The first 200 lines.
=EngSub by DramaFever= =Diterjemahkan oleh : nuneLymee=
[Produksi karya ini didukung oleh Korean Creative Content Agency.]
Orang yang menyelamatkanmu akan menjadi Dewa kematianmu.
Artinya kau akan mati!
Apa?
Oh, halo.
Apa maksudnya?
Bukan apa-apa.
Aku masih belum selesai!
Ada bagian yang tak terduganya.
- Yeom Mi... - Bukan pacarmu!
Awalnya, aku kira itu Dewa air juga.
Tapi akhirnya aku melihat wajah orang yang memakai sepatu kets basah itu.
Pria paruh baya.
Pria paruh baya?
Ya, aku merasa lega kalau bukan pacarmu...
Hah?
Orang ini.
Ini orangnya.
Apa?
Orang ini... Siapa dia? Kenapa dia disini?
Kau.
Bagaimana kabarmu?
Kau darimana saja?
Aku kira aku bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat, tapi... ugh.
Selesaikan apa?
Halo.
Tidak perlu menyapanya.
Kau. Jo Yeom Mi, teman Yoon So Ah.
Bagaimana kalau kau pergi sekarang?
Waktuku dengan wanita ini sudah tidak banyak.
- Siapa itu? - Pergilah.
Rasa penasaran bisa membunuh kucing.
Bagaimana dengan apa yang aku katakan?
- Ayahmu akan menjadi kematianmu... - Berhenti bicara omong kosong!
Itu hanya mimpi yang aneh.
Hei, sudah kukatakan. Aku melihat ayahmu!
Pria yang di foto itu! Itu bukan kesalahan...
- Ada kesalahan yang menentukan di sini. - Apa?
Katamu, orang yang menyelamatkanku akan menjadi kematianku.
Tapi ayahku...
tidak pernah menyelamatkanku, sekalipun.
Pergilah, dan lupakan mimpi anehmu itu.
Pergilah!
Mengapa ini...
Mengapa dia melakukan hal tak berguna seperti ini?
Kau pergi untuk mencari penanda itu?
Tidak ada alasan yang sebenarnya, tapi aku merasa tidak nyaman.
Dan malah semakin lama dari yang aku kira.
- Kau menemukannya? - Tidak.
Aku menemukan jejak. Sekarang aku harus mengumpulkannya.
Apapun itu, lakukan di tempat Moo Ra.
Aku sibuk, jadi jangan ganggu aku.
Kalau begitu, kau sudah menerima pesanannya.
Berapa banyak waktu yang tersisa?
Enam hari.
Tapi katamu, kau kembali setelah sudah kembali ke sana.
Kau tidak berkeinginan untuk tidak kembali, kan?
Kau tahu jikalau itu akan jadi hal terburuk untukmu, kan?
Ya, aku sangat tahu itu.
Aku juga tidak bisa tinggal di sini jika aku tidak kembali.
Ya.
Aku akan memberikan salam untuk pemilik rumah sebelum aku pergi.
Hei.
Lewat sini.
Dia pergi.
Selamat tinggal.
Jadi kalian berdua sama sekali tidak menyuruhku untuk tetap disini, ya?
Itu ayahmu?
Iya.
Mungkin dia menanggung bebannya sendiri dengan cara yang berbeda.
Kau masih belum mendengar kabar darinya?
- Apa? - Kau berkeinginan untuk mencarinya?
Berhenti bicara yang tak berguna, pergilah.
Bersenang-senanglah bersama!
Baiklah, aku mengerti!
Pastikan kau menutup pintu depan dengan benar.
Biarkan saja seperti ini.
Siapa yang tahu kapan kau akan melakukan ini sendiri setelah aku pergi.
Jika kau berkata kau sudah melupakannya, artinya kau masih belum begitu melupakannya
dan saat kau mengatakan kau membenci seseorang, artinya kau tidak membencinya.
Dan tekadmu tidak akan pernah hancur total.
Dan kau selalu terlihat jelas setiap kali berbohong.
Begitulah dirimu.
Keinginanmu...
untuk bertemu ayahmu dan menceritakan semuanya.
Maaf aku tidak bisa mengabulkannya sebelum pergi.
Aku adalah Dewa...
tapi tetap saja aku tidak memiliki kekuatan untuk melakukan itu. Maafkan aku.
Jadi...
cari dia setelah aku pergi.
Carilah dia sebisamu.
Meskipun kau akhirnya bertemu dengan Ayah yang paling jahat di dunia...
tetaplah mencarinya.
Seperti yang kau katakan, kau sudah dewasa hingga bisa menahan semua itu.
Jadi, carilah dia.
Cari dia dan konfirmasikan semuanya untuk dirimu sendiri.
Dan meringankan hatimu dari semua beban itu.
Melarikan diri dari kegelapan.
Ketika aku berpikir tentang...
dirimu yang masih berada di dalam kegelapan setelah aku pergi...
sangat membuatku gila.
Sana kau pergi.
Pergi dan lihat apa kelihatannya dia akan pergi atau tidak.
Aku yakin dia akan pergi.
- Hanya saja aku merasa sangat tidak nyaman. - Dia pasti akan pergi.
Dia tahu betul apa yang akan terjadi jika dia tidak pergi.
Kau sungguh berpikir dia akan melakukan sesuatu yang sebodoh itu?
Joo Dong disini.
Kau darimana saja? Kenapa tidak bilang sama sekali pada kami.
Kami akan memotong hubungan kami denganmu jika kau terus menjauh dari kami.
Aku diusir oleh Habaek.
Kau bertemu dengan Habaek?
Kudengar, dia sudah menerima perintah itu.
Apa kelihatannya dia akan melakukan sesuatu yang bodoh?
Tidak, tidak juga.
Dan kau sudah kesana-kemari mencari penandanya?
Ya, aku kira itu mungkin ada di suatu tempat di dekat lokasi saat aku pingsan, tapi tidak.
Kurasa sepertinya disana bukan tempat dimana aku kehilangan itu
jadi aku melihat sekeliling di setiap tempat yang pernah aku kunjungi.
Aku ke seluruh pelosok negeri!
- Makanya, jadi lama sekali. - Tapi kau tidak bisa menemukannya.
Ya, tapi kurasa aku tahu siapa yang mengambilnya.
Siapa? Seharusnya tidak terlihat oleh manusia.
Ada beberapa manusia yang bisa melihat hal seperti itu.
Biarkan aku tinggal di sini malam ini, oke?
Aku harus pergi ke seluruh tempat mulai besok.
- Tidak! - Tidak!
Cinta adalah suatu masalah.
Nam Soo Ri!
Oh, Tuan Joo Dong! Anda dimana?
Di jalanan.
Kenapa? Apa Anda bertemu dengan Dewa Habaek?
Aku di usir. Kau dimana?
Ajak aku masuk ke dalam rumah diam-diam, mengerti?
Aku sedang bekerja sekarang.
Dan sepertinya aku tidak bisa pulang hari ini.
Kenapa kau malah bekerja keras begitu padahal kita sudah mau pergi?
Dewa Habaek menyuruhku menghasilkan banyak uang.
Oh, baiklah! Selamat tinggal.
Ugh. Uang adalah suatu masalah.
Astaga!
- Ada apa kemari? - Ada hal penting.
Mati? Jadi Nona akan mati?
Sudah kubilang, Iya!
Apa kau sangat membenci Nona, sampai kau ingin membunuhnya?
Katanya, keinginan terdalam seseorang diwujudkan melalui mimpi.
Sepertinya itu seperti mimpi kenabian.
Tapi kekuatan penglihatan masa depanku agak lemah
jadi untuk memperkuat mereka...
Aku akan membutuhkan bantuanmu, Nam Soo Ri.
Dan kudengar kau akan segera pergi.
Apa?
Halo?
Oh, ya, pesanan 50.000 won untuk ayam? Baiklah!
Dia tidak pernah tidur, jadi kenapa hari ini dia tidur?
Aku menunggu sampai kau membangunkanku.
Kenapa?
Tidak apa.
Aku punya hadiah untukmu.
Aku ingin membelikanmu hal terbaik
tapi kurasa aku tidak akan mampu membeli sesuatu yang sebagus Moo Ra.
Jadi sebagai gantinya, aku memilih sesuatu yang menurutku paling sesuai untukmu.
Aku selalu bilang kalau aku akan membelikanmu pakaian, tapi aku tidak pernah membelinya.
Pakai ini, dan kita berkencan hari ini.
- Kencan? - Iya.
Yang kita rencanakan terakhir kali.
Makan makanan yang sangat enak, bersenang-senang, dan berbelanja pakaian.
Kita lakukan hari ini, besok, dan sehari setelah itu.
Kita jangan pakai mobil, kita berjalan atau naik kendaraan umum saja.
- Ayo kita lakukan itu. - Ayo kita lakukan itu.
Batu, kertas, gunting!
Baiklah!
Oke, batu, kertas, gunting!
Kok bisa kau tidak pernah menang sekalipun?
Ugh, kita main sekali lagi.
Oh, bus nya sudah datang!
Oh, tidak apa-apa. Aku salah.
Rasanya senang saat kita keluar, kan?
Lebih enak keluar bersama, kan?
Ya.
Oh!
Disini mie kacang dingin nya sangat enak.
Tapi kau tidak bisa makan makanan dingin.
Aku akan mencobanya.
Aku harus menyelesaikan masalahku setidaknya satu, agar kau tidak pergi dengan berat hati.
Aku harus melakukan sesuatu agar kau tidak merasa gelisah.
Baiklah kalau begitu. Aku akan mencobanya!
Oh, ayolah. Rasanya tidak seburuk itu!
Sepertinya takut yang kurasakan tak ada gunanya.
Wah, aku menyia-nyiakan banyak waktu!
Mengapa tertawa?
Habaek.
Apa? Apa karena aku memanggilmu dengan namamu?
Tak masalah memanggil orang lain dengan nama mereka
tapi aku menahan diri untuk memanggilmu selama ini karena rasanya seperti
aku menyebut namamu sama saja seperti aku mengatakan cintaku padamu.
Rasanya seperti perasaan rahasiaku sedang terbuka.
Habaek.
Kita makan mie hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.