The first 200 lines.
Sebelumnya dalam The Amazing Race...
Sebelas tim memulai lomba keliling dunia.
Mulai!
Di London, Inggris, Connie dan Sam tertinggal.
Pak, punya petunjuk untuk kami?
Tidak.
Bukan main.
Akbar dan Sheri berantakan.
-Pikirmu aku tak coba? -Tidak!
Sial bagimu.
Kau berlomba bagi siapa?
Kau mengecewakan mereka.
Dua tim langsung dekat.
Dusty dan Ryan duet bagus untuk mendampingi.
Berhasil bagi kedua tim.
POSISI KE-2
Sementara itu, polisi menyanyi Michael dan Moe membuat kacau.
Astaga, ini gila.
Kita tak lihat yang dilakukan.
Tak bisa pulih dari kesalahannya.
Kalian dieliminasi dari lomba.
TERELIMINASI
LONDON, INGGRIS
TIM PERTAMA BERANGKAT
"Berlomba ke pengiriman Royal Mail Center di Clerkenwell
"untuk petunjuk berikutnya."
Setelah berlomba di London malam hari, semua tim kini akan menjelajahi
kota bersejarah ini di siang hari.
Mereka akan temukan petunjuk pertama di Mail Rail ini.
Permisi. Maaf.
Terima kasih.
Serangan kereta itu pendorong keyakinan.
Kami taklukkan rasa takut mati.
Semuanya dalam hidup kami jadi lebih mudah.
Bukan taksi.
Aku berkembang sebagai seseorang dalam hampir semua area.
-Ayo. -Kita harus mendapat taksi.
Aku bingung. Mengesalkan.
Apa ini?
Sejak keluar penjara,
aku ke London beberapa kali.
Sangat membantu.
Tak kukira akan bersama sahabatku dalam The Amazing Race.
-Menakjubkan. -Taksi.
"Berlomba ke pengiriman Royal Mail Center."
-Baik, ayo. -Baiklah.
Kami saling mendukung.
Kami sejalan dalam banyak situasi,
dan komunikasi kami salah satu kualitas terbaik kami,
dan kurasa itu penting dalam lomba begini.
Rasanya ada di kanan.
Baik, ini dia.
Ada taksi.
Kita ke seberang?
Ya. Kami ambil ini, sampai nanti.
-Ayo, ada satu. -Yang ini?
-Akhirnya. -Kau dapat.
Selamat datang di Tim Kelabu.
-Ayo kemari. -Ya.
Kami orang tua paruh baya
-yang seharusnya mengantar anak. -Ya.
Kami tak merasa tua.
-Kau baik-baik saja? -Ya.
Namun, memang ada keuntungan usia muda di lomba ini.
Sungguh baik-baik saja?
Ya.
Permisi, Pak.
Tidak?
-Kita melihat 12 taksi... -Ya.
-...tak ada yang kosong. -Ya.
Tak penting.
-Kosong! -Kenapa tak ada yang bekerja!
-Tidak? -Kenapa? Apa alasannya?
-Ada satu. Ayo. Taksi! -Taksi!
Terima kasih banyak.
Kita dapat satu.
Terima kasih. Kami mau ke Clerkenwell.
-Ayo. -Ya.
Di mana bisa dapat taksi?
Jalan!
Entah apa rencana yang lebih bagus.
Kita berdiri di depan hotel.
Cara terbaik mendapat taksi.
Tolong pelan. Tidak.
Seharusnya tak sesulit ini.
Ada apa ini?
Tak ada yang mau bekerja hari ini.
Taksi.
-Bagus. -Terima kasih kau berhenti.
TIM KE-6 YANG BERANGKAT, PUKUL 08.17
Di tahap yang lalu, kami tak bersatu.
Karena aku meragukan.
Butuh waktu mendapat yang kami cari.
Kurasa mungkin aku harus lebih mendengarkannya.
-Ayo pakai itu. -Mungkin dia harus
lebih perlahan
agar bisa lebih mengamati.
Itu yang akan kami coba hari ini.
Taksi. Ada satu.
-Ayo, terima kasih. -Baik, terima kasih.
Di Clerkenwell?
Ya!
Akhirnya. Terima kasih.
-Kita ke Museum Pos. -Museum Pos.
Ini, Pak?
Ayo!
Kita bebas!
Semua mimpimu terwujud di Mail Rail.
Ayo mulai.
Ini tampak menarik.
Lihat ini.
Kokpit yang keren.
Saatnya Hadangan.
"Siapa masih terima surat?"
Kita tahu apa itu pos udara,
tetapi di London dipakai Mail Rail, selama lebih dari 75 tahun.
Jalur rel sepanjang 10 km
dipakai mengantar surat di bawah kota.
Di masa jayanya mengantar lebih dari empat juta surat sehari.
Kini Hadangan mewajibkan tim
menaiki rel tepercaya ini ke dok pemuatan.
Lalu menyortir ribuan amplop
sampai menemukan yang sempurna.
Aku yang lakukan Hadangan.
Boleh aku naik? Kita jalan-jalan?
Demi sejuta aku mau, Ryan. Ayo dapatkan!
Tingkat kepercayaan diri Ryan sangat tinggi, terutama
untuk tantangan di mana dia harus mengorek dan merobek.
Dia tipe tupai, seperti rakun di bak sampah.
Dahulu membawa surat seperti ini. Keren.
Kami juga mengarah turun.
Ayo, Sayang!
Ini keren. Luar biasa.
Baik, harus cari wadah bertanda.
Saatnya mulai. Kita akan mencari petunjuk.
Aku tak tahu apa yang kulakukan.
Ada nama-namanya.
Aku akan melihatnya lagi nanti. Siapa tahu?
Mungkin ada nama kami.
Bisa tiga jam di sini.
-Siap? -Ayo!
Kami belajar banyak dari tahap lalu,
lebih dari tim lain, karena kesulitan yang kami alami.
Kurasa akan menyiapkan kami hari ini.
Kita akan ke mana hari ini?
Terkadang kami bisa sangat berbeda.
-Dia Gemini, aku Libra. -Ya.
Aku selalu benar, dia juga, jadi itu bisa menjadi ketegangan.
Ini akan menarik.
Kami cukup akrab sejauh ini.
-Kau bisa di sana. -Ya.
Baik, ayo.
Apa kabar? Terima kasih banyak.
-Taksi! Ya. -Ya.
Terima kasih, Pak.
Kau harus cari taksi.
Sesekali kami bertengkar.
Tak seperti keluarga India tradisional di mana sang ayah,
ucapannya adalah hukum.
Mungkin dia ayah India yang paling tak tradisional.
Ayah, lari kecil.
Terkadang kami tak sepakat. Kurasa itu hal bagus,
karena kami jadi saling menghormati.
Menutup.
Baik, ini dia.
Orang pikir aku lebih kuat karena agresif.
Namun, sebenarnya aku tahu jika dia tak ada, aku tak berfungsi.
Sekuat itulah ikatan kami.
Aku lebih suka hal terjadi kepadaku daripada kepadanya.
Saat ini dia baru putus. Aku benci itu.
-Apa hal utamanya? -Kita tanya dia.
Aku merasa ini emosional...
-Rehab. -Yang dibutuhkan.
-Sempurna. -Baik.
Entah apa yang kulakukan.
Kuteruskan saja...
serapi mungkin.
Kurasa ini dia. Kini butuh keretanya datang.
Aku cukup rapi, tetapi tak terjebak mengurusi detail.
Akhirnya aku bisa naik kereta pertama dari sana.
Tak ada orang lain.
Apa? Ada apa ini? Baiklah.
Terima kasih sudah kembali untukku.
Kami datang dan pergi sebelum tim kedua muncul.
Ya, kurasa aku melihatnya.
Hai.
Ya, Sayang!
"Naik taksi ke Alun-Alun Leicester untuk petunjuk berikutnya."
Ini Alun-Alun Leicester, umum dikenal Kota Teater,
dan tempat tim memilih Memutar.
Hei!
Ya!
-Di sini! -Kemari.
"Siapa masih menerima surat?"
-Aku lakukan. -Kau.
-Aku. -Fokus, kau bisa.
-Semangat. -Terima kasih.
-Raquel, kau akan hebat. -Ayo, Anthony!
-Kita bisa. -Ayo mulai.
Kau bisa, Raquel. Semoga berhasil!
No comments yet. Be the first to leave one.