The first 200 lines.
"Karakter, peristiwa, dan periode yang digambarkan hanyalah fiksi"
Roh yang hilang dari mereka yang mati secara tidak adil
berkeliaran di sisi lain untuk mengusik orang
dan menciptakan bencana alam.
Hukum adalah hal yang adil bagi semua, di antara bangsawan,
rakyat jelata, dan budak.
Rakyat mengajukan gugatan
untuk mengeluhkan ketidakadilan kepada penguasa mereka.
Lalu ada orang-orang yang membantu orang tidak berpendidikan
melalui gugatan mereka.
Orang-orang menyebut mereka pengacara.
- Astaga. - Ini bagus.
Akhirnya kita tiba di Hanyang.
Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?
Aku harus mendirikan kantor pengacara.
Kamu sudah pakai seluruh tabunganmu dari pedesaan
untuk membayar perjalanan kapal itu.
Tidak ada yang datang ke Hanyang tanpa cerita,
dan tidak ada yang meninggalkan Hanyang tanpa cerita.
Kamu tidak mengerti?
Semua orang yang kamu temui sekarang adalah sumber keuanganku.
Ini tempat terbaik untuk membuka kantor.
Apa maksudmu dengan tempat ini?
Di sini.
Apa?
Tempat ini bahkan beraroma berbeda.
Ada yang berbau amis.
Aku menyukainya. Aroma Hanyang.
"Episode Satu: Pengacara Kang Han Soo"
"Joseon Attorney: A Morality"
Berapa harganya?
- Ini tampak enak. - Ambil ikanmu!
Datang dan ambil ikanmu!
Datang dan belilah topi.
Aku juga punya topi bambu! Datang dan belilah topi.
Dua mangkuk sup nasi.
Baiklah.
Aku punya sup nasi paling lezat di Hanyang untukmu.
- Permisi. - Ya!
- Selamat menikmati. - Tentu saja.
- Makanlah. - Mari kita makan.
"Pinjaman Darurat"
Ambil ini.
Astaga, terima kasih.
Selain itu,
izinkan aku menyampaikan belasungkawa sebelumnya.
Kamu harus membeli peti mati yang bagus
dalam perjalanannya ke akhirat.
Terima kasih, Nyonya Hong.
Kuharap pemakamannya berjalan lancar tanpa masalah.
Terima kasih.
Minuman dingin untukmu.
Awalnya,
kamu seperti putri bungsu bangsawan yang melarat,
tapi kini, kamu hanya terlihat seperti gadis pelayan.
Tidak ada yang akan datang dengan bebas dan meminta tolong
di rumah dagang yang dikelola seorang tuan putri.
Tuan putri macam apa yang membuka rumah dagang?
Itu sebabnya aku melakukannya.
Tidak ada orang lain yang bisa melakukannya,
dan seseorang harus melakukannya.
Mod...
Modal
dalam empat digit.
Modal dalam empat digit.
Berapa itu?
Kamu harus melakukannya seperti ini,
Nyonya Hong, sang Pemilik.
Selamat menikmati minumannya.
Berikutnya.
"Serikat Jang, Kedai Prem"
Biarkan aku minum juga.
- Satu untukmu. - Aku juga mau!
"Arak Prem"
- Di sebelah sini! Aku butuh satu! - Tunggu sebentar.
- Aku juga. - Aku yang berikutnya!
- Rasakan ini! - Terima kasih.
Ini mengerikan!
Arak prem di ujung jalan memiliki aroma yang jauh lebih baik.
Ada apa dengan arakmu?
Bisa beri tahu aku di mana tempatnya?
Kenapa arak ini hambar sekali?
- Ini tidak enak. - Aku juga ingin tahu!
Apa?
- Astaga. - Kamu di sini.
Araknya luar biasa.
Aromanya luar biasa.
- Di sini. - Aku butuh minum.
Cepatlah datang.
- Astaga. - Terima kasih.
Aku juga mau segelas!
Aromanya luar biasa.
Nikmati minumanmu, dan sebarkan beritanya.
- Kamu. - Ya?
Astaga!
Beraninya kamu menjual arak prem di sini.
Astaga, tidak!
Minggir, Wanita Tua.
Ibu!
Ini bukan pertunjukan untukmu!
Putraku!
Putraku, pergi!
Putraku!
Pergilah, Putraku!
Tangkap dia.
Tangkap dia!
Astaga.
Apa yang kalian lakukan?
Permisi!
Minggir!
Kamu!
Jangan halangi aku!
Minggir!
Berhenti!
Ayo, makanlah.
Tidak mau?
Izinkan aku bersembunyi di sini.
Aku akan dipukuli sampai mati begitu mereka menangkapku.
Aku tidak bisa membiarkanmu mati. Tolong sembunyi di belakang kandang.
Kamu pergi ke mana, Berengsek?
Keluar!
- Kami akan menemukanmu! - Sedikit lagi. Ke sudut.
Sial!
Di mana dia?
Kamu.
Kamu melihat seseorang yang baru saja berlari masuk?
Di mana kamu?
- Temukan dia. - Astaga!
Sebaiknya kamu segera menemukannya.
Itu dia!
- Kamu. - Kemarilah.
Astaga.
Ini sebabnya
kamu seharusnya patuh dan memberi kami komisi.
Beraninya kamu menjual arak prem tanpa izin serikat kami?
Dasar pencuri!
Aku memulai bisnis lebih dahulu,
dan aku memakai berasku untuk membuat arak itu!
Kenapa kamu berhak mendapat komisi?
Berdiri.
Kamu masih tidak mengerti, ya?
Berdiri.
Berhenti!
Kamu pikir siapa...
Siapa kamu...
Siapa itu?
Siapa kamu?
Apa?
Ayo.
Berdiri.
Apa yang kalian lakukan di halaman belakang rumah dagangku?
Apa maumu? Siapa kamu?
Dia pemilik Sowongak, Nyonya Hong.
Ebi. Kendi arak.
Pakan rusak dan palungan.
Kerugiannya setidaknya sekitar 50 nyang.
Kamu mau berdiri saja untuk membayar kerusakannya?
Astaga.
Astaga.
Ayolah.
Kamu beruntung.
Astaga. Semua kekacauan ini.
Astaga.
Tidak apa-apa. Kamu boleh pergi.
- Apa? - Aku bicara untuk menakuti saja.
Jangan khawatir dan pergilah.
Namun, ini sangat berharga.
Terima kasih, Nyonya.
Terima kasih, So Won.
Aku menghargainya, Nyonya.
Siapa para bedebah itu?
Mereka bagian dari Serikat Jang.
Selidiki itu.
Baik, Nona.
Alkohol yang tidak bisa kamu jual lebih murah daripada air limbah.
Sungguh dunia yang kejam.
Kamu ingin aku mati kelaparan?
"Pengacara..."
"Pengacara Sewaan"
"Kami menerima pembayaran di muka"
Kita bertemu lagi.
Apa kamu benar-benar pengacara?
Benar. Aku
pengacara, Kang Han Soo.
Kamu berengsek!
Kenapa kamu melampiaskannya kepadaku?
Bukan aku yang membuatmu tertekan.
Kamu harus membantu saat melihat orang yang membutuhkan.
Namun, kamu pengacara.
Saat itu, kamu belum menyewaku.
Aku
hanya bekerja untuk koin.
Apa?
Kamu merasa diperlakukan tidak adil dan kesal?
Kalau begitu, ajukan gugatan.
Lebih mudah dan cepat
menggunakan hukum daripada mencari keadilan.
Lebih baik aku
mati tenggelam sebelum memercayaimu.
Di mana kamu
No comments yet. Be the first to leave one.