Release info

바람과--구름과--비-Kingmaker: The change of Destiny-E02-NEXT iQIYI
바람과--구름과--비-Wind Clouds and Rain E02-NEXT iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-05-23
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Sub bY iQIYI

Kau kembali,

Bong-ryun.

Kau masih ingat aku?

Bagaimana aku bisa melupakanmu?

Aku sudah menunggu lima tahun,

di atas bukit dengan pita yang diikat di pohon.

Begitukah?

Bagaimana kabarmu?

Kenapa kau tiba-tiba pergi?

Nanti kuberi tahu.

Kau

tidak senang bertemu denganku?

Bong-ryun!

Kubilang, kau tidak senang bertemu denganku?

Beraninya kau menyentuhnya!

Aku harus menebas lehermu!

Tuan Putri?

Apa maksudmu...

Mundur!

Dan-ah, hentikan!

Dia putra dari Tuan Ganghwa.

Mundur dan tunjukkan rasa hormatmu!

Dia Tuan Putri kami.

Pada waktunya, aku akan memberitahumu segalanya.

Aku pergi.

Pernikahan ini terlalu mewah untuk putraku.

Tolong pertimbangkan kembali.

Jika kau setia pada kerajaan, bagaimana bisa menolak perintah Raja?

Tunda keberangkatan kapal barang dan atur pertunangan.

Kapal barang akan berangkat sesuai jadwal.

Itu tidak akan ditunda.

Baik, terserah kau saja.

[Kekayaan keluarga kamilah yang Choi Gyung sita]

Semua uang yang kau rampas

dan gelapkan menyebabkan negara ini mengalami krisis ekonomi!

Hebat sekali.

Raja dan Choi Gyung sudah bersekutu.

Jika kapal barang mencapai Raja,

dia akan menghancurkan keluarga kita.

Masa depan keluarga kita bergantung pada misimu di Ganghwa.

Kau mengerti?

Ya, Ayah, aku akan menunda keberangkatan kapal.

Lalu, aku akan mengambil semua hartanya.

Kenapa kau tidak membunuh Choi Gyung saja?

Jika sesuatu terjadi kepadanya,

kapal akan segera ditutup dan berlayar.

Itu tidak akan berhenti di pelabuhan mana pun dan langsung menuju

ke pengawal kerajaan di Hanyang.

Jadi, keluarga kita tidak akan bisa ikut campur.

Sebagai gantinya, kita biarkan dia hidup dan desak dia.

Kyung Choi punya anak lajang?

Ya, Ayah.

Bawa Tuan Putri bersamamu.

Bahkan Choi Gyung tidak bisa menolak lamaran pernikahan kerajaan,

jadi, dia harus menunda keberangkatan.

Putranya baik dan berguna.

Kita bisa menjadikannya pengikut kita.

Ya, Ayah.

Dia cenayang terbaik di Hanyang.

[Gwansanggam, khusus geografi, astronomi, matematika]

Dia datang untuk melihat Feng Shui di negeri ini

dan memutuskan mengunjungi Anda, gubernur lokal.

Bagaimana jika kau meramal mereka?

Haruskah, Tuan?

Wajahmu bagus.

Kau lahir tanggal dan pukul berapa?

Maksudmu aku?

Dia gagal dalam ujiannya selama bertahun-tahun.

Apa dia akan sukses tahun ini?

Aku lahir pada tahun Monyet, pada hari ke-18 bulan keenam.

Seperti batu yang dikubur di gurun kering.

Kau sebaiknya tidak mengharapkan kejayaan.

Ikuti saja teman yang hebat

dan harapkan yang terbaik.

Begitukah?

Teman yang layak? Maksudnya kamu, Chun-jung!

Tuan Muda, bagaimana denganmu?

Tidak, terima kasih.

Lahir pada tahun 1984, tanggal 28 Mei.

Dan waktunya?

Aku tidak tahu.

Aku dikirim ke Gyeongsang sebagai gubernur sementara

dan melewatkan kelahirannya.

Tanpa waktu lahir, aku tidak bisa membaca akurat.

Dia naga.

[Seekor naga hitam terbang dari dataran luas.]

Namamu akan dikenal di seluruh negeri ini!

Dengan kebijaksanaan dan kekuatan,

kau layak menjadi jenderal yang hebat.

Apa? Putra Gubernur Choi adalah orang seluar biasa itu?

Cukup!

Serta belahan jiwamu sangat dekat!

Apanya? Belahan jiwa?

Tuan Rumah!

Di mana kamar mandinya?

Bagaimana bisa aku diam saja saat kau meracuni telinga pemuda ini?

Aku akan membantunya mencuci telinganya.

Maksudmu, ucapanku adalah racun?

Kelancangan apa ini?

Maaf, Tuan!

Selalu ada orang gila yang mencoba merusak hari!

Lama tidak bertemu, Kyung!

Lepaskan dia, dia teman lamaku.

Temanku, sudah 10 tahun, cara masuk yang bagus!

Dia teman terlamaku.

Orang-orang mengenalnya sebagai Biksu Alam.

Biksu Alam?

Biksu ini memprediksi

datangnya Kaisar Xiangfeng saat dia masih kecil.

Dia biksu yang hebat.

Apa itu benar-benar dia?

Boleh aku bergabung di meja Anda?

Tentu.

Chun-jung, biar kusembuhkan telingamu.

Dengarkan baik-baik.

Kau memang naga hitam.

Naga punya kekuatan besar, tapi kurang cakap,

dan terbang tinggi, tapi juga jatuh dengan keras.

Sebentar lagi kau akan mengalami kekalahan dan kehilangan yang hebat.

Selain itu, kau akan membuktikan ketidakpantasanmu terhadap pasanganmu

dan kau juga akan kehilangan dia.

Tapi...

Ada satu hal benar yang dikatakan pria itu.

Sebentar lagi, kau harus memilih di antara dua jalan.

Kau menyamarkan hinaan tentang hidupku sebagai penyembuhan?

Tolong ambil gelasku. Ini tanda terima kasihku.

Kau tidak memercayai ucapannya ataupun ucapanku.

Takdir dan masa depanku

bisa dikatakan dari berbagai narasi.

Ramalan seperti menyematkan cincin di telinga

dan menyebutnya anting-anting.

Kau baru saja mengajarkan dan membuktikan itu tidak berguna.

Siapa pun yang menyampaikan kebijakan kepadaku, bahkan pengemis, adalah

guruku.

Maksudmu, aku pengemis?

Kenapa Anda pergi begitu cepat?

Tadi baru mulai menarik.

Ayah tampak marah.

Dia memintaku pergi dengan matanya.

Benar. Setelah biksu itu bicara, dia tampak tertekan.

Tuan Muda!

Pesan dari Tuan Putri.

Tuan Putri? Tunggu...

Buka, Tuan.

Bong-ryun...

Maksudku... Tuan Putri, apa yang bisa kubantu?

Ada yang harus kita lihat, ayo.

Ke mana? Malam sebentar lagi tiba.

Ikuti aku.

Jika kuberi tahu kenapa aku berkeliaran di pelabuhan saat malam

dan menyelinap ke perahu...

Jika aku memberitahumu alasanku dan meminta bantuanmu,

maukah kau membantuku?

Membantu?

Kau dalam masalah?

Kau memintaku memercayai ini?

Tolong dengarkan aku.

Kecelakaan mengerikan akan terjadi di sini

dan aku tidak bisa melakukan apa pun.

Satu-satunya yang bisa kupercaya hanyalah Tuan Muda.

Tuan Putri, kau selalu berbeda.

Aku tidak akan pernah menganggap ucapanmu palsu.

Jika begitu, maukah kau membantuku?

Aku akan selalu datang menyelamatkanmu.

Tapi kau sudah tahu itu, bukan?

Tapi aku punya satu pertanyaan.

Apa yang mereka dapatkan

dari melakukan tindakan mengerikan itu?

Sejujurnya...

[Aku tidak yakin motif mereka. Mungkin uang, kekuasaan,]

Yang pasti, mereka akan lakukan apa pun.

Entah itu mengorbankan ratusan orang dan membakar tempat ini,

mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkan kemauan mereka.

Mengorbankan ratusan orang?

Aku akan mulai mencari dan mengamati, Bong-ryun...

Maksudku, Tuan Putri.

Lepaskan aku, Berengsek!

Kubilang lepaskan!

Kenapa, Tuan Muda?

Kenapa melakukan ini kepadaku?

Jangan mengharapkan kejayaan dan ikuti saja teman yang layak?

Ini kata-katamu untukku?

Apa?

Aku hanya menyampaikan apa yang tertulis.

Sekarang baca masa depanku yang sebenarnya.

Biar kucoba lagi...

Coba lagi, dan berusahalah lebih keras kali ini.

Permisi.

Kekuatanmu, Tuan Putri...

Jika bisa melihat kematian seseorang,

bagaimana dengan hal-hal baik?

Seperti kejayaan seseorang

atau siapa yang akan mencintai dan menyayangi mereka?

Kejayaan...

Aku pernah melihatnya sekali dalam satu orang.

[Min Ja-young, Calon Permaisuri Myeongseong]

Dia hanya seorang anak yang lewat.

Bagaimana dengan orang yang akan disayang dan dicinta?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left