The first 165 lines.
Selamat malam, Nona Misaki Shimizu.
Siapa kau?
Miki Kawamura? Tsubasa Yamakawa?
Misaki Shimizu? Aku harus memanggilmu apa?
The Fable
Apa?
Begini...
Aku bingung harus memanggilmu apa.
Miki? Tsubasa? Misaki?
Misaki.
Baiklah. Misaki, aku tahu kita baru bertemu,
tapi aku akan membuka layanan wanita panggilan.
Wanita panggilan?
Ya. Wanita panggilan.
Kau tahu apa itu, 'kan?
Kudengar kau melakukan banyak pekerjaan.
Jika jadi wanita panggilan, penghasilanmu bisa sepuluh kali lipat dari sekarang.
Aku tidak akan melakukan pekerjaan seperti itu.
Aku tak tahu siapa kau, tapi tolong pergi.
Sudah kuduga kau akan bilang begitu.
Tiga tahun lalu, Kuroshio memberimu pekerjaan di agensi bakat, 'kan?
Pak Kuroshio?
Ya. Kuro terluka parah karena melindungimu tempo hari.
Apa maksudmu?
Kau diminta membuat video porno, 'kan?
Aku sudah lama menolaknya.
Ya, aku tahu.
Tapi perusahaan produksi ingin memasukkanmu ke film porno lagi.
Aku tak tahu apa-apa soal itu.
Tentu saja. Itu masih dalam tahap perencanaan.
Saat Kuro tahu...
Bagaimana mengatakannya, ya?
Dia menyuruh mereka menjauhimu dan terlibat perkelahian.
Akhirnya kaki kanannya patah.
Itu bukan salahku...
Tak semudah itu.
Sebagai kakaknya, aku harus memastikan dia bisa mencari nafkah.
Apa ini pemerasan?
Proposal.
Kita harus saling membantu.
Jika kau bekerja di layanan wanita panggilanku selama setahun,
Kuro bisa mencari nafkah, dan kau akan mendapatkan banyak uang.
Aku tidak akan pernah melakukannya.
Jika kau terus memaksa, aku akan lapor polisi.
Silakan.
Aku bahkan akan mengantarmu ke kantor polisi.
Ayolah, Misaki...
Sudah kubilang aku kakak Kuro,
jadi, kurasa kau mengerti bahwa aku yakuza.
Apa kau ingin orang tua dan saudaramu, rekan kerjamu, serta teman-temanmu
mengalami berbagai pelecehan?
Ini bukan proposal. Ini ancaman.
Omong-omong, ini nomorku.
Telepon aku.
Aku akan menunggu sampai besok sekitar waktu ini.
Jika kau tak menelepon, aku akan muncul di suatu tempat, misalnya tempat kerjamu.
Bos.
Penerima tamu untuk layanan wanita panggilanku tiba-tiba menghilang.
Tepat setelah Kojima bebas.
Penghuni lain di kondominiumnya bilang ada pria dengan bekas luka di wajahnya.
Aku minta izin untuk menanyai Kojima soal itu.
Apa yang akan kau lakukan jika pelakunya Kojima?
Dia harus dieliminasi.
Tidak, tidak akan kubiarkan. Aku tak bisa membiarkan pembunuhan.
Kau serius?
Ini bukan lagi era balas dendam "mata dibalas mata".
Sebagai bos, kau takut jika ternyata dia dalangnya?
Apa? Apa maksudmu?
Dengar!
Jangan memberiku cerita tanpa bukti.
Kau ingin pembuktian, bukan hanya alat bukti, ya?
Benar.
Kita tidak akan melewati batas itu sampai punya bukti kuat.
Kau dapat kenaikan gaji 100 yen per jam.
Bukankah itu bagus? Sekarang gajimu adalah 900 yen per jam.
Hari ini sama seperti kemarin.
Lalu besok akan sama seperti hari ini.
Kedamaian seperti ini bagus, bukan?
...bekerja di layanan wanita panggilanku...
Tidak akan kulakukan.
Kelihatannya bagus.
Mari kita pakai.
Baiklah.
Baiklah, aku akan mengirim failnya.
Terkirim.
Sato.
Mereka menyetujui ilustrasimu.
Benarkah?
Sekarang aku resmi bekerja dengan bayaran 900 yen per jam, ya?
Benar. Pria 900 yen.
Hei, mau makan malam denganku nanti?
Aku yang traktir.
Makan malam?
Itu tugasku, tapi ilustrasimu membantuku.
Membantumu? Bukan itu alasanku melakukannya.
Tapi kau membantuku, jadi, biarkan aku mentraktirmu.
Terima saja, Sato.
Biarkan dia mentraktirmu.
Asyiknya menjadi muda.
Selamat datang di masa mudamu...
Aku akan membunuhmu! Mati! Berengsek!
Aku akan melakukan layanan wanita panggilan.
Bagaimana dengan pistol?
Baik, aku tak akan membuka layanan wanita panggilan.
Ayo, Sato.
Pesan apa pun yang kau suka.
Ini tempat yang pernah kita datangi.
Aku tak keberatan jika kau makan kulit edamame, tapi mereka tak punya kadal.
Aku tak memakannya karena menyukainya. Aku melakukannya untuk bertahan hidup.
Maaf.
Kenapa minta maaf? Apa mereka punya ikan sauri?
Rupanya ada.
Apa di hutan gelap gulita saat malam?
Ya.
Kau tak kesepian?
Maksudku, apa kau tidak merasa terisolasi atau takut?
Kenapa kau menanyakan itu?
Maaf.
Aku yakin kau tak mau membicarakannya.
Tidak, aku tak keberatan.
Jika aku bisa memikirkan
kesendirian atau semacamnya, artinya aku masih punya kekuatan.
Pertama, ambil air,
cari makanan, lalu cari tempat untuk tidur.
Lalu ulangi lagi.
Kau tak kesepian?
Kurasa bisa dibilang begitu.
Tapi ada musik.
Suara serangga dan hewan, suara aliran sungai,
dan gemeresik angin di pepohonan.
Suaranya seperti jaz hutan.
Jaz?
Ya. Mereka memainkan apa yang mereka inginkan.
Aku tak percaya dewa atau semacamnya.
Tapi aku suka alam.
Alam akan memberi kejutan yang menyenangkan,
seperti pemandangan bunga yang tiba-tiba
atau langit penuh bintang di malam hari.
Tapi bukankah ada ular berbisa di alam liar?
Mereka bisa menjadi makanan yang lezat.
Aku bisa bertahan tiga hari dari satu ular berbisa.
Aku berhati-hati dengan kutu dan nyamuk.
Mereka menggigitmu tanpa ketahuan. Aku tak pernah menyukainya.
Apa mengalami hal-hal itu pernah menguntungkanmu?
Aku bisa merasakan bahaya mendekat.
Apa yang lucu?
Apa itu pantas diucapkan pria yang dibuat menangis oleh preman?
Itu...
Sudah siap memesan?
Aku pesan tiga ikan sauri.
Kau bisa memesan apa pun yang kau mau.
Ebihara Temuilah aku agar kita bisa bicara
Tuangkan kecap asin di atas lobak parut...
Ini dimasak dengan baik. Karya seorang profesional.
Apa biasanya orang makan ikan sauri bukan dimulai dari kepalanya?
Kau bisa memakannya sesukamu.
Baiklah.
Apa adikmu, Yoko, juga hidup terisolasi di hutan?
Entahlah.
Dia dan aku tinggal terpisah.
Benarkah? Keluarga yang aneh.
Ya, cukup aneh.
Kau tahu, kau pun aneh.
Kau tak tampak seperti biasanya.
Entah apa aku bisa berguna,
No comments yet. Be the first to leave one.