Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E01-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2023-04-04
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu siapa?

Lagi, lagi! Guru Yeon-Doo!

Berhenti melakukan penelitian di malam hari dan tidurlah!

Aneh sekali.

Padahal sudah jelas ada satu ekor.

Apanya?

Di mimpiku,

ada kelinci terbang.

Tapi tiba-tiba berubah menjadi dua ekor.

Kelinci? Dua ekor?

Menangkap dua kelinci! Pekerjaan dan cinta, cinta dan pekerjaan!

Bukankah itu berarti kamu akan segera menikah dan gajinya naik?

Itu, kamu tidak lihat?

Bahkan dari ukuran fotonya saja aku jauh berbeda.

Lebih baik aku pedulikan riasanku.

Padahal kamu ini sudah hebat.

Kalau gajimu naik sampai 100 juta, jangan lupakan aku, ya!

Tentu saja!

- Guru! 10 menit lagi! - Oke!

Ayo cepat.

Apa aku terlihat baik-baik saja?

Ya, anda benar-benar keren!

Saat kamu mengawasi, kalau bicaraku cepat, kirim pesan, ya! Aku akan memperbaikinya.

Cheese!

Halo semuanya! Aku adalah Guru Oh Yeon-Doo.

Halo!

S.T.T.E. Apa ada yang tahu apa artinya?

Aku, aku!

S.T.T.E. Kalau sedikit tahu tebak tiga,

kalau tidak tahu sama sekali, tebak empat.

Benar!

Aku harap murid S.T.T.E tidak masuk ke kelasku.

Semangat untuk terus mencoba walaupun tidak tahu.

Aku ingin melihat itu di diri kalian.

Baiklah, pelajaranku halaman 25. Membaca non-literatur, ayo kita mulai.

- Ya. - Ya.

Kecepatan mengajar yang pas, dan penutupan yang mengesankan.

Diterima telingaku dengan baik.

Kalau sebagus itu...

- Anda sudah datang. - Iya.

Dia. Dia juga.

Anak laki-laki ada di sana semua.

Aku heran kenapa banyak yang tidak hadir di kelasku, ternyata itu karena kalian.

Bahkan walaupun itu terlihat seperti soal yang sulit

pasti ada jalan untuk menyelesaikannya.

Jika kamu kesulitan di bagian bahasa Korea saat ujian masuk universitas,

maka kamu akan terkena masalah.

- Lalu harus bagaimana? - Jangan takut!

Kelas hari ini sampai di sini.

Terima kasih.

Riasanmu terlihat bagus. Senangnya jadi dirimu,

bisa mengajar dengan wajah.

Sampaikan ini pada Oh Yeon-Doo.

Kalau dia tidak ingin dikucilkan di industri ini,

jangan ambil muridku diam-diam lagi.

- Aku pergi dulu. - Iya.

Sepertinya kamu mendengarnya.

Aku jadi tidak perlu meneleponmu. Selamat bekerja kembali.

Lebih banyak siswa perempuan daripada siswa laki-laki.

Apa?

Di antara murid anda, yang datang kepadaku lebih banyak siswa perempuan.

Aku akan menerima jika anda menilai bagaimana kelasku,

tapi menyebutkan aku mengajar dengan wajah ataupun mengambil murid guru lain,

itu membuatku tidak nyaman.

Itu, 'kan, karena kamu cantik. Kalau tidak...

...kenapa muridku datang ke kelasmu?

Aku ini pengajar nomor satu.

Kamu kira kamu bisa mengalahkanku dengan kelasmu yang biasa saja?

Biasa saja?

Saya tahu anda mengajar dengan hanya mengubah materinya sedikit.

Guru yang tidak tulis dan berambisi,

itu tidak membuat murid-murid termotivasi!

Apa? Tidak tulus?

Apa yang anda lakukan, Guru Oh!

Perlakuan apa itu kepada pengajar terkenal kita ini!

Keluar!

Aku tadi minta maaf, Guru Oh.

Ini teh bunga bel kering dalam negeri yang bagus untuk tenggorokan.

Aku membungkus beberapa, jaga kesehatan tenggorokanmu, ya.

Baik.

- Terima kasih. - Aku yang lebih berterima kasih.

Kamu akan segera menjadi pengajar nomor satu.

- Apa? - Guru Oh naik, dan Guru Yoon turun.

Tadi aku membentakmu hanya supaya sopan, maafkan aku, ya.

Kalau kamu berencana menikah, lakukanlah sebelum menjadi pengajar nomor satu.

Lebih sulit menjaga performa daripada menjadi yang pertama.

Apa kamu punya pacar?

Jam makan siang, di kamarku.

Iya, ada.

Dong-Geul, berhentilah.

Ayah dan ibumu khawatir.

Kapan dia datang, ya...

Coba katakan "Dokter Gong Tae-Kyung, ayo cepat datang".

Dokter, anda sudah datang.

Tangisannya berhenti.

Dia seperti ini lagi.

Dia pasti berhenti menangis apabila melihat dokter.

Sepertinya dia tahu bahwa dokter yang membantunya lahir ke dunia ini.

Itu bukan apa-apa.

Yang membantunya lahir ke dunia ini adalah teknologi medis yang modern.

Bagaimana dengan Ibu?

Perutnya keram dan sakitnya sangat parah,

akhirnya kita memutuskan untuk ke sini.

Maaf sudah menghubungi anda di hari libur.

Itu sudah pekerjaanku. Silakan masuk.

Tidak ada masalah besar.

Serviks memiliki lebar 3.5cm,

sama seperti saat aku memeriksanya terakhir kali.

Kondisi kontraksi rahimnya juga terlihat baik-baik saja.

Terima kasih, Dokter.

Kami terkejut dan takut ada sesuatu yang salah.

Dong-Geul lahir dengan susah payah,

apakah kami serakah untuk menginginkan anak kedua?

Kenapa anda merasa serakah?

Ada banyak yang mempunyai dua anak dengan bantuan IVT.

Kami bisa melahirkan anak yang tidak disangka berkat dokter.

Kami benar-benar berterima kasih.

Itu karena pemilihan embrio yang bagus.

Urusan di Klinik Fertilitas sudah selesai, untuk melahirkan percayakan pada Direktur.

- Halo, Direktur. - Halo.

Halo Ibu, Bapak.

Siapa ini? Bukankah ini Dong-Geul?

Kali ini untungnya sudah tiba giliranku.

Aku akan membantu anak kedua anda agar lahir dengan selamat.

Terima kasih, Direktur. Kami permisi.

- Sampai jumpa di pertemuan berikutnya. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Kudengar Dong-Geul berhenti menangis saat melihatmu.

Menakjubkan.

Ada perlu apa, Direktur.

Aku sudah pernah bilang, kamu akan menemui pasienku besok. Mohon bantuannya.

Kamu bukan orang yang akan mengecewakan pasienmu,

kenapa sekarang tidak bisa?

Ke mana kamu akan pergi?

Rahasia.

Cara berpakaianmu ini membuatku kesal.

Kamu akan berkencan?

Kamu mau bertemu penyiar berita itu?

Aku pergi.

- Hei, itu benar Jin Soo-Ji, ya? - Benar.

Cantik sekali.

- Dia lebih cantik aslinya. - Benar.

Apa dia akan syuting di sini?

- Tae-Kyung! - Ya.

Aku sudah memesan apa yang kamu suka.

- Kamu suka, 'kan? - Terima kasih.

Tapi, apa boleh kita bertemu di tempat terbuka seperti ini?

Semua orang mengenalimu.

Tidak apa-apa, wajah kita nanti akan memenuhi artikel.

Apa maksudnya?

Memangnya ada hukum yang bilang kalau harus laki-laki yang melamar?

Tae-Kyung, ayo menikah denganku.

- Tae-Kyung! - Aku sudah bilang padamu,

tidak ada kata menikah di kamus hidupku.

Itu kalau kamu tidak begitu mencintaiku, sekarang kamu sangat mencintaiku.

Dan kita juga sudah cocok di banyak hal.

Kalau kita cocok, apa kita harus menikah?

Aku ingin kamu menjadi milikku.

Karena aku mencintaimu, aku ingin kamu hanya untukku.

Kamu tidak ingin memilikiku?

- Kamu tidak ingin aku jadi wanitamu? - Tidak.

Tentu aku mencintaimu.

Aku tidak ingin kamu hanya untukku.

Aku sudah bertanya padamu saat kita memulai hubungan ini,

aku ini seorang misogami tanpa kecuali,

dan apa kamu akan baik-baik saja dengan hal itu.

Kamu bilang setuju asalkan kita mengikuti syarat yang kamu berikan.

Menyembunyikan hubungan kita,

tidak melakukan kontak fisik tanpa izin,

tidak berselingkuh.

Apa aku pernah melanggar syarat itu bahkan walaupun hanya satu kali?

Tidak pernah. Karena itu aku merasa lebih kesal.

Kenapa kamu tidak pernah membanggakanku di depan teman-temanmu?

Kenapa kamu tidak pernah memulai kontak fisik lebih dulu?

Hentikan ini.

Apa aku tidak bisa menjadi pengecualian?

Kenapa kamu begitu membenci pernikahan?

Aku sudah bilang,

aku lelah dengan kekangan keluarga.

Hubungan yang memaksa mencintai orang lain dan mengorbankan dirimu

aku tidak menginginkan itu.

Itu berarti kamu tidak begitu mencintaiku.

Kamu tidak begitu mencintaiku sehingga ingin menikahiku!

- Tae-Kyung. - Peraturan terakhir.

Hubungan selesai saat ada pihak yang ingin menikah.

Pekerjaanmu memang hebat. Jangan biarkan cincin ini menghalangimu,

dan hiduplah untuk dirimu sendiri.

Ibu

Ibu

Tae-Kyung, apa hari ini juga kamu pergi ke hotel?

Berhentilah dan pulang ke rumah.

- Ya, Ibu. - Tae-Kyung! Aku Soo-Ji!

Aku sudah gila, maafkan aku.

Kembalilah padaku.

Aku tidak akan membicarakan tentang pernikahan lagi...

Di siang hari?

Kim Joon-Ha, kamu ini berani sekali.

Aku tidak tahu lagi.

Yeon-Doo?

Sayang!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left