The first 200 lines.
Kalau kau berangkat besok,
Aku takkan bisa melihatmu lagi beberapa tahun ke depan.
Aku ingin mewakilimu memberikan ini padanya.
Tapi dia tidak datang.
Haruskah aku menyimpannya untukmu disini?
Atau kau mau mengambilnya kembali?
Ini aku.
Aku akan pergi jika aku bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya.
Karena ini adalah yang terakhir kalinya.
Ini adalah akhirnya.
Chan Joo, apa kau dengar?
Chan Joo!
Seo Chan Joo!
Kau dimana sekarang?
Hello?
Chan Joo!
Bisakah kau.. membawaku?
Tak perduli kemana.
Ketika dia dibawa datang,
Keadaannya sangat buruk karena hypothermia.
Tapi dia sudah melewati masa kritisnya.
Dimana dia ditemukan?
Dia ditemukan berbaring di pemakaman.
Para pendaki menemukannya.
Dia dibawa besok paginya.
Dia pasti sudah disana sepanjang malam.
Akan lebih baik jika dia dibawa ke rumah sakit Seoul sesegera mungkin.
Dalam 10 menit, ambulan akan datang.
Okay, terima kasih.
Beritahu aku sekarang.
Ada apa?
Kenapa kau kembali?
Bukan.
Kenapa kau meninggalkanku?
Jika kau tidak meninggalkanku seperti itu,
Aku tidak akan semenyedihkan Sekarang.
Sesuatu terjadi bukan?
Lihat aku.
Lihat aku.
Masih belum terlambat.
Jika kau memutuskan,
Kita bisa kembali bersama.
Aku...
Aku akan berangkat besok.
Mulai sekarang,
Aku tidak ingin hidup dalam penyesalan lagi.
Kita...
Berbahagia selama 7 tahun itu.
Bukan begitu?
Sekali lagi,
Bisakah kita kembali dan hidup seperti masa itu?
Kau...
Aku tidak akan membuatmu menangis lagi.
Chan Joo,
Maukah kau masuk ke dalam?
Tentu.
Tunggu sebentar.
Maafkan aku.
Biarkan aku mengantarmu.
Tidak, lebih baik aku pergi sendiri.
Chan Joo!
Tolong biarkan aku.
Aku mohon padamu.
Maafkan aku.
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau terluka?
Maafkan aku. Aku salah belok.
Apa kau mau aku membantumu berdiri?
Kau adalah walinya bukan?
Bisakah kau mendaftarkan dia dulu?
Bisakah kau memberikan informasi si pasien?
Tolong nama dan nomor keamanan sosialnya.
Namanya Hong Ran.
Nomor keamanan sosialnya adalah... Sebentar.
Apakah tidak apa-apa jika aku ambil foto?
Jika aku menemui orangtuaku,
Aku ingin membawa fotomu.
Aku ingin menunjukkan pada mereka bagaimana kau sekarang.
Bila nanti aku pergi bersamamu,
Aku bisa menunjukkan pada mereka sendiri.
Tapi tetap saja.. untuk sekarang.
Bisakah kau berhenti makan sebentar?
Ini dia.
Satu, dua, tiga!
Tersenyumlah sedikit!
Satu, dua, tiga. Senyum!
Tolong bacakan nomornya padaku.
Tentu.
Nafas dan detak jantungnya sudah normal.
Begitu dia sadar, dia akan baik-baik saja.
Ho Gee!
Aku sudah menemukan Ran.
Siapa itu?
Chan Joo, kau...
Kau... apa yang terjadi?
Masuklah dulu.
Hello?
Dia ditabrak motor pengantar makanan.
Sepertinya dia tidak bisa pulang, jadi dia datang ke sini.
Badannya terkena saos.
Dia tidak terluka bukan?
Dia sedikit gemetaran, tapi...
Dia baik-baik saja.
Begitu.
Oh ya,
Jin Se...
Tidak ada apa-apa yang terjadi kan?
Ya?
Lupakan saja.
Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan datang dan menjemputnya?
Tidak apa-apa.
Bisakah kau membiarkan dia menginap semalam disana?
Itu akan lebih baik bukan?
Dia juga harus bekerja besok pagi.
Kalau begitu, terima kasih sudah merepotkan.
Okay.
Baiklah kalau begitu.
Aku baru saja berbicara dengan Jin Se di telpon.
Kedengarannya dia sudah menunggumu sepanjang malam.
Dan,
Aku juga mengatakan padanya bahwa kau menginap disini malam ini.
Chan Joo,
Kenapa kau begitu lama mandinya?
Keluarlah. Aku sudah buatkan susu hangat untukmu.
Hey, Ran!
Kau sudah bangun?
Aku siapa?
Apa kau mengenalku?
Hey, you tolol!
Jika kau ingin pergi ke makam orangtuamu, aku bisa ikut pergi.
Kenapa kau pergi sendirian dan pingsan?
Jika para pendaki itu tidak menemukanmu,
Kau bisa mati disana. Kau tau tidak?
- Ngomong-ngomong, Ho Gee! - Ya?
Siapa yang membawaku kesini?
Hmm... Kau kira siapa yang membawamu ke sini?
Tentu saja petugas penyelamat yang membawamu ke sini.
Apa kau kedinginan?
Kau!
Apa yang terjadi semalam?
Apa?
Apa kau tau Chan Joo datang kesini semalam?
Dia bertanya kepadaku dimana Ran tinggal.
Apa?
Kupikir dia tau sesuatu dan menanyakannya padaku.
Jadi aku menyebutkan gudang.
Apa aku membuat kesalahan besar?
Untuk beberapa alasan, oops keluar begitu saja dari mulutku.
Jangan khawatir dan beristirahatlah.
Ketika badanmu sakit, beristirahat adalah penyembuhnya.
Maafkan aku.
Membuatmu khawatir dengan banyak hal.
Aku akan datang siang ini.
Kau...
Gudang atau apapun...
Apa kau kaget melihat dimana dia tinggal?
Pertama sekali, aku juga kaget.
Chan Joo,
Menurut Han Soo, tidak ada apa-apa.
Gudang itu awalnya memang kosong. Kenapa menyia-nyiakannya?
Ketika ada seorang perempuan tidak punya tempat untuk tinggal,
jadi memikirkan apapun yang membikin gila.
Pergilah. Pergilah ke kantor.
- Kau bisa terlambat. - Oh,
Okay, kalau begitu.
Istirahatlah.
Aku tidak membawa mobil, jadi kau bisa memakainya.
Jin Se,
Chan Joo sakit, jadi dia tidak bekerja.
Dia ada di rumahku sekarang.
Apa kau ada pesta perpisahan semalaman?
Sehari sebelum kita berangkat, kau tidak pulang ke rumah?
Apa kau punya waktu saat makan siang?
Aku ingin mendiskusikan dokter penggantiku dengan Dr. Han.
Kau mandilah.
Akan kusiapkan sarapan dalam 30 menit.
Hai, sayang!
Aku ada di depan rumah sekarang.
Pergilah.
Apa?
Maafkan aku.
Tapi aku sedang ingin sendirian.
Nanti aku akan menelponmu.
Apa yang kau bicarakan?
Ayolah kita bicara. Keluarlah sebentar.
Sekarang bukan waktu yang tepat.
Aku benar-benar minta maaf.
Sayang!
Aku meninggalkan bubur dan obat penahan sakit untukmu di depan pintu.
Sampai ketemu nanti malam di rumah.
Munich?
Itu tempat yang bagus untuk tinggal.
Kalau begitu,
Berapa lama kalian akan pergi?
Pertama-tama, kami mungkin akan tinggal selama 3 tahun baru memutuskan.
Jika dia suka tinggal disana,
Kami mungkin tidak akan kembali.
Direktur Eksekutif Choi punya banyak hal yang harus dikerjakan disini.
Presiden Baek pasti sedih harus melepaskanmu pergi.
Kau bilang di sana ada dokter yang bisa kau rekomenkan untukku.
No comments yet. Be the first to leave one.