Release info

[Parasit - Sang Bidal] 13 Salam Kesedihan
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Eh, Izumi.

Soal kasus tempo hari...

Itu lo, kasus gadis di kota sebelah yang baru-baru ini dibunuh.

Oh, aku tahu!

Kasusnya juga sampai heboh di internet!

Belum lagi, katanya, saksi mata tunggalnya itu Izumi!

Jaga mulutmu, Akiho!

Kau baik-baik saja?

Ya.

Kau sendiri?

Aku juga sama.

Begini.

Hm?

Di hari waktu kita janjian menonton film di bioskop, aku...

Diterpa terus kejadian sedih pasti menyakitkan, ya.

Ya.

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kita adalah predator alami

we are absolute predators

kita pun tak mempunyai musuh

we do not even have any enemies

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

maybe there are other animals watching us

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

and thinking that someday "we will beat them down"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

oh, we have the brains to think hard

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

dengan berpakaian sesuka kita

wear our favorite clothes

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

we are at no doubt human beings

akan banyaknya kehidupan kecil

many small lives

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

they were born with the fate of dying for someone

bayi manusia

a human baby

kapankah mereka 'kan mengetahui

when will they find out

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

that at the point they were born, we are

sang penguasa bumi?

winners of earth

ah, diriku menangis seorang diri

aa hitori naiteita

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

tonari no kimi ga tooikakeru

maka dari itu, kujalani hidup ini

dakara bokura yorisoi ikiru

segemerlap mungkin

kirameku made

untuk apa aku hidup selama ini?

for what have I been living for?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

when will I find out the answer?

jawaban yang hanya untukmu

an answer that is only for you

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

what will myself and (the) first scenery I saw

Dibanding gunakan lokasi mangsa yang ada,

Salam Kesedihan

dia justru cari tempat sendiri di luar lokasi yang disediakan,

lalu setelahnya dibunuh.

Insiden yang sangat disayangkan.

Setelah dibutakan oleh insting memangsanya,

dia juga berseteru dengan rekan yang lain.

Benar-benar individu egois. Seperti hewan liar saja.

Untunglah dia mati.

Permasalahannya bukan hanya itu.

Meski kita sudah memancingnya dengan manusia dan objek percontohan lain,

tapi, masih belum kelihatan pergerakan dari si pelaku.

Apa mungkin pelakunya adalah manusia?

Benar.

Yang membunuh rekan kita adalah dia.

Anak lelaki yang jadi saksi mata tunggal.

Shinichi Izumi.

Ada kemungkinan dia terpancing karena melihat temannya dibunuh.

Teman?

Terpancing?

Apa otaknya sama sekali belum diambil alih?

Ya.

Otaknya masih manusia,

dan dia hidup berdampingan dengan parasitnya.

Bisa dibilang, dia merupakan objek percontohan yang berharga, 'kan?

Objek percontohan, ya?

Tapi, tampaknya dia cukup mengancam keberadaan kita.

Aku sedang upayakan masa depan bagi kita semua.

Tolong pertimbangkan penelitianku terhadapnya, terkait hal tadi.

Silakan.

Kuserahkan segala hal terkait anak itu padamu.

Omong-omong, Tamura,

bagaimana keadaan anakmu?

Dia hidup normal layaknya manusia,

meski harus dijaga oleh pengasuh bayi manusia.

Aduh, aduh.

Cup, cup.

Kira-kira kenapa, ya?

Padahal sudah kuganti popoknya.

Cup, cup.

Nah, mama sudah pulang.

Selamat datang, Nyonya.

Diam.

Mengasuhnya tak sulit, 'kan?

Eh?

Terima kasih banyak.

Tolong datang lagi besok.

Ba-Baik.

A-Aku permisi dulu!

Seandainya aku ingin bereksperimen,

setidaknya, aku harus menunggu sedikit lebih lama.

Padahal aku sudah menyelidikinya seminggu penuh,

tapi, sejauh ini tak ada yang janggal.

Soal lenyapnya ibu yang bersangkutan,

dan sebagai saksi mata saat seorang gadis SMA dibunuh, memang menyita perhatian.

Tapi, secara utuh, dia seorang siswa SMA biasa.

Ya, benar sekali.

Baik.

Tolong lanjutkan penyelidikan Anda.

Siswa SMA biasa, ya?

Hasil pantauan manusia benar-benar mengecewakan.

Meski begitu, justru ada hal yang hanya bisa dilakukan manusia.

Harusnya aku tak menjebaknya memakai Hideo Shimada.

Tapi, mungkin perlu kucoba satu hal.

Shinichi Izumi, 'kan?

Siapa yang menyuruh kalian?

Se-Seorang wanita.

Wanita?

Siapa namanya?

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left