The first 200 lines.
"Matahari bersinar terik di bulan Agustus"
"Es krim yang dingin merupakan kewajiban di hari sepanas ini"
Di mana Hee Chul?
Pekan ini dia ramai dibicarakan.
- Benar. - Kenapa dia belum datang?
Mungkin hari ini dia tidak datang.
Sungguh?
"Si topik pembicaraan datang"
Kamu mengejutkanku!
Kamu datang, Hee Chul.
- Ini. - Kamu datang.
Hee Chul, jangan terlalu girang.
Kyung Hoon tadi bilang kamu mungkin hari ini tidak datang.
- Aku terkejut. - Tapi...
Aku sedikit kecewa padanya.
- Aku tidak bisa menatap Kyung Hoon. - Kenapa?
Dasar berengsek, seharusnya kamu tidak melakukannya padaku.
- Apa? - Teganya kamu melakukannya?
- Ini cinta segitiga atau bagaimana? - Aku tidak berani menatapmu.
Ada yang harus kuperlihatkan pada kalian.
"Orang-orang rupawan membintangi video musik 'Sweet Dream'"
"Kim Hee Chul, Min Kyung Hoon"
"Akhir yang mengejutkan, Kyung Hoon menyukai Hee Chul"
Teganya kamu melakukan ini kepadaku?
Apa ini?
Astaga...
Apa-apaan...
"'Sweet Dream' versi 2019"
Aku penasaran dengan alasanmu bergaul denganku selama ini.
- Bukan begitu. - Kamu yakin?
- Jujur saja padaku. - Kamu yang paling kusuka.
Sungguhan atau tidak?
Kenapa tiba-tiba begini?
Bersumpahlah.
Tapi kenapa kamu letakkan tanganmu di jantungku?
Kalau punya pacar, aku pasti akan memberitahumu.
"Tiba-tiba muncul"
"Komedian populer, Lee Yong Jin, Hwan Je Seong, Lee Jin Ho"
Astaga.
Hari ini pasti episode khusus komedi.
- Mereka semua tersenyum. Bagus. - Itu tema hari ini?
Sang Min, kenapa tidak sambut kami seperti menyambut girl group?
Aku menyambut kalian.
- Tidak. - Berarti kalian tidak dengar.
- Lupakan. Sambut kami meriah. - Hei.
Perkenalkan diri kalian lebih dahulu.
Setelah syuting hari ini, kalian pasti jatuh hati pada kami.
Kami murid pindahan dari
SMA Ingin Menjadi Kang Ho Dong dan Lee Soo Geun Selanjutnya.
Bicara apa kamu? Aku belajar teknik.
Aku belajar Ilmu Pertanian di SMA Balan.
Aku di SMA Teknik Suwon Samil. Bicara apa kamu?
Benar. Aku sekolah di SMA Teknik Wonjoo.
Begitu rupanya. Aku pindahan dari SMA Suncheon Maesan.
Dari awal kita tidak kompak.
- Pasti ini akan seru. - Cintai almamatermu.
Sekolah apa di Suncheon?
SMA Suncheon Maesan.
Anggap saja kita dari SMA Ho Dong dan Soo Geun Yang Berikutnya.
Baiklah.
Bukankah Yeong Cheol juga seniormu?
- Benar. - Kenapa melupakanku?
Seharusnya kamu sudah tahu.
Kenapa kamu kurus sekali? Kamu seperti lobak kering.
- Hei. - Astaga.
- Aku kurus karena berolahraga. - Kenapa kamu kurus sekali?
- Kamu berolahraga? - Aku benar-benar terkejut.
Kupikir dia kimchi mentimun saat masuk kelas tadi.
- Kenapa wajahnya panjang sekali? - Kimchi mentimun
- dan lobak kering. - Panggilanku sudah mentimun.
Aku tahu Yong Jin dan Jin Ho berteman akrab,
tapi kenapa kamu datang bersama mereka, Je Seong?
Karena belakangan ini aku populer.
- Apa? - Belakangan ini aku terkenal.
- Kamu dan Soo Geun bekerja sama. - Benar.
- Kami semua pernah dengannya. - Kami bekerja sama dengannya
- di acara ragam. - Je Seong, kamu waktu itu
katakan aku harus menguatkan diri kalau kamu tampil di acara ini.
- Dia mengatakannya padamu? - Serius?
Maaf.
Suatu hari aku tampil di "Perfect Pair"
dan Jin Ho dan Soo Geun adalah pewaranya.
Aku terus mengikuti
- cara berbicaranya - Dongdaemun Namdaemun.
dari "Gangbyun Music Festival".
Coba perlihatkan seperti apa.
- Itu... - Perlihatkanlah.
Kenapa menamai timmu Dongdaemun Namdaemun?
"Karena kami tinggal di sana."
- "Dia tinggal di Dongdaemun, - Benar.
dan aku tinggal di Namdaemun."
Dia terdengar mirip.
"Karena itulah nama tim kami Dongdaemun Namdaemun."
Penonton pasti tahu kesamaannya jika menonton videonya.
"Kenapa menamai timmu Dongdaemun Namdaemun?"
"Lembut"
"Dia terdengar persis sama"
Mereka menyanyikan lagu aneh sambil menari seperti ini.
Bagian tengah lagu itu bertempo cepat.
- Benar. "Ayo!" - Yang ini?
"Satu, dua, satu, dua"
"Ini menjadi kenangan"
"Yang tidak pernah bisa kuingat kembali"
"Ayo!"
"Je Seong menirukannya dengan sama persis"
"Akhirnya bagian rap"
Aku ingin memberi tahu Soo Geun aku akan menirukannya habis-habisan
jika aku berkunjung sebagai tamu di acara ini,
tapi aku malah katakan, "Tamat riwayatmu."
- Benar, katanya tamat riwayatku. - Aku tidak sempat meminta maaf
karena setelahnya kami langsung mulai syuting.
- Begitu rupanya. - Aku merasa sangat menyesal.
- Kamu tidak katakan itu di acara. - Ya, tapi di jeda waktu kami.
- Lalu kudengar dia akan ke sini. - Bisa dipahami.
Soo Geun!
Kamu sampai sekarang
mendendam pada juniormu karena dia salah bicara?
Bukan seperti itu yang kuajarkan padamu.
Kapasitas paru-parunya besar sekali.
- Soo Geun! - Dia mengulang namamu
- tanpa menarik napas. - Soo Geun.
- "Soo Geun." - Soo Geun.
- Kenapa kamu memihak Je Seong? - Astaga.
Dia pengikutmu? Apa masalahmu?
Kamu berakting, ya?
- Terdengar palsu sekali. - Memang tidak?
- Astaga. - Je Seong...
Tapi kamu sungguh pengikutnya, Je Seong?
Dia di beberapa tahun lalu adalah pengikut Ho Dong.
- Kapan? - Dahulu...
- Saat dia jadi pewara "Talkmon". - "Talkmon".
Saat itu aku dan dia membawakan acara radio daring
nyaris selama setahun. Siniar.
Jangan melebih-lebihkan cerita.
Baiklah.
Aku baru mulai. Belum ada yang bisa dilebih-lebihkan.
Apa-apaan itu?
- Apa-apaan itu? - Kamu bisa saja melebih-lebihkan
- sejak kalimat pertamamu. - Maksudku...
- Aku hanya cemas. - Maksudku,
aku baru saja mulai bercerita.
Mana bisa melebih-lebihkannya?
- Kerja bagus. - Dia baru mulai.
- Apa-apaan itu? - Aku nyaris lupa.
- Jangan melebih-lebihkannya. - Nyaris.
- Tidak akan kulebih-lebihkan. - Aku bekerja sama
beberapa kali dengan Yong Jin dan Jin Ho di "Star King".
- Kamu cemas? - Kamu tidak ingat?
Nantikan saja. Akan kubicarakan.
Aku tidak pernah melebih-lebihkan cerita di TV. Itu pendirianku.
Kalau sebaliknya,
- sebaiknya tidak di TV. - Benar, dia memang seperti itu.
- Kamu tidak suka lebihkan cerita? - Benar.
Bagaimana dengan yang berlebihan berat badan?
Yang berlebihan berat badan? Aku menyukainya.
Jin Ho, perlihatkan.
"Lihat perut buncitku"
"Acak sekali"
Apa-apaan...
"Si pemilik perut buncit bangga"
Terasa seperti menonton "Woong's Dad".
- Astaga. - Reaksinya cepat.
Kita tidak perlu melakukan apa pun.
- Kita dengarkan saja mereka. - Aku suka lelucon acak.
Aku terpana melihat Jin Ho memperlihatkan perutnya.
Itu bukan perut, tapi objek leluconnya.
"Objek".
- Sudah kuduga. - "Objek."
- Kamu tidak pernah mengecewakan. - Objek.
Soo Geun seperti induk burung.
Tubuhnya objek untuk membuat orang tertawa.
- Sudah kuduga. - Jin Ho...
- Teruslah bicara, Yong Jin. - Baiklah.
- Jangan melebih-lebihkannya. - Tanpa melebih-lebihkan,
Je Seong biasanya tidak pernah datang terlambat.
Kami mulai merekam acara itu pukul 2 siang
dan dia tidak pernah terlambat semenit pun.
Suatu hari dia memasuki studio dengan perlahan,
sekitar terlambat 10 menit dan kami memarahinya.
Kubilang, "Kenapa terlambat? Kita harus mulai syuting."
Dia jawab, "Jangan memancingku."
"Astaga, Ho Dong terbiasa menghubungiku."
"Dia menghubungiku dan mengganggu dengan katakan,
"Je Seong, sudah makan?"
Dia membuatku merasa dia sudah menjadi
tangan kanan Ho Dong.
Tapi Ho Dong bukan tipe orang yang menghubungi orang lain.
Dia menghubungi Je Seong dan tanya apa dia sudah makan?
Apa aku sangat mengganggumu sampai mengusik pekerjaanmu?
Je Seong.
- Itu... - Itu mengganggu?
Tapi aku menyukainya.
Dia menghubungiku beberapa kali.
Aku juga menghubunginya beberapa kali.
Bisa dibilang aku bisa sejauh ini berkat dia.
- Kenapa? - Suatu hari,
aku mendapat panggilan dari penulis naskah kenalanku.
Katanya, "Kamu akrab dengan Ho Dong?"
"Dia ingin aku merekrutmu."
Kataku, "Apa maksudmu?"
No comments yet. Be the first to leave one.