Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 122
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Special Host: Shin Ae-ra

Tags

other
Published on: 2019-01-21
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Soo Hong naik lift dengan kedua tangan penuh"

Itu putraku.

Itu Soo Hong.

Soo Hong selalu terlihat rapi.

Astaga.

"Dia terlihat sangat rapi"

Aku mengunjungi rumah baru.

Dia pasti mendatangi rumah seseorang.

Ini kali pertamaku membeli bunga.

Entah apa temanku akan menyukainya.

- Bunga. - Dia membeli bunga.

Kuharap temanku suka bunga.

Astaga.

Dia membeli bunga,

jadi, dia pasti mengunjungi rumah seorang wanita.

- Rumah siapa yang dia datangi? - Benar.

Benar.

"Ke mana perginya dia?"

Di sini tempatnya.

Bagus sekali. Aromanya bagus.

- Hei. - Hei.

Astaga.

- Apa? - Rumah siapa itu?

- Entahlah. - Bukankah itu rumah Jeong Su?

- Rumah Jeong Su? Bukan. - Bukan begitu?

Pintu rumahnya juga seperti itu.

Siapa itu?

"Rumah siapa itu?"

Hei.

- Hei. - Astaga.

- Apa itu? - Ini hal yang kamu minta.

Aku membelikan kopi yang kamu minta.

Terima kasih banyak.

"Dia teman baik Soo Hong selama 24 tahun, Hong Suk Chun"

- Ternyata dia. - Benar.

- Dia Suk Chun. - Dia Suk Chun.

Mereka sudah berteman selama 24 tahun.

"Soo Hong dan Suk Chun sudah berteman selama 24 tahun"

- Kamu membawakan bunga. - Ini bagus.

- Menurutku, - Ya?

pria yang membawakan bunga akan ada di posisi pertama.

Itu aku.

Itu aku. Itu aku, Temanku.

Kamu pria dengan selera yang bagus.

- Astaga. - Ibuku ada di sini.

- Halo, Bu. - Aku sering melihatmu di televisi.

- Halo, Bu. - Aku ibunya.

- Senang menemuimu, Bu. - Dia ibu Suk Chun.

- Aku temannya. - Ya. Senang menemuimu.

- Dia mirip Suk Chun. - Itu benar.

- Dia tampak muda untuk usianya. - Benar.

- Dia tampak muda. Sangat sehat. - Dengan ibunya...

Ibunya sangat sehat.

- Dia tampak sangat sehat. - Ya.

- Itu benar. - Ibu.

Dia juga belum menikah.

"Dia mengadukan Soo Hong"

Dia belum menikah.

- Dia juga belum menikah. - Benar.

Aku juga belum menikah. Aku anak yang merepotkan.

Kubilang pada Suk Chun kalian pasti sangat akrab.

Kalian sama saja.

- Ya. - Astaga.

- Mereka belum menikah. - Mereka belum menikah.

Dia belum menikah?

Mereka sama-sama belum menikah.

Karena ini pesta rumah baru,

- aku membawakan sesuatu. - Apa ini?

Apa yang kamu bawa?

- Dia... - Bunga sudah cukup.

- Kenapa kamu repot membawakan ini? - Ini sungguh merepotkan.

Ini...

Apa itu?

"Apa yang Soo Hong bawa?"

- Suk Chun, kemarilah. - Ada apa?

Aku memakai ini di rumah.

- Ini hadiah yang sangat bagus. - Itu hal yang kuminta?

Ya. Ini dia.

- Aku juga akan merakitnya. - Tidak mungkin.

Akan kubukakan untukmu, Bu.

- Aku suka ini begitu kuat. - Aku akan ambil pisau.

- Tidak perlu, Bu. - Itu luar biasa.

- Aku saja. Akan kurakit juga. - Baiklah.

Ini bagus.

Itu luar biasa.

Hebat sekali.

Ini...

Kamu harus antusias.

Aku senang kamu menyukainya.

- Ajak aku mengelilingi rumah ini. - Ini...

Baiklah.

Rumah ini sangat indah dan bergaya.

Untuk apa ruangan ini?

Ini tempatku membaca naskah.

- Ini akan menjadi ruang belajar. - Astaga.

- Di sini akan disimpan komputer. - Benar.

- Apa ini? - Ini brankas.

"Brankas"

Tidak ada makna khusus.

- Itu brankas yang besar. - Kakak iparku

ingin membuangnya,

- jadi, kudapatkan darinya. - Ini mengesankan.

- Kamu ingin membukanya? - Boleh kulihat isinya?

Itu brankas yang sangat besar.

Sebuah brankas.

Tidak akan ada yang bisa mencurinya.

Itu pasti sangat berat.

Aku akan lupa semua hal.

Ini... Begitu rupanya.

Tidak ada banyak hal di dalam.

- Ini penting. - Sertifikat Kepemilikan.

- Ya. - Apa itu?

Ini kotak hartaku.

Brankas ini merupakan catatan

- Ya. - sejarahmu.

Apa ini?

Apa ini?

- Ada yang membeli sapi emas. - Itu kura-kura emas.

Aku punya ini.

Aku ikut acara kompetisi bernyanyi dan menerima ini.

Apakah sebesar ini?

Astaga.

- Mengesankan, bukan? - Bagian dalamnya kosong.

- Bagian dalamnya kosong. - Bagian dalamnya kosong.

Kenapa kamu melihat isi brankas orang lain?

- Benar. - Kenapa dia melakukan itu?

Melihat-lihat brankas orang lain itu aneh.

Kenapa dia melihat isi brankas temannya?

Biasanya, kamu tidak ungkap isi brankas ke orang lain.

Biasanya tidak kamu perlihatkan ke siapa pun.

Benar.

- Kamu harus menyimpan ini. - Baru-baru ini aku menemukannya.

- Ada di sini. - Apa ini?

Apa itu?

Apa ini anugerah yang kudapat?

Ini... Jika suatu saat

aku terlibat kecelakaan dan mati,

- Mungkin itu wasiat. - Astaga.

ini formulir pendaftaran untuk rumah pemakaman.

Kamu membuat ini di tahun 2003?

Ya. Aku hampir mati saat itu.

- Astaga. - Astaga.

Ya. Aku hampir mati saat itu.

Aku membuat pengakuan pada tahun 2000

dan terus berpikiran buruk.

- Ada masa seperti itu. - Saat itu kamu tidak bekerja.

Benar.

"Dia menyimpan semua kenangan buruknya di brankas itu"

Kenapa dia mengatakan hal sedih seperti itu?

Astaga.

Tidak ada apa pun di sini.

Mari berhenti melihat di sini.

Baiklah.

Bagus. Kenapa kamu menyiapkan banyak hal?

Kamu membawa banyak yakbab.

Apa ini?

Ini kepiting biru?

Ya. Aku akan memasak kepiting biru.

- Kamu tidak keberatan? - Aku sangat menyukainya.

Pasti sedang musim.

Kini mereka sedang musim.

Kami selalu memasak semur dengan kepiting biru.

Tapi hari ini, aku mau sajikan ibuku makanan dengan gayaku sendiri.

Aku akan membantumu. Akan kubantu jika kamu memasak.

- Hidangan Koki Hong - Benar.

- sangat enak. - Dia pandai memasak.

- Dia hebat. - Ya.

Dia juga pandai memasak.

- Tolong bukakan ini. - Baiklah.

"Soo Hong dan ibunya membersihkan sayuran"

"Dia membersihkan kepiting biru dengan sikat gigi"

Aku harus membantunya. Astaga.

Suk Chun koki profesional.

Ya, itu benar.

Ibu lega saat menemuiku, bukan?

Ibu tahu ada pria lajang

sama seperti Suk Chun.

Posisiku sama seperti dia.

Astaga. Kalian sama saja.

Posisi kalian sama

- Ya. - hingga kini.

Bukankah Ibu lega ada banyak anak laki-laki lain

yang masih melajang?

- Ibu tidak merasa lega? - Aku merasa lega.

Benar. Aku merasa sedikit lega.

- Benar. - Astaga.

Dia merasa lega.

Para ibu bisa merasa begitu.

- Jadi, aku... - Semua orang seperti itu.

Kamu tidak ingin melaluinya sendirian.

Saat melihat orang lain melalui hal yang sama,

kamu merasa lega.

- Dia berbicara dengan baik. - "Bukan hanya putraku."

"Mereka juga belum menikah. Jadi, tidak masalah."

- Astaga. - Sejujurnya, ya.

Aku mengerti, Bu.

Kamu sedikit terhibur.

Dia menghibur semua ibu di dunia ini.

Suk Chun adalah yang termuda, ya?

Dia yang paling bungsu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left