The first 200 lines.
"Episode 97"
Kamu.
Beraninya kamu datang kemari.
Kudengar
putramu sakit parah.
Aku melakukan tes untuk berjaga-jaga.
Ternyata leverku cocok dengannya.
Bolehkah aku
menyumbangkan leverku untuknya?
Apa?
Kudengar
kamu belum bisa mendapat donor untuk putramu.
Serta kondisinya kritis.
- Jadi... - Apa?
Kamu mau menyumbangkan levermu yang kotor itu untuk putraku?
Kamu hanya pembunuh keji.
Beraninya kamu bilang begitu.
Aku tidak tahan bahkan melihat sehelai rambutmu.
Pergi dari sini sekarang juga!
Maaf.
Maaf.
Tampaknya kamu mau menebus dosamu.
Jangan mengimpikannya!
Aku tidak akan memaafkanmu sampai hari aku mati.
Walaupun sudah mati dan menjadi tanah,
aku tidak akan memaafkanmu!
Apa?
Beraninya dia menawarkan levernya kepada anakku?
Sayang...
Apa yang harus kulakukan dengan Go Rae?
Apa yang harus kulakukan dengannya?
Hai.
Lama tidak berjumpa.
Kurasa begitu.
Sudah sekitar 20 tahun.
Tapi ada apa kemari?
Tunggu.
Maaf sudah datang tanpa pemberitahuan.
Tolong bantu aku sekali ini saja.
Bantu aku, kumohon.
Hong Shil, ada apa?
Ini soal putraku.
Go Rae didiagnosis kanker lever tahap akhir.
Jika dia tidak menjalani cangkok lever,
hidupnya hanya tersisa tiga bulan.
Tapi tidak ada kecocokan dalam keluargaku.
Itulah alasanku datang.
Bolehkah aku meminta bantuan
dari Hee Jun?
Apa ini?
Kamu sungguh datang untuk meminta Hee Jun-ku
menyumbangkan leverku untuk putramu?
Kamu serius?
Kamu dahulu mengagumi Go Rae.
Go Rae dan Hee Jun sepupu.
Ini konyol.
Sudah 20 tahun sejak aku menikah lagi
setelah ayahnya Hee Jun tewas.
Keluargamu dan keluargaku tidak pernah bertemu
selama lebih dari 20 tahun.
Hanya ini yang bisa kamu katakan setelah 20 tahun?
Kamu sungguh meminta lever Hee Jun?
Aku paham perasaanmu.
Tapi aku tidak tahu harus berbuat apa
bahkan sampai menemuimu.
Kita bukan keluarga lagi!
Maaf.
Tapi jangan kemari lagi.
Tunggu.
Go Rae, ada apa? Kamu sakit?
Tidak, aku baik-baik saja.
Go Rae, minumlah ini.
Ini jus kale, bagus untuk levermu.
Tidak perlu repot-repot.
Anggaplah ini obat dan minumlah.
Beberapa orang bisa menghadapinya dengan pola makan sehat.
Jadi, mari jangan menyerah
dan coba makan lebih sehat.
Aku tidak memintamu melakukan ini.
Kamu sebaiknya pergi.
Serta jangan kembali.
Ini rumahku. Aku harus ke mana?
Kamu tidak mau mendengarkanku?
Kubilang aku tidak bisa membiarkanmu melihatku seperti ini.
Mi Ran.
Kapan kamu tiba di sini?
Ibu.
Tolong suruh dia pergi.
Go Rae, tampaknya dia ingin tinggal denganmu.
Kenapa kamu malah mau mengusirnya?
Ibu sebaiknya tidak melakukan ini.
Katanya Ibu tidak menyukainya, jadi, Ibu mengusirnya.
Kenapa berubah pikiran?
Kim Mi Ran, aku tidak membutuhkanmu.
Jadi, tolong pergi.
Tidak, aku tidak akan pergi.
Aku akan menemanimu.
Go Rae.
Ibu minta maaf.
Jadi, jangan terlalu keras kepada Mi Ran.
Untuk sekarang,
kamu membutuhkannya melebihi siapa pun.
Jadi, Go Rae, jangan membuat Mi Ran kesal.
Mi Ran.
Mi Ran.
Jangan memasukkan ucapannya ke hati.
Kamu harus mengerti dia tidak sungguh-sungguh.
Baik.
Terima kasih, Mi Ran.
Kamu orang baik.
Ibu mau minta maaf karena sudah keras kepadamu.
Ibu terlalu malu dan merasa bersalah
untuk menghadapimu.
Jangan bilang begitu.
Terima kasih, Mi Ran.
- Kemarikan putriku. - Astaga.
- Dasar pencuri. - Ini ibumu.
Ibuku?
Buka pintunya.
Aku kemari untuk mengambil putriku.
- Dasar pencuri. - Ibu.
Bilang aku tidak mau pulang.
Apa? Astaga, Mi Ran.
Di mana putriku?
Di mana putriku, Mi Ran?
Halo, Bu So.
Aku tidak percaya ini.
Kamu memandangku rendah seperti budak hina.
Kini kamu memperlakukanku dengan sopan?
Apa rencanamu?
Kamu egois sekali.
Lupakan saja. Di mana Mi Ran?
Katakan kepadaku.
Aku tahu kamu menyembunyikannya.
Mi Ran, keluarlah.
Mi Ran, kamu di mana?
Hei, Mi Ran.
Mi Ran, apa yang kamu lakukan di bawah sana?
Ibu.
Keluar dari sana sekarang juga.
Pulanglah dengan ibu.
Tidak. Aku mau tinggal di sini.
Aku mau menemani Go Rae.
Kamu memang merepotkan, Berandal.
Kamu sungguh mau menghancurkan hati ibu?
- Keluar. - Astaga.
- Aku tidak mau pergi. - Pulanglah dengan ibu.
Mi Ran, berhenti.
Hei.
Ibu.
Kemari.
Ayo pulang dengan ibu.
Tidak, aku tidak mau pergi.
Suamiku sakit, jadi, aku harus menemaninya.
Kamu memusingkan.
Kamu lupa bagaimana dia memperlakukanmu? Kamu santa?
Mari pulang saja. Mari pulang dengan ibu.
Ibu, sakit. Lepaskan.
Mari pulang sekarang juga.
- Ayo. - Aku tidak mau. Hentikan.
Kamu tidak tertolong.
- Astaga. - Bu So, tolong hentikan.
Mi Ran, pulang.
Halo, Ibu.
Mi Ran, pulanglah dengannya.
Bawa dia, Bu.
Baik.
Ibu akan pulang dengan Mi Ran.
Ibu harap kamu dirawat
dan bisa pulih dengan baik.
Ayo.
- Ibu. - Cepat.
Aku tidak mau pergi.
Aku akan menemani Go Rae.
Kenapa kamu tidak mau mendengarkan ibu?
- Go Rae! - Go Rae.
Go Rae.
- Astaga. - Astaga.
- Tidak. - Apa yang harus kita lakukan?
- Astaga. - Apa yang harus kita lakukan?
- Astaga. - Go Rae.
- Apa... - Go Rae.
"Ambulans"
Apa yang harus kami lakukan dengan Go Re, Dokter?
Berapa lama kami harus menunggu
agar dia mendapatkan cangkok lever?
Apa masih lama?
Waktunya terlalu singkat
untuk hanya menunggu kabar dari pusat cangkok organ.
Akan mustahil mengoperasinya nanti.
Anda harus menemukan donor dari keluarga.
Ini prioritas mendesak sekarang.
Ibu.
Ibu, tolong selamatkan Go Rae.
Pak Kang bisa menyumbangkan levernya untuk Go Rae.
Hasil tes bilang dia cocok.
Aku menyuruhnya dites
tanpa sepengetahuan Ibu.
Maaf, Bu.
Tapi kita harus menyelamatkan Go Rae.
No comments yet. Be the first to leave one.