The first 200 lines.
Legenda Fei
Episode 33
Benar!
Kami memang tak tahu malu.
Aku hanya akan malu jika keahlianku di bawah orang lain.
Lebih baik tak tahu malu daripada merasa malu!
Paman, kali ini sungguh bertemu orang tak tahu malu.
Bagaimana ini?
Hongyu memberi peringatan.
Li Yan dalam bahaya.
Orang Tua.
Menurutmu, benar tidak?
Tunggu.
Kenapa hari ini banyak sekali yang merepotkan?
Kak, ada ular di lantai!
Ada ular, cepat kabur!
Tunggu saja. Kalian tunggu saja!
Mundur! Cepat mundur!
Kau… Tabib Racun Ying Hecong!
Kau tunggu saja!
-Jalan, ayo cepat. -Ayo.
Hiya!
Nona.
Ini kuda terbaikku.
Apa kuda ini sungguh bisa naik gunung salju?
Tak masalah.
Lihatlah kudaku ini, gemuk dan kekar.
Di seluruh kota, takkan ada kuda sebagus ini lagi.
Tak percaya?
Coba tanya saja ke tempat lain.
Sudahlah, tak sempat lagi. Yang ini saja.
Hiya! Pergilah.
Nona, hati-hati di jalan!
Aku sudah lakukan hal yang Anda minta sesuai perintah.
Kuda yang kujual pada Nona itu kelihatannya bagus,…
…tapi tak tahan dingin sama sekali.
Pasti takkan bisa naik gunung salju.
Lu Tiankuang, Wenniu dari Desa Di Sha
Kuil Lanruo
Kuil Lanruo
Kuil Lanruo
Tak perlu kalian urus lagi.
Urus saja urusan kalian sendiri.
Jangan urus aku. Cepat pergi!
Tadi kami hampir mati demi menolongmu.
Kenapa kau masih bicara begitu?!
Pergi.
Pergilah.
Tetua.
Aku tahu Tetua tak mau membebani kami.
Namun, berpisah di saat ini juga sudah tak sempat lagi.
Di Sha sudah mengincar kami karena kejadian ini.
Jadi, sebaiknya kau istirahat dulu.
Aku tak peduli setelah ini kau mau pergi ke mana.
Jika kau masih ingin hidup, maka harus segera obati luka.
Jika tidak, kita langsung saja cari tempat untuk menguburmu.
Pemelihara Ular.
Apa pasienmu tak pernah mati emosi karena kau?
Tenang saja.
Kuil Lanruo
Tugasku masih belum selesai.
Takkan mati karena emosi sesaat.
Namun, jika kalian juga mengincar rahasia ini,…
…kusarankan kalian…
…jangan berusaha sia-sia lagi.
Sudahlah.
Rahasia itu membuatmu dikejar banyak pembunuh.
Sebaiknya kami tak perlu tahu.
Paman, percayalah pada kami.
Kami akan menolong orang yang ingin dibunuh Di Sha.
Percaya atau tidak, tanya pada dia.
Pemelihara Ular.
Bukankah kau masih punya dendam pada Di Sha?
Bukankah musuh Di Sha adalah teman kita?
Aku juga harus punya nyawa untuk balas dendam dulu.
Melihat cara orang tua ini membuat masalah,…
…kurasa takkan bisa hidup hingga saat itu tiba.
Sepertinya tak ada orang di sini.
Tak ada orang?
Jika tak ada orang, siapa yang kunci pintu?
Kau minggir, biar kubelah pintu ini.
Benar, Yang Heitan.
Akhirnya pedang pemotong kayumu bisa berguna.
Silakan.
Percaya tidak, akan kubelah kau.
Kau…
Kalian siapa?
Keluarlah, mereka bukan orang jahat.
Kalian jangan takut, semuanya keluarlah.
Hiya!
Pimpinan.
Melihat jejak tapak kuda di tanah, mereka jalan ke arah sini.
Kejar!
Hiya!
Lukamu sudah diperban.
Pendarahan juga sudah berhenti.
Kenapa anak-anak seperti kalian…
…berkumpul dan sembunyi di kuil buruk ini?
Kami semua teman sekolah.
Awalnya belajar bersama di sekolah desa.
Kemudian, mulai ada perang di tempat kami.
Semua orang desa kabur.
Kami semua terpisah dengan orang tua.
Untunglah bertemu seorang Master baik hati di tengah jalan.
Dia bawa kami jalan bersama.
Master bilang, saat ini tak ada perang di Selatan.
Awalnya ingin bawa kami kabur ke Selatan.
Saat di jalan, kebetulan melihat kuil buruk ini.
Bisa dijadikan tempat istirahat sementara.
Jadi, mana Master yang kalian maksud?
Dia dengar Di Sha muncul di dekat sini.
Dia barusan pergi cari tahu informasi.
Harusnya akan segera kembali.
Tunggu.
Kalian bilang, saat ini tak ada perang di Selatan?
Apa Hou Jian sudah mati?
Lalu, Kaisar?
Bagaimana dengan Komandan Huang?
Hou Jian itu siapa?
Komandan Huang itu siapa?
Aku pernah dengar Master bilang,…
…Hou Jian itu sepertinya pemberontak dinasti lalu.
Namun, sudah meninggal dua puluhan tahun lalu.
Paman, apa kau menanyakan Hou Jian yang itu?
Kau sudah hampir mati, untuk apa emosi?
Tadi kau bilang, Hou Jian dari dinasti lalu sudah meninggal?
Jadi, siapa Kaisar Selatan masa kini?
Paman, ada apa denganmu?
Kaisar masa kini tentu saja Kaisar Xuan.
Siapa lagi itu? Jadi, Kaisar?
Bagaimana dengan Komandan Huang Shenbian?
Huang Shenbian?
Aku memang pernah dengar Paman membahasnya.
Namun, dia sepertinya juga sudah meninggal dua puluhan tahun lalu.
Komandan Huang bekerja keras, rela mati melayani Kaisar.
Namun, sekarang sudah tiada?
Keluarga Xiao sudah tiada.
Kaisar sudah tiada.
Pantas saja.
Paman, apa tadi saat kau jatuh, kepalamu terbentur?
Ayo cepat pergi.
Di Sha akan segera mengejar mengikuti jejak tapak kuda.
Jika tetap tak pergi, takkan sempat.
Paman, kau sudah diperban.
Ayo segera pergi.
Tak bisa.
Di kuil ini ada banyak anak.
Apa mereka bisa kabur?
Jika Di Sha menemukan jejak kita,…
…mereka pasti tahu kita jalan ke arah sini.
Jika mereka tak temukan kita, Di Sha yang sering gunakan trik jahat…
…pasti akan mempersulit anak-anak ini.
Di Sha datang mengincar kita.
Kenapa harus persulit anak-anak ini?
Jika Di Sha bisa berpikir sederhana sepertimu,…
…dunia pasti sudah lama damai.
Paman.
Nanti jika Di Sha menerobos masuk, kami akan cari cara menahan mereka.
Kau dan anak-anak gunakan kesempatan untuk kabur.
Gadis Kecil.
Kau saja tak tahu aku siapa, untuk apa repot-repot membantuku?
Aku hanya orang asing yang kebetulan bertemu kalian.
Kalian tak perlu berjuang melawan orang jahat itu.
Klan-48 kami sudah sering berjuang melawan Di Sha.
Klan-48?
Kau…
Apa hubunganmu dengan Li Zheng?
Kau juga kenal Kakekku?
Paman.
Kami berusaha menolongmu selama perjalanan.
Sekarang kau sudah tahu kami siapa.
Harusnya kau beri tahu kami siapa dirimu, 'kan?
Aku Liu Youliang, tak dikenal di dunia persilatan.
Aku hanya seorang penjaga makam saja.
Di Sha mengutus ahli seperti Tong Tianyang…
…hanya demi seorang penjaga makam?
Bagaimana jika di makam itu…
…terkubur harta karun yang bisa membuatmu menguasai dunia?
Harta karun?
Harta karun?
Gadis, kemarilah.
Jangan ke sana.
Paman, pertanyaan dariku tadi belum kau jawab.
Kau sebenarnya siapa?
Apa kau begitu ingin tahu siapa diriku?
Siapa aku tidaklah penting.
Yang penting adalah barang yang kujaga.
Aku adalah pengawal pribadi Komandan Huang Shenbian.
Dulu, saat memberantas pemberontakan Hou Jian,…
…Komandan mengeluarkanku dari pasukan,…
…memintaku menjaga satu barang bernama Gelang Haitian.
Kenapa Gelang Haitian lagi?
Benar.
Dulu, Kakekmu juga salah satu penjaganya.
Kau pasti pernah dengar nama ini.
Saat itu, Jenderal Besar bilang,…
…setelah mengatasi pemberontakan Hou Jian,…
…dia akan utus pembawa benda keramat Cap Riak Air,…
…memintaku mengeluarkan Gelang Haitian di saat itu tiba.
Tak disangka, aku sudah menunggu selama dua puluhan tahun.
No comments yet. Be the first to leave one.