The first 200 lines.
"Semua karakter, lokasi, organisasi, dan kejadian"
"dalam film ini hanyalah fiksi."
"Episode 8"
Dae-jin, kau baik-baik saja?
Akan kupanggilkan dokter.
Aku melihat wajah Oni.
Kau melihat wajah Oni?
Kau...
Oni adalah
Kwon Ki-woong.
Oni adalah Kwon Ki-woong?
Kau Ka-eun? Kaukah itu?
Ka-eun.
Jangan khawatir.
Aku berniat menolongmu.
Ka-eun, tenanglah.
Kumohon.
Ini mulai mInienyebalkan.
Oni?
Kau mengenalku?
Tak boleh ada orang dewasa di sini.
Sialan...
Sial.
Hei!
Ada apa?
- Mengagetkan saja. - Kenapa dia?
Mau apa kau?
Tunggu.
Sial.
OFF-DUTY INVESTIGATION
OFF-DUTY INVESTIGATION
Pak, ada pintu di sini.
Tidak kelihatan.
Anak-anak.
PR kalian sudah beres?
Sutradara Kang! Di mana dia?
Di sana kau rupanya.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Dia. Dia orangnya. Oni.
Ternyata kau Oni?
Jangan sembarangan mengayunkannya,
terutama kepada wanita.
Dasar berengsek. Aku sedang bicara.
Ka-eun! Ka-eun, kau baik-baik saja?
Bangun. Kau terluka?
Di sana.
Apa?
Apa ini?
Keluar, Berengsek.
- Apa mereka dari Keluarga Oni? - Ya.
Tapi Oni lolos.
Maaf, aku mau pamit untuk membuka bar.
Terima kasih banyak.
- Nanti kuberi imbalan layak. - Tak perlu.
Jika ingin berterima kasih, kepada Sutradara Kang saja.
Dia yang menemukan persembunyian mereka.
Ayo.
Hei, berbarislah dan ikuti aku.
Cepatlah.
Cepat jalan, Berengsek.
- Keluarkan tanganmu dari saku. - Sial.
Mereka pelakunya?
Apa lihat-lihat?
Dasar berandal. Beraninya kalian menusuk polisi.
Siapa penikam detektif termuda kami?
Kau, ya? Kau?
Lagi-lagi kau membuang waktu.
Bukan mereka pelakunya.
Lalu kenapa mereka di sini? Siapa pelakunya?
Pemuda bernama Oni. Dia pemimpin mereka.
Tapi dia lolos dari mereka.
Kenapa? Seharusnya kau menangkapnya.
Apa maksudmu dengan "mereka"?
Ada sutradara acara TV yang ceroboh.
Dia dan krunya menemukan persembunyian mereka, lalu menyusupinya.
Kau membiarkan sutradara menemukan mereka dahulu?
Padahal aku sudah pusing karena wartawan.
Tahan mereka,
lalu usahakan menangkap Oni atau siapa pun itu.
Kalian akan rasakan akibat dari menyerang polisi.
Astaga, jika masih menggebu-gebu begitu,
kenapa kau selalu mendekam di kantor?
Aku tak sabar jadi komandan agar bisa memerintah seenaknya.
Apa katamu?
Dengan energi sebanyak itu, kau bisa menangkap Oni sendiri.
Kenapa tertawa? Ayo ikut, Berengsek. Cepat.
Jangan tertawa. Ayo cepat.
Kemarikan tanganmu. Muntahkan permenmu.
Jadi, kalian mengurung banyak gadis
untuk dimanfaatkan dalam penipuan prostitusi?
Kami tak memanfaatkan mereka. Itu kemauan mereka.
Itu kemauan mereka?
Lalu kenapa mereka dikurung?
Pemimpin kalian Oni, 'kan? Nama aslinya Kwon Ki-woong.
Dia yang memerintahkan kalian.
Bukan. Siapa maksudmu?
Pemuda bertato siluman di pergelangan tangannya.
Entahlah. Aku tak tahu siapa maksudmu.
Dasar...
Kami tak diperintah.
Itu kemauan kami sendiri.
Jawab dengan bijak.
Ini bisa menentukan kehidupanmu 10 tahun ke depan.
Kau bisa dituntut karena mengurung anak di bawah umur
dan melanggar UU Perlindungan Anak
mengenai kekerasan seksual.
Paling-paling masuk tahanan anak.
Aku masih di bawah umur.
Apa Oni bilang kalian takkan dipenjara?
- Astaga. - Silakan hukum aku.
Aku toh akan segera bebas.
Kalian ini kawanan burung beo?
Kenapa jawaban kalian sama?
Kalian seperti dibina oleh perusahaan MLM saja.
Cho Myeong-su. Kalian membunuhnya
karena disuruh Oni, 'kan?
Tidak.
Ka-eun membunuhnya.
Apa?
Instalasi Gawat Darurat
Ka-eun.
Ka-eun.
Ka-eun.
Ka-eun.
Ka-eun.
Permisi. Aku...
Aku ayah Lee Ka-eun.
Di mana putriku?
- Sutradara Kang. - Akhirnya kau datang.
- Di mana Ka-eun? - Di dalam.
Untungnya, dia tak terluka parah.
Terima kasih sudah menemukannya.
Terima kasih banyak.
Ka-eun.
Ka-eun.
Apa... Astaga.
Ka-eun, Ayah di sini.
Ka-eun.
Putriku.
Kenapa...
Kenapa sidik jari Ka-eun ada di senjata pembunuh?
Tidak. Mustahil.
Tak apa-apa.
Kau akan baik-baik saja.
Tentu. Pasti baik-baik saja.
Jangan khawatir.
Semua akan baik-baik saja.
Kau benar.
Semua akan baik-baik saja.
Kalau begitu, bisa nyanyikan lagu untukku?
- Yang dahulu kau nyanyikan saat kencan. - Tiba-tiba sekali.
Bernyanyi sekarang?
- Kenapa? - Tidak, aku tak bisa menyanyi.
- Aku tak bisa. - Jangan malu.
Astaga, suamiku populer sekali.
Waktunya berangkat, 'kan?
Aku baru saja sampai.
Nanti sajalah.
Katamu Badan Forensik tak bisa berjalan tanpamu.
Itu memang benar.
Tapi ini klimaks dari lagunya.
- Ban-seok akan ke sana. - Sayang.
Kenapa dijawab?
Aku ingin menemanimu lebih lama.
Kau harus berangkat.
Karena keadaanku seperti ini,
kau harus membanting tulang untuk Ka-eun.
Kasihan pencari nafkahku ini.
Baik, aku akan berangkat kerja
dan menghasilkan banyak uang.
Bagus.
Ka-eun.
Tak perlu repot-repot ke sini.
Ayah bisa membeli saja.
Begitulah Ibu.
Dia suka mengurus semuanya sendiri.
Tiba-tiba banyak kasus besar di sini.
Ayah jarang bisa menjenguknya.
Bagaimana kabar ibumu?
Di telepon, katanya kondisinya membaik.
Ayah.
- Sebenarnya... - Dokter Lee! Darurat.
Baik.
Maaf, ya. Ayah harus kembali.
Ini. Pulanglah naik taksi.
Ayah akan mampir ke rumah sakit besok.
Ya? Maaf.
Kondisi Ibu sama sekali tak baik.
Kau. Kau tak bisa dihubungi semalaman.
Dari mana saja kau? Kenapa baru datang?
Kenapa kau tak bilang?
Seharusnya bilang jika kondisinya makin parah.
Sudah kucoba,
tapi Ibu melarang.
Seharusnya kau tetap jujur!
Seharusnya ayah tahu!
Haruskah kuingatkan Ibu sakit?
Mestinya Ayah merawat Ibu.
Tapi Ayah malah pergi tanpa mendengarkanku!
Astaga. Sayang.
No comments yet. Be the first to leave one.