The first 200 lines.
Kamu mengejar Soo Ho dan dokter itu
untuk menutupi kejahatanmu
dan Soo Ho terluka lagi.
Dia nyaris mati!
Itu bahkan tidak menyentuh nuranimu?
Kamu tidak merasa bersalah?
Bersalah?
Berhenti beromong kosong dan bawakan bukti.
Berhentilah mengikuti dan mencereweti kami.
Apa?
Kamu menyebalkan karena tidak punya bukti!
Cukup.
Halo, Pak Park.
Sekarang?
Baik, Pak.
Ini Oh San Ha.
Pimpinan ingin menemuiku?
Sekarang? Baik.
Kuperingatkan kamu.
Jika kamu terus asal bicara,
aku akan memenjarakanmu atas tuduhan palsu.
Tunggu.
Apa kamu penyebab kecelakaan?
Kecelakaan mobil Do Kyung.
Kamu sengaja menyebabkannya?
Kamu bercanda?
Dia menyangkalnya atau tidak?
Silakan tunggu di sini.
Kamu masuk dahulu.
Anda ingin menemuiku?
Katamu kamu kehilangan Son Joong Ki.
Di mana kamu kehilangan dia?
Seperti yang kubilang sebelumnya,
aku kehilangan dia di rumah San Ha.
Benarkah itu?
Ya, Pak.
Aku memberikanmu ini saat kamu bergabung dengan Aura.
Kenapa ini ada di TKP kecelakaan Do Kyung?
Do Kyung.
Nam Joon...
Astaga, cucuku yang malang.
Bagaimana ini bisa terjadi kepadamu lagi?
Cepatlah bangun, Do Kyung.
Do Kyung menggenggam erat ini selama ini.
Sepanjang perjalanan ke rumah sakit
sampai dia akhirnya kehilangan kesadaran.
Menurutmu, kenapa?
Dia mau kami tahu
kamu penyebab kecelakaannya.
Katakan kepada kami.
Dalam perjalanan ke rumah San Ha,
Do Kyung dan aku sempat bertengkar
di hotel soal Joong Ki.
Aku pasti menjatuhkannya saat itu.
Kamu bercanda?
Maksudmu, dia mengemudi dengan pin ini di tangannya
dan tidak melepaskannya walaupun mengalami kecelakaan?
Dia mendapatkannya setelah kecelakaan.
Benar, bukan?
Serta ini bukti kamu berada di TKP kecelakaan.
Kalian amat kejam.
Akankah kalian mencurigaiku seperti ini
jika aku darah daging Pimpinan?
Ini bukan hanya kecurigaan. Kami punya bukti nyata.
Bagaimana bisa
pin dasi yang hilang dariku menjadi bukti?
Lantas,
buktikan kamu tidak berada di TKP.
Aku terluka.
Aku tidak tahu kepercayaan kalian kepada amat kecil.
Sejak
menerima beasiswa Aura di SMP,
aku mendedikasikan diri dan bekerja keras untuk Aura.
Aku mau
membayar kebaikan Anda karena memperlakukan yatim seperti keluarga
dan mau menjadikan Grup Aura yang terbesar di negara ini.
Kukorbakan nyawaku untuk itu.
Tapi
ini balasan yang kudapat?
Benar.
Kamu tidak mau kehilangan apa pun kepada Do Kyung.
Itulah alasanmu melakukannya.
Apa kamu kesal?
Maksudmu, kamu tidak ada hubungan dengan kecelakaan Do Kyung?
Baik, berikan kunci mobilmu.
Apa?
Gang Chul, apa yang kamu tunggu?
Ambil kunci mobil Nam Joon
dan periksa kamera dasbornya.
Pak.
Jika kamu tidak berbuat salah, tidak ada alasan untuk menolak.
Gang Chul.
Pergilah dengannya sekarang
dan periksa kamera dasbornya.
Serta bawa Sang Ha masuk.
Ayah. Ayah? Kenapa?
Masuklah.
Nam Joon ingin menikahimu.
Kenapa kamu mencurigai orang seperti itu?
Awalnya aku juga mengira dia baik.
Tapi dia berkomplot dengan Esther
dan mengubah wajah suamiku
menjadi wajah Do Kyung.
Aku tahu mereka menyediakan jasad palsu
dan menanamkan arloji palsu pada jasad itu
untuk menipuku.
Arloji palsu?
Ya, mereka membeli arloji yang sama
dengan yang dipakai suamiku saat dia menghilang
dan mengukir kata yang sama juga serta memakaikannya ke jasad.
Dia mulai lagi.
Ayah, jangan dengarkan dia.
Baik, demi perdebatan, anggaplah kamu benar
dan mereka mengubah wajah suamimu.
Tapi apa untungnya itu bagi Nam Joon?
Aku juga
tidak tahu.
Aku yakin hanya dia yang tahu alasannya.
Tapi Nam Joon dan Esther
bersekongkol dan mengubah wajah suamiku.
Aku juga yakin kecelakaan ini terjadi saat dia mengejar
dokter yang mengoperasi untuk menutupi kejahatan mereka.
Haruskah Anda memeriksa kamera dasbor?
Minggir.
Aku juga terbebani harus mencurigai kamu.
"Tidak ada data"
Kenapa kosong?
Aku lupa dan mematikannya.
Kamu tidak sengaja menghapusnya, bukan?
Jika kunyalakan kamerannya,
mobilyna korslet.
Aku harus mematikannya sampai mobilku diperbaiki.
Apa?
Tidak ada data?
Katanya kamera dasbornya rusak.
Serta aku memastikan ke hotel
dan Do Kyung serta Nam Joon
berada di sana kemarin siang.
Dia sengaja menghapusnya
karena takut ketahuan berada di lokasi kecelakaan.
Pikirkan waktunya. Ini bahkan makin mencurigakan.
Dengarkan ayah.
Sampai Do Kyung siuman,
jangan percayai siapa pun.
Nam Joon, Esther,
San Ha.
Jangan biarkan siapa pun masuk ke kamarnya.
Paham?
Baik, Ayah.
Kamu dengarkan juga.
Saksi kecelakaan ini. Orang yang melapor.
CCTV di jalan
menjelang kecelakaan.
Cari tahu semua yang kamu bisa.
Mari singkirkan
San Ha.
Apa maksudmu, singkirkan?
Seperti yang kubilang.
Mari buat dia pergi jauh
atau pernjarakan dia.
Kamu sudah gila?
Aku takut Do Kyung akan bangun
dan menunjukkan fail video asli.
Aku makin cemas karena San Ha
terus datang dan mengacaukan keluarga.
Bagaimana jika adayang kembali dan melakukan tes DNA ulang
Yang benar saja.
Aku menggila.
Aku akan mati gila jika begini terus.
Tetap saja, jangan San Ha.
Jangan berani-beraninya menyentuhnya tanpa seizinku.
Jangan bilang
kamu masih menyukainya.
Ada apa denganmu?
Kamu tidak bisa melupakannya karena dia pertama kamu sukai?
Sadarlah.
Hubungan kalian sudah berakhir. Itu tidak akan terjadi.
Kamu tidak lihat betapa dinginnya dia melihatmu?
Kamu tidak mendengar kekakuan dalam suaranya?
Bagaimanapun, jangan sentuh dia.
Jika dia menghilang di tengah semua ini sekarang,
mereka akan mencurigai kita.
Baik. Berbuatlah sesukamu.
Tapi jika melewatkan waktu dan keadaan kacau,
kamu harus bertanggung jawab.
Aku tidak bisa jatuh seperti ini.
Cho Ae Ra bukan hanya mengabaikan, tapi juga membuat Ayah mau mati.
Aku belum membalas dendam kepadanya atau mengambil alih Grup Aura.
Aku belum mencapai apa pun.
Tidak, aku menolak jatuh.
Darah yang bertumpuk di otaknya tidak begitu buruk...
Serta kami segera mengisapnya, jadi, tidak akan parah.
Waktu sadar pasien beragam,
jadi, tidak perlu cenms.
Kami akan memindahkannya ke RS Aura besok pagi.
Tolong kirimkan dia grafik ini
dan semua yang kamu punya terhadapnya.
Baik, Bu.
Apa mereka sudah menangkap Son Joong Ki.
Mereka sudah menyiagakan orang di bandara dan pelabuhan,
No comments yet. Be the first to leave one.