The first 200 lines.
DRAMA INI DIBUAT UNTUK TUJUAN HIBURAN
SEMUA TOKOH, LATAR, DAN PERISTIWA SEPENUHNYA FIKTIF
TIDAK ADA NIAT UNTUK MERUJUK PADA ORGANISASI ATAU INDIVIDU MANA PUN
TERINSPIRASI OLEH FILM KARYA SOR ASANAJINDA
Aku sudah punya daftar lengkap mata-matamu.
Jasad Duangnet tak ada di sini. Lalu, di mana putriku?
Proyek Genesis Baru Tujuh Legenda?
Para agen liar ini
adalah satu-satunya harapanmu.
EPISODE SEBELUMNYA
Kau mau aku pergi ke Pha Mok, tempat terakhir di mana semua agenmu terbunuh?
- Hei! Aduh! - Hei!
Hei!
Jika kau biarkan mereka mati atau hilang, tak ada yang akan mengeluh atau tahu.
Tapi kau mungkin menyesalinya kemudian.
Hei!
Matilah sekarang!
Apa?
Hei! Granat!
Granat!
Granat!
Hei!
- Hei! - Hei, ayo!
Ayo. Cepat.
Hei!
Hei!
Apa?
Peluruku habis.
Kalau begitu, tiga,
dua, satu.
Kau mengacaubalaukan kami.
Kau akan meledakkan kepalaku?
Ya.
Sersan.
Sersan?
Kau!
Aduh. Ya, singkirkan dia.
Kau menyakiti temanku, ya?
- Wah! - Hei.
Dia sudah mati!
- Benarkah? - Ya.
Lepaskan dia.
He, dia lemas.
Bos, ada hal mendesak apa?
Apa kau melakukan pekerjaanmu?
Sesuatu terjadi tepat di depanmu
dan kau masih tak tahu?
Kenapa tak ada yang memberitahuku?
Maaf, Bos. Aku baru saja mendengar tentang itu sekarang.
Aku akan segera menindaklanjuti informasi ini.
Pha Mok adalah proyek besarku.
Aku menugaskanmu memimpin
karena aku paling memercayaimu.
Ya, Bos.
Jangan sampai aku campur tangan lagi,
seperti saat kau membiarkan mata-mata pemerintah masuk.
Karena itu berarti
jaringanku tak membutuhkanmu.
Ya, Bos.
Aku akan mencari tahu siapa mereka.
Seberapa jauh area itu dari Pha Mok?
Kenapa tak ada yang tahu?
ONCB?
Narkoba dan anak buah kita, semuanya musnah sepenuhnya.
Jika itu ONCB, mereka pasti mau melaporkan hasilnya.
Jadi, siapa mereka, yang cukup berani untuk melenyapkan semuanya?
Mungkinkah mereka mata-mata yang menyelidiki kita sebelumnya
dan disingkirkan oleh Bos?
Apa pendapatmu?
Bos sudah punya daftar lengkap agen mereka.
Jika mereka kembali, begitu masuk ke Pha Mok,
sistem pengenalan wajah kita akan menangkap mereka.
Cari tahu siapa mereka.
Ya, Pak.
Terima kasih.
Kau tak pernah mengecewakanku.
Aku juga akan menyelidiki dari pihakku.
Baiklah.
Sersan.
Bagaimana mereka berempat?
Aman, Sersan. Hanya lecet. Sedikit salep dan mereka akan baik-baik saja.
- Baiklah. - Ya.
Andai kau tak datang, hanya akan tersisa kami sekarang.
Terima kasih, Bos.
Terima kasih.
Kapan aku setuju menjadi bosmu?
Kau masih marah karena kami menghajarmu?
Jika begitu,
silakan, kau boleh menghajar Akki.
Ya, Sersan, hajar aku… Hei! Kau yang memulainya, 'kan?
Apa? Kau menendangnya sekuat tenaga di sini.
Kau menyuruhku memulainya.
- Hei! - Apa?
Cukup main-mainnya.
Kalian semua tak berguna, gagal, pecundang sejak sekolah.
- Kalian idiot! - Apa?
Idiot?
Sersan, tunggu.
Data apa itu?
Begini…
"Potongan data" adalah istilah yang lebih tepat.
Ini gambar dan video
yang tersembunyi di dalam mobil tim agen lama,
yang diparkir di berbagai tempat
sementara mengumpulkan informasi tentang Foniks di Pha Mok.
Tapi kudengar berkas-berkas itu musnah
- saat semua agen terbunuh, 'kan? - Ya, Sersan.
Itu sebabnya kusebut potongan.
Berkas-berkas ini diunggah ke penyimpanan awan.
Sekalipun dihapus,
bisa kupulihkan dengan AI.
Hei.
Wah.
Hei.
Tunggu, itu Nona Duangnet, putri Direktur Pantong.
Tapi tim agen lama sudah musnah.
Bagaimana mungkin? Tanggal unggahan
sebelum dihapus adalah satu pekan
setelah seluruh tim terbunuh.
Duangnet juga resmi tercatat tewas dalam misi itu.
Pria di sampingnya itu
diduga menjadi bagian dari jaringan Foniks.
Jadi, itu berarti…
Nona Duangnet adalah mata-mata.
Tidak pernah kubayangkan
putrimu bisa sekejam ini.
Bagaimana bisa dia biarkan agen kita tewas tepat di depannya?
- Orang begitu tak bisa diampuni. Jahat! - Cukup.
Dadaku sudah terasa remuk.
Sekalipun dia putri tercintaku,
jika dia mengkhianati kita dan membunuh orangnya sendiri, tak akan kuampuni.
Aku sendiri yang akan menyeretnya ke penjara.
Tapi jika kita pergi ke Pha Mok sekarang,
Foniks akan segera tahu
bahwa pemerintah belum menghentikan pembersihan.
Mengerti?
Jadi, kau hanya akan membiarkannya?
Hei.
- Hei. - Sersan.
- Sersan. - Wah.
Menyamar seperti itu,
kau akan pergi sendirian?
Kalian semua sampah.
Jika aku tak membantu, kalian semua akan sudah mati dalam sepekan.
Jangan bilang kau akan menghadapi putri Pantong sendirian, Sersan.
Aku akan menangkapnya,
- mengorek rahasianya, membuatnya bicara. - Wah.
- Bagaimana itu? - Ya.
- Lalu, tugas selesai. - Wah.
Biarkan kami membantu, Sersan, kalau-kalau kau tak bisa menanganinya.
- Ya, kami akan membantu. - Hei.
- Dia hanya sekecil ini. - Apa?
Dorong dua kali dan dia akan menjerit.
Kalian harus berkemas dan pulang.
- Dasar pecundang. - Apa?
- Yang benar saja, Sersan? - Hei.
Apa kau serius?
Kau sungguh pergi sendirian?
Kalian para idiot.
Perhatikan baik-baik.
Kau akan melihat cara veteran melakukannya.
Hei.
- Sersan. - Kau tak akan berhasil sendirian.
- Hei. - Kau tak bercanda?
- Dia benar-benar pergi… - Hei.
Apa-apaan?
- Masih belum ada kabar terbaru? - Sama sekali tak ada.
Tidak ada jejak.
Siapa mereka?
Apa kita harus menggeledah semua orang di Pha Mok?
Jika kita melakukan itu,
para penjudi dan investor akan kabur.
Pelan-pelan saja, semua orang di sini milik kita.
Kita akan menemukan mereka.
Terima kasih atas tumpangannya.
Tunggu.
Bos mau kau membawa ini.
Dia mengkhawatirkan keselamatanmu.
Tidak usah.
Perintah tetaplah perintah. Simpan saja.
Dia tak mudah memercayai siapa pun.
Wah.
Kenapa itu ada di mana-mana?
Petunjuk.
Waktu yang tepat. Mereka sedang bersenang-senang.
Hei, apa-apaan?
Hei.
Hei.
- Aduh! Kau kuat. - Cukup.
Apa? Dasar jalang! Tidak akan kuampuni meski kau wanita!
Hei!
Hei!
Wah, pisau juga?
Pakai pisau? Hei.
Pisau dan bantal? Semua sekaligus?
Kalian benar-benar berkemas?
Begitu Sersan selesai menanyai putri Direktur Pantong
dan menemukan bos Foniks, misinya berakhir, bukan?
Untuk apa kita tetap di sini?
Tapi dia sudah pergi cukup lama.
No comments yet. Be the first to leave one.