The first 200 lines.
"Episode 75"
Baiklah, kita lakukan saja.
Apa?
Kupikir kita harus putus
untuk melindungi orang-orang yang kita cintai.
Tapi aku ingin bersamamu
dan berusaha melindungi orang-orang yang aku cintai.
Apa kamu
yakin soal itu?
Seperti katamu, semuanya akan baik-baik saja selama kita diam.
Kita akan tetap merahasiakannya.
Kita tidak perlu takut apa pun.
- Go Ya. - Aku akan kuat.
Akan kutunjukkan betapa bahagianya aku.
Untuk melakukan itu, kita harus tetap bersama sampai akhir.
Apa maksudmu, Ji Seok sakit?
Setelah
dia putus dengan Nona Choi,
mimpi buruknya kembali.
Dan yang lebih buruk
Ji Seok menolak untuk diobati.
Dia tidak mau mendengarkan apa pun yang kukatakan.
Kudengar kamu mulai bermimpi buruk lagi.
Pasti sulit, ya.
Itu bukan apa-apa dibandingkan
penderitaan yang diberikan bibiku kepadamu, Go Woon, Ibu,
dan keluargamu.
Aku tidak akan membiarkanmu menderita sendirian.
- Aku akan menemanimu. - Terima kasih
karena sudah memberanikan diri.
Aku bersyukur kamu masih menungguku.
Aku masih merasa bersalah kepada Go Woon dan ibuku,
tapi mari kita bersikap baik kepada mereka nanti.
Dan ke Ibu juga.
Baiklah.
Dan jangan khawatir soal ibuku.
Akan kupastikan untuk membujuknya.
- Ji Seok. - Ji Seok.
Dari mana saja kamu?
Jika sakit, kamu harus diobati.
Kenapa kamu tidak mau melakukannya?
- Maafkan aku. - Apa ini karena Go Ya?
Kamu menolak diobati
karena ingin melawan ibu soal dia?
- Ibu. - Tidak.
Aku hanya ingin melepaskan segalanya.
Tapi, Ibu,
aku tidak bisa melakukan itu lagi.
Aku akan menjalani perawatan. Akan kulakukan bersama Go Ya.
- Apa? - Apa maksudmu?
Kalian sudah berbaikan?
Ya.
Aku memang tidak mau putus dengannya.
Kami akan bersama sampai mati.
Ji Seok.
- Ibu. - Apa kamu seegois ini?
Terlebih lagi,
kamu menemui bibimu tanpa sepengetahuan ibu,
kini kamu mau berbaikan dengan gadis itu?
Kenapa kamu terus menemui orang-orang yang ibu benci?
Maafkan aku.
Aku menyesal
telah menemui Bibi secara diam-diam.
Tapi, Ibu,
tolong jangan minta aku putus dengan Go Ya.
Jika aku kehilangan dia...
Kenapa?
Aku tidak bisa hidup
tanpa dia.
Kenapa?
Kenapa harus gadis itu?
Apa yang spesial soal dia?
Kenapa kamu harus sakit lagi?
Kenapa kamu sakit lagi?
Kenapa kamu sakit lagi?
Kenapa kamu sakit lagi?
Biar kulihat.
Nomor pacarnya Go Ya mungkin ada di sini.
Benar.
Aku bahkan tidak mengetahui namanya.
"Musuh"?
Siapa ini?
Kurasa bukan dia.
"Kakak".
Ya, aku memang kakakmu.
"Pak Min"?
Mungkinkah dia?
Apa yang Kakak lakukan?
Kakak sedang mencari nomor pacarnya Go Ya.
- Namanya Pak Min? - Itu bukan urusan Kakak.
Bukankah sudah kusuruh untuk menjauhi pacarnya Go Ya?
Sebagai calon mertuanya, Kakak ingin menemuinya.
Mertua, apanya.
Aku tidak punya waktu untuk ini.
Bereskan ini sebelum pulang.
Apa? Kamu sudah mau pergi?
Go Ya mau mengadakan rapat penting.
Ada apa lagi sekarang?
Aku sungguh ingin bertemu dengan pacarnya Go Ya.
Aku tadi bertemu dengan Ji Seok sebelum pulang.
- Lalu? - Apa kalian
berbaikan?
Benarkah?
Ya. Aku akan mengajak dia kemari besok
untuk memperkenalkannya secara resmi.
Tidak. Coba pikirkan lagi
Berhentilah menolaknya.
Bibi.
Bibi juga akan berhenti mengatakannya.
Sekarang, biarkan saja mereka.
Ini hidup Go Ya.
Dia harus menjalaninya sendiri. Kenapa kita ikut campur?
Kapan dia mau datang?
Kami akan bertemu sepulang kerja.
Aku akan mengabari nanti.
Kalian dengar?
- Jangan membuat janji lain. - Baik.
Tae Ran, bantu kakak dengan persiapannya.
Tentu saja.
Omong-omong,
bagaimana dengan ibunya? Dia tidak keberatan?
Katanya, Ji Seok akan membujuknya.
Tidak masalah jika tidak berhasil.
Jika ibunya tidak berubah pikiran,
ibu akan merestui pernikahan kalian.
Jangan mengkhawatirkan apa pun.
Apa yang Bibi pikirkan?
Kini kamu harus mendukungnya.
Apa Ibu sudah lupa?
Ibu lupa semua hal buruk yang dikatakan ibunya kepada Go Ya?
Go Ya bukan akan menikahi ibunya.
Kenapa dia mau menjalani semua masalah itu?
Hentikanlah.
Kamu juga bukan wali Go Ya.
Bar Ibu masih buka?
- Kenapa? - Mari minum di sana.
- Tidak bisa. - Kenapa?
Pekerja paruh waktu sedang membersihkannya.
Kita akan membuatnya tidak nyaman.
Mari kita tidur cepat malam ini.
Apa itu?
Ini buku gambar dan krayon.
Kamu mau ke mana dengan itu?
Itu...
Aku ingin menggambar sesuatu bersama temanku.
Sekarang sudah gelap. Aku akan mengantarmu.
Tidak!
- Kenapa? - Aku bisa pergi sendiri.
Kamu tidur saja.
Cepat!
Ayolah.
Astaga, kenapa semua orang menyuruhku tidur cepat hari ini?
Ini.
Apa itu aku?
Ya. Katamu kamu ingin menjadi pemain sepak bola.
Gambarnya bagus.
Sungguh? Syukurlah kamu menyukainya.
Saat ayah teman-temanku menggambar untuk mereka,
itu membuatku cemburu.
Kenapa? Ayahmu terlalu sibuk untuk bermain bersamamu?
Aku tidak punya ayah.
- Dia sudah meninggal? - Ya.
Bagaimana bisa dia meninggalkan
putra menggemaskan sepertimu?
Nak, adakah yang ingin kamu lakukan bersama ayahmu?
Paman akan mencoba melakukannya bersamamu.
Bisakah kita merakit robot bersama?
Merakit robot?
Teman-temanku kadang memamerkan robot
yang mereka buat bersama ayahnya.
Baiklah. Paman ahli membuat sesuatu.
Mari kita lakukan bersama.
Aku senang sekali!
Sayang.
Kenapa berdiri di sana?
Sayang, apa yang harus kulakukan?
Ada apa? Apa sesuatu terjadi?
Aku bertemu dengan Ji Seok tanpa sepengetahuan Sa Ra,
dan kini dia mengetahuinya.
Bagaimana dia bisa tahu?
Aku memakai syal
yang diberikan Ji Seok kepadaku.
Begitu Sa Ra melihatnya, dia bertanya
siapa yang memberikan itu kepadaku.
Seharusnya kamu menyangkalnya.
Kamu tidak tahu dia seperti apa?
Dia keras kepala.
Kira-kira apa yang dia lakukan kepada Ji Seok setelah ini?
- Aku merasa kasihan kepadanya. - Aku tahu.
Kakakmu agak berlebihan dan keras kepala.
Dia bahkan pernah bilang kepadaku
untuk memilih
antara kamu dan mati.
Apa kali ini dia akan menyuruh Ji Seok memilih
antara dia dan kamu?
Ji Seok pasti akan bilang
tidak mau kehilangan aku.
Tentu saja.
Dia akan memilih memutuskan hubungan dengan ibunya
daripada denganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.