The first 200 lines.
Legend of Awakening
Ketika aku masuk tadi,
aku melihat prajurit negeri Anda
sudah hampir mengepung seluruh pangkalan.
Tiba-tiba aku tidak tahu aku sedang berada di Negeri Tan
atau Negeri Shuo.
Di wilayah penting pendiskusian perdamaian,
pengawasan pasukan pengiring juga sudah menjadi suatu kebiasaan
Kalian terus berkata ingin berdamai,
tapi nyatanya membawa begitu banyak prajurit kemari.
Aku merasa sepertinya tindakan kalian tidak sesuai dengan perkataan.
Xu Tianbing!
Pendiskusian perdamaian antar dua negara adalah hal yang menguntungkan negara dan rakyat.
Itu juga merupakan keputusan Yang Mulia dan Raja Negeri Tan.
Kenapa?
Apakah Jenderal Xu tidak sanggup dalam mengatur prajurit,
sehingga takut terhadap
Prajurit Longjie yang kurang dari 100 orang itu?
Qin Qi.
Jenderal Xu.
Tuan menteri.
Hamba tidak berniat untuk menyinggung.
Hanya saja, 2 negara berperang selama bertahun-tahun,
yang akan menderita hanyalah rakyat.
Terlebih akan membiarkan orang lain mendapatkan keuntungan di dalamnya.
Terlebih belakangan ini hamba dapat laporan
bahwa Gedung Shanhai dari wilayah utara telah menyelinap masuk ke Kota Ezhou,
tapi tidak tahu apa tindakannya.
Jadi hamba merasa
sekarang
lebih baik hati-hati.
Jenderal Xu, sudah cukup.
Sekarang adalah waktunya mendiskusikan perdamaian, jangan menciptakan masalah.
Apa yang aku katakan
Tuan menteri.
Anda berniat untuk mendiskusikan perdamaian.
Sekarang bahkan belum dibicarakan,
tapi putra Anda sudah bawa teman dunia persilatannya…
Oh ya, ada Nona besar Keluarga Qin juga.
Mereka meletakkan pedang di leherku.
Mereka mengancamku dengan pendiskusian perdamaian
di gerbang kota secara sembarangan.
Ingin aku buka gerbang kota dan lepaskan pengungsi masuk ke kota.
Menteri Xu.
Aku rasa kalian berdua sudah ada rencana kan?
Apakah aku
sudah seharusnya melepaskan baju besiku dan kembali bercocok tanam?
Silakan kalian diskusikan perlahan-lahan.
Aku pamit dulu.
Jenderal Xu.
Menteri Xu.
Jenderal bawahan kamu
sangat memandang rendah orang lain.
Aku…
Tuan menteri.
Masalah pengungsi adalah tindakan ceroboh adikku.
Mohon dimaafkan.
Salah paham, salah paham.
Hari ini kita telah bertukaran kredensial.
Beberapa hal spesifik masih perlu dibahas.
Bagaimana jika pendiskusian hari ini sampai di sini saja?
Putra Anda sangat menjunjung keadilan.
Harap sampaikan sapaanku untuknya.
Tampaknya pendiskusian perdamaian ini tidak begitu gampang.
Yang Mulia memberi perintah mutlak.
Tidak peduli bagaimanapun juga, tetap harus mencapai perdamaian.
Aku rasa
lebih baik kamu awasi adikmu,
jangan biarkan dia cari banyak masalah.
Ayah.
Kenapa Ayah datang kemari?
Putraku bekerja sama dengan teman dunia persilatan
mengancam jenderal penjaga gerbang kota,
membuka gerbang kota dan melepaskan pengungsi masuk tanpa izin.
Jika aku tidak kembali,
bukankah akan menjadi kacau balau?
Ayah.
Jenderal Xu terlalu berhati-hati.
Rakyat tidak bersalah.
Lagipula, bukankah Ayah sudah berencana untuk mendiskusikan perdamaian?
Cepat atau lambat, pengungsi tetap harus dimukimkan.
Jika dilakukan lebih cepat, mereka lebih berpeluang untuk hidup.
Terhadap beberapa temanku itu,
mereka adalah murid seperguruanku di Perguruan Bintang Biduk.
Mohon Ayah mengizinkan mereka untuk tinggal di sini.
Aku akan melayani mereka.
Weifeng.
Aku tahu sejak kecil kamu ingin berkecimpung di dunia politik.
Hanya saja ke depannya
kamu jangan gegabah saat bertindak.
Aku durhaka.
Sudah membuat Ayah khawatir.
Sudahlah.
Jenderal Qin bilang
sekte yang bernama Gedung Shanhai
punya ambisius yang tinggi,
takutnya akan berulah dan menciptakan masalah.
Ada bagusnya jika ada orang dunia persilatan yang bisa membantu.
Negara kita sudah berperang selam bertahun-tahun.
Bagaimanapun juga,
pendiskusian perdamaian kali ini harus berhasil.
Ayah.
Sebelumnya aku pernah mengungkit soal ingin ikut kemiliteran.
Ayah sudah menyetujuinya.
Ini adalah beberapa strategi pengelolaan prajurit
yang aku pikirkan saat berada di Perguruan Bintang Biduk.
Harap Ayah dapat melihatnya.
Karena kamu telah meninggalkan Perguruan Bintang Biduk,
maka kamu harus memulihkan diri di rumah dengan tenang.
Seharusnya tidak sembarang berpikir.
Terlebih tidak perlu membuang-buang tenaga untuk menulis ini.
Ayah mengerti pikiranmu,
juga tahu tidak bisa menghentikanmu.
Tapi orang tidak boleh punya ambisi terlalu tinggi.
Harus tahu untuk membedakan beberapa hal tertentu.
Aku mengerti.
Berambisi terlalu tinggi.
Jika semua orang nyaman terhadap kondisi sekarang,
takut dan tidak berani maju,
lantas siapa yang bisa keluar untuk memimpin dunia?
Membantu diri sendiri?
Kamu sendiri merawat seorang adik tongkat kayu.
Sekarang kamu ingin aku membantu diriku sendiri?
Siapa yang kamu maksud tongkat kayu?
Guru.
Apa yang kamu lakukan?
Bukankah kamu ingin aku menyuapimu permen?
Aku setuju, oke?
Otak tongkat kayu tidak kaku lagi?
Asal kamu menyetujui satu syaratku.
Apakah di tempatmu ada obat
yang bisa buat tubuh kuat, tidak sakit dan tidak lemah lagi?
Jika ada obat seperti itu,
aku sudah memakannya sendiri.
Mana mungkin disimpan sampai sekarang?
Kamu ingin memberikannya kepada siapa?
Bisa diberikan kepada siapa lagi?
Boleh diberikan kepada siapa pun.
tapi selain Xu Weifeng, si pria lemah itu.
Kenapa?
Aku tidak senang.
Guru, aku benar-benar tidak mengerti.
Sisi manaku yang lebih buruk darinya?
Setiap kali melihatnya, kamu seperti gadis kecil.
Tapi kamu malah begitu galak terhadapku.
Guru.
Bagaimana jika kamu lihat aku dengan teliti?
Meskipun tidak ada keluargaku yang menjadi pejabat,
tapi bagaimanapun juga, aku adalah tuan muda di Lembah Wuyou.
Jika banding harta keluarga, aku tidak kalah darinya.
Lagipula,
Xu Weifeng pasti bermasalah.
Jika tidak, mana mungkin ada orang yang begitu sempurna di dunia ini?
Pokoknya, kamu tidak ingin memberinya?
Tidak ada obat ajaib, obat nutrisi juga boleh. Ingin memberikannya atau tidak?
Ini, ini.
Ini, ini.
Murid yang patuh.
Aku pergi dulu.
Maaf.
Suasana hatiku agak buruk.
Aku datang antar obat untukmu.
Aku sudah minum obat pagi tadi.
Ini berbeda.
Obat ini bisa membuatmu kuat dan sehat.
Bisa memulihkan tubuhmu dan bisa ikut kemiliteran.
Kamu sudah dengar semua pembicaraan
aku dan ayahku tadi pagi?
Aku tidak sengaja mendengarnya.
Bukankah kamu ingin bergabung dalam militer dan menguatkan negara?
Jika obatnya berguna setelah kamu memakannya,
aku akan minta sedikit lagi kepada Mo Lin.
Aku sudah menerima niat baikmu.
Tapi obat seperti ini
tidak berpengaruh bagiku.
Aku sudah makan terlalu banyak sejak kecil.
Mungkin aku ditakdirkan menjadi orang yang tidak berguna.
Semua yang aku tuliskan ini
hanyalah orang bodoh berbicara dalam mimpi saja.
Punya impian, belum tentu salah.
Sewaktu kecil, aku dan kakak
dikurung di sebuah tempat yang sangat mengerikan.
Aku pikir sungguh merupakan suatu mimpi jika ingin kabur keluar.
Tapi kakakku bilang padaku,
punya impian, belum tentu salah.
Jika bahkan tidak punya impian,
maka akan benar-benar mati.
Asal tidak putus asa,
mungkin saja suatu hari
buku strategimu ini akan menjadi kenyataan.
Su Tang.
Kita baru saja kenal.
Kenapa kamu membantuku seperti ini?
Aku dan kakak tidak punya rumah.
Dapat bertemu seseorang yang membantu orang lain pulang ke rumah,
aku sungguh berharap kamu bisa berhasil.
Aku menderita asma sejak kecil.
Bahkan ayahku juga tidak menaruh harapan padaku.
Kamu adalah orang pertama yang memberitahukan semua ini padaku.
Su Tang.
No comments yet. Be the first to leave one.