The Legendary Tycoon (传奇大亨)

The Legendary Tycoon (传奇大亨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

传奇大亨 The Legendary Tycoon E 21
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Viki Version] Perfectly Synced for all version. Selamat menonton:) Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-12-04
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Sang Konglomerat Legendaris

Episode 21 -

Linjie! Ayo!

Ayo pergi.

Linjie, itu pesawat-pesawat Jepang. Tidak aman berada di jalanan.

Ayo kita pergi ke dekat gereja untuk bersembunyi.

- Bawa mereka dulu. - Kau mau kemana?

Aku akan ke kantor.

Keadaan sudah seperti ini, kenapa kau masih harus ke kantor?

Ada yang kubutuhkan.

Tidak! Kau tidak boleh pergi!

Bawa ini dulu. Aku akan segera kembali.

Ruoxia! Ruoxia!

- Ayo cepat pergi. - Oh, jalan.

Cepat jalan.

Biarkan aku keluar. Aku mohon.

Kau sedang hamil. Bagaimana mungkin kau boleh keluar

Aku tidak peduli. Aku harus mencari Ruoxia.

Wang Jing, jangan seperti orang gila!

Jepang-Jepang itu mungkin saja ada di luar sekarang.

Kalau kau keluar dari pintu itu, tidak saja kau saja yang terancam bahaya, tapi semua yang disini juga.

Tapi bagaimana dengan Ruoxia? Aku tidak bisa hidup tanpa dia!

Percayalah padaku. Dia pasti akan kembali untuk mencari kita.

Dengarkan aku. Oke?

Perutmu sakit?

Ya.

Minum dulu.

Kau sedang apa?!

Diam!

- Yanmei! - Yanmei...

Kau baik-baik saja?

Maaf. Maaf.

- Kembali bekerja! - Ya, maaf sekali.

Guru, kau tidak apa-apa?

Aku baik-baik saja. Yanmei,

di saat ini, di tempat ini,

bukankah aku sudah memperingatkanmu? Orang bijak tidak akan melawan bila sudah jelas keadaannya tidak menguntungkan.

Tadi kau muntah darah.

Tidak apa-apa. Aku hanya ingin sekali minum anggur.

Cepat kembali bekerja supaya mereka tidak ada alasan untuk cari masalah lagi.

- Guru... - Guru Lei...

Kalian semua dengar?

Sepertinya sudah cukup lama tidak terdengar suara bom di luar.

Kau lelah? Bagaimana kalau aku yang menggendong Wenwen dulu?

- Wang Jing! - Wang Jing!

- Cepat kejar dia. - Bagaimana denganmu?

Aku bisa pulang ke rumah sendiri. Cepat pergi.

Kalau begitu hati-hati. Wenwen, dengarkan kata ibumu.

Ruoxia!

Ruoxia....

Ruoxia....

Wang Jing, kita jangan diam disini lagi. Sangat berbahaya.

Tempat ini sudah jadi begini.

Mungkin Ruoxia sudah pergi. Lebih baik kita pulang dan menunggu disana.

Dimana sebenarnya Ruoxia?

Gu Ruoxia....

Gu Ruoxia!

Kenapa kau kesini?

Aku harus menyelamatkan negatif film ini.

Kau meninggalkanku hanya karena film-film ini?

Sudah seperti ini.

Apa yang lebih penting, aku atau film-film ini?

Apakah aku dan anak ini tidak sepenting film-film itu?

Penting. Tentu saja kalian berdua penting!

Tapi....

Tapi semua ini adalah hasil keringat dan darah dari saudara-saudaraku.

Saat aku kembali...

tempat ini sudah terbakar.

Aku hanya memadamkan apinya.

Tapi kaleng film ini terlalu panas.

Kalau aku tidak keluarkan, nanti negatifnya akan hancur.

Tapi....

Tapi kaleng film ini sangat panas.

Aku tidak tahu harus bagaimana.

Aku tidak tahu apakah saudara-saudaraku masih hidup atau tidak.

Aku.....tidak berguna.

Aku tida bisa menyelamatkan mereka! Tapi negatif film ini....

satu-satunya peninggalan mereka.

Kalau hancur....

artinya semuanya habis sudah....

Si Tua di ruangan sebelah.

Kudengar dia sudah jatuh sakit selama beberapa hari.

Dia tidak bisa bekerja jadi Jepang-jepang itu lalu...

Kuharap Guru Lei bisa segera sembuh. Jika tidak....

Diam dulu. Ada yang datang.

Kau, ikut aku.

- Kau mau apa?! - Kau mau apa?!

Kau mau apa?!

Tn. Gu, halo.

Ini pertemuan pertama kita. Namaku Sakko. Aku adalah teman dari Kubo.

Halo.

Mohon maaf. Aku datang kesini sebagai negosiator untuk temanku, Kubo.

Kubo-kun dan Jenderal Nishiyama sangat mengagumi bakatmu.

Aku tidak perlu menjelaskannya lagi.

Jenderal Nishiyama sudah setuju untuk memberikan kesempatan padamu sekali lagi.

Dia mengundangmu untuk bekerja pada Tentara Kerajaan Jepang

dan membuat film untuk mereka.

Aku harap kau tidak akan menolaknya lagi.

Semoga kau bisa menyetujuinya. Oke?

Aku tahu sekarang kau pasti merasa bingung.

Bagaimana mungkin Qu Meng yang kau kenal dulu bisa menjadi Nn. Sakko?

Bukankah kau sudah mengatakannya tadi?

Apa mungkin aku bisa salah memahamimu?

Aku akan pikirkan dulu.

Bagus kalau begitu. Ada satu novel yang kusukai.

Judulnya adalah "Bunga dalam Cermin". Kau pernah membacanya?

Ada satu cerita yang sangat kusuka.

Ceritanya tentang Tang Xiaoshan yang terdampar di pulau terpencil

bersama Peri Ratusan Bunga saat mencari ayahnya.

Mereka malah bertemu monster dan nyaris kehilangan nyawa.

Untunglah mereka tidak sengaja menemukan sebuah kunci

di dalam roti mantao.

Mereka membuka pintu berdarah dalam mercu suar dan berhasil meloloskan diri dari pulau terpencil itu.

Akhirnya mereka bisa terlepas dari marabahaya.

Kalau soal film, aku ini orang awam.

Urusan kreasi filmnya aku serahkan padamu.

Tn. Gu, kertas-kertas ini bisa kau gunakan untuk menulis naskah.

Tn. Nishiyama tidak ingin filmnya tertunda terlalu lama.

Kau tidak punya banyak waktu lagi.

Harap gunakan waktumu dengan baik.

Tn. Gu, aku permisi dulu.

Yanmei, aku tidak setuju.

Kau tidak usah membantu Jepang

hanya untuk membawaku ke dokter.

Kadang integritas lebih penting daripada nyawa seseorang.

Bagaimana dengan penyakitmu?

Aku baik-baik saja.

Bukankah aku sudah bilang? Aku hanya ingin minum-minum.

Lagipula, meskipun Jepang-jepang itu mau,

aku tetap tidak akan menerima

belas kasihan dari mereka.

Di saat seperti ini, apapun bisa terjadi.

Tidak kukira Qu Meng bisa menjadi negosiator mewakili Jepang.

Kurasa kedatangan Qu Meng kesini hari ini tidak seperti kelihatannya.

Kata-kata yang diucapkannya sangat aneh.

Bukankah diamenyarankan agar aku menggunakan cerita dalam "Bunga di dalam Cermin" sebagai inspirasi?

Lalu kenapa?

Dalam cerita itu, Tang Xiaoshan dan Peri Ratusan Bunga

memang bertemu monster di pulau terpencil.

Tapi mereka meloloskan diri menggunakan perahu.

Tidak ada cerita membuka pintu biru di mercu suar.

Juga tidak ada kunci di dalam mantao.

Aku tidak pernah mendengarnya.

Dia hanya asal bicara saja.

Tidak mungkin.

Ini adalah dongeng favoritnya.

Aku pernah membacakan bagian ini padanya dulu.

Aku rasa dia pasti memberikan petunjuk.

Kenapa kau masih peduli tentang apa yang dimaksudnya?

Dia sudah mengatakan padamu untuk membantu Jepang membuat naskah film!

Apa penilaian kita padanya salah?

Tolak saja dia.

Shi Lei, kau sedang apa?

Kesini. Coba lihat.

Ini sepertinya adalah peta kamp konsentrasi.

Bagaimana bisa ada peta yang diselipkan di antara ini semua?

Ada banyak sekali peralatan di sini.

Bagaimana mungkin ada jalan di bawah tanah di sini?

Kalau tebakanku benar,

mercu suar dengan pintu biru yang dimaksud Qu Meng

adalah ruangan ini.

Dan kunci dalam mantao yang dia katakan itu adalah peta yang terselip dalam kertas-kertas naskah.

Jadi ujung lorong bawah tanah ini pasti berada di luar kamp konsentrasi.

Kita sembunyikan saja dulu lorong bawah tanah ini.

Nanti kita cari kesempatan untuk melarikan diri.

Tidak, kau tidak boleh mengusir Xiaoyu.

Dia sudah kehilangan keluarganya dan tidak punya rumah.

Orang tuanya terbunuh saat bom jatu dan rumahnya ditempati oleh orang-orang Jepang.

Setelah mengalami pukulan berat seperti itu, tubuhnya masih lemah.

Bagaimana mungkin seorang ibu dan anak bisa bertahan hidup?

Hidupnya memang menyedihkan.

Tapi itu tidak ada hubungannya dengan kita.

Lagipula, kita sebentar lagi akan berangkat dengan kapal ke Amerika.

Kita tidak bisa mengurusnya lagi.

Ny. Gu, kau sudah siuman.

Turunlah dan makan pagi dulu.

Kalau boleh tahu, kenapa aku ada dalam kamar Tuan Muda?

Rumahmu di bom oleh Jepang.

Tuan Muda Kong yang menyelamatkanmu.

- Aku baru akan menanyakan padanya apakah dia mau ikut pergi bersama kita.. - Kau...

Kau sudah gila?

Kita pergi kesana untuk menghindari bahaya.

Kau kira kita mau jalan-jalan?

Apa kau tahu sekarang ini sulit sekali mendapatkan tiket kapal dan membuat visa?

Aku tidak peduli! Aku tidak akan pernah menelantarkannya saat dia membutuhkan bantuan.

Sebanyak apapun uang yang harus kukeluarkan, aku akan membawanya dan anaknya keluar dari tempat ini bersamaku.

Kau kira dia masih tunanganmu?

Dia sudah bukan!

Hidup matinya tidak ada hubungannya denganmu.

Dia tidak punya hubungan lagi denganmu, jadi buat apa kau mengurusinya?

Kalau diingat dia meninggalkanmu saat hari pernikahan kalian,

membuat hatimu hancur dan merusak reputasi keluarga Kong kita.

Kau tidak menyalahkannya dan bahkan mau mengurusinya.

Kau sudah melakukan semua hal yang harus dilakukan!

Aku tidak peduli bagaimana perlakuannya padaku di masa lalu.

Aku tidak akan pernah menelantarkannya.

Dan aku tidak akan membiarkannya dan anaknya sendirian tanpa tempat bergantung.

Kalau mereka tidak mau ikut denganku, artinya aku akan tetap tinggal untuk menjaganya. - Kau...

Suamiku, jantungmu kurang sehat. Jangan marah-marah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left