The first 200 lines.
Fb : Adi Heryanto & IG : adiheryanto402
Donasi BCA : 8180472941 / Donasi OVO : 089505229520
"EXchange 3"
"EXchange 3"
Aku akan memperkenalkan tamu kita terlebih dahulu.
Ada Kim Yo Han dari WEi.
"Kim Yo Han dari WEi"
Halo, pemirsa EXchange 3. Aku Kim Yo Han. Senang bertemu.
"Jeong Ki Seok"
Kudengar kamu menyukai acara kami.
Ya, aku sangat menyukainya. Aku menonton semua episodenya.
"Kim Ye Won"
Jadi, apa yang kamu suka dari acara kami?
Apa yang membuatmu menyukai acara kami?
Semua peserta memiliki kepribadian yang berbeda.
Kwang Tae memiliki pesonanya sendiri.
Dia punya watak yang berbeda. - Ya.
Orang yang mengecewakanku
adalah Hye Won. - Begitu rupanya.
Masalah sudah menumpuk sejak Episode Delapan.
Selama beberapa hari terakhir, keadaan menjadi gila di malam hari.
Benar. - Sesuatu terjadi tiap malam.
Mereka selalu punya masalah pada malam hari.
Inti dari EXchange 3 adalah malam hari.
Benar.
Keadaan selalu menjadi makin buruk sebelum fajar.
Kenapa wajahmu merah sekali?
Rasanya wajahku akan meledak. - Benarkah?
"Hwi Hyun, Seo Kyung, dan Kwang Tae minum bersama"
Kamu kuat minum.
Wajahmu tidak berubah.
Wajahku tidak memerah. - Benar.
Denyut nadiku cepat sekali.
Siapa yang mau merasakannya?
Sekali saja. Sungguh.
Berdetak sangat cepat.
Coba rasakan. - Kamu seperti mencekiknya.
Bukankah kamu harus keluar?
Apa? - Cepat, bukan?
Dan panas.
Kamu baik-baik saja? - Sentuh milikku. Apa itu berdetak?
"Mereka memeriksa arteri karotis satu sama lain"
Itu normal.
Denyut nadiku sangat normal.
Dan tingkat energiku terlalu rendah.
Sepertinya tidak serendah itu.
Kamu tampak energik seperti biasanya.
Aku agak... - Kamu memang tampak agak depresi.
Apa aku depresi?
Aku bisa depresi jika tidak mendapat pesan.
Kenapa kamu depresi? - Jangan mencoba membohongiku.
Kamu tidak mendapat pesan? - Aku tidak bisa memberitahumu.
Dia mendapat pesan dari semua wanita.
Dari kami semua? - Ya.
Apa yang harus kulakukan dengan ini?
Penyemangat kita datang.
Aku harus tidur lebih awal.
Ayo tidur tengah malam. - Baiklah. Aku pergi lebih awal.
Aku yakin kamu mendapatkannya.
"Kamu yang menerima pesannya"
Menurutmu begitu?
Entahlah.
Aku benci diriku.
Astaga, tidak. - Kenapa...
Kenapa kamu bersikap seperti ini? - Sikapmu aneh.
Sikapmu aneh hari ini. - Kenapa kamu menyalahkan dirimu?
Dia aneh.
Kurasa kamu mengirim pesan dan tidak menerima balasan.
Bukan begitu.
Aku yakin begitu. - Itu selalu terjadi kepadaku.
Aku juga. - Bukan itu alasannya.
Tapi aku tidak keberatan sekarang. - Benarkah?
Bukan itu alasanku seperti ini. - Tidak?
Kurasa aku sudah selesai
menenangkan diri.
Itu mungkin saja. - Sungguh.
Itu tindakan yang tepat.
Dan aku...
Aku mau tidur.
Aku mengantuk sekarang.
Aku akan mencuci piring. - Aku...
Aku terlalu mengantuk. - Kamu harus tidur.
"Malam yang membingungkan menjadi makin gelap"
Aku harus tidur.
Aku mengantuk.
Astaga, ini... - Sangat mengantuk.
Ini cantik sekali.
Kamu minum banyak?
Tidak.
Kurasa ini tidak cocok untukku.
Ini... - Apa?
Ini tidak cocok untukku. - Maksudmu minumannya?
Apa yang kamu minum? - Kamu banyak minum.
Coba sentuh di sini. - Aku?
Berdetak sangat cepat. - Tidak.
Dia mulai lagi. - Sentuhan seperti itu.
Godaan arteri karotis.
Kurasa denyut nadi Seo Kyung berdetak sangat cepat saat mabuk.
Pasti panas dan berdetak kencang. - Benar.
"Sentuh sekali saja."
Coba sentuh di sini. - Aku?
Berdetak sangat cepat. - Tidak.
Haruskah aku turun? Tidak? - Tidak.
Tidak. - Kamu tidak keberatan?
Kamu yakin?
Kami minum banyak anggur.
Dia manis sekali.
Dia berbaring seperti mayat.
Dia tampak sangat lelah.
Kenapa berisik sekali?
Di luar? - Ya. Ini hari Minggu.
Coba kulihat.
"Ju Won dan Yu Jung keluar ke teras"
Mereka tampak bersemangat.
Besok, jika tidak keberatan... - Ya.
Aku mengajakmu pergi menembak. - Ya.
Aku mau pergi.
Aku ingin pergi jika ada waktu.
Dimulai pukul 11.30 siang. - Pukul 11.30 siang?
Bagus. - Jika tidak masalah bagimu
saat berbelanja bahan makanan, - Baiklah.
aku ingin ikut denganmu.
Baiklah.
Mari kita lakukan itu.
Kamu mau memukulku? - Baiklah.
Astaga, tidak. Tidak apa-apa. Aku sungguh tidak keberatan.
"Ju Won merasa tidak enak karena tidak mengirim pesan padanya"
Aku tidak bertemu denganmu hari ini.
Selalu... - Aku hanya memikirkan perasaanku,
bukan situasiku sekarang.
Alih-alih kegiatanmu hari ini? - Benar.
Kamu terus menyebutkan hari ini,
jadi, aku berkata, "Baiklah. Jangan kirimi aku pesan."
"Kenapa kamu terus mengatakan itu? Jangan kirimi aku pesan."
"Baiklah. Aku akan melakukan apa yang kuinginkan."
Aku terus bergumam sendiri. - "Lakukan apa yang kamu inginkan."
Tentu saja, kamu bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan.
Jadi, kupikir kamu ingin aku mengerti.
Itu seperti...
"Berteriak"
Semua berjalan lancar di sini.
Mereka membicarakan banyak hal.
Saat ada sesuatu yang bisa menyebabkan kesalahpahaman,
Ju Won mencoba - Benar.
untuk membicarakannya dan segera membuat Yu Jung merasa lebih baik.
Karena itulah Seo Kyung putus dengannya.
Dia butuh waktu untuk menenangkan diri,
tapi Ju Won langsung berusaha berbaikan.
Benar. - Dia ingin bicara.
Watak mereka berbeda.
Kurasa itulah yang menjadikannya pasangan yang cocok
untuk Yu Jung. - Kurasa begitu.
Kurasa dia tipe orang yang ingin segera berbaikan.
Mereka sempurna untuk satu sama lain.
Kurasa wanita tidak terlalu peduli dengan situasi mereka.
Mereka hanya mengikuti hati mereka.
Benar, bukan?
"Chang Jin keluar saat itu"
Aku berharap kamu mengirimkannya kepada mantanmu.
Begitu rupanya. - Itulah yang kupikirkan.
Yang baru saja kamu katakan...
"Dia bisa mendengar suara Yu Jung dari lantai satu"
Omong-omong...
Itu sangat kuat. - Benar.
Benar-benar berbeda.
Seo Kyung, kenapa kamu berbaring di sini?
Jantungku berdebar kencang sekarang.
Jantungmu berdebar kencang?
Kamu harus minum banyak air.
Aku harus mengambilnya.
Minum obatnya, dan kamu akan merasa lebih baik.
Kamu banyak minum hari ini, bukan? - Ya.
Tidak, itu artinya kamu tidak mengerti.
Aku... - Apa maksudmu...
Itu Yu Jung dan Ju Won.
Suara mereka seperti...
Aku harus tidur.
"Seo Kyung tidur"
Selamat malam.
Dia berpura-pura tidur, tapi mendengarkan mereka.
Dia mendengarkan. - Benar.
Dia mungkin mendengar bagaimana Ju Won mengajak Yu Jung berkencan.
Dia pasti mendengarnya. - Mungkin saja.
Ju Won mengajaknya pergi menembak. - Dia mungkin mendengarnya.
Tampaknya menyenangkan.
Apa itu tampak menyenangkan?
"Ju Won dan Yu Jung turun"
Lampu di lantai satu indah.
Benar. - Sungguh.
Itu usia yang manis.
Aku ingin punya anak pada usia muda.
Jadi... - Bayi?
Ya, bayi.
Hei. - Maaf.
Maafkan aku. - Astaga.
Ini.
Permisi. - Apa itu memercik ke wajahmu?
Aku melihatnya dengan jelas.
Aku melihat gelembungnya keluar dari mulutmu.
Kenapa? Aku serius.
No comments yet. Be the first to leave one.