The first 200 lines.
Selamat hari Halloween, Bloomies!
Kalian suka pakaian kami?
- Aku gadis koboi. - Aku tengkorak. Tulip…
Tunggu, kau apa?
Kuberi petunjuk.
Ayo, main bingo dan cari pacar baru.
Jangan pakai warna hijau. Itu menarik kadal.
Ini nenekku.
- Ya. - Ya.
Karena ini Halloween,
kami akan menjawab pertanyaan seram "Tanya Kami Apa Pun".
"Hal paling seram apa yang pernah kalian alami?"
Baik, banyak hal seram saat Halloween, tapi ini yang paling seram.
Saat Posey dan aku berpikir kehilangan Tulip sebagai teman.
Itu sangat menakutkan.
Semua dimulai pada minggu Halloween pertama kami.
SMA WILAYAH EDISON SELAMAT HALLOWEEN
Selamat datang di Sarang Seramku.
- Bukankah ini… - Keren dan gila?
Ya, itu yang mau kukatakan.
Permen?
Enam jam di bawah meja itu, tapi benar-benar sepadan.
Aku tahu aku mengenali bagian kuku yang indah itu.
Astaga, aku suka Halloween.
Terima kasih, Lucas.
Jika aku ambil permen, apa akan ada tangan keluar?
Lucas, kau yang…
Pergi dari sini.
Coba tebak?
Kita kudaftarkan menjadi Panitia Dekorasi Pesta Halloween.
Maaf. Kau, Jade, mau jadi panitia?
Sepertinya aku akan menangis.
Hei, Halloween adalah hari libur favoritku.
Jika kita mengadakan pesta, aku mau bantu membuatnya seseram mungkin.
Ayo. Rapatnya sudah dimulai dan aku tidak ingin terlambat.
Kau tak mau terlambat?
Baik, aku menangis sekarang.
Terima kasih sudah menjadi sukarelawan di Panitia Dekorasi Pesta.
Singkat saja. Aku ada kencan nanti.
Ya. Guru juga manusia.
Semangat, Say.
Ya, Say, semangat.
Sebagai pengingat, Electric Bloom akan tampil di pesta Halloween.
Kami sudah berlatih nonstop, itu akan hebat.
Kami band yang bagus, aku tak akan minta maaf.
Posey, kau konflik batin lagi.
Aku menang.
Two Shellys Menghadiri rapat panitia
Banyak suku kata Tapi kami buat manis
Selamat datang, Shelly dan Shelly.
Electric Bloom akan tampil di pesta itu. Sudah terisi. Tidak bisa dibatalkan.
Kami tak bernyanyi saat libur.
Kami ke sini untuk membahas tema pesta.
Tema? Temanya Halloween.
Sarang laba-laba, monster, nisan. Itu Halloween.
Atau kita bisa melakukan sesuatu yang berbeda.
Tunjukkan, Kawan.
HALLOWEEN
Tunggu. Mereka mau presentasi?
Aku tak tahu akan ada presentasi. Kenapa kita tak menyiapkan presentasi?
Posey, tarik napas.
Terima kasih.
Halloween ini akan menjadi kesempatan bagus
untuk mengubah citra tema.
Kami memikirkan sesuatu yang tidak biasa.
Halloween Berkilau
Halloween Berkilau!
Ini maksudnya apa?
Bayangkan pesta itu sebagai mimpi permen merah muda yang berkilau.
- Lebih banyak suguhan. - Lebih banyak keseruan.
Ya, "Tidak" karena "Itu ide yang sangat buruk."
Ya, aku suka merah muda,
tapi merah muda tidak tepat untuk Halloween.
Mari lakukan pemungutan suara.
Ke salon 30 menit lagi.
Kita pasti menang. Kita bertiga.
Apa lagi, aku tahu Lisa dan Sam akan memilih kita, karena, lihat mereka.
Sam palsu. Lisa apa adanya.
Menjauhlah dari Lisa.
Yang mendukung Halloween seperti biasa, angkat tangan.
Yang mendukung Halloween Berkilau, angkat tangan.
Halloween Berkilau menang.
- Apa? - Bagaimana bisa?
Tulip, kenapa posisi tanganmu begitu?
Kau dan aku, kau dan aku
Aku mendukungmu Kau juga mendukungku
Semua selalu kita hadapi bersama
Ke mana pun kita pergi, kita pergi bersama
Solidaritas Di antara kita
Karena kita hanya butuh selalu bersama
Semua selalu kita hadapi bersama
Ke mana pun kita pergi, kita pergi bersama
Tulip, coba aku tanya lagi.
Apa, kenapa, dan yang lebih penting lagi, hah?
Kurasa maksud Jade,
kenapa memilih kedua Shelly itu? Mereka pembenci terbesar kita.
Aku bukan memilih mereka, tapi ide mereka.
Menurutku itu memberi sentuhan baru pada Haloween.
Halloween tak perlu diubah. Halloween sudah sinting.
Kita juga baru memilih tema dua jam lalu.
Kok mereka bisa cepat dapat dekorasi?
Kami tahu akan menang
Tulip, bantu kami mengurus laba-laba. Mereka tak menarik sama sekali.
Ini hanya laba-laba biasa.
Sepertinya ada yang butuh lem tambak panas!
Aku suka itu. Tos.
Aku mau, tapi ini menempel.
Aku tahu pikiran kalian. Apakah kedua Shelly mempermainkan kami?
Tidak. Mereka sebenarnya tak membuat-buat dan tulus kepada Tulip.
Itu jauh lebih seram.
- Hei, Semuanya. - Apa kabar?
Sedang apa kalian di sini?
Kami ikut panitia.
Kami mengurus daftar tamu.
Bukankah tamunya seisi sekolah?
Ya, benar.
Tapi kami ditugaskan membagikan
gelangnya.
Bukankah semua orang di sekolah dapat gelang?
Ya, benar.
Jade, Posey, mau bantu aku menggantung tengkorak tersenyum ini?
Tidak, terima kasih.
Tengkorak tak tersenyum. Mereka kehilangan dagingnya.
Aku merasa kalian berdua membuat Halloween Berkilau tidak berkilau.
Kalian menjadikannya hampa.
Siapa mau Halloween Hampa?
Entahlah. Semua orang di Bumi?
Ya, bukan kami.
Juga, selamat tinggal. Untuk yang selanjutnya.
Kalian diberhentikan.
Kita dipecat?
Kurasa begitu.
Selain itu, apakah Tulip dan kedua Shelly…
menjadi akrab?
Awas! Aku sangat konyol.
Mereka mulai akrab.
Atau setidaknya terasa seperti.
Minggu demi minggu berlalu, kami mulai jarang melihat Tulip.
Itu membuat kami makin khawatir.
Maaf aku terlambat. Aku harus menghias dengan kedua Shelly.
Dengan kedua Shelly lagi?
Aku tahu mereka sangat jahat kepada kita dulu,
tapi ini urusan pesta. Mereka paham.
Kalian harus melihat Shelly Sharp menata binder.
Siapa yang mengajarinya?
Sebelum bertemu aku, dia bahkan tak pakai sekat.
Hanya ada kertas-kertas yang berserakan tanpa pemisah.
- Kau perang batin lagi. - Tapi kali ini aku kalah.
Mari kita latihan lagu Halloween kita untuk pesta itu.
Ini pertama kalinya aku memainkan key-tar baruku.
Menyenangkan.
Tules, itu ponselmu?
Ya, ini hanya sesuatu yang kedua Shelly dan aku pakai candaan.
Peringatan pesanku pasti diubah.
Ini lelucon di antara kami.
Keren. Kau punya lelucon dengan mereka.
Dengan kedua Shelly.
Keren.
Astaga, aku harus pergi.
Brosurnya membuat mesin fotokopi sekolah macet.
Shelly berkata, Shelly berkata dia panik.
Kau tak bisa pergi. Kita harus menginap.
Ini latihan terakhir kita.
Aku tahu, tapi aku anggota panitia dan aku ingin bekerja dengan baik.
Aku akan segera kembali. Lanjutkan tanpaku.
Tidak bisa begini.
Bukan hanya lagu ini.
Ini. Tulip lebih sering bersama kedua Shelly dan suka.
Tapi aku membenci itu. Sangat benci.
Dia tidak akan… Tidak.
Maksudku, dia tidak bisa… Tidak.
- Tulip tidak begini… - Tolong selesaikan satu kalimat dulu.
Tulip tak mungkin menggantikan kita dengan kedua Shelly, 'kan?
Sepertinya aku terlalu cepat menyimpulkan.
Tapi aku kehilangan sahabat karena Shelly LeBrock.
Memikirkan itu terjadi lagi? Dengan Tulip?
Aku tidak bisa.
Tapi alih-alih ketakutan,
kami memutuskan bersenang-senang malam itu.
Kau punya 13?
Ambillah.
Sekakmat. Aku menang.
Ini menyenangkan. Aku tak memikirkan Tulip sama sekali.
Benar. Tak sekali pun aku melihat jam dan berpikir,
"Ini sudah dua jam, 25 menit, dan 16 detik.
Kenapa dia belum kembali?
Katakan itu bukan karena dia bergembira dengan kedua Shelly?" Sama sekali.
- Kita telepon dia? - Tentu saja.
Hei, Teman-Teman, ada apa?
Hei, Tules. Kami di rumahmu,
penasaran kapan kau pulang… ke rumahmu.
Tapi kami tak terlalu penasaran.
Karena kami baik-baik saja dan sedang santuy.
"Santuy"? Baik. Kau siapa?
Kami hampir selesai, jadi aku akan pulang beberapa…
-Baiklah. -…jam lagi.
Jam?
Maksudku, kenapa bukan hari? Ya, 'kan?
Aku tak mampu.
Baik, sudah dulu.
No comments yet. Be the first to leave one.