Release info

법쩐 Payback S01E10 AMZN WEB-DL DDP2 0 H 264-XEBEC
A Commentary by YoungJedi
EP.10 [1:02:52]

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-02-04
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, KASUS

DAN LATAR YANG DITAYANGKAN HANYALAH FIKSI

Aku senang melihatmu aktif kembali.

Selamat atas pencalonannya. Aku yakin kau pasti menang.

Jangan merayakan dahulu.

SON SEUNG-JIN KANDIDAT NOMOR DUA

Persaingan di daerah ini cukup ketat.

Aku akan selalu mendampingi.

Jadi, kau mendapatkan diska lepas berisi bukti tentang manipulasi

yang dilakukan kejaksaan?

Ya.

Itu akan kuungkap sebelum pemilihan.

Tidak. Mengungkapnya sebelum pemilihan akan memicu kecurigaan

tentang adanya konspirasi politis.

Hal itu harus diungkap dengan hati-hati.

Kau harus pulihkan nama baik ibumu secepatnya.

Tidak.

Jika kita tidak singkirkan para petinggi, kebenaran akan kembali ditutupi.

Pelakunya akan kembali bebas.

Kau tahu bukti saja tak cukup untuk mengungkap kebenaran

di era sekarang ini.

Ayah menjualnya

kepadamu, Manajer Eun?

Kau tahu karakter Ketua Myung.

Kau tahu betul.

Lantas kau mau apa sekarang?

Ikuti perintahku

jika kau ingin menyelamatkan suamimu.

Bukankah itu berkas lama?

Kita punya bukti baru.

Aku akan mulai dari awal lagi.

Apa maksudnya bukti baru?

Orang yang ada di foto itu… Kau yakin itu Hwang Gi-seok?

- Apa? - Memang kelihatannya mirip.

Apa kau bisa memastikannya di pengadilan?

Apa maksudnya?

Untuk membuktikan kasus suap, waktu kejadiannya sangat penting.

Namun, apa orang di foto itu benar-benar dia?

Itu…

Kurasa pengacara pembela bisa berargumen seperti itu.

Tidak. Ini adalah argumen kita.

Apa?

Sebagai inspektur berpengalaman, aku yakin bahwa…

foto ini tak akan bisa dijadikan bukti.

Apa? Tidak mungkin.

"Tidak mungkin"?

Ini hanya foto daring yang viral, sehingga secara hukum tak bisa jadi bukti.

Kita tak tahu pasti jika orang di foto itu benar-benar Kepala Senior Hwang.

Benar, "tidak dapat dikenali".

Media boleh mengoceh, tetapi bisa dituntut atas pencemaran nama baik.

Namun, itu adalah argumen pihak terdakwa,

- bukan kita, 'kan? - Hei, kau.

Jaksa dan pengacara tak ada bedanya di mata hukum.

Kau tahu prinsip barang bukti, 'kan?

Jika memperlakukan bukti seperti Jaksa Jang,

pasti akan kalah di pengadilan.

- Maksudku adalah… - Jaksa Jang ada benarnya.

Publik tidak di pihak kita, jadi kita tak bisa terang-terangan.

Jika mengikuti hukum secara kaku, publik akan mencibir kita.

Tugas kita memilih bukti mana yang bisa diterima.

Beri tahu reporter yang memihak kita bahwa kita akan menyelidiki dengan teliti

dan minta mereka tutup mulut.

Baik, Pak.

Fokus kita sekarang adalah menangkap Lee Su-dong

karena foto Kepala Hwang sudah bisa mengulur waktu.

Sementara itu, kita tangkap Lee Su-dong dan selesaikan kasus Dana Bawoo.

- Paham? - Ya, Pak.

Nomor yang Anda tuju tak dapat dihubungi. Tinggalkan pesan setelah nada…

Tamunya sudah hadir, Tuan.

Halo, Pak.

Ketua dewan direksi berhalangan hadir karena persiapan pemilihan.

Alih-alih, Ayah diminta menyampaikan pesan untukmu.

Duduklah.

Mari bicara sambil makan malam.

Tak ada yang ingin kukatakan.

Aku pamit.

Kau mau ke mana?

Kau tak lagi punya tujuan atau orang yang bisa membantumu.

Kau cukup cerdas untuk paham situasinya.

Semua ini karena perbuatan Ayah. Ayah mau bilang apa lagi?

Kau pikir Ayah akan mencampakkanmu?

Itu benar, 'kan?

Astaga, Berandal.

Kau tahu seberapa banyak uang yang Ayah habiskan untukmu?

Ayah hanya berinvestasi jika akan ada profit.

Duduklah. Mari kita bicara.

SON SEUNG-JIN KANDIDAT NOMOR DUA

Namaku Eun Yong, aku pialang saham. Suatu kehormatan berjumpa denganmu.

Sama-sama. Sudah lama aku ingin bertemu, Tn. Eun.

Kami berhati-hati agar tak bertemu reporter.

Itu karena kasusku masih dalam proses persidangan.

Kau juga menjadi sasaran?

Kasus kesalahan peradilan, aku tahu rasanya.

Aku turut prihatin atas kesulitanmu.

Tidak apa-apa. Biar kutuangkan minuman.

- Silakan. - Baik.

- Kali ini giliranku. - Terima kasih.

Ini.

Karena kita sudah bertemu,

sejujurnya aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu.

Kenapa kau mau membantuku padahal kemungkinan menangku tipis?

Tn. Son, kau melakukan hal yang diperlukan dengan berani.

Jika kau terpilih,

aku punya bisnis yang memerlukan bantuanmu.

Begitu rupanya.

Aku tahu kau pasti punya alasan.

Jika aku ingin menjadi politisi pemberani,

maka korupsi tak bisa ditoleransi.

Jika kau mau mendanai kampanyeku dengan pertukaran itu, aku menolak.

Bisnis yang dimaksud Yong adalah membangun kembali perusahaan ibuku

yang sekarang sudah ditutup.

Untuk apa membangun perusahaan yang sudah hancur?

Aku tahu, membalas dendam tak akan membangkitkan Ny. Yoon

yang meninggal secara tidak layak.

Aku hanya ingin semangat wirausahanya

tetap langgeng.

Itu tidak akan mudah.

Namun, itu cara terbaik untuk memanfaatkan uang yang kuhasilkan.

Baik. Kurasa kita akan sering bertemu.

- Mari kita lakukan. - Terima kasih.

Kau berpengalaman sebagai jaksa.

Tak perlu membuang waktumu dengan menjadi politisi.

Pelajari bisnis keuangan dari Ayah.

Dari Ayah?

Apa Ayah memintaku…

menjadi pengacara pencuci uang seperti Lee Su-dong?

Nak…

Memangnya sekarang kau masih punya kuasa?

Anggaplah kau bisa menjadi jaksa agung atau presiden.

Apa dengan begitu kau akan punya kuasa?

Apa Ayah memintaku hidup seperti Ayah

agar aku menyembah dan menjilat para penguasa?

Berandal!

Setelah semua ini, kau masih belum paham?

Kekuasaan sejati ada pada uang.

Ayah membuktikan bahwa kuasa Ayah bisa menjatuhkanmu dengan satu serangan,

bahkan di posisi terkuatmu!

Penguasa tak akan bisa menggunakan uang,

tetapi orang kaya bisa menggunakan kekuasaan.

Sebelum pensiun, seharusnya pekerjaanmu lebih ringan.

Kantor Jaksa Jang cukup sibuk, 'kan?

Tidak juga. Pekerjaanku tak banyak belakangan ini.

Kau sudah putuskan akan ke mana setelah pensiun?

Kenapa kau bertanya? Mau menempatkanku di tempat yang bagus?

Firma hukum bernama Choi dan Jang sedang mencari konsultan hukum.

Mereka menawarkan gaji tertinggi untuk posisi konsultan senior.

- Astaga. Nanti kuhubungi mereka. - Tidak.

Kabari aku saja.

Apa katamu?

Kau membutuhkan rekomendasiku agar dapat perlakuan khusus.

Begitu rupanya.

Omong-omong,

aku mencemaskan Jaksa Jang.

Karena dia mengedepankan ambisi dibandingkan kejaksaan,

bukankah dia sudah tak cocok untuk menjadi seorang jaksa?

Ditambah lagi, pamannya bermasalah.

Lantas apa?

Mohon kendalikan dia agar tidak keluar jalur.

- Jika dia berbuat macam-macam… - Kau ingin aku melapor kepadamu?

Astaga.

Aku sudah menduga kita sepemikiran.

Terkait dengan posisimu di firma hukum, akan kupastikan kau mendapatkannya.

Apa kau sungguh akan membaca semua itu?

Sudah kubilang, aku memulai dari awal lagi.

Aku memang tidak cerdas, tetapi aku sabar dan gigih.

Astaga.

Kenapa Pak Nam belum pulang?

Mari kita lembur bersama.

Tiba-tiba saja?

Istriku tahu soal kegagalan investasiku,

aku jadi tidak nyaman berada di dekatnya.

Astaga. Andai tahu akan begini,

akan kuambil semua suap yang ditawarkan kepadaku sejak dahulu.

Aku malah kehilangan uang pesangonku karena bekerja seperti ini.

Belum terlambat untuk memulai sekarang.

Aku yakin ada banyak firma yang akan memperebutkan Pak Nam.

Menurutmu begitu?

- Choi dan Jang memberiku penawaran besar. - Wah! Hebat!

Mungkin dengan berita itu, istrimu bisa memaafkanmu.

Namun, aku tak mau menerima tawarannya.

Apa? Kenapa tidak?

Aku tidak cocok dengan orang-orang seperti mereka.

Astaga.

Jika istrimu tahu soal ini, dia pasti marah besar.

Sayang sekali.

Itu karena kemampuanku tak akan terpakai.

- Jaksa Jang. - Ya?

Bagaimana kalau kita melakukan investigasi khusus sesungguhnya?

Sungguh?

Aku senang jika Pak Nam bersedia.

Investigasi khusus adalah soal alur.

Kini prioritasnya bukan menangkap Hwang, tetapi orang ini.

Memang itu keinginanku, tetapi bagaimana caranya?

Dia masuk dalam DPO.

Polisi mencarinya ke mana pun, tetapi hasilnya nihil.

Kuncinya adalah mengikuti alur uang.

Orang seperti dia bisa ditemukan dengan mengikuti alur uang.

Uang?

LEE SU-DONG

- Pak, besok aku jemput pukul 9:00. - Baik. Biar aku membayar…

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left