The first 200 lines.
Translate By Zambronk_lah IDFL™ Subs Crew
Hati-hati! Jangan nakal!
Hentikan!
Maaf Tuan, ini kotor. Biar kubersihkan.
Selamat pagi! Aku Ursula. Kau ingat aku?
Ya. Selamat pagi, Ursula.
Tentu kau telah berubah dalam tiga tahun.
Roger!/ Ayo, ibumu menunggu.
Biarkan aku memelukmu. Apa perjalanannya menyenangkan?
Ya, mama./ Mengapa celanamu kotor?
Barusan anjing menggigitnya. Aku akan ambilkan lap.
Kau tak pernah berubah. Saat ada yang kotor, pasti dirimu dulu.
Wajar saat masih seusianya./ Aku dulu tidak.
Kau juga tidak.
Berikan padaku. Akan kubersihkan.
Kemurnian hati dimulai dari pakaian.
Jangan lupa. Pakaian dan sepatu./ Selamat pagi.
Itu Tuan Frank.
Kau ingat Tuan Frank?/ Tidak.
Dia teman ayahmu.
Ayo. Semua sudah siap.
Jika ada waktu, kau bisa melihat bintang.
Kau suka Bibi Margarite?/ Diam bertha.
Berapa kali kukatakan untuk diam?
Kau tak boleh bercanda dengan orang dewasa.
Halo, Roger!/ Hello!
Tidak, jangan mulut.
Ikuti aku. Tutup matamu. Sekarang dengarkanlah.
Kau dengar?/ Tidak.
Diam. Kau dengar suara mereka?
Mereka di sekitar kita berbisik-bisik. Dengarkanlah.
Sekarang kau dengar mereka?
Mau membantuku, Nona?/ Nyonya Muller!
Kita memetiknya untukmu.
Jangan, belum dicuci.
Suamiku. Kau melihatnya berubah, kan?
Selamat pagi, Tuan Muller!
Sebentar.
Ayo.
Selamat pagi, Tuan Roger!
Duduk yang tegap!
Taruh tanganmu di atas meja! Berapa kali harus kukatakan?
Kau selalu memberitahu kami? Tn Frank selalu menaruh tangan di bawah meja.
Ini kebiasaan Amerika. Bagi mereka itu sikap yang baik.
Berarti orang Amerika tak tahu arti sopan santun.
Terima kasih, Helene./ Kapan Ayah datang?
Dia banyak kerjaan. Dalam beberapa hari dia akan pulang.
Dan tunangan Elisa?
Mungkin tiba dengannya, aku tidak tahu.
Seperti apa calon menantumu?
Dia letnan dua di AU./ Ini berbahaya.
Ya. Tapi dia berasal dari keluarga baik-baik.
Helene! Terima kasih.
Lihat! Elisa mengirimiku foto.
Mereka pasangan serasi.
Mereka tampak bahagia./ Aku tahu.
Bagiku seperti kartu pos./ Cukup, Berthe!
Kau sikat gigi lalu pergi tidur. Kate!
Ini masih sore mama, aku ingin ngobrol dengan Roger.
Kubilang tidur! jangan membantah! Kate!
Ini tidak adil.
Nona! Tolong bawa gadis kecil ini.
Suruh berdoa dulu lalu pergi tidur.
Baik, Nyonya.
Ayo!
Tutup mulutmu dengan tanganmu.
Mama, boleh aku. ..
Pertama-tama, sebelum bicara, kau harus berhenti menguap.
Terlihat luar biasa, aku harus beritahu segalanya.
Boleh aku tidur?
Ya, ucapkan selamat malam pada bibimu dan Tn Frank.
Anak-anak harus diperlakukan seperti anak-anak, selama mungkin.
Selamat malam.
Selamat malam, Roger./ Selamat malam.
Selamat malam. Pergilah tidur.
Jangan pikirkan apa-apa.
Bagaimana dengan pengamatan mataharimu?
Sekarang kau dapat melihat ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya!
Belum pernah kulihat ledakan yang kuat seperti ini!
Aku tak yakin kau paham maksudku.
Tahun yang berakhir dengan angka tujuh atau kelipatannya ...
... Pasti selalu hangat.
Aku belum mengantuk, kau?/ Aku ngantuk.
Boleh aku di sini sebentar?/ Tapi jangan berbicara.
Selamat malam. Tidur nyenyak.
Kau pikir Bibi Marguerite cantik?
Ya.
Suatu hari, Helene pernah bicara tentang dia dan berkata:
Menjadi perawan di usianya tidaklah normal.
Dia tak pernah bertunangan?
Tidak, dia takut laki-laki. Mama mengatakan demikian.
Dan Tn Frank?
Dia baik! Tapi pikirannya selalu di awan.
Dia jelek.
Helene itu orang yang menyiapkan makanan?
Ya, kenapa?
Aku hanya ingin tahu.
Apa itu? Itu apaan?
Tidak ada.
Aku tahu, ingin aku mengatakannya?/ Tidak!
Kate mengatakan kepadaku tentang hal itu.
Dalam bahasa Inggris?/ Ya, dia benar-benar pintar.
Banyak wanita di rumah./ Ya, sampai aku tak tahan pada mereka.
Sedang apa kau dikasur kakakmu?
Aku takkan pernah bisa tidur.
Aku takkan pernah kembali padanya lagi.
Aku berbalik dan berlari, aku berani menolaknya.
Kau sangat berani.
Panas sekali.
Setidaknya ucapkan terima kasih./ Terima kasih.
Bagaimana kabar suamimu?
Dia tak bisa menerimanya, terima kasih.
Dalam hal ini, apa gunanya pria?
Sepertinya kau sangat mencintainya./ Itulah masalahnya.
Jika tak mencintainya, aku takkan menderita.
Kau akan berhasil dengan orang lain?/ Entahlah. Aku tak percaya itu.
Sekarang apa yang mereka bicarakan?
Suami nyonya Muller.
Aku melihatnya kemarin di hutan.
Apa yang dia lakukan?/ Entahlah.
Jangan menyuruhku untuk berdoa, ataupun memohon.
Jika kau pergi mencari, kau akan temukan penggantinya.
Tidak.
Lihat disana. Ada tiga wanita cantik.
Grazie, Graziella dan Graziola.
Mereka bersenang-senang.
Apa yang kalian lakukan? Mencari udara segar?
Aku minta anggurnya./ Apakah segar?
Tak menjawab, cantik?
Hey!
Apakah kalian tidur?
Kemari.
Mereka dari daerah sini. Aku pernah melihat mereka di gereja.
Hey gadis! Kalian tertarik pada burungku?
Itu kodok! Tampaknya telah mati!
Jika tak keberatan, Akan kubuat hidup kembali!
Apa aku keberatan?/ Aku tidak, mungkin Ursula iya!
Ursula tak ingin melihat, namun kita semua sudah melihat pantatnya!
Itu akan menyegarkan memorimu!
Ini dia Papa datang!/ Dia datang bersama Elisa!
Hi, Papa./ Malaikatku.
Hi, sayang.
Bersihkan dirimu dulu, sudah kukatakan ribuan kali.
Bahkan cuma pelukan?/ Kau penuh dengan debu.
Tidak di depan anak-anak./ Halo, Roger.
Kau sudah dewasa./ Halo, Ayah.
Sayangku Elisa, kau sangat cantik.
Hallo Bertha./ Hallo.
Selamat pagi, Elisa.
Selamat pagi.
Kau terlihat cantik, Mama./ Itu benar.
Cuaca telah merubahku. Bagaimana perjalananmu?
Senang naik mobil.
Bagaimana keadaan pabrik?
Buruk. Sekarang sedang masa sulit, mudah-mudahan cepat berlalu.
Lihatlah medali Papa.
Lihatlah produk-produk yang bersaing. Aku punya katalognya.
Hotel ini menawarkan dekorasi dan medali dengan harga murah. Kau tahu?
Aku tak tahu yang harus kulakukan.
Coba lihat.
Kau bisa menghasilkan lebih banyak./ Atau produk berkualitas rendah.
Mungkin bahkan menjual ke luar negeri.
Tampaknya jelas pabrik ini memasok barang ke St Catherine di Sienna.
Bahkan medali Jerman./ Ini gawat.
Belum lagi kabel dekoratif. Aku mengusulkan untuk pasukan kavaleri.
Aku punya stok cadangan di gudang.
Roland bilang pasukan udara membutuhkan lebih banyak.
Pasukan udara adalah cabang baru dari tentara.
Ini pasar kecil tanpa masa depan.
Jika perang tak segera dimulai, aku akan ikut berperang.
Bagaimana kualitasnya./ Bergaransi.
Makan sudah siap.
Mari kita makan.
Dia yang membuat medali militer saat sedang damai, makan roti pahit.
Hewan itu./ Kenapa hewan itu?
Dialah yang melemparkanku setelah tiga minggu pernikahan.
Aku ingin menjadi seorang jenderal, tapi harus pensiun karena kakiku.
Sejak itu aku mencoba untuk memperbaiki pangkat militerku.
Kami harap kau berhasil.
Kita semua berharap, sudah sepuluh tahun sejak aku bicara tentang perang itu.
Hewan itu.
Tahun ini akan meledak. Perang akan datang.
Bagaimana kau tahu?
Matahari tak pernah salah.
Baiklah.
Kau mengintip.
Ini bukan surga, aku senang bersamamu.
Kau pergi ke pengakuan dosa?/ Tidak, tak pernah.
Aku pernah, tapi tak pernah kuceritakan semua pada Pastor Gabriel.
Tuhan tahu kau berbohong./ Benar.
Kau pikir dia memikirkanku?
Siapa Pastor Gabriel?
Gendong aku.
Dia seorang biarawan gereja dekat sini.
Dia selalu pergi tanpa alas kaki. Bahkan di musim dingin!
Ayo. Akan kutunjukkan sesuatu.
Menunjukkan apa?/ Ayo, jangan tanya.
Kutemukan secara tak sengaja. Hati-hati.
Sebelah sini./ Dimana?
Tempat pengakuan.
No comments yet. Be the first to leave one.