The first 200 lines.
"Aku memintamu mengembalikan ponselku"
Aku memintamu mengembalikan ponsel, tapi kenapa mengirim foto aneh?
Omong-omong, aku pernah melihat gadis bernama Da Bin ini.
Setelah konstruksi selama enam tahun,
Deokpung-daero, Rute Laut Timur, akhirnya buka.
Konstruksi dimulai pada tahun 2014.
Ini rute terpanjang kedua setelah Jalan Raya Jangmun.
Hanya bagian di atas air yang panjangnya kurang dari 18 km.
Otoritas Lalu Lintas Jalan akan membiarkan kendaraan
mengemudi di rute ini dengan bebas selama sebulan
mulai tanggal 10 Agustus sesuai rencana mereka.
- Halo? - Kita harus bertemu.
Ayo bertemu dan bicara.
Kamu akan mengembalikan ponselku?
Jika kamu benar-benar melihat Da Bin,
Aku bersedia membelikanmu 100 ponsel.
Tapi jika kamu berbohong,
kamu akan membayarnya.
Banyak yang ingin kukatakan juga.
Mari bertemu besok.
Mengenai selebaranmu...
Kurasa kamu salah tanggal.
Sekarang bulan Agustus, tapi tertulis September.
Kamu harus memeriksanya.
Itu...
Apa maksudnya Agustus?
Kamu pikir bisa memakai kamar mandi sendiri?
Ya. Aku merasa jauh lebih baik berkat semua orang.
Di mana aku bisa mengambil air?
Belok kanan, dan di ujung lorong.
Dalam keadaan darurat, tekan belnya di sana.
Baiklah. Terima kasih.
"Istirahat total"
Nona Kwak Song Ja?
Siapa kamu?
"Episode 2"
Aku sudah menunggu selama satu jam. Tolong angkat.
"Putriku"
Panggilan Anda tidak dapat tersambung.
Anda akan dialihkan ke pesan suara.
Sial.
Apa ada wanita yang mencari ponselnya?
Tidak.
"Pak Park Ho Young"
- Ya? - Bisakah kamu ke kantor polisi?
Bu.
Maaf, tapi bisakah kamu pindah ke tempat lain?
Maafkan aku.
Aku yakin ini tempatnya.
Setidaknya dia harus mengangkat teleponnya.
Astaga, dasar penipu.
Sial.
"Anak Hilang"
"Tanggal Hilang, 6 September 2020, sekitar pukul 20.00"
"Tanggal Hilang, 6 Agustus 2020, sekitar pukul 20.00"
Meskipun dia seorang penipu,
putrinya tidak bersalah.
Kamu masih belum mendapatkan ponselmu kembali?
Aku bahkan mengiriminya pesan ancaman.
Hei, jangan memancingku.
Aku menunggu selama tiga jam hari ini.
Astaga.
Hapus saja nomornya.
Saat dia memasukkan kartu SIM baru,
perusahaan telepon akan segera tahu.
Aku tetap harus mengambil ponselku.
Sebenarnya aku baru saja mengakhiri nomorku.
Hei, akhirnya Ibu bisa makan apa pun yang dia mau lagi, bukan?
Aku membeli favoritnya.
Ada apa? Aku kelaparan.
Pangsit.
- Pasti lezat. - Tapi bisakah dia memakannya?
- Aku akan tanya dokter. - Baiklah.
Apa? Dia sudah memindahkan kamarnya?
Apa Nona Kwak Song Ja di kamar 35 mengubah ruangan?
Dia sudah boleh pulang.
Apa?
Kami juga terkejut.
Dia tidak mendiskusikannya dengan kami,
dan profesor juga tidak mengatakan apa pun.
Tapi dia pergi ke Departemen Administrasi
dan menandatangani formulir pemulangan itu sendiri.
Apa yang terjadi? Dia tidak mengatakan apa pun?
Fokus. Telepon dia sekarang.
Aku punya
ponselnya.
Apa itu artinya kamu tidak bisa menghubunginya?
Ibu.
Ibu!
Ibu.
Bu, apa ibuku mampir hari ini?
Tidak. Kenapa?
- Bu, kamu melihat ibuku? - Belum.
Tentang sepeda yang mengirim paket itu...
Kamu sudah melacaknya?
Tidak mudah dilacak.
Pelat nomornya kecil, dan rekaman CCTV terlalu buram.
Tidak mudah mengidentifikasikan angkanya, tapi kami punya.
Kami memeriksa kotak hitam dari semua kendaraan
yang melaju di jalan yang sama dengan sepeda itu.
Ajaibnya, kami menemukan nomornya.
Ini informasi tersangka.
"Tempat kerja: Saudara Cepat, Pasukan Tenaga Kerja Sungjin"
Yang aneh adalah dia tidak menuntut uang tebusan.
Itu artinya pasti ada kebencian.
Kamu mengenalnya?
Tidak. Sama sekali tidak.
Dia mungkin punya kaki tangan.
Tapi itu terlalu aneh.
"Polisi Tepercaya, Negara Aman"
Jika dia orang asing, tidak akan mudah
meninggalkan tempat ini dengan anak itu di antara semua orang.
Bahkan jika tersandung, kakimu tidak akan patah.
- Bu. - Pak Kim.
Apa ada yang bertemu Da Bin selain aku dan istriku?
Aku meragukannya.
Kamu tahu dia datang dan pergi dengan bus TK.
Bagaimana denganmu?
Dari mana saja kamu dan apa yang kamu lakukan
pada hari di mana Da Bin menghilang?
Pak Kim. Aku tahu ini sulit...
Entah itu rekaman CCTV atau foto acara,
semuanya baik-baik saja.
Tolong berikan semua data yang terkait dengan Da Bin.
Foto dan profil semua guru.
Tolong semuanya. Kumohon.
Tunggu di sini.
Siapa itu?
Polisi. Ini surat penggeledahan.
- Dua di kamar tidur sebelah sana. - Baik, Pak.
Satu di balkon.
Apa kamu di sini karena Da Bin?
Aku sudah mengatakan segalanya tentang dia.
Hei. Di sini.
Begini...
- Minggir. - Tapi...
Tidak ada apa-apa di sini.
- Minggir. - Tidak. Tunggu.
Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada Da Bin.
Aku serius.
- Kamu harus ikut dengan kami. - Astaga.
Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.
Mereka membuang pakaian mahal setelah satu atau dua kali.
Aku mengambilnya karena itu sayang.
Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada Da Bin.
Lalu dari mana kamu tiba-tiba mendapat uang sebanyak itu?
Sudah kubilang!
Aku dibayar kembali oleh peminjam.
Ini gila.
Apa yang akan kamu lakukan dengan semua pakaiannya?
Aku menjualnya di toko barang bekas.
Entahlah. Aku tidak ingat apa pun.
Aku sudah memeriksa dari mana asal uang itu.
Apa aku harus mengatakan hal seperti itu?
Apa semua ucapannya benar?
Ya. Kesaksiannya konsisten.
Kami sudah memastikan kebenarannya.
Dia pencuri kelas teri, tapi bukan penculik?
Astaga.
Bagaimana dengan kurirnya?
Dasar licik.
Detektif Kang sedang disergap.
"Anak Hilang"
"Catatan Kepegawaian"
Andai ada saksi...
"Hubungi"
Panggilan Anda tidak dapat tersambung.
Ibu.
Ibu. Di mana kamu?
Bagaimana jika Ibu pingsan lagi saat sendirian?
"Di mana kamu? Angkat teleponnya."
Kenapa kamu tidak menepati janjimu?
Kamu tahu rasanya kehilangan anak?
Yang benar saja.
Dia yang tidak menepati janjinya.
Dengar. Kamu yang tidak menepati janjimu.
Semua yang kamu katakan itu bohong.
Kamu tidak datang!
Aku menunggumu di sana selama tiga jam.
Jika tidak memercayaiku, minta pegawai ke sana.
Apa kamu benar-benar ada di kafe siang hari?
Dari pukul 12 hingga 3 sore, aku memesan satu jus dan menunggu.
Aku harus pergi karena merasa tidak nyaman.
Aku menunggu lebih dari dua jam di kafe itu.
Mustahil kita tidak bertemu
di ruangan sekecil itu saat kita di sana berjam-jam.
Kenapa berbohong soal anak hilang? Bagaimana?
Aku tidak percaya kepadamu.
Aku tahu kamu penipu, tapi aku tetap mencari anak itu.
Aku bahkan memasang selebaran
yang kamu kirimkan di buletin kafe!
Kamu salah tanggal, jadi, aku memperbaikinya untukmu.
Bukankah kamu agak terlalu kasar?
Kenapa kamu terus membicarakan tanggalnya?
Aku bisa menuntutmu atas penipuan!
Berhentilah berbohong, astaga!
Ini sudah berakhir. Aku tidak akan pernah menjawab teleponnya lagi.
Aku dapat nomornya.
Bagaimana dia menelepon dengan nomor yang diberhentikan?
"Polisi"
No comments yet. Be the first to leave one.