The first 200 lines.
PARK HYUNG-SIK
JEON SO-NEE
PYO YE-JIN
YUN JONG-SEOK
LEE TAE-SEON
MASA MUDA KITA YANG MEREKAH
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF.
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL.
Bagaimana kalian bisa membiarkan hal macam itu terjadi?
Siapa yang memintaku memimpin interogasi?
Berani-beraninya kau membuatku mendengarkan kutuk yang menghina
dari syaman kotor itu?
Kau orangnya, bukan, Penasihat Negara Kanan?
Bagaimana Baginda bisa terpengaruh oleh kata-kata seorang pembunuh keji?
Mereka hanya sisa-sisa kumpulan pencuri.
Sisa-sisa kumpulan pencuri?
Kau menangkap Song, pimpinan pencuri itu, sepuluh tahun yang lalu
serta menerima tanah dan budak bagi hamba yang berjasa.
Jadi, bagaimana bisa masih ada pencuri tersisa?
Kau yakin sudah menaklukkan mereka?
Bukan itu saja.
Semua orang di sini terlibat.
Siapakah kalian?
Kalian disebut hamba berjasa dan dapat bayaran bulanan.
Jadi, apa yang kalian kerjakan?
Negara kalian Joseon atau keluarga kalian?
Kudengar semua orang dalam keluarga Cho bekerja di pemerintahan.
Kudengar gudang di Bukchon tempat kalian tinggal
bau daging dan ikan yang membusuk.
Apa saja yang kalian kerjakan
selain menambah harta dan kekuasaan?
Katakan yang sudah kalian lakukan
untukku, Putra Mahkota, atau Pangeran Agung!
Baginda, tentu saja kami juga merasa prihatin.
Penasihat Negara Kanan!
Jangan bicara lagi.
Aku tak mau mendengar apa pun darimu.
Kalau ada yang membicarakan...
yang terjadi hari ini saat interogasi atau menyebarkan rumor di luar istana,
dia tak hanya akan dihukum berat...
tetapi keluarga dan kerabatnya juga akan dihukum.
Kami akan melakukan sesuai yang Baginda perintahkan.
Panggilkan Sun-dol.
Apa?
Panggilkan Go Sun-dol.
Berhenti!
Berani-beraninya kau mencoba melukai teman dan murid magangku?
Tamat riwayatmu.
Itu terlalu berbahaya!
Jangan, mereka berdua.
SONG, GA, MYEOL, LEE
Aku harus menemui Yang Mulia.
Namun, dia sudah diusir.
Apakah kau terluka?
Kau tak apa-apa?
Ya, Guru.
Kau pasti ketakutan.
Kau pasti kesepian.
Ya, aku ketakutan...
dan kesepian.
Kau pasti frustrasi karena tak tahu harus melawan siapa.
Aku tak bisa melawan hantu, bukan?
Bukan hanya Putra Mahkota Hwan yang mereka incar.
Mereka berusaha mengutuk seluruh keluarga kerajaan
agar bisa mengambil alih Joseon.
Bolehkah aku mulai bekerja di Istana Timur lagi?
Kurasa itu bukan ide bagus.
Meski aku mengatakan itu,
aku sungguh berharap kau ada di sini saat ini.
Aku akan ke sana, Yang Mulia.
Aku akan berada di sisimu.
Bagaimana syaman itu bisa membicarakan
keluarga Song dari Byeokcheon?
Benar.
Kenyataannya pembunuhnya
adalah syaman dari Kantor Syamanisme.
Aku penasaran kenapa hantu Song merasukinya
padahal dia sudah meninggal sepuluh tahun lalu.
Bagaimana dengan pohon prem di istana?
Itu tersambar petir saat syaman itu berusaha mengutuk Baginda.
Tidakkah itu terlihat seperti kutukan hantu?
Astaga, jaga mulutmu.
Kita harus bentuk direktorat
dan menyelidiki kembali kasus Byeokcheon sepuluh tahun yang lalu.
Kita minta Baginda membuka kembali kasus yang sudah diselidiki?
Tuan Kim, tidakkah kasus dari sepuluh tahun lalu itu mengusikmu?
Baginda terus mengendalikan keluarga Cho,
jadi ini kesempatan kita.
Entah siapa pelakunya,
tetapi jelas ini peluang melemahkan kekuasaan keluarga Cho.
Baiklah.
Kurasa kalian semua mau tahu apa artinya ini,
jadi berkumpullah.
Arti dari ini adalah
keluarga Song akan menghancurkan keluarga Lee.
Artinya semacam itulah.
Siapakah keluarga Song?
Itu adalah keluarga Song dari Byeokcheon,
pimpinan para pencuri itu.
Lalu siapa keluarga Lee yang akan dihancurkan keluarga Song?
Astaga.
Raja, Putra Mahkota, Putra Agung, Putri, dan kerabat mereka
merupakan keluarga Lee!
Jadi, syaman Kantor Syamanisme itu dirasuki hantu keluarga Song
dan membunuh semua orang itu untuk mengutuk keluarga kerajaan?
Dan sebelum ke sini, kudengar
pohon prem di istana terbakar.
Apa karakter Tiongkok "pohon prem"? "Lee."
Hantu keluarga Song memberikan contoh.
"Aku akan membakar kalian semua
seperti pohon prem ini!"
Ada rumor mengenai Putra Mahkota dikutuk. Apakah itu sungguh benar?
Ya, ampun, apa yang terjadi di negeri ini?
Terjadi sesuatu di istana?
- Bukankah Kasim Go bersama kalian? - Dia sudah menuju ke istana.
Segalanya kacau di sini.
Kertas-kertas ini jatuh dari langit.
Ini.
SONG, GA, MYEOL, LEE
Bagaimana bisa cuma pohon prem yang terbakar
dari semua pohon di sini?
Apakah hantu sungguh ada
dan apakah itu membakar pohon premnya...
agar aku dan keluargaku bisa melihatnya?
Itu tak mungkin.
Itu pasti perbuatan manusia.
Yang Mulia, bau ini
mirip dengan bau mesiu yang digunakan di Gaeseong
saat mereka melatih prajurit.
Mungkin itu belerang.
Namun, apinya tak bisa bertahan selama itu dengan belerang saja.
Aku akan tanyakan ke master Manyeondang besok.
Ada apa?
Mereka prajurit yang menjaga syaman dari Kantor Syamanisme.
Mereka tewas semalam.
Perlihatkan mayat mereka.
Kukejar orang yang menembakkan panah itu,
tetapi kehilangan dia karena orang satunya muncul.
Ada berapa banyak mereka?
Dari siapa mereka mendapatkan perintah?
Sudah selidiki kelopak botannya?
Yang kudengar itu bisa jadi dari Asia Tenggara.
Kudengar mereka mengoleskan minyak di kelopak kering dan membakarnya.
Asia Tenggara...
Yang Mulia, Kepala Bagian Han datang.
Masuklah.
Ada bekas gigitan ular yang jelas di leher dan bahunya.
Menurutku ularnya sama dengan yang menggigit syaman itu saat interogasi.
Aneh, bukan?
Juga ditemukan belati berdarah di dalam penjara
tempat syaman itu ditahan.
Tampaknya dia pakai untuk torehkan huruf.
Kurasa tak mungkin mengetahui
siapa yang memberi belati dan ular ke syaman itu.
Kau masih mengejar Oh Man-sik yang lakukan trik insiden doa?
Ya, Yang Mulia. Dia memiliki kakak yang sudah meninggal.
Ipar dan keponakannya tinggal di Inchang, jadi dia sering ke sana.
Kutugaskan seorang anak buahku menyamar.
Jadi, kalau Oh Man-sik berusaha hubungi ipar dan keponakannya,
kita akan bisa menangkapnya.
Kita harus menangkapnya.
Dia mungkin terlibat dalam apa yang terjadi.
Apakah kau terkejut?
Dia mau melihat interogasinya, jadi...
Dia sudah melihatnya, kita tak bisa apa-apa.
Itu bukan salahmu.
Bagaimana keadaannya?
Dia hanya terkejut.
Dia akan pulih dengan sedikit beristirahat.
Akan kuseduh obat untuk membantunya tenang.
Terima kasih.
Ibu.
Siapa keluarga Song dari Byeokcheon?
Kau tahu siapa mereka, Kak?
Kau harus beristirahat. Saat kau pulih, ibu akan...
Aku mau tahu sekarang. Apakah keluarga Song masih hidup?
Ataukah mereka sudah menjadi hantu?
Tak mengetahui itu lebih menakutkan.
Apakah kau tahu, Dayang Han?
Sepuluh tahun yang lalu,
sekelompok pencuri muncul dalam pemberontakan di Byeokcheon.
Song adalah pimpinan para pencuri itu.
Bagaimana bisa seorang pencuri jadi hantu dan mengutuk keluarga kerajaan?
Apa yang terjadi kepadanya?
Penasihat Negara Kanan, yang saat itu Menteri Pertahanan,
pergi ke Byeokcheon dan menaklukkan para pencuri itu.
- Song juga... - Sudah cukup.
Ya, Ratu.
Apakah Kakek menaklukkan mereka?
Ibu, karena Kakek menaklukkan mereka,
dia juga akan menghentikan hantu Song, bukan?
Aku Song dan aku kembali karena orang tak bersalah di Byeokcheon
yang dibunuh dengan tak adil.
Aku mungkin sudah menjadi hantu,
tetapi rohku ada di takhta.
Keluarga Song akan menghancurkan keluarga Lee
dan menjadi raja!
Dasar pencuri hina!
No comments yet. Be the first to leave one.