The first 190 lines.
Pagi.
Ah, Akebi sudah datang!
Komichi, pagi.
Hah?
Pagi, Erika. Usagihara.
Wah, seragam musim panas! Pita merahnya imut!
Terima kasih.
Ah!
Wah.
Kalian juga imut banget.
Benarkah?
Ya.
Hei, ayo kita foto bareng.
Pagi.
- Ayo, foto! - Boleh juga.
Riri, pagi.
Pagi.
Wah, warna merah.
Kamu akan semakin menarik perhatian, loh!
Eh? Benarkah?
Iya. Dasar anak yang menarik perhatian.
Tapi, meski kita sudah ganti ke pakaian musim panas,
seharian ini kita harus pakai baju olahraga, ya.
Cuma ada sedikit pelajaran menjelang festival olahraga.
Aku senang banget!
Aku juga.
Iya!
Ayo kita semangat berlatih!
Obrolan kita yang disela bel dan sosokmu berselimutkan senja, buatku sukar ucap "dadah"
Awalnya, seperti ini.
Dengan menggunakan kaki kursi, lalu kita lilitkan berlapis-lapis.
Dengan menggunakan kaki kursi, lalu kita lilitkan berlapis-lapis.
Be-Begini, ya?
Ya, bagus.
Setelah melilitnya, kita ikat erat dengan pita yang dipotong di tengah.
Setelah melepasnya, potong dengan gunting.
Lalu, kita kendurkan pita yang menyatu...
Wah!
Jadi!
Imut banget!
Lebih mudah dari perkiraanku.
Berumbai-rumbai.
Kamu hebat, Nawashiro!
Aku selalu bertanya-tanya kegunaannya pita vinil!
Kalau jadi pemandu sorak, pasti harus bikin pompon.
makanya kucari tahu cara membuatnya.
Oh, begitu!
Oke...
Kita akan mendukung mereka sekuat tenaga!
Oh!
Hm?
Kamu itu anggota ekskul tenis, 'kan?
Ya.
Kamu sendiri? Pernah main tenis?
Di vila, ada lapangannya. Aku pernah main sebentar.
Vila?!
Tapi, aku cuma sebatas main-main saja.
Aku akan berusaha agar tak menghambatmu.
Enggak sama sekali, kok.
Aku juga enggak jago.
Indah sekali, ya.
Kostum tenismu itu.
Eh?
Ah.
Terima kasih.
Wah!
Ada apa?
Ah!
Bukan apa-apa!
Ma-Maaf.
Kalem.
Pertama, kita lanjutkan reli tanpa tergesa-gesa.
Mari kita mulai dari beradaptasi dengan bolanya.
Baik.
Kurang diminati...
Satu serangan!
Orangnya sedikit banget.
Kalau enggak ada siswa yang datang berlatih,
peluang kita untuk meraih kemenangan sangat tinggi, ya.
Akan kuhajar habis-habisan!
Ya!
Akan kutunjukkan semangat ekskul tenis meja!
Apa di sini?
Ah, bukannya di sana?
Ah.
Ah!
Wah.
Tougeguchi?
Ah.
Akebi!
Apa tujuanmu kemari?
Aku mulai, ya!
Tu, wa!
Semangat!
Tenis meja!
Semangat!
Latihannya!
Semangat!
Tenis meja!
Semangat!
- Latihannya! - Berisik!
Sebenarnya, ada apa?
Ada apa?
Pemandu sorak!
Pemandu sorak?
Ya.
Tapi, kami masih kurang kompak.
'Gimana caranya jadi pemandu sorak?
Eh?
Hah?
Iya, ya.
Kalau membahas pemandu sorak,
yang kubayangkan itu pemandu sorak di sinetron luar negeri.
Melayang, melompat, dan menaikkan anggota dengan teknik lift.
Naik lift?
Eh?
Semangat! Semangat!
Semangat! Semangat!
Boleh juga.
Maksudnya, menaikkan rekan kita ke atas kepala.
Aku pernah melakukannya!
Oke!
Ah, hentikan!
Eh?
Tiba-tiba melakukan itu pasti bikin kaget!
Normalnya itu melakukan tarian yang mudah!
Tarian macam apa?
Apa kamu enggak pernah melihat pemandu sorak yang menari di tribune kejurnas?
Ah...
Contohnya.
Kayak begini.
Lalu begini.
Terus begini!
Wah.
Hebat, hebat!
Keren!
Kamu lebay, deh.
Dasar. Padahal kamu enggak punya pengetahuan di bidang itu,
tapi kenapa kamu mengajukan diri?
Soalnya, aku mau melihat teman-teman yang lagi berlatih.
Oh, begitu.
Baiklah, mau melakukannya bareng?
Ya!
Aku mulai, ya!
Tu, wa!
Semangat! Semangat! Ayumi!
Semangat! Semangat!
Minoru!
Wah.
Entah kenapa, kekuatannya tersampaikan padaku.
Yah, itu sudah lebih baik dibanding tadi.
Terima kasih, Tougeguchi!
Sebagai balasan, apa kamu mau kutemani berlatih tenis meja?
Aku menolaknya!
Padahal enggak perlu sungkan.
- Sudah kubilang... - Di sana ramai sekali.
Ya.
Ah.
Hebimori!
Hotaru!
Oi!
Halo.
Ah.
Hmm?
Semangat!
Semangat!
Oshizu!
Eh?!
Semangat! Semangat!
Hotaru!
Semangat! Semangat! Oshizu!
Semangat! Semangat! Hotaru!
Semangat! Semangat! Oshizu...
Semangat! Semangat! Hotaru!
Hotaru!
Terima kasih!
Apa tersampaikan?
Kita diajari hal bagus, ya.
Iya!
Jadi pemandu sorak bukan cuma berteriak. Tapi perlu keluwesan menari juga.
Bisakah aku melakukan lebih banyak hal?
Misalnya?
Eng...
Contohnya...
Ah!
Setelah ini, aku harus berlatih basket.
Walah.
Aku juga mau ke dojo.
Begitu, ya?
Kalau begitu...
No comments yet. Be the first to leave one.