The first 200 lines.
"Episode 47"
Hati-hati.
Baik.
Nona Kim.
Pegang tanganku.
Terima kasih.
Do Ran.
Terima kasih, Pak Kang.
Terima kasih, Pak Kang.
Tidak perlu sungkan.
Direktur Wang.
Tolong jaga Do Ran dengan baik.
Do Ran.
Hiduplah dengan bahagia.
Go Rae, bagaimana penampilan bibi?
Mempelai wanita akan iri dengan Bibi.
Bibi tampak menawan hari ini.
Sungguh?
Ayo pergi.
Kak, sedang apa?
Kakak akan terlambat menghadiri pernikahan.
Go Rae.
Ada apa, Bu?
Bukan begitu...
Hanya
ibu kesakitan di dalam.
Ibu tidak tahu apa yang terjadi.
Perut samping? Apakah sakit?
Entahlah.
Sudah sakit sejak tadi.
Mungkin ibu sakit perut.
Mungkin punggung ibu.
Ibu sakit.
Kak, bukankah itu sakit perut?
Tapi kenapa samping Kakak yang sakit?
Astaga.
Astaga. Rasanya seperti mau mati.
Go Rae, sakit sekali.
- Ibu. - Kak!
Baiklah, Bu.
Akan kuberi tahu mereka.
Baik.
Ibu.
Ibuku dilarikan ke IGD.
Jadi, dia dan Kak Go Rae tidak akan datang hari ini.
Ibumu dilarikan ke IGD?
Ada apa dengannya?
Apa dia pingsan?
Jangan khawatir, Bu.
Bukan masalah besar. Hanya batu ginjal.
Batu ginjal?
Ibu takut. Ibu kira penyakit parah.
Syukurlah bukan penyakit parah.
Dia sungguh ingin menghadiri pernikahan ini.
Tapi karena kondisinya,
dia mau aku menyampaikan permintaan maafnya.
Bilang tidak perlu.
Ibu juga tidak senang dengan pernikahan ini.
Dia sungguh tidak perlu datang.
Dia tidak perlu merasa bersalah sama sekali.
Yang benar saja. Cukup. Besan bisa mendengarmu.
Besan?
Yang benar saja!
Ayah.
Sayang.
Jangan menyelaku.
Aku tidak bicara dengan tajam sepertimu.
- Apa katamu? - Hentikanlah.
Kamu membuat Dae Ryook tidak nyaman.
- Selamat. - Terima kasih.
Kamu baik-baik saja?
- Selamat. - Terima kasih.
- Selamat. - Selamat.
Terima kasih sudah datang.
Selamat.
Anda tampak keren, Direktur Wang.
Terima kasih.
Terima kasih.
Halo.
Selamat.
Dia bibiku.
Halo.
- Selamat datang. - Halo.
Bi, Ibu baik-baik saja?
Ya, dia tidak apa-apa.
Bibi mencari seseorang?
Tidak sama sekali.
- Selamat. - Terima kasih.
Bibi.
Ibu amat menakutiku.
Bibi tahu.
- Bibi mencari siapa? - Bukan siapa-siapa.
- Pasti ini. - Kurasa begitu.
- Ayo. - Ayo.
Foto, satu, dua.
- Selesai - Terima kasih.
Terima kasih sudah datang.
Tidak perlu sungkan. ini hari pernikahanmu.
Aku harus datang.
Nek, bukankah dia tampak menawan sekarang?
Dia tampak seperti aktris.
Dia tampak seperti peri yang jatuh dari langit.
Peri?
Seperti yang Nenek bilang, jika dia peri,
suaminya?
- Penebang kayu! - Penebang kayu!
Kuharap ayahnya di sini untuk melihat ini.
Pasti menyenangkan.
Kenapa Nenek mendesah terus pada hari yang baik ini?
Bukan apa-apa.
Tapi...
- Do Ran. - Ya?
Mempelai wanita, upacara akan segera dimulai.
Tolong bersiap.
Baik.
Astaga.
Apa dia orangnya?
"Uang untuk mengasuh"?
Pasti dia.
Tidak mungkin ada dua ibu, bukan?
Aku penasaran apa mereka sungguh memberikan uangnya.
Aku tahu, bukan?
Aku juga penasaran.
Dia tampak amat normal.
Tapi bagaimana bisa dia bicara seperti itu?
Selanjutnya,
mempelai wanita dan pria akan masuk.
Hadirin sekalian,
mari kita sambut mereka dengan tepuk tangan meriah.
Mempelai wanita dan pria.
Silakan masuk!
Dong Chul pasti
amat senang melihat ini jika dia masih hidup.
Sayang.
Apa kamu menyaksikan ini?
Putri ayah, Do Ran.
Ayah senang melihatmu
menikah sebagai orang dewasa yang baik.
Terima kasih.
Terima kasih banyak, Do Ran.
Tunggu, bukankah itu ayahnya Do Ran?
Aku pasti salah.
Tidak mungkin dia di sini.
Ada apa?
Kenapa kamu menangis?
Tapi
aku juga emosional,
teringat pernikahanku sendiri.
Tidak, aku kelilipan.
Matamu kelilipan?
Biar kulihat apa bisa kutiup.
Apa yang kamu lakukan?
Ayolah, lebih bagus jika ada yang meniupnya
- pada saat seperti ini. - Tidak, terima kasih.
Kurasa sudah tidak apa-apa.
Aku sudah baik-baik saja.
Sungguh?
Ya.
Omong-omong, Pak Kang.
Bisakah kamu tetap datang bekerja sukarela hari ini
walaupun sibuk dengan pernikahan ini?
Aku tidak yakin apa bisa memanggang sendiri.
Apa yang harus kulakukan?
Aku mungkin bisa
setelah mengantarkan Nyonya Park pulang
seselesainya pernikahan.
Anak-anak pasti menunggu, jadi, aku harus pergi.
Baguslah.
Apa yang harus kita panggang hari ini?
Bagaimana dengan cream puff dan biskuit berbentuk hewan?
Kita punya cetakan berbentuk hewan kali terakhir.
Benar juga. Anak-anak akan menyukainya.
Aku akan membuat biskuit berbentuk hati juga.
Omong-omong,
siapa yang memberikan syal itu?
Kamu terus mengenakannya.
Kamu penasaran dengan banyak hal.
Ini tidak sulit,
jadi, kenapa kamu tidak bisa menjawabnya.
Mari masuk kembali.
Pria atau wanita?
- Beri tahu saja itu! - Mempelai pria dan wanita.
Berjalan!
Bahagialah!
Selamat!
Bu Oh mau kamu mengambilkan ponselnya di mobil.
- Ponselnya? Baik. - Ya.
Itu sungguh dia.
Itu ayahnya Do Ran.
Kenapa dia di sini?
Tunggu. Permisi!
Permisi!
Nenek ke mana? Nenek.
Permisi.
Permisi.
Ayahnya Do Ran!
Ada apa? Anda baik-baik saja?
- Nenek. - Anda baik-baik saja?
Ada apa, Nek? Nenek.
Nenek baik-baik saja?
No comments yet. Be the first to leave one.