The first 180 lines.
Apa sinyal ponsel di sini jelek?
Coba kulihat.
Dapat.
Berapa nomor Pak Moon?
Benar juga.
Astaga.
Halo?
[ Kau tak menjawab teleponku sejak semalam. ]
[ Kau tahu bunganya akan segera jatuh tempo, bukan? ]
Ini ponsel Dokter Kang Sun-ju.
Kau salah sambung.
Apa-apaan itu?
[ Tenggat bungamu tanggal 18 September. Kenapa kau tak menjawab teleponmu? ]
Pak Yoon.
Tidak!
Pak Yoon.
Kau sudah bangun?
Aku terkejut karena kupikir kau menghilang lagi.
Nona In Yoon-ju.
Ya.
Apa?
Siapa Nona In Yoon-ju?
Siapa bilang kau boleh memeriksa ponselku?
Dia terus meneleponmu.
Makanya.
Pria itu terus meneleponku.
Dia pasti pemilik nomor teleponku sebelumnya.
Kubilang aku bukan In Yoon-ju. Tapi dia terus menelepon dan mengirimiku pesan.
Omong-omong, kau juga menjawab teleponnya?
Ya. Dia memintamu membayar bunga atau semacamnya.
Apa? Bunga apa...
Kenapa dia tak membayar bunganya tepat waktu?
Dia membuat banyak orang tak nyaman.
Aku membicarakan wanita itu, Nona In Yoon-ju.
Aneh sekali.
Apa yang aneh?
Kudengar klienmu musisi terkenal di luar negeri.
Bagaimana kau mengobati mereka?
Begitu rupanya.
Itu...
Halo, Pak Seo.
Dokter Kang?
Di mana kau? Kau baik-baik saja?
Kau bersama Tae-in?
Ya. Kami baik-baik saja.
Maafkan aku.
Seharusnya aku mengawasinya.
Dokter Kang.
Ini yang harus kau tahu tentang Tae-in.
Perjalanan singkat ke toserba
bisa menghasilkan ratusan foto jika dia terlihat.
Saat dia makan dengan sepupu wanitanya,
tabloid menerbitkan artikel bahwa dia bertunangan keesokan harinya.
Ya. Aku menyadari popularitasnya.
Jika tahu itu, kenapa kau membiarkan ini terjadi?
Aku kembali tanpa terluka.
Bukankah hanya itu yang penting?
Astaga. Kau juga. Kau juga salah.
Maafkan aku. Akan kupastikan ini tak terjadi mulai sekarang.
Kenapa kau minta maaf?
Akulah yang tak bisa tetap terjaga selama beberapa menit
saat dia pergi ke toilet.
Yang penting dia menemukanku.
Jadi, aku kembali dengan selamat.
Itu yang penting, bukan?
Ayo.
Aku ingin pergi dan mengerjakan laguku.
Apa? Lagu?
Apa? Benarkah?
Musik tetap satu-satunya hal yang dia pedulikan setelah insiden ini.
Astaga, Tae-in.
Hei, berkemaslah. Ayo pergi sekarang. Cepat.
Astaga.
Astaga.
[ Andai pertemuan kita kemarin bisa lebih baik. ]
[ Aku tahu kita tak selalu bahagia bersama. Tapi kita akan sering bertemu. ]
[ Kuharap kita bisa saling menyapa dengan senyuman lain kali. ]
Hei, kau tak lapar?
Mau berbagi ramyeon denganku nanti?
Hentikan.
Astaga. Jangan bereaksi berlebihan.
- Hei. - Woo-yeon tak tidur semalam.
- Apa? - Dia yang paling khawatir di antara kami.
Dia hendak pergi mencarimu.
Menghentikannya tak mudah.
Begitu rupanya.
Aku sungguh minta maaf.
Tak perlu minta maaf kepadaku.
Aku memberimu 50 juta won. Kenapa kau terus meneleponku?
Aku bahkan belum telat. Kenapa kau terus...
Jadi, apa yang kau katakan kepada pria tadi?
[ Apa lagi yang bisa kukatakan? Tentu saja soal uang. ]
[ Aku bisa menebak dari suaranya bahwa pacarmu pemarah. ]
[ Kau harus memilih pria yang baik dan manis... ]
Apa dia tahu aku In Yoon-ju?
Nona In Yoon-ju.
Tidak. Ada yang aneh.
"Musai Musikus."
[ Schumann dan Brahms memiliki seseorang yang istimewa dalam hidup mereka. ]
[ Ketiga pria ini menguasai era romantisme. ]
[ Bagi Schumann, istrinya menjadi inspirasi untuk menulis musik. ]
Kau tak boleh tidur jika belum selesai menggubah lagumu.
[ "Wanita dengan pandangan artistik yang sama denganku." ]
[ "Wanita dengan pandangan artistik yang sama denganku." ]
[ "Wanita yang bisa tumbuh bersamaku sebagai seniman." ]
Astaga, tak mungkin.
Apa dia inspirasiku?
Aku harus memastikannya langsung.
Tapi apa yang harus kukatakan?
Tak mungkin dia tahu.
Aku hanya perlu bersikap normal.
Kenapa kau kemari, Pak Yoon?
[ Aku harus tetap bersamanya dan memastikan apakah dia benar-benar menginspirasiku. ]
Kapan pengobatan hari ini dimulai?
Apa? Pengobatan?
Kau di sini untuk mengobatiku.
Tapi kau bilang tak mau aku membantumu.
Kau hanya ingin kita berpura-pura.
Aku berubah pikiran.
Jangan bilang
kau ingin dibayar tanpa melakukan apa pun.
Aku juga punya pertanyaan.
Orang tidur berjalan saat sistem saraf pusat mereka aktif
dan tidur REM serta non-REM mereka terganggu. Benar, bukan?
Ya. Benar.
Itu artinya pikiranku terjaga bahkan saat tubuhku tidur.
Mungkinkah aku mulai melihat atau mendengar sesuatu
karena aktivitas otak yang abnormal?
Astaga.
Ini bagus.
Aku senang melihat semangatmu ini.
Itu awal dari pengobatan apa pun.
Ini pertanda yang sangat positif.
Tapi seperti yang kau lihat, aku tak bisa hari ini.
Aku akan menjawab pertanyaanmu begitu aku kembali.
Kenapa kau tak bisa?
Sebagai dokter, aku harus meneliti lebih jauh.
Gejalamu tak kunjung membaik.
Jadi, aku harus mencari tahu apa sebaiknya rencana pengobatan ini dilanjutkan.
Aku akan kembali nanti.
Bagaimana ini?
Halo, Pak Moon.
Mengingat insiden di Konser Green kemarin,
kurasa Tae-in tak menunjukkan kemajuan.
Jadi, aku menelepon untuk bertanya apakah pengobatannya berjalan lancar.
Kenapa kau bertanya?
Apa Pak Yoon mengatakan sesuatu kepadamu?
Apa? Tidak. Dia tak mengatakan apa pun.
Sebentar lagi sebulan.
Benar.
Aku berusaha sebaik mungkin.
Ini bukan soal berusaha sebaik mungkin.
Kau harus menunjukkan hasil.
Ya. Aku mengerti.
Yang benar saja.
Lantai berapa?
Tidak. Haruskah aku tak menekan tombolnya?
Kenapa kau tak menjawab pesanku?
Aku menunggu lama hari itu.
Shin.
Mari berpisah sejenak untuk memikirkan ini.
Shin.
Apa karena tabloid bodoh itu?
Shin. Kau tahu.
Hei, Shin.
Shin, sedang apa kau di sini?
Kau sudah makan?
Jika belum, kau mau memesan layanan kamar denganku?
Kau dan aku mendapat tawaran untuk tampil di iklan bersama.
Kau mau berlatih?
Gandeng tangan pacarmu.
Kenapa? Aku hanya melatih pose kita.
Hei. Kau juga di sini.
Kau tak lapar?
Ayo. Makanlah denganku di kamarku.
[ Kemarin kau bilang ingin berpisah sejenak. ]
[ Itu artinya kau ingin bersembunyi karena para reporter, bukan? ]
Apa itu terdengar kekanak-kanakan?
saat orang tidur berjalan,
otak mereka terjaga.
No comments yet. Be the first to leave one.