The first 200 lines.
Oi.
Tatsumi,
sepertinya sudah saatnya kami pergi.
Kami akan lewat sini.
Lebih baik kau kembali.
Kalian ini bilang apa?
Kita bertiga seharusnya selalu bersa—
Kau sudah punya teman baru, 'kan?
Kau tak boleh bergantung pada kami terus!
Sampai jumpa, Tatsumi.
Kalau ada kehidupan selanjutnya, mari bertemu di sana kembali.
Tu-Tunggu.
Tunggu dulu!
Jangan.
Jangan tinggalkan aku sendirian!
Mimpi yang sangat menyakitkan.
Kelihatannya dia masih tidur.
Sepertinya hari ini Tatsumi akan dilatih olehku.
Ayo berjuang!
Pelatih yang ceroboh?
Selamat pagi.
Kacamataku! Kacamataku!
Selamat pagi.
perasaan yang kusembunyikan di hati
perasaan yang kusembunyikan di hati
kokoro ni kakushiteta omoi
kokoro ni kakushiteta omoi
perlahan kuukir dalam perkataanku
perlahan kuukir dalam perkataanku
sizuka ni kotoba de kizande
sizuka ni kotoba de kizande
berjalan sendiri tanpa ragu
berjalan sendiri tanpa ragu
fumidasu tesaguri na asu wo
fumidasu tesaguri na asu wo
'tuk meraih hari esok
'tuk meraih hari esok
tsuyoku mayoginai hitori de
tsuyoku mayoginai hitori de
kuingin bisa menerima masa depan apa pun
kuingin bisa menerima masa depan apa pun
donna mirai demo uketomeru watashi de itakute
donna mirai demo uketomeru watashi de itakute
jadi ku takkan berbalik lagi
jadi ku takkan berbalik lagi
ima wa mou furimukanai
ima wa mou furimukanai
berlari dengan tekad menuju dunia ketabahan
berlari dengan tekad menuju dunia ketabahan
hashiru shoudou ni makasete tsuyogaru sekai he
hashiru shoudou ni makasete tsuyogaru sekai he
percaya jika jawabannya sudah ditakdirkan
percaya jika jawabannya sudah ditakdirkan
kawaru unmei ni kotae ga arukou shinjite
kawaru unmei ni kotae ga arukou shinjite
mimpi yang kuukir jelas di hari itu
mimpi yang kuukir jelas di hari itu
ano hi senmei ni egaita kawaranai yume wa
ano hi senmei ni egaita kawaranai yume wa
pasti bisa menembus batas yang ada
pasti bisa menembus batas yang ada
kimeta genkai mo kanarazu koete yuku kara
kimeta genkai mo kanarazu koete yuku kara
suatu saat ku pasti meraih mimpi itu
suatu saat ku pasti meraih mimpi itu
yuruginai koe ni shite todokeru kitto
yuruginai koe ni shite todokeru kitto
dengan suara lantang dan terus maju
dengan suara lantang dan terus maju
itsuka mae yoritsuku sono toki made
itsuka mae yoritsuku sono toki made
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
Karya Akame
m 26 0 l 309 -1 l 318 1 l 309 2 l -263 1
BUNUH IMPIAN
BUNUH IMPIAN
BUNUH IMPIAN
BUNUH IMPIAN
Hm.
Apa akan baik-baik saja tugaskan Sheele seperti itu, ya.
Tenang saja.
Sheele mungkin akan akrab dengan Tatsumi.
Kenapa Bos seyakin itu?
Karena Tatsumi bisa memikat orang yang lebih tua dari dia.
Aku!
Selanjutnya, aku mau antre jadi pelatihnya.
Ya, 'kan? Bahkan itu sudah jadi bakat alaminya.
Apa-apaan itu? Tak adil!
Untuk membunuh, kita harus memberinya pengalaman.
Bagaimana?
Kata-kata yang bagus, 'kan?
Sepertinya tidak, ya?
Untuk makan siang, aku akan buat tahu mabo dalam sup daging.
Bagaimana?
Eh, bukankah seharusnya tahu ya tahu dan daging ya daging?
Setuju!
Dan aku ingin taruh ayam goreng di atasnya.
Bagaimana?
Bukankah terlalu banyak? Dagingnya tak perlu sebanyak i—
Setuju!
Wanita di Night Raid karnivora semua.
Kau bisa berenang dengan zirah itu, selamat, ya.
Berat sekali, benar-benar latihan yang keras.
Ini adalah latihan penting berdasarkan kurikulum pelatihan pembunuh.
Karena aku tak punya tugas penting di markas,
jadi aku bisa konsentrasi untuk melatihmu.
Kenapa kau tak dapat tugas?
Saat memasak,
aku membakar dagingnya dan membuat marah Akame.
Dagingnya...
Saat bersih-bersih, aku malah buat kekacauan besar dan buat tugas Bulat jadi bertambah.
Santai saja, santai!
Saat berbelanja, aku salah bedakan antara gula dengan garam, dan Leone menertawakan aku.
Jumlahnya juga banyak amat!
Saat mencuci,
aku tak sengaja ikut mencuci Mine bersama dengan pakaian kotor.
Eh, yang terakhir itu tak perlu dipikirkan.
Sebenarnya, bagus.
Omong-omong, Sheele...
Saat aku pertama kali bertemu dengan lainnya, kau tak kembali ke formasi, ya?
Eh...
Sepertinya ada alasannya.
Tapi aku lupa.
Begitu, ya.
Maaf karena aku sangat bo—
Kacamataku, kacamataku.
Sheele, kenapa kaulakukan pekerjaan seperti ini?
Kalau diceritakan dari awal...
Aku tumbuh di daerah pusat ibu kota.
Bahkan sejak kecil, aku selalu saja ceroboh dan tak becus lakukan apa pun.
Selama hidupku, aku bahkan tak bisa banggakan satu hal pun.
"Mungkin ada baut yang hilang di kepalanya."
Orang-orang sering mengatakan hal seperti itu tentangku.
Tapi...
Ada seseorang yang sangat baik padaku.
Dia tak pernah mengejekku,
meskipun aku lakukan banyak kecerobohan di depannya.
Satu-satunya waktu yang membuatku bahagia adalah saat habiskan waktu bersama dia.
Sampai hari itu tiba...
Seperti biasa, aku sedang main di rumahnya.
Seorang lelaki muncul di depan pintu.
Dia adalah mantan pacar temanku.
Dia marah pada temanku karena sudah mencampakkannya,
dan bertingkah kasar di rumah temanku itu.
Tiba-tiba saja, dia memegang leher temanku dan mulai mencekiknya.
Lelaki itu sedang tak sadar karena pengaruh obat-obatan.
Terlintas di pikiranku, "Aku harus selamatkan dia."
Entah kenapa aku tenang sekali.
Lelaki itu langsung mati.
Temanku masih gemetaran karena hal yang baru saja terjadi.
Tapi sebaliknya, pikiranku sangatlah tenang.
Pada akhirnya, insiden itu dianggap sebagai melindungi diri.
Tapi aku tak pernah bertemu dengan temanku lagi.
Lalu...
Beberapa hari kemudian, teman-teman lelaki itu mendatangiku untuk balas dendam.
"Kami sudah membunuh orang tuamu. Selanjutnya kau", kata mereka.
Meskipun aku diancam begitu,
lagi-lagi pikiranku sangat tenang.
Untuk lindungi diri, aku bunuh laki-laki itu satu per satu.
Saat itulah aku menyadari.
Baut yang hilang di kepalaku
membuatku jadi pembunuh hebat.
Aku bisa singkirkan sampah masyarakat.
Ada hal yang bisa kulakukan.
Saat Pasukan Revolusi mengajakku, aku masih berstatus pembunuh tak bermotif di ibu kota.
Mereka semua sudah melalui banyak hal.
Apa aku bisa melakukan ini, ya?
Tenang saja.
Tak seperti aku, kau itu bisa memasak!
Itu yang kaumaksud?
Sepertinya kau sudah bekerja keras, Tatsumi!
Entah aku bisa melakukan ini atau tidak.
Tatsumi, lukamu sudah hampir pulih, 'kan?
Ini Alat Kerajaan yang kita rebut dari Zank.
Cobalah.
Serius?
Yang lain bagaimana?
Satu orang satu senjata.
Mengoperasikannya membuat fisik dan mental kelelahan.
Kelihatannya kurang keren,
tapi mata ini punya kemampuan yang hebat!
Senjata itu tak ada di berkas mana pun,
jadi kita tak tahu banyak mengenai senjata itu.
Kemampuannya bisa tahu isi hati lawannya, 'kan?
Coba lihat isi hatiku.
Kau...
Malam ini kau ingin makan daging!
Sempurna.
Tidak.
Senjata itu bahkan belum diaktifkan.
Aku tak mau isi hatiku diintip!
Kalau senjata itu punya lima kemampuan penglihatan, kenapa tak coba yang lain saja?
Cih, protes melulu.
Ya sudah.
Kemampuan terakhir yang tak kuketahui...
Aktifkan!
Bagaimana?
Ada apa, sih?
Kemampuan menakjubkan apa ini?
Dia kenapa, sih?
No comments yet. Be the first to leave one.