The first 200 lines.
desakuArt Movie
Ayo, mari kuantar kau tidur.
Aku bukanlah orang yang spesial,
hanya orang biasa dengan pemikiran yang biasa juga.
Hidupku biasa-biasa saja.
Tidak ada monumen yang dibangun untuk menghormatiku.
Dan namaku akan segera terlupakan.
Tapi dalam satu hal,
aku telah sama berhasilnya dengan orang-orang lain.
- Kelihatannya baik, Duke. - Rasanya baik.
Aku mencintai orang lain sepenuh hatiku
dan untukku itu sudah lebih dari cukup.
Apa kabar, Harry?
Aku terus mencoba untuk mati, tapi mereka tidak memperbolehkanku.
Kau tidak bisa mendapatkan segalanya.
Hari ini hari yang penting.
Kau mengatakannya setiap hari, setan tua.
Cuacanya menyenangkan di luar sana.
Mari kita jalan-jalan.
Kurasa tidak.
Hmm, kita harus membawamu keluar dari kamar ini.
Ayolah. Angin segar
- akan baik untukmu. - Hello.
Maaf, ini bukan hari yang baik.
Kurasa dia tidak bersemangat terhadap apapun.
Hello?
Ini Duke, dia datang untuk membacakanmu cerita.
- Cerita? - Mm-hmm.
Tidak. Aku tidak tahu.
Oh, ayolah, kau akan menyukainya, dia sangat lucu.
Ahh...
Baiklah, sampai di mana kita?
Oh, yeah, yeah, malam itu malam karnival.
"Noah, pergi kesana dengan teman-temannya, Fin dan Sarah."
- Noah? - Di sanalah mereka bertemu...
6 Juni 1940.
Allie berumur 17 tahun.
- Si pria kecil menang. - Sial!
- Terima kasih telah bermain. - Ha, kau sangant lucu.
Sial, aku gagal.
Kubilang ya, permainan-permainan ini sudah ditetapkan.
- Hello. - Apa kabar?
Hi, siapa namamu?
Silakan jalan kemari.
Di atas pengapit itu, yeah.
Whoa.
- Siapa gadis yang bersama Sara ini? - Namanya Allie Hamilton.
Dia di sini selama musim panas dengan keluarganya.
Ayahnya jauh lebih kaya dari Tuhan.
- Hai, Fin! - Hai, sayang.
Lihat, aku memenangkan ini untukmu.
Oh, Fin, makasih!
- Oww! - Yeah.
Enak, bukan?
Hey Allie, mau makan gulali?
- Umm, okay. - Akan sangat menyenangkan.
Kau hanya punya satu kesempatan, nak.
- Mau dansa denganku? - Tidak.
- Kenapa? - Karena aku tidak mau.
Noah, dia anggota kami.
Hey Allie, mau naik kincir raksasa?
- Tentu. - Baiklah.
Permisi.
Permisi.
- Noah Calhoun. - Ya?
Kerja di tempat penjualan kayu dengan Fin.
Oh...
Apa kau lihat dia berdiri hanya dua inci di depan wajahku?
Yeah, aku lihat. Tapi begitulah Noah.
Kau tahu aku terkejut dia bahkan mau kemari.
Kurasa dia menyukaimu.
Hey apa... bajingan...
Awas. Jangan sentuh aku.
- Hey! - Aku... ugh!
- Apa yang kau lakukan? - Hey, kau tidak boleh melakukan itu!
Akan kubayar kau nanti, Tommy.
Aku Noah Calhoun.
- Jadi?! - Jadi, sangat senang bertemu denganmu.
- Allie, siapa pria ini? - Aku tak tahu, Noah Calhoun.
- Aku sangat ingin mengajakmu keluar. - Kawan! Apa kau keberatan?
Kau tidak bisa duduk lebih dari dua orang, Noah.
Okay, Tommy, biaklah.
Turun, Noah, kau akan mati!
Noah, hentikan.
Nah, maukah kau keluar denganku?
Apa?
- Tidak. - Tidak?
- Tidak. - Tidak?
Hey kawan, dia baru saja memberitahumu.
Kenapa tidak?
Aku tak tahu, karena aku tak mau.
Noah!
Apa? Baiklah, kau tidak memberiku pilihan lain.
Oh Tuhan.
Aku tidak bercanda.
- Noah, jangan main-main. - Apa yang kau lakukan?
- Noah, pegang pipa itu. - Aku akan menanyakanmu lagi.
Maukah kau...
- keluar denganku? - Noah, lebih baik kau naik.
- Sial, tanganku mulai tak kuat. - Makanya pegang pipa itu, bodoh.
- Tidak sampai dia setuju. - Ah, pergilah keluar dengan dia, sayang.
- Okay, okay, baiklah, aku akan keluar denganmu.
- Apa? - Tidak, jangan bantu aku.
Tidak, tidak. Aku memang mau.
- Kau mau? Kau mau? - Ya!
- Katakanlah. - Aku mau keluar denganmu.
- Katakan lagi. - Aku mau keluar denganmu.
Baiklah, baiklah, kita akan keluar nanti.
Kau kira kau sangat pintar ya?
Itu tadi tidak lucu, Noah, dasar bodoh!
Tidak, tidak apa-apa, akan kubereskan ini.
Apa yang kau lakukan?
Kumohon jangan lakukan itu.
Jangan lakukan itu, Allie.
Aku tidak percaya...
Oh Tuhan.
Kau tidak bisa sombong lagi sekarang, kan?
Akan kubalas kau nanti.
Ah, mungkin ya, mungkin tidak.
- Apa dia bilang apa-apa padamu? - Oh, yeah, kau lihat itu?
Itu gadis dari karnival kan?
Apa kau ingat aku?
Yeah, tentu, Tuan Celana Dalam kan?
- Aku... - Bagaimana bisa aku lupa.
Ya, aku hanya ingin menjelaskan,
karena aku benar-benar minta maaf tentang itu.
Itu hal yang benar-benar bodoh...
bergantung di kincir raksasa untuk bicara dengan seseorang.
Tapi aku harus dekat denganmu.
Aku tertarik denganmu.
Oh... oh, tolong deh, gombal!
Kau menggunakannya pada semua gadis?
- Tidak. - Ya, tentu.
Aku melihatmu suatu malam dengan Nona Ribbons yang kecil.
- Kau ada acara apa malam ini? - Apa?
Atau besok malam, atau akhir pekan ini, kapanpun.
- Kenapa? - Kenapa? Kencan kita.
Kencan apa?
- Kencan yang kau setujui. - Tidak...
Ya. Kau janji dan kau bersumpah untuk itu.
Mungkin, kurasa aku berubah pikiran.
Lihat, aku tahu ada pria jorok yang mendekatimu
di jalan... kau tidak kenal dia.
Kau tidak kenal aku, tapi aku kenal aku.
Dan saat aku melihat sesuatu yang kusuka,
Aku harus mempu... Aku menyukainya.
Aku... Aku akan tergila-gila padanya.
Okay, apa sih yang kau bicarakan?
Hmm, kau.
Oh, kau hebat.
- Apa? - Kau hebat merayu.
- Tidak. Tidak, kau salah paham.. - Kau hebat. Serius.
- Kau fantastik. - Ah, tidak.
Ya, kau fantastik. Aku terkesan.
- Aku tidak biasanya begini, maaf. - Oh, ya, kau pasti selalu begini.
Aku bisa jadi lucu, kalau kau mau...
pengertian, uh, pintar,
uh, percaya tahayul, berani.
Dan uh... aku bisa membuat kakiku ringan.
Aku bisa menjadi apapun yang kau mau.
Katakan saja apa maumu dan aku akan menjadi apa maumu.
Kau bodoh.
Aku bisa jadi bodoh.
Ayolah, satu kencan. Apa itu akan melukaimu?
Umm... Kurasa aku tidak mau.
Hmm, apa yang bisa kulakukan untuk mengubah keputusanmu?
Kurasa kau akan memikirkan caranya.
- Kau yakin dia akan datang? - Tenanglah, semuanya terkendali.
Kita akan bertemu dia untuk pertunjukan malam.
Lihat... Apa kubilang? Ayo.
Oh Tuhan, kebetulan sekali!
Aku ingin bicara denganmu sebentar.
- Dia di sini! - Allie, kau ingat Noah, kan?
- Ya, aku ingat. - Yeah.
- Mari. - Fin!
- Hai. - Hai.
- Senang bertemu denganmu lagi. - Sama-sama.
- Kau sangat cantik. - Aw, makasih.
Benar-benar cantik.
Kau benar-benar cantik. Kau ganteng.
Dan aku tahu aku ganteng, jadi bisakah kita nonton film ini?
- Sudah mau mulai. - Kau duluan.
Kemari kau, Abner kecil.
Kau tidak akan bisa menangkapku, Daisy Mae!
Hari ini Hari Sadie Hawkins, aku akan menangkapmu!
Aku lebih cepat darimu.
Tidak, tidak!
Akan kutangkap kau!
Akan kutangkap...
Aku datang!
Lebih baik kau lari!
Kau menangkap mereka dengan hebat.
Tunggu.
Apa yang terjadi dalam film itu?
- Silakan. - Makasih.
- Apa yang kalian lakukan? - Mau jalan saja denganku?
Yeah, ada apa?
- Yeah. - Kami jalan saja.
Apa kalian saling suka?
Huh? Oh, aku mengerti.
No comments yet. Be the first to leave one.