Release info

삼남매가-용감하게-Three -Bold-Siblings-E28-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2023-01-05
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tidak apa-apa.

Katakan saja. Aku selalu sanggup berobat.

Bibi Hyeonjeong.

Tolong jangan bilang

aku hanya punya

satu bulan untuk hidup.

Bibi Hyeonjeong, kau hamil.

Kau sama sekali tidak menyadarinya?

Aku...

Aku

hamil?

Astaga.

Bagaimanapun, selamat.

Astaga, itu tidak mungkin. Bagaimana bisa?

Aku yakin ada kesalahan.

Aku yakin kau hamil.

Kenapa aku melakukan tes kehamilan?

Itu dilakukan pada semua wanita di usia subur.

Sulit dipercaya.

Angkanya jelas mengatakan kau hamil.

Kau tak bisa bersamaku karena aku muda?

Pokoknya, kau terlalu muda.

Aku terlalu muda?

Ya. Kau terlalu muda.

Tidak.

Jangan.

Jika sulit dipercaya,

aku akan memindahkanmu ke dokter kandungan.

Kau bisa dites lagi di sana.

Baiklah. Tentu. Aku harus melakukan itu.

Jika aku dites lagi, hasilnya akan negatif.

Perubahan hormon terjadi selama kehamilan,

dan hasil tesmu positif untuk itu.

Jika tidak mau ke dokter kandungan,

kau bisa mencoba alat tes kehamilan.

Tapi dengan angka-angka di sini,

aku yakin kau hamil.

Kurasa kau harus memberi tahu calon suamimu.

Taeju.

Ya, Bibi.

Mari

kita rahasiakan ini.

Tentu.

Ibu menelepon.

Ya, Ibu.

Kau meneleponku tadi?

Ya. Apa kau akan makan malam di rumah?

Aku belum punya rencana. Kenapa?

Aku akan membeli makanan lezat saat pulang.

Kau akan makan malam bersama kami malam ini.

Dengan senang hati.

Benar juga.

Apa Hyeonjeong melihat hasil tesnya hari ini?

Apa?

Apa?

Hasilnya baik-baik saja.

Semuanya normal.

Aku senang mendengarnya.

Ibu, nanti kutelepon lagi.

Apa katanya?

Dia menanyakan hasil tesmu.

Jadi, kubilang semuanya normal.

Pastikan untuk merahasiakannya.

Baiklah.

Jangan beri tahu siapa pun. Jangan pernah.

Tak seorang pun di keluarga kita. Rahasiakan.

Bahkan adikmu yang ada di ruangan lain.

Tidak akan.

Baiklah. Berjanjilah kepadaku.

Aku berjanji. Rahasiamu aman denganku.

Calon suamimu...

Maksudku, pacarmu harus tahu.

Tentang itu. Aku akan mengurusnya.

Karena perubahan hormon,

kau mungkin menderita mual di pagi hari

atau terdapat bintik di wajahmu.

Kau mungkin merasa mengantuk atau lesu.

Apa pun itu, hubungi aku jika ada masalah.

Tolong rahasiakan ini, Taeju.

Jangan khawatir.

Kau bisa meneleponku kapan saja.

Baiklah. Terima kasih.

Bibi. Astaga, Bibi.

Kau mau berbaring di ruang infus?

Tidak. Aku baik-baik saja.

Pastikan

untuk merahasiakannya.

Tunggu.

Bagaimana hasil tesnya?

Kenapa? Apa itu buruk?

Tidak. Semuanya normal.

Aku hanya lelah.

Aku senang semuanya baik-baik saja.

Kau tak perlu khawatir. / - Pakai baju hangat.

Kau harus memakai syalku.

Tidak. Aku baik-baik saja.

Dokter Kim.

Sampai jumpa.

Aku datang.

Ya, Nona Lee Jangmi.

Kau senggang malam ini?

Aku punya rencana.

Taeju. / - Hei.

Apa Profesor Jang pulang dengan selamat?

Ya.

Apa dia sakit?

Tidak. Dia hanya menjalani tes dasar.

Begitu rupanya.

Aku lihat dia di lorong. Dia tampak kurang sehat.

Dia baik-baik saja.

Apa semuanya normal?

Semuanya normal.

Kenapa kau peduli?

Jika dia sakit, pekerjaanmu bertambah banyak.

Dia sehat, jadi, jangan khawatir.

Omong-omong,

kau pernah bertemu pacar Bibi?

Tidak. Kenapa kau bertanya?

Aku hanya penasaran apa kau pernah bertemu.

Tidak. Tapi kenapa?

Aku hanya penasaran.

Kenapa kau menanyakan pacarnya

di hari kau mendapatkan hasil tesnya?

Apa kau tertarik dengan Bibi?

Kenapa kau sangat ingin tahu? Astaga.

Aku hanya bertanya karena dia guruku.

Dosen paruh waktu kelas seni liberal.

Aku menyukainya saat itu. Lalu kenapa?

Bagaimanapun, dia sehat. Jangan khawatir.

Jaga dia baik-baik. Kau bilang dia memihakmu.

Semua orang memihakku kecuali adik Sangjun.

Ya. Kita punya tiga pilihan untuk kertas dinding.

Setelah dapat, kami kirimkan informasinya.

Terima kasih sudah menelepon.

Aku akan meneleponmu. Sampai jumpa.

Kau tidak pulang?

Hei. Kenapa kau tidak langsung pulang?

Ada restoran pangsit terkenal di sekitar sini.

Aku ingin membelinya dan pulang bersamamu.

Pangsit terdengar lezat.

Tunggu sebentar. / - Baiklah.

Kau mendapat telepon dari agensi real estat.

Aku hanya tanya harga dan dia terus menelepon.

Itu karena transaksi sudah berkurang banyak.

Sekarang dia menelepon kantormu.

Halo?

Kenapa kau tidak menjawab teleponmu?

Kasar sekali.

Aku sedang bersama klien.

Maukah kau mentraktirku makan malam?

Ada yang ingin kukatakan kepadamu.

Kubilang aku punya rencana. Mungkin lain kali.

Kau bisa membatalkan rencanamu.

Atau kau ingin aku mengatakannya di sini?

Apa tidak masalah jika dia mendengarku?

Kau pasien tempo hari, bukan?

Penata gaya lama Sangjun.

Kau ingat aku.

Kita bicara lain kali saja.

Kapan?

Sangjun.

Kau bersama Ibu?

Ya, aku di kantornya.

Taeju.

Aku ingin bicara dengan tamuku.

Pergilah dengan Sangjun dan memesan tempat.

Baiklah.

Sangjun, hubungi aku saat kau tiba.

Aku tidak akan lama.

Apa kalian

saling mengenal?

Aku bertemu Sangjun saat dia baru meniti karier.

Kami sudah lama kenal.

Aku mengenalnya sejak usia 12 tahun.

Aku tidak tahu alasanmu kemari,

tapi menurutku kau tidak sopan.

Aku tidak sopan?

Taeju, aku akan menyusul.

Tidak apa-apa.

Dia datang untuk membahas dekorasi interior.

Kau bilang usiamu sama dengan Sangjun.

Kau sudah tidak muda lagi.

Mari kita coba menjaga sopan santun.

Ya, tentu.

Kau ceramah banyak hal untuk seorang dokter.

Ibu, hubungi aku jika sudah selesai.

Menantumu tidak mudah dipengaruhi.

Haruskah kuberi tahu dia semuanya?

Kenapa kau di sini?

Sudah ambil tas desainer yang diambil Taeju?

Dia tidak melihat wajahku malam itu.

Jadi, ambil kembali tas-tas itu untukku.

Kapan aku bisa mendapatkannya?

Besok.

Baiklah.

Jawablah teleponmu!

Ini akan menjadi yang terakhir kalinya.

Aku melepaskanmu dengan baik.

Jika kau muncul di dekat Taeju atau Sangjun lagi,

kau akan berakhir seperti itu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left