Maria

Maria

Download Indonesian Subtitle

Release info

Maria 2019 WEBRip NF LebahMovie
A Commentary by dindonk
LebahMovie.com

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2019-06-03
Downloads: 67
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

PERSEMBAHAN NETFLIX

TUJUH TAHUN KEMUDIAN

- Hai, pagi. - Selamat pagi.

Sebentar selesai.

Tak apa. Aku mau menemui Leo.

Sarapan dahulu.

Pemasok kaus datang pagi.

Leo mungkin repot. Aku harus periksa restoran

untuk temu sapa gubernur.

Jika jadi kau, akan kubiarkan Leo menanganinya.

Dia pejabat publiknya, bukan kau. Biarkan dia belajar.

Bukan hanya untuk Leo, acaranya juga penting bagiku.

Aku yakin gubernur itu harapan bangsa.

Siapa pun "harapan bangsa ini",

aku yakin kini mereka sedang sarapan.

Jadi, kau juga harus sarapan.

Ditambah, kau tak boleh terlalu terlibat.

Semua politikus ini sama saja.

Itu berita bohong.

Tentang Villanueva? Kuharap begitu.

Hai, Sayang. Kemarilah.

Hai, Sayang. Bagaimana tidurmu?

Sayang.

Apa makanan terpenting dalam sehari?

Sarapan.

Pak, boleh tanya?

- Gubernur! - Ya.

Kampanye pemilumu adalah antinarkoba.

Apa benar Tn. De La Vega mitra bisnismu

yang dicurigai pemasok narkoba terbesar di sini?

Kami tak bermitra! Titik!

Aku di sini ingin melawan penjahat.

Kau monyet! Kau tak akan ada di posisimu jika bukan karena aku.

Bos. Aku punya hadiah untukmu.

Bos, ini para pengkhianat yang kutangkap.

Kalian berdua pengkhianat.

Kalian bernyali, aku kagum.

Yang ingin kuketahui adalah...

siapa pengkhianat aslinya?

Benar! Ini akhir bagi kalian berdua.

Lihat kedua orang ini, Kaleb dan Victor.

Selalu bertengkar. Sangat berlawanan.

Namun, mereka punya satu kesamaan!

Mereka punya kesetiaan.

Benar! Kami butuh kesetiaan.

Kesetiaan?

Pengkhianat berengsek!

Kau pikir aku tak akan tahu?

Kalian berdua!

Nona-nona.

Bos, kami sudah beri nama-namanya.

Baiklah. Ayo langsung bicarakan bisnis.

Dia terlalu banyak bicara.

Dia terlalu ribut. Membuat gugup klien kita.

Jadi, kita harus membungkamnya.

Lakukan ini sekarang.

Bicara memang mudah.

Jika boleh,

anak buahku bisa membereskan ini.

Menanganinya? Seperti caramu menangani Santiago?

Dengar, misiku selesai!

Kaleb, kau serius? Apa kau sebodoh itu?

Kami semua sedang diselidiki karena kau.

- Kau mengacau lagi! - Pak.

- Baiklah. - Terima kasih, Pak.

Pastikan kau bereskan ular-ular itu.

Aku ingin mereka mati. Mengerti?

Kenapa?

Apa maksudmu kenapa?

Kenapa kau biarkan Kaleb keliaran mengacau?

Lalu aku harus membereskan kekacauannya.

Victor...

Di dunia ini, semua orang punya tempat.

Dalam keluarga ini, aku yang menentukan.

Kau mengerti?

Ini yang terakhir.

Apa kau mengerti?

Ya.

Aku mau kopi Ikuti semua yang kukatakan

Satu, dua, tiga

- Sampai jumpa, Min! - Sampai jumpa!

Sampai jumpa.

Pakai sabuk.

- Siap? - Ya, Bu.

Ibu, lihat!

Putri Ibu sangat cerdas. Warisan dari Ibu.

Hai, Sayang.

Aku baru menjemput Min-Min dari sekolah.

- Hai, Ayah! - Hai, Sayang.

Kau senang di sekolah? Cerita, ya?

Kami mau pulang. Pulanglah lebih cepat, ya.

Aku segera pulang. Jaga diri kalian.

- Aku sayang kalian. - Aku juga. Sampai jumpa.

Enak!

Serius?

Kalian sangat mirip.

- Bu, ini sungguh enak. - Kalian selalu menggodaku.

Enak, bukan?

Gubernur, bisa bilang bahwa tuduhan

hubunganmu dengan De La Vegas itu bohong?

Tentu.

Aku mau tanya.

Kenapa media menghebohkan De La Vegas?

Dia hanya dicitrakan buruk.

Aku masih percaya dia pria baik.

Dia harapan bangsa ini.

Setahuku, mereka terbukti tak bersalah.

Kenapa ekspresimu?

Ekspresi apa?

Kau mengernyit.

Kau tampak kesal.

Aku selalu seperti ini.

Benarkah?

Selama empat tahun bersama, kau masih tak mengenaliku?

Yang benar saja.

Apa kau tahu?

Kupikir Gubernur sungguh menginspirasi.

Aku meyakini yang dia perjuangkan.

Dia sungguh satu-satunya harapan bangsa kita.

Terserah. Aku akan bawa Min-Min ke atas.

Hei.

Santai saja, hanya bercanda.

Keamanan ketat.

Ada delapan di luar restoran.

Paman!

- Leo. - Aku akan pergi.

Hai, Bibi.

Terima kasih banyak sudah datang.

Paman, sudah siap?

Tentu. Kau bagaimana? Kau gugup, ya?

Tidak juga. Kupikir kau yang gugup.

- Aku? - Paman...

Pak, apa itu?

- Sayang. - Ini?

Ibu bilang tetap dekat Ibu, 'kan?

Maaf.

Tak apa-apa. Maafkan kami, Opsir.

Tak apa-apa, Nyonya. Tak masalah.

Sayang, kami akan keliling sebentar.

Baiklah.

Kau bisa tunggu temanmu di sini.

Baiklah.

- Sampai nanti. - Terima kasih.

- Sampai nanti, Sayang. - Sampai nanti, Bibi.

Kita taruh semua spanduk di sini.

Pers dan pendukung sudah tiba.

FORUM EKONOMI

Kau mau pergi dan makan di rumah?

- Kali ini, jangan heboh. - Ya, Pak.

Aku akan segera ke luar negeri bersama rekan kita.

Setelah selesai dengan Gubernur, kembalilah.

Baik.

Pak.

Minggir...

Hati-hati.

- Di mana dia? - Siapa, Pak?

Dia! Di mana dia?

Dia baru pergi.

Putari area ini, paham? Cari dia.

Ya, Pak. Ayo.

Kini kita harus perhatikan hukum yang memastikan pemerintah...

Pemerintah tak akan menghabiskan uang dengan sia-sia.

Itu yang kami janjikan.

Yakinlah bahwa pemerintah sekarang,

jika kupimpin, akan mendukung kalian

sepenuhnya untuk bantu bisnis kecil,

tetapi itu hanya tergantung kita semua, tergantung kalian semua.

Jadi, teman-temanku, tolong jangan lupa, pemilu ini...

Sedang kunonton!

Pikirkan Gubernur terus.

Kau sudah pakai kaus bergambar wajahnya.

Itu tak cukup?

Apa salah mendukung politikus yang jujur?

- Dia harapan bangsa ini... - "Harapan bangsa." Aku sudah tahu.

Hanya itu yang kudengar darimu.

- Lalu apa masalahnya? - Tak ada. Sama sekali tak ada,

tetapi sejak Gubernur berkampanye di sini,

kau lebih memperhatikan dia daripada keluargamu.

- Aku hanya ingin meningkatkan citranya. - Dengan mengabaikan aku dan Min-Min.

Jangan lakukan, kumohon.

Hentikan.

Kasihanilah aku.

Jangan. Kumohon.

Apa yang kau mau?

Status?

Apa hakmu menanyaiku?

Hanya coba membantu. Akan kukirim anak buah.

Mereka tiba besok.

Dengar, aku tak minta bantuanmu!

Sial!

Setrum dia lagi.

Hentikan.

Lihat perbuatanmu.

Dia pingsan.

Kau monyet bodoh.

Maaf tentang itu.

Bisa siuman untukku? Kau bisa siuman?

Siuman!

Hentikan. Tolong hentikan.

Dengar.

More Indonesian subtitles for Maria

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left