Throuple

Throuple

Download Indonesian Subtitle

Release info

Throuple 2024 WEBRip id
Throuple 2024 1080p Tagalog WEB-DL HEVC x265 5 1-BONE
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:10:42

Tags

webdl
Published on: 2024-09-11
Downloads: 185
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau yakin?

Kau menginginkan ini?

Ya,

aku yakin.

Kau tetap di sana?

Kau tidak mau bergabung dengan kami?

Haruskah kita main lagi?

Aku ikut.

Tunggu... istirahat dulu.

Kita tunggu sampai si kecil ini pulih.

Pak Penis?

Aneh!

Konyol sekali!

Kau tidak suka? Aku tidak tahu harus memberikan nama apa.

Kau boleh istirahat.

Tapi ini belum berakhir, oke?

Ya, tentu saja.

Eh...

Jadi...

- Saatnya bermain? - Saatnya bermain?

Kau tahu saja aku.

Buka aplikasinya.

Ya ampun.

- Kau pernah mendengarnya? - Apa itu?

Gampang menang?

Tentu saja!

- Yang mana? Ini? - Coba kulihat.

Untung kau punya Gcash.

Pengisiannya sangat cepat.

Aku selalu memainkan game ini.

- Lihat. - Wah, benarkah?

Kuharap kau berpencar.

Jika aku dapat skor besar,

Aku akan mentraktirmu setelah aku mencairkan uangnya.

Tidak sampai satu menit.

Kau janji? Jangan main-main denganku.

Kalau begitu, pasang taruhan.

- Ini dia. - Itu. Tembak.

- Oke, main. - Main.

Ini dia. Kau siap?

- Ya, siap. - Main.

Tekan!

- Boom! - Boom!

- Oke, cukup. - Sakit!

Sungguh?

Kita menang, itu saja?

- Itu keren! - Dikalikan lima.

- Semudah itu? - Ya!

- Aku mau main lagi. - Oke, ayo main lagi.

- Satu lagi. - Satu lagi. Mainkan lagi.

- Oke, ayo - Itu.

- Kita dapat! - Kita dapat!

- Lihat itu? - Luar biasa!

- Benarkah? - Kau melihatnya?

- Bagaimana? - Yang pertama kali lima.

Yang pertama kali lima,

sekarang lihat. Kali delapan?

Wah.

- Kita menang. - Kita beruntung!

Tapi kita akan menang lebih besar jika kau masukkan semuanya.

- Semuanya? - Tidak mungkin, kau serius?

- Tentu. Ini akan menyenangkan. - Main,

- Ayo kita coba. Ayo. - Aku berani mempertaruhkan tanah kita. Semua masuk.

- Kita menang! - Ya Tuhan! Ya!

- Ya Tuhan! - Kita menang!

Kita kaya!

Kita kaya!

Aku mencintaimu!

Aku pun mencintaimu.

Aku mencitaimu.

Aku berjanji akan mentraktir kalian.

Sebaiknya begitu.

Tapi sisanya, akan kita gunakan bayar hutang.

Oke, tentu saja.

Aku tahu

tidak semua orang akan mengerti

hubungan yang kumiliki dengan Juancho dan Hannah.

Tapi kami tidak ada bedanya dengan pasangan di luar sana.

Apa yang kubilang?

Kau terus ragu-ragu.

- Aku mau tato. - Tapi?

- Tapi aku takut itu akan sakit. - Oke, baiklah. Ini bisa sedikit sakit.

Oke, cukup.

Jangan lagi bertengkar untuk nona-nonaku.

Cobalah kue yang kubuat ini.

- Wah... - Wah...

Ini bagian dari menu baru di restoran kami.

- Kelihatannya enak. - Rasanya enak.

Cobalah.

Benarkah? Enak?

- Ini enak. - Bernarkah? Biar kucoba.

- Silakan makan. - Sedikit saja.

Sedikit atau banyak, kau akan menyukainya.

Bagaimana?

Ini sangat enak.

Pemandangan favoritku adalah

melihat kalian bahagia bersama.

Kau jago bicara.

Pfft. Pemandangan favorit.

Lebih dari semua negara yang pernah kau kunjungi?

- Ya? - Tentu saja!

- Kau yakin? - Ya benar!

Pfft! Terserah katamu.

Ya, Cinta. Tentu saja

lebih baik jika…

- Itu... - Oh, kau.

Boleh aku mencicipinya?

Biar kucicipi.

Awas.

Aku belum mencicipi cupcakenya.

Bagaimana dengan cupcake lainnya?

Oh, aku lupa.

- Apa? - Sayang, tunggu.

Lihatlah waktunya. Sialan.

Aku akan terlambat.

Lalu lintasnya macet.

- Kau akan mengantarku. - Oke, ayo.

Aku akan menemuimu nanti.

Kita akan melakukan banyak hal.

Oke. Permisi sebentar

sementara aku mengantar Hannah ke tempat kerja.

Kenapa kau tidak rapat besok saja?

Percayalah, sayang. Aku lebih suka tinggal bersamamu juga.

Tapi aku tidak bisa membatalkan pertemuan hari ini.

- Kita akan menebusnya, aku janji. - Oke. Aku akan menemuimu nanti!

- Sampai jumpa! - Aku akan menunggumu.

- Oke. - Kami berangkat. Sampai jumpa!

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa!

- Hati-hati! - Hati-hati!

Ayo.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa!

Kita akan melakukan apa yang kusuka nanti, oke?

- Seperti biasa. - Yay!

- Sampai jumpa besok! - Sampai jumpa!

- Hati-hati di jalan! Sayang kalian berdua! - Aku mencintaimu! Biar kuambil barang-barangku.

Aku tidak sadar kalau itulah terakhir kali aku melihatnya.

Cinta kami mulai berkurang sejak hari itu.

Tapi ada satu hal yang kutahu.

Aku mencintai Juancho.

Bibi…

Maafkan aku.

Kami tidak bisa menyelamatkannya.

Ini bukan salahmu.

Itu kecelakaan.

Sayang…

Maaf…

Ini semua salahku.

Tidak.

Tidak ada yang menyalahkanmu.

Itu kecelakaan.

Bahkan orang tuanya tidak menyalahkanmu.

Tidak, ini salahku.

Ssst...

Menurutmu Juancho akan senang melihatmu seperti ini?

Kau tahu dia tidak suka melihat kita menangis, kan?

Dia mau kita bahagia.

Seperti yang biasa dia katakan?

“Hidup harus selalu dipenuhi dengan kesenangan.”

Kau tahu,

Aku bertemu Ian sebelumnya. Salah satu rekan artisku.

Anak baru.

Dia pikir.

Juancho saudaramu.

Karena kau tidak berhenti menangis.

Tapi aku memberitahunya.

Kau pacarku.

Kita ada dalam hubungan kelompok.

Dia sangat bingung.

Sungguh!

Kau seharusnya melihat wajahnya.

Maaf.

Aku tidak terbiasa.

Juancho biasanya tidur di antara kita, kan?

Maafkan aku.

Aku tidak percaya.

Sudah lama sekali sejak terakhir kali kita di sini.

Masih terlihat sama.

Aku merindukannya.

Mau pesan apa?

Kau tahu apa yang kusuka.

Ya, Bu, apa pesananmu?

Dua kue red beludru,

dan dua es kopi.

Terima kasih.

Ngomong-ngomong, aku akhirnya memberitahu ibu.

Tentang apa?

Tentang hubungan kita dengan Juancho.

Bagus.

Hanya itu saja?

Kau tidak punya saran,

atau apa pun tentang cara mendekati mereka?

Tidak ada.

Tidak ada?

Mereka tidak menerima kita,

Jadi…

Apa masalahnya?

Kita akan terus seperti ini?

Apa masalahmu?

Bicaralah.

Kita sedang bicara.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left