The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh: Lebah Jelek
DE DANA DAN
DE DANA DAN
Wajah lugu yang kau lihat ini...
...itu aku. Nitin Bankar. Itu namaku.
Ini fotoku 26 tahun yang lalu.
Difoto saat aku masih kecil.
Seingatku, tak pernah lagi aku difoto setelah itu.
Aku hidup di istana mungil, dengan segala kebahagiaannya.
Itu adalah ayahku. Tn. Bankar.
Dia kelihatan seperti pilot, tapi sebenarnya dia pelayan sekaligus supir.
Dia bekerja pada Kuljeet Kaur.
Wanita itu seorang jutawan.
Ayahku meninggal dua tahun yang lalu.
Tapi untunglah aku mewarisi pekerjaan ayahku.
Tinggal kerja.
Bukan karena bantuan wanita itu,
...tapi karena ayahku memiliki hutang yang besar padanya untuk biaya pendidikanku.
Sejak itu aku bekerja pontang-panting untuk wanita itu.
Untuk membayar hutang.
Kumulai hariku dengan membuat teh. Bukan untukku, tapi untuk Nyonya.
Selamat pagi, Nyonya. Selamat pagi.
Semoga harimu menyenangkan, Nyonya.
Nyonya memiliki banyak toko, mall dan rumah di Singapura yang disewakannya.
Dia hanya mempercayaiku. Jadi, aku yang mengerjakan semua tugas rumah.
Apakah Tn. Mulchand sudah mandi? / Sudah, Nyonya.
Apakah Tn. Mulchand sudah sarapan? / Sudah, Nyonya.
Apa kau sudah setrika pakaian Tn. Mulchand? / Sudah, Nyonya.
Jadi, di mana Tn. Mulchand sekarang?
Dia sedang makan hazelnut di taman.
Kalau begitu, panggil Tn. Mulchand.
Mulchand... Tuan!
Oh, Mulchand. Mulchand-ku. Sayangku.
Sayangku.
Tn. Mulchand menggigit hidungku.
Tn. Mulchand mencakarku.
Tn. Mulchand mengencingiku.
Itu Mulchand! Kesayangan Nyonya.
Aku punya hubungan yang spesial dengan Mulchand.
Kami saling menyayangi persis Tom dan Jerry.
Nitin!
Kupukul kau, dasar anjing! Ke mana dia? Berhenti, dasar bodoh!
Dasar bodoh!
Perkenalkan, sahabatku Ram Mishra.
Sepuluh tahun yang lalu, dia datang ke Singapura dari India...
...dengan menjual perhiasan ibu dan adiknya untuk bekerja di film Cina.
Dia tak mendapat kerja karena warna kulitnya.
Sekarang, dia bekerja di bidang jasa kurir.
Hidup Mishra sesusah hidupku. Tapi kami selalu bahagia.
Karena pacar kami membiayai kami.
Kau dan aku, akan selalu bersama sampai akhir waktu
Aku berjanji tak akan pernah melepasmu
Karena aku tahu kau mencintaiku
Kau dan aku, akan selalu bersama sampai akhir waktu
Aku berjanji tak akan pernah melepasmu
Karena aku tahu kau mencintaiku
Aku akan mengikutimu, kutinggalkan semua hubungan
Akan kutinggalkan semua jalan yang tak berujung padamu
Semua mimpi dan harapanku ditakdirkan bersamamu
Akan kutinggalkan semua hubungan dan kupersembahkan hatiku hanya untukmu
Kau dan aku, akan selalu bersama sampai akhir waktu
Aku berjanji tak akan pernah melepasmu
Karena aku tahu kau mencintaiku
Kau dan aku, akan selalu bersama sampai akhir waktu
Aku berjanji tak akan pernah melepasmu
Karena aku tahu kau mencintaiku
Kini kau bagian dari hidupku
Kutemukan kebahagiaanku dalam dirimu
Diammu berkata bahwa kau hanya memikirkanku
Kulihat kau setiap saat dan kujadikan kau dekat di hatiku
Tiap pagi kubangun, berharap untuk melihatmu
Kaulah yang membuatku tersenyum, dan wajahku bersemu
Akan kutinggalkan semua hubungan dan kupersembahkan hatiku hanya untukmu
Kau bagaikan ratu di dalam diriku. Harummu bertahta di nafasku
Kaulah satu-satunya untukku. Cintamu memabukkanku
Hatiku ingin selalu bicara denganmu setiap waktu
Semoga segalanya diawali dan diakhiri denganmu
Dan waktu terhenti setiap kali aku bersamamu
Akan kutinggalkan semua hubungan dan kupersembahkan hatiku hanya untukmu
Kau dan aku, akan selalu bersama sampai akhir waktu
Aku berjanji tak akan pernah melepasmu
Karena aku tahu kau mencintaiku
Kau dan aku, akan selalu bersama sampai akhir waktu
Aku berjanji tak akan pernah melepasmu
Nitin! Ayah!
Jangan panggil itu sebelum kita menikah.
Aku ayah, kau ibu.
Nitin, ayahku di sini! / Mana?
Turunkan dia!
Aku tidak membesarkannya untuk kau gendong-gendong!
Jika kalian berduaan lagi, kupatahkan tulangmu!
Ayo!
Paman, jangan lupa janjimu.
Dulu kau dan ayahku berjualan ikan keliling seperti ini.
Kau berjanji pada ayahku tidak akan memisahkan kami berdua.
Jadi?! / Jadi?! Hanya karena kau menang lotere kau lupakan semuanya?!
Ya, aku lupa.
Jika kutepati janjiku membiarkannya menikah denganmu,
...maka kalian berdua akan berkeliling mengemis persis seperti dia!
Jangan lupa, Paman. Roda selalu berputar.
Begitu pun aku.
Aku juga akan mulai membeli lotere.
Kau baru boleh berkoar jika kau sudah dapat uangnya!
Dan kau! Ikut aku!
Nanti kabari aku! / Anjali!
Ayah...
Jika kau berani melangkah keluar dari rumah ini, kupatahkan kakimu!
Ada apa ini? / Diam! / Ibu!
Jika dia berani melangkah keluar dari rumah ini, kupatahkan kakimu juga!
Seorang ibu harus menjaga anaknya.
Akan kutetapkan tanggal pernikahannya hari ini juga.
Transfer 5 juta dari rekeningku yang di Cina.
Lima juta. Ya.
Dan... aku perlu investasi 4 juta di bisnis minyak Dubai.
Dan setelah itu beres,
...telepon aku dari telepon umum, mengerti?!
Aku bawakan sejumlah uang yang kau minta. / Bagus.
Tapi bunganya 12%.
Baik. / Dan ini dokumen yang harus kau tandatangani.
Ya, ya. / Kau perlu berapa lama?
Kupinjam untuk sebulan.
Segera setelah danaku masuk dari Cina, akan kutransfer ke rekeningmu.
Sebenarnya aku tak memerlukan uang ini.
Ini putraku, Nonny. / Halo.
Dia insinyur komputer.
Dia ingin memulai bisnis baru.
Itulah sebabnya kupinjam uang ini. / Ya.
Bos, aku mau bilang sesuatu. Ayo.
Bos, kau ingin putrimu menikah, kan?
Lihat pria yang di dalam?
Dia sangat menjanjikan.
Lihat kantornya. Lihat kekayaan mereka.
Hidup putrimu akan berubah dan kau juga.
Kurasa dia pergi.
Apa ada yang memberi tahunya tentang keadaanku?
Tn. Chadda, kuberikan uang ini. / Baiklah.
Tapi tidak sebagai pinjaman.
Lalu? / Coba pikir.
Kita sama-sama orang India.
Kau punya putra, aku punya putri.
Keduanya masih muda.
Putramu ingin memulai bisnis baru.
Dan dia perlu uang.
Kuberikan uang padanya, tapi bersamaan dengan putriku.
Inspektur Wilson Pereira.
Biro Investigasi Anti Korupsi.
Apa Tn. Chadda ada?
Sulit kupercaya. Ayo.
Ini pertama kalinya di dunia pernikahan ditetapkan begitu cepat.
Jadi, semuanya sudah beres, kan? / Ya.
Tapi anak kita harus segera bertemu.
Baiklah.
Kapan pun putrimu ada waktu, kita pertemukan mereka.
Tentu.
Dimana Tn. Chadda?
Setelah kuberikan uang dan putriku...
Harus kuapakan kertas-kertas ini? Buang saja.
Aku baru ingat, kami harus menghadiri rapat mendadak.
Jadi pernikahan ini sudah disepakati, kan? / Ya.
Seratus persen. / Sampai nanti, ya.
Sampai jumpa. / Ayo.
Ayo. / Orang itu ke sini lagi.
Jika dia menanyakanku, bilang aku pergi ke Cina.
Untuk apa Ayah ke sana?
Untuk makan ular. / Kalau dia tidak percaya?
Kalau begitu bilang ularnya beracun dan aku mati memakannya!
Apa kau Chadda? / Ya, aku Chadda.
Ikut ke kantor polisi. / Kenapa?
Banyak cek-mu yang ditolak.
Aku telah mencarimu ke mana-mana sebulan ini.
Dan kau masih bertanya. / Oh... itu bukan aku.
Itu ayahku, Harbansh Chadda.
Mana dia? / Dia pergi ke Cina.
Tapi resepsionis bilang dia ada di dalam.
Pasti yang dia maksud aku.
Begini, aku Chadda dan ayahku juga Chadda.
Kapan penipu itu kembali? / Dia tidak bilang.
Setiap kali aku ke sini, pasti dia berada di tempat lain.
Empat bulan lagi aku pensiun.
Dan sebelum pensiun, aku ingin menangkap penipu itu.
Selama aku menjadi polisi...
...belum pernah aku bertemu penipu seperti dia.
Segera beritahu aku setelah dia kembali.
Kalau tidak, akan kusegel kantornya,
...propertinya dan seluruh rekening banknya. Paham?! / Ya.
Lepaskan!
Mulchand! Mulchand! Lepaskan!
Lepaskan, dasar anjing!
Lepas! Lepaskan!
Lepaskan!
Ini.
Nitin! / Ya, Nyonya.
Beraninya kau mengejekku!
Celana ini mahal, dan kau merobeknya!
Kupotong delapan bulan gaji!
Aku ingin katakan sesuatu. / Katakan!
Jika terus begini,
...aku tidak akan pernah mampu melunasi semua hutang ayahku padamu.
Setiap kali...
Setiap kali aku berbuat baik, anjing itu merusak semuanya!
No comments yet. Be the first to leave one.