The first 200 lines.
Ya!
Lagi?
Kau menang lagi?
- Aku ikut bertaruh. - Biar kuambil.
- Tunggu. - Baik, terima kasih.
Pemantik!
Pemantik!
Ya.
Nomor empat!
Nomor empat, kopimu sudah siap.
Mari kita lihat angka keempat.
Angka keempat yang beruntung…
Nomor 38.
Bagus!
Kami akan melanjutkan undian…
- nomor kelima. - Punyaku 18. Sial.
Angka kelima adalah…
nomor sembilan.
- Ada! Aku punya sembilan. - Kubacakan lagi.
Padahal aku bermimpi dapat babi semalam, tetapi mengapa tidak dapat apa-apa?
Itu pasti bukan babi sungguhan.
Semua nomor ini berjauhan.
Nomor terakhir undian ke-1.011.
Sekarang angka keenam.
Bola terakhir akan diambil sekarang.
Angka keenam yang beruntung adalah…
Angka keberuntungan keenam adalah nomor 26!
Nomor 26, angka keberuntungan keenam!
- Sial, lima ribu won. - Kini, bola bonus
untuk pemenang kedua.
Bola bonus adalah nomor 42!
Luar biasa!
- Semua nomor sudah keluar. - Ada apa?
Baiklah. Angka keberuntungan lotre ke-1.011 adalah
- nomor satu, tiga puluh lima, dua belas… - Ada apa?
tiga puluh delapan, sembilan, dua puluh enam.
Nomor bola bonus adalah 42 untuk pemenang kedua.
- Hadiah utama! - Hadiah utama!
Hadiah utama!
Hadiah utama!
Hadiah utama!
Hadiah utama!
Hidup kita berubah dalam semalam!
Hadiah utama!
PAK GARAM, NONA LADA, DAN PENGACARA KECAP ASIN
Saat berciuman,
apa biasanya gigi saling bertabrakan satu sama lain?
Tidak.
Lalu bagaimana caranya…
Itu…
Menurutku…
akan lebih baik jika kau membuka mulut sedikit.
Lalu, matamu…
Lebih baik jika terpejam.
Benar.
Bu Pengacara Woo.
Sedang apa di sini?
Aku ingin melihatmu.
Apa?
Aku menunggumu karena ingin melihatmu.
Lalu mengapa tidak memanggilku?
Aku hampir berjalan tanpa melihatmu.
Itu…
Aku menunggumu untuk melihatmu, tetapi akhirnya kau melihatku.
Jadi, maksudmu itu sudah cukup?
Aku bisa melihat mejamu dari jendela kantorku.
Aku penasaran kau tak kunjung datang meski terlambat
12 menit daripada biasanya.
Halo.
Ya, Pengacara Woo.
Naiklah ke ruang konferensi di lantai 17.
Ada rapat dengan klien tentang kasus baru.
Baiklah.
Aku…
Harus pergi?
- Ya. - Kita bertemu saat makan siang?
Ya.
Pengacara Woo, apa semua lancar?
Ya?
Apakah semua lancar?
Apanya yang lancar?
Apa?
Maksudku…
Aku bertanya-tanya adakah hal yang mengganggumu.
Itu…
Memang ada kecemasan, tetapi tak bisa menceritakannya. Masalah pribadi.
Masalah pribadi?
Apa itu?
Kecemasan pengacara Hanbada adalah keprihatinan Hanbada secara keseluruhan.
Hal itu pun menjadi perhatianku sebagai CEO.
Tak apa-apa. Kau bisa bicara denganku.
Saat berciuman, kita harus membuka mulut
agar gigi depan tak saling bertabrakan.
Namun, jadi suit bernapas.
Aku sedang memikirkan adakah cara untuk mencium
dan bernapas secara bersamaan.
Begitu rupanya.
Jadi, itu kecemasanmu.
Permisi, di mana ruang konferensi?
Ada di atas.
Terima kasih.
- Turunkan aku. - Astaga, diam saja.
- Ada tangga di depan. - Lalu mengapa?
- Punggungmu bisa patah. - Firma ini…
agak aneh.
- Punggungku baik-baik saja. - Aku yang tidak baik-baik saja!
Apa di sini tempatnya? Bukan.
Di mana, ya?
Apa yang itu?
Kantor ini sangat bagus.
Apa di sini? Ya, benar.
- Sekarang turunkan aku. - Lantainya dingin.
Aku akan menurunkanmu di kursi.
Astaga, ini sangat memalukan.
Silakan masuk.
- Halo. - Hai.
Halo.
Pengacara Woo, masuklah.
Ternyata yang berjalan di belakang kami seorang pengacara.
Halo, namaku Woo Young-woo.
Dibaca dari depan atau belakang tetap Woo Young-woo.
Tomat, katak, taat, malam, Woo Young-woo.
Apa kau kurang enak badan? Perlu kuambilkan kursi roda?
Tidak.
Dia istriku. Hak sepatunya patah saat perjalanan ke sini.
- Sudah kubilang turunkan aku. - Lantainya dingin.
- Silakan duduk di sini. - Terima kasih.
Terima kasih.
- Hati-hati. - Ya.
Istriku memakai sepatu hak karena akan bertemu denganmu.
Sayangnya karena sudah usang,
salah satu haknya patah saat perjalanan kemari.
Sebagai suami, aku bahkan tak bisa membelikannya sepatu baru.
Aku hanya membuatnya kesulitan.
Lagi pula, aku jarang memakai sepatu hak.
- Duduklah. - Ya, silakan.
Ya, terima kasih.
Caramu merawat istrimu sangat luar biasa.
Kalian seperti sepasang bebek mandarin.
Astaga, itu berlebihan.
Aku tidak menghasilkan banyak uang, jadi, harus bersikap baik padanya.
Namun, sebenarnya, bebek mandarin tidak mencintai satu sama lain.
Selama masa kawin, bebek mandarin jantan dan betina
hidup dan membangun sarang bersama.
Setelah masa kawin selesai, jantan mencari betina lain,
meninggalkan betina untuk membesarkan bayinya sendiri.
Apa yang membawa kalian kemari?
Benar.
Belum lama, dua orang lainnya dan aku, mengumpulkan uang dan membeli tiket lotre.
Kami berjanji membagi rata jika ada yang menang di antara kami.
Kemudian, salah satu dari kami benar-benar memenangkan lotre.
Astaga, itu luar biasa!
"Astaga, itu luar biasa."
Menakjubkan, bukan?
Itu luar biasa, tetapi…
Manusia menjadi bodoh saat berhadapan dengan uang.
Bajingan yang memenangkan lotre…
mengelabui kami.
Jadi, aku pergi ke rumahnya.
Lalu katanya tak pernah berjanji begitu.
Dia tak tahu malu.
Dia bilang tidak akan berbagi satu sen pun.
Apakah perjanjian itu kalian bertiga sepakati hanya lewat percakapan?
Apa tidak ada bukti tertulis atau rekaman tentang isi perjanjiannya?
Tidak ada. Hanya ucapan.
Maka tidak akan mudah membuktikan bahwa janji itu dibuat.
Bagaimana awal mula kalian bertiga saling mengenal?
Itu…
Mereka teman judinya.
- Judi? - "Judi"?
Ya.
Aku beberapa kali ke rumah judi.
Lotre itu dibeli dengan uang taruhan.
Maksudmu, rumah judi ilegal, 'kan?
Ya.
Apakah itu akan menjadi semacam masalah?
Ya, itu bisa menjadi masalah.
Terutama masalah transaksi lotre dengan menggunakan uang taruhan.
Judi itu tindakan ilegal dan bertentangan dengan ketertiban sosial
sehingga ada kemungkinan pengadilan menganggap perjanjian ini tidak sah.
Mana ada hukum seperti itu?
Judi dan janji adalah hal yang berbeda!
"Pasal 103 KUH Perdata. Tindakan hukum yang objeknya
bertentangan dengan moral dan ketertiban sosial lain, akan batal dari hukum."
Menurut undang-undang ini, utang judi tidak perlu dibayar.
Ini tindakan ilegal yang bertentangan dengan tatanan sosial
sehingga UU tidak melindungi janji untuk melunasi utang judi.
Uang hadiah lotre lebih dari 6,2 miliar won.
Masih tersisa 4,2 miliar setelah pajak.
Jika dibagi tiga, maka bagianku adalah 1,4 miliar.
Aku akan membawa satu temanku yang tak mendapat bagiannya kemari.
Jika kalian mewakili kami, nilai gugatan lebih dari 2,8 miliar.
Meski aku tak bisa membayar sekarang.
Begitu kita memenangkan persidangan…
Apa itu?
Itu…
- Biaya komisi! - Benar!
Aku bisa membayar lebih daripada cukup!
Ini bukan tentang biaya komisi. Seperti yang kukatakan,
kami hanya memberi tahu bahwa kasus ini mungkin tidak sah secara hukum.
No comments yet. Be the first to leave one.