The first 200 lines.
"Pagi yang segar setelah pesta Natal"
"Pemilik rumah bangun"
"Tatapan kosong"
"Teman serumahnya masih tertidur pulas"
Ini seperti medan perang.
"Bekas pesta semalam"
"Sang ayah rumah tangga, Kim, mulai membersihkan piama"
"Teman serumahnya akhirnya bangun"
Seung Soo, kamu sudah bangun.
Siapa kamu?
Siapa kamu?
Tidurlah kembali.
Tidak, aku sudah bangun.
Silakan tidur lagi. /- Kamu sedang berbenah.
Ya.
"Selagi Kim, sang ayah rumah tangga bersih-bersih"
"Teman serumahnya meredakan pengarnya dengan air dingin"
Berbaringlah dan tidur.
Bolehkah aku tidur di meja?
Kamu mau berkarya di pagi hari?
Bukankah biasanya kamu bangun siang?
Ini kepagian bagimu, bukan?
Ini tidak kepagian.
Kembalilah ke kamar dan tidurlah.
Aku keluar karena haus.
Bagaimana jika kamu tidak ingat dengan alasanmu keluar?
"Apakah Jung Won mengigau?"
Setelah aku bangun nanti, bisa-bisa aku menyapamu lagi.
Benar sekali.
Bagaimana jika kamu mengalami deja vu?
Kian lama bicara denganmu, kamu makin lucu.
"Kenapa obrolan mereka seperti ini di pagi hari?"
Aku hanya bicara omong kosong. /- Baiklah.
"Jung Won memasuki dapur untuk membantu berbenah"
"Dia menjumpai sup telurnya"
Seung Soo, ada sup telur. /- Benar.
Aku memasaknya semalam, tapi kita lupa.
"Dia memasak sup telur sebelum memasak dongpayuk"
"Dia memasaknya dengan cepat dengan tangan cekatannya"
Kenapa kamu lupa semalam?
Setelah dagingnya hangus,
aku bingung. Semangatku hilang.
Aku harus memasak sarapan siang untukmu.
"Salah satu syarat Jung Won adalah"
"Seung Soo harus memasak sarapan siang untuk Jung Won"
"Syaratnya sangat mengkhawatirkan Seung Soo"
"Setelah berbenah, dia tergesa-gesa memasak sarapan siang"
"Dia memasukkan stroberi yang ingin Jung Won makan"
"Karena ini pengalaman pertama, dia tidak terampil, tapi berusaha"
Aku bisa mencium aromanya.
Aromanya sedap di sini.
Aku belum pernah memasak sarapan siang.
"Dia membuat telur orak-arik"
Aku tidak tahu apa pun tentang sarapan siang.
Apa telur orak-arik biasanya juga dibumbui?
Seung Soo, sebaiknya kamu tidak membumbuinya.
Seung Soo, ini dia. Aromanya luar biasa.
"Sarapan siang pertama buatannya sudah matang"
"Melompat kegirangan"
Astaga.
Untukmu mana, Seung Soo?
Aku? Aku akan makan pho. /- Ya.
Kalau begitu, akan kutunggu.
Makan saja. Aku mau memasak. /- Tidak, akan kutunggu.
Sebaiknya makan sekarang.
Aku bisa memasaknya dengan cepat seakan itu ramyeon.
Tidak, akan kulihat kamu memasak. /- Nanti makananmu dingin.
Tidak apa-apa.
Seung Soo, kamu juga harus mencicipi ini. Porsinya besar.
"Dia menata meja untuk memotret sarapan siangnya"
"Sarapan siang yang dimasak Seung Soo"
"Dia penasaran"
Selesai.
Apa itu daging?
Ini bakon.
Aromanya sedap.
Ini seperti ramen tonkotsu.
Aku membuat kaldunya dengan tuna.
Kamu hanya memakai bihun. /- Benar.
"Kimchi buatan mereka kemarin"
"Dengan kimchi di meja"
Ini masakan campuran.
Lanjutan dari semalam.
Ini masakan campuran. /- Benar.
Terima kasih atas hidangannya. /- Terima kasih atas hidangannya.
"Menyeruput"
"Dia tidak bisa berhenti menyantap sarapan siang buatan Kim"
Lezatnya.
Cobalah supnya. Rasakanlah.
Mau kutuangkan untukmu?
Ya.
Terima kasih.
Cicipilah.
Seung Soo, aku seperti makan sarapan di hotel.
Di hotel ada sarapan siang ala Barat seperti ini.
Masakan Korea dengan kimchi, /- Benar.
serta pho. /- Ya.
Ini menyenangkan.
Secara kebetulan, ini menjadi seperti sarapan di hotel.
Makanlah yang banyak. Kamu bisa tambah lagi.
Baik. Sampai pukul berapa kamu buka?
Sarapan hanya disajikan hingga pukul 10 pagi.
Begitu rupanya. Hotel ini menyajikan sarapan sampai siang.
Silakan di sini sampai sarapanmu habis.
Biar kucicipi kuahnya.
"Akhirnya dia mencicipi pho"
Astaga, asin. Ini juga asin.
Sungguh? /- Kamu sengaja, ya?
Tidak. Tunggu.
Mungkin kuahnya menguap saat kumasak pho-nya.
Tidak mungkin.
Tidak terlalu lama dimasak. /- Aku serius.
Apa pho-mu enak?
Ya, pho-ku enak.
Tidakkah kamu mengonsumsi garam terlalu banyak?
Itu buruk bagi kesehatan. /- Tidak.
Santapanku memang lebih asin dari yang lain.
Kamu harus memikirkan kesehatanmu.
Makan hidangan asin tidak menyehatkan.
Masakan asin menyegarkanku. /- Benarkah?
Makanlah secukupnya.
Kurasa masakanmu terlalu asin.
Tidakkah kamu bersyukur?
Bagaimana jika aku membumbui telur orak-ariknya
seperti biasa? /- Benar sekali.
Kamu benar.
Apakah seharusnya aku membumbui croissant-nya juga?
"Biar kulimpahi makanan dengan garam"
Aku harus mendampingimu ketika kamu memasak.
Terima kasih atas hidangannya.
Ya. Syukurlah kamu menikmatinya.
Rasanya lezat sekali.
Ayo mandi. Kita harus memulai petualangan besar kita.
Aku harus membereskannya.
Biarkan saja. /- Jangan begitu, Seung Soo.
Persiapanmu lebih lama daripada aku.
Sungguh? Ya, benar juga. /- Tentu saja.
Mungkin kamu lebih lama. Terhitung sejak awal mandi,
aku hanya butuh 25 menit agar siap bepergian.
Aku butuh 40 hingga 50 menit
Benar. /- jika tergesa-gesa.
Santai saja. Aku akan berbenah di sini.
Stroberinya enak.
Letakkan semuanya di sana.
Aku harus memisahkan sampah makanannya.
Masuklah.
Terima kasih atas hidangannya. /- Ya. Sama-sama.
Bersiap-siaplah. /- Baik.
"Selagi Jung Won bersiap-siap"
"Dia selesai mencuci piring dengan mudahnya"
"Memakai sarung tangan karet"
"Kompornya berlumur minyak"
"Dia menyekanya agar bersih cemerlang"
"Setelah dia selesai berbenah"
"Dia mulai bersiap-siap"
"Dia mengenakan pakaian rapi walau akan pergi ke taman hiburan"
"Pho-nya pasti asin"
"Jung Won juga sudah selesai bersiap-siap"
Ayo berangkat.
Ya. Ayo.
Seung Soo. /- Ya?
Kenakan pakaian lebih tebal.
Tidak perlu. /- Tidakkah busanamu terlalu rapi?
Tidak.
Aku wanita, tapi busanaku santai.
Kamu sungguh berniat untuk naik wahana luar ruangan, ya?
Kamu tidak tahu? Lihat saja pakaianku.
Kita akan tetap di luar ruangan?
Seung Soo, kurasa /- Tidak, ini cukup hangat.
kamu ingin tampil modis. /- Tidak.
Ayo berangkat dan menikmatinya.
Ayo berangkat. /- Ayo.
Cuacanya cerah. /- Benar.
Suhunya masih agak dingin.
Ini waktu dengan cuaca terpanas sepanjang hari,
tapi suhunya hanya 2 derajat Celsius.
"Walau langitnya cerah, dia memilih lagu balada"
Lagu ini, "Like It". /- Ya?
Awalnya, aku tidak suka lagunya,
tapi saat aku membaca liriknya,
aku suka lirik ini.
"Kamu tidak tahu betapa cantiknya kamu saat menjalin hubungan."
Aku sangat menyukai lirik itu.
Kamu punya lagu karaoke favorit?
"Happy Me".
Ya. Itu lagu yang bagus.
"Walau aku sibuk,
kala kamu mendengar suaraku, /- Ya. Itu bagus.
apakah kamu juga merasa bersamaku?"
Sebagai pria, rasanya luar biasa
saat wanita menyukai pria seperti itu.
Apa lagu favoritmu?
Dahulu aku menyukai lagu-lagu yang sendu.
"Love, the Common Word".
Aku suka lagu itu.
Aku menyanyikan lagu itu dalam "King of Mask Singer".
Kamu menyanyikan lagu itu? /- Ya.
Sungguh? Kamu membintangi tayangan itu?
"Bulan Juli lalu, Seung Soo tampil dalam 'King of Mask Singer'"
"Dia menyanyikan nada dengan tepat seakan dia menyanyi lagu anak-anak"
No comments yet. Be the first to leave one.