum.
Ini bukan apa-apa.
Da Kyung adalah instruktur Pilates di studio yang aku kunjungi.
Benarkah?
Kapan-kapan kau harus datang.
Wanita harus tetap sehat seiring bertambahnya usia.
Saat kau sadar, kau akan melorot dan bertambah gemuk.
Aku akan membantumu agar sendi-sendimu tidak tegang.
Aku akan melakukannya.
- Tunggu sebentar. - Baik.
- Minum. - Kenapa kau gelisah?
- Apa? - Si brengsek ini bilang apa tadi?
"Kau memeluk jiwaku yang gelisah"?
Bajingan in mabuk.
Jaga dia.
kau tidak tahu kegelisahan yang sebenarnya, brengsek.
Apa yang salah denganmu?
Aku benar.
kau tidak perlu khawatir dipecat.
Istrimu tidak pernah mengomel walau tak diberi nafkah.
Kau hidup mewah berkat istri yang kaya dan sukses.
Kenapa kau gelisah?
Apa yang kau tahu?
Serius. Hentikan.
- Kalian selalu melakukan ini. - Aku tahu.
Bergabung saja.
Kenapa Dr. Ji yang kaya dan sempurna...
ditakdirkan untuk seseorang sepertimu?
Ajari kami rahasiamu.
- Apa kau tidak penasaran juga? - Hei.
Kau mabuk. Hentikan.
- Ini adalah kesempatan sempurna. - Tidak, tidak.
- Hentikan. - Hei.
Jelaskan padaku.
Bagaimana dia merangkul kegelisahanmu?
Apa dia melakukan yang terbaik siang dan malam?
- Je Hyuk... - Hei!
Hei! Hentikan!
Hentikan!
Keluar!
Sial.
Lepaskan ini.
Dasar brengsek.
Apa yang dia katakan?
Tidak perlu tau.
Kau ngobrol dengan siapa tadi?
Siapa?
Yeo Da Kyung?
Siapa dia?
Putri Pak Yeo Byung Kyu.
Apa kau tidak mengenalinya?
Mereka datang dengan putrinya? Aku penasaran siapa itu.
Sebelumnya aku serius mengatakan itu, kamu tahu, kan?
Tentang apa?
Aku mencintaimu.
Apa apa?
Apa kau mabuk?
Lebih baik aku pulang duluan.
Mau pulang?
Aku merasa ingin muntah.
Bisa pulang sendiri?
Joon Young.
Joon Young!
Dia bersenang-senang dengan teman-temannya. Biarkan dia disini.
Aku pasti akan menjaganya.
Haruskah aku mengantarmu ke tempat parkir?
Seperti topeng. Itulah pasangan suami istri.
Jangan membuatku tertawa.
Jika dia topengmu, kenapa dia yang terbaik dalam hidupmu?
Kenapa kau bisa mencintainya melebihi kata-kata?
Kau terlalu muda untuk tahu, tapi...
Jangan perlakukan aku seperti anak kecil.
Sekarang aku tahu kau mempermainkanku.
Untuk Busan!
- Busan! - Busan!
Bersulang!
Apa kita terlihat bercanda?
Lihat mataku lalu jawab.
Apa cintaku terlihat seperti lelucon?
Aku tahu kau bohong.
Apa kau tahu betapa sedihnya perasaanku saat ini?
Itu hanya akting.
Hati sejatiku hanya untukmu.
Oke. Jika kau tidak mempercayaiku,
Aku akan memberi tahu ayahmu sekarang.
Kamu gila?
Selesaikan urusan dengan istrimu.
Baiklah. Tunggu saja...
- Tunggu sebentar. - Kau punya waktu sampai besok.
Mengatakan "pernikahan hanya sebatas nama" begitu kuno.
Monogami...
membuatmu tidak punya pilihan selain menikah sebatas nama saja.
Bagaimana kau bisa tidur hanya dengan satu orang sepanjang hidupmu?
Perspektif yang luar biasa.
Apa kau tidak setuju, Pak Yeo?
Tidak juga. Aku hidup dengan seseorang yang bisa berubah.
- Aigoo, sayang. - Entahlah.
Ada banyak pasangan baik seperti kita.
Dr. Sul, kau harus menemukan pasangan yang baik.
Bagaimana dengan kalian berdua?
Kami?
Apa kau bahagia, atau kau hanya acara?
kau yang beri tahu mereka. Bagaimana kita?
Menurutmu kenapa kami tidak menginginkan anak?
Setelah kau memiliki anak, itu akhir untuk pasangan.
Kami memutuskan untuk saling menyukai sampai akhir.
Apa itu sebabnya kau tidak akan punya anak?
No comments yet. Be the first to leave one.