Season 1

Release info

Kindaichi Shonen no Jikenbo 5 S01E02 DSNP id
A Commentary by furosty
Disney Hotstar Retail

Tags

other
Published on: 2022-06-08
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Makhluk laut, siren.

Suara ratapan mereka bergema di Pulau Siren terpencil ini.

Mereka yang terpikat oleh suara mereka kehilangan kewarasan

dan berusaha kabur dari pulau itu.

Andai mereka tahu betapa tak bergunanya usaha mereka.

Ini pasti bercanda. Ayolah.

Apakah ratapan itu adalah rekuiem yang membawa orang kepada kematian?

Ataukah...

Damai sekali.

Benar.

Kindaichi.

Kudengar nilaimu jelek dalam ujian simulasi.

Nanase mencemaskanmu.

Belajar itu mudah. Jika aku belajar sedikit, ujian itu bukan apa-apa.

Aku menangkap sesuatu!

Ini dia.

Lebih besar dari dugaanku.

Satu ikan akan datang.

Aduh!

Katakan, bagaimana kau bersiap untuk belajar?

Aku akan membantumu. Katakan.

Sakit, Miyuki.

Aduh.

Kalian berdua harus lebih baik.

Kalian akan gagal jika terus begini.

Aku akan baik-baik saja.

Aku akan mengunjungi kuil lain kali.

-Kindaichi. -Apa?

Jangan lupa menyumbangkan uang juga.

Benar juga.

Aku harus mulai menabung uang sakuku.

Hajime, ayolah!

Kau akan menjadi gelandangan yang tak bisa berkontribusi pada masyarakat.

Ayo daftarkan dirimu untuk sesi belajar tambahan.

-Sekarang, ayo. -Ayo.

Berhenti!

Apa?

Hajime Kindaichi.

Pak Kenmochi.

-Senang bertemu denganmu. -Kau juga di sini, Nanase.

Aku tak tahu kau suka memancing.

Ya. Aku libur setelah sekian lama.

Aku akan pergi tur memancing besok,

jadi, aku ingin berlatih lagi.

TUR MEMANCING DI PULAU SIREN

-Memancing sepuasnya di pulau resor? -Ya.

Menyenangkan sekali!

Mau ikut, Kindaichi?

-Kau yakin? -Tentu saja.

Izinkan aku membalas bantuanmu memecahkan kasus tempo hari.

Tidak, Hajime.

-Sesi belajar! -Aku akan ikut!

Andai aku diajak.

Kau mau bergabung dengan kami, Saki?

-Boleh? -Tentu saja.

-Pak Kenmochi, kau sangat murah hati! -Terima kasih.

Benar juga.

Kau juga mau bergabung dengan kami?

Jangan cemaskan dia, dia harus belajar...

Dengan senang hati.

Cepatlah, Hajime.

Ini hanya tiga malam empat hari.

Kenapa bawaanmu sebanyak ini?

Sebaiknya kau tak menyelundupkan materi belajar.

Hei, jangan menggeledah barang-barangku.

Kau tak tahu wanita butuh banyak barang?

-Cepatlah. -Baiklah, jika kau bilang begitu.

Permisi.

Pemandu kalian, Nagai, terkena flu.

Aku akan mengajak kalian berkeliling. Namaku Natsumi Nagita.

-Senang bertemu denganmu. -Terima kasih.

Ya. Kami akan segera berangkat.

Drafku tak akan mengecewakanmu.

Rahasia Pulau Siren...

REPORTER AKANE URYU

Aku akan mengungkapnya, apa pun yang terjadi.

Halo.

Aku Izumaru dari Todi Intec.

Lima tamu dari Todi Intec.

Dokter, biar kumasukkan tasmu ke feri.

Ayo bantu, Wanise.

Baiklah.

Mataharinya menyilaukan.

-Hati-hati kakimu. -Kau juga.

Lihat siapa ini.

Ternyata Nagita.

DEPARTEMEN KEDOKTERAN UNIVERSITAS TEIO DOKTER KAZEHIKO KAGEO

Aneh bertemu denganmu di sini.

Aku pemandu wisata pengganti karena Nagai jatuh sakit.

Jadi, kau pemandu wisata sekarang.

Lebih cocok untukmu daripada baju operasi.

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TEIO DOKTER MIKA KANNO

Jangan biarkan kejadian di masa lalu merusak perjalanan kita.

Mari nikmati perjalanan ini.

Apa mereka kenalanmu?

Bukan.

Ayo pergi.

Bream laut yang kutangkap di Koga luar biasa.

Kudengar kau bisa menangkap ikan julung-julung di sana.

Benar, kau tahu banyak.

Ikan julung-julung paling enak dibakar dengan garam.

Julung-julung bakar!

-Benar. -Aku menyukainya!

Pulau Siren.

Tempat ini hanya untuk mereka yang tahu.

Selama gelembung, perusahaan konstruksi mencoba membangun sanggraloka di sini.

Namun, saat gelembung berakhir, mereka membatalkannya.

Sejak saat itu, tak ada yang membeli pulau itu.

Sekarang ini, seorang penghuni mengelola pondok di sana sendirian.

Menarik sekali.

Suara apa itu?

Terdengar seperti suara wanita.

Itu nyanyian siren.

Siren?

Makhluk mistis dari mitologi Yunani.

Mereka monster laut setengah ikan, setengah wanita.

Mereka memikat pria dengan suara merdu mereka

dan menyeret mereka ke laut.

Para pria itu kemudian dilahap.

Pulau ini dahulu dikenal sebagai Pulau Shiki.

Begitu perang berakhir,

Amerika menduduki pulau ini.

Tentara Amerika yang ditempatkan di pulau ini

kehilangan kewarasan mereka karena mendengar suara aneh ini.

Beberapa bahkan mencoba kabur dari pulau lewat laut, namun, tenggelam sampai mati.

Tentara Amerika kemudian menamai pulau itu

Pulau Siren.

Sampai hari ini, tak ada yang tahu dari mana asal suara ini.

Menarik.

Sirene polisi mendapatkan namanya dari makhluk mitologis yang sama.

Kau tak penasaran?

Makhluk dari mitologi Yunani, di Jepang?

Jauh sekali.

Jangan terlalu dipikirkan.

Itu hal yang kau lihat di Disney Land.

Wahana apa?

Kau tahu, yang seperti ini.

Makhluk laut itu,

siren, masih tinggal di pulau ini.

Aku akan menjadi tuan rumah kalian selama tiga hari ke depan.

Aku Kirigoe.

Terima kasih sudah menerima kami.

Selamat datang di Pulau Siren.

PONDOK SIREN

FAIL 02 KASUS PEMBUNUHAN PULAU SIREN BAGIAN 1

Sarapan besok pukul 05.00.

Kapal nelayan akan berangkat pukul 06.00.

Tolong tunggu di pintu masuk sepuluh menit sebelumnya.

Baiklah.

Kalau begitu, aku akan menyiapkan perlengkapanku.

Haruskah kita pergi juga?

Baiklah.

-Terima kasih atas makanannya. -Aku akan kembali ke kamar.

-Selamat malam. -Selamat malam. Permisi.

Kuharap cuacanya bagus besok.

Kurasa akan baik-baik saja.

-Hei, Saki. -Ya?

Kau pernah makan ikan julung-julung bakar?

Belum pernah.

Namun, aku pernah makan mi goreng panggang.

Itu juga lezat.

Itu lelucon.

Maaf, aku tak tahu.

Namun, ada yang namanya udon panggang.

Bagaimana rasanya?

Suara ini. Apa itu akan berhenti?

Kau benar. Itu meresahkan.

Astaga. Kita harus bangun pagi besok.

Entah apa aku bisa tidur.

Bagaimana jika kau tidur dengan kami?

Aku tak bisa tidur dengan kalian!

Kenapa tidak? Dahulu kita selalu tidur siang bersama.

Benarkah?

Itu saat TK!

Hajime, kau membuatnya terdengar aneh.

Hei.

Bodoh!

Kenapa dia marah?

Aku memahaminya.

Hajime, kau bodoh.

Sia-sia aku membawa semua ini.

RESOR PULAU SIREN DAFTAR TAMU TUR MEMANCING

Ya?

Dokter Kageo? Kenapa kau di sini selarut ini?

Berhenti, jangan sentuh aku!

Aku tak percaya bisa bertemu denganmu di sini.

Kau merencanakan ini, 'kan?

Lepaskan aku.

Kumohon. Jangan lakukan ini.

Kau tak ingat?

-Masa lalu yang indah. -Kau salah paham.

Aku kemari untuk bekerja.

Silakan kembali ke kamarmu.

Kulihat kau keras kepala dan tak kooperatif seperti biasanya.

Aku terjebak di sini selama tiga malam. Sungguh, menyebalkan sekali.

Aku di sini bersama Dokter Kageo,

tapi aku tak peduli soal memancing.

Maaf.

Aku mengantuk.

Mari kita berkencan lagi saat aku kembali.

More Indonesian subtitles for The Files of Young Kindaichi

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left