Release info

一半一半一반의 반一Half of a Half E12-END一NEXT-WETV
A Commentary by skysoultan
Ep. 12 END [WETV Ver.] Synced for NEXT. Runtime > 01:17:45.

Tags

other
Published on: 2020-04-29
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kotak obatnya...

Di mana obatnya? Seo Woo bilang ada di sini.

Ini dia.

Apa ini?

Apa ini?

Aku penasaran siapa ini.

"Lagu Nomor Satu".

Saat dia bilang kepadamu ribuan kali bahwa dia menderita,

kamu mengabaikannya.

Apa yang ingin kamu dengar sekarang?

Kamu tidak berhak.

Ji Soo.

In Wook.

Namun, sekeras apa pun aku mencoba memanggilnya...

Cukup.

Kamu menyadari perbuatanmu?

Apa yang kamu rebut dariku,

apa yang kamu rusak,

dan apa yang kamu hancurkan?

Kamu tahu seperti apa hari-hariku

atau seperti apa hidupku selama ini?

Apa kamu sungguh mengerti apa yang kamu lakukan kepadaku?

Jangan paksa Seo Woo melakukan apa pun untukmu.

Setelah melalui masa sulit,

akhirnya aku bisa memutuskan.

Suamiku menyesali perbuatannya dan itu menyakitiku.

Air matanya membuatku sakit.

Aku ingin memberitahunya bahwa itu tidak apa-apa

dan dia tidak boleh menderita lagi.

"Aku ingin memberi..."

Aku ingin bisa memberi kekuatan kepada suamiku.

Setelah memutuskan ini,

aku bisa membicarakan ini dengan senyuman di wajahku

setelah waktu berlalu.

Aku akan menghubungimu lagi bila hari itu tiba.

Konsul Moon, semoga kamu tetap sehat.

Dari Kim Ji Soo.

Ji Soo.

Menurutmu siapa

yang memberi tahu In Wook seperti apa perasaanmu sebenarnya?

Orang yang paling disakiti oleh In Wook.

Ha Won.

Ji Soo.

Aku memberitahunya perasaanmu yang sebenarnya.

Sekarang,

beristirahatlah dengan tenang.

Kamu tidak terluka. Kamu baik-baik saja.

Kamu tidak sakit.

Aku

cukup kuat. Aku sehat.

Min Jung pergi besok.

Aku harus pergi.

Kamu menangis?

Aku tidak menangis.

Benar.

Kamu bilang tidak pernah menangis.

Terjadi begitu saja.

Ha Won

menyelamatkan Kang In Wook.

"A Piece of Your Mind"

Kamu pergi jauh sekali.

Di dekat Seoul juga ada panti wreda.

Tempat itu dekat dengan laut.

Aku ingin tinggal di dekat laut.

Itu hanya menyenangkan untuk sementara waktu.

Orang tuaku bilang bahwa Pulau Geoje bagus

saat kali pertama mereka pindah, tapi kini mereka tidak senang.

Tidak apa-apa jika itu bagus untuk sementara waktu.

Kamu tidak takut tinggal di tempat asing?

Tentu. Bagaimana mungkin aku tidak takut?

Tapi aku harus pergi.

Aku ingin mencoba melawannya.

Aku tidak lemah.

Aku ingin membuktikannya kepada diriku sendiri.

Memberanikan diri memang bagus.

Entahlah.

- Hei. - Apa?

Kenapa kamu mengelola homestay? Kamu membencinya.

Aku bersikeras mengambil alih.

Aku ingin bekerja keras selama lima tahun,

menabung, lalu hidup sesukaku.

Lima tahun telah berlalu.

Ya. Itu sudah lama berlalu.

Tujuanku berubah.

Untuk Seo Woo.

Aku akan berhenti setelah dia pindah dari kamar semibasemen.

Makan dan hidup dengan baik membuatnya merasa bersalah.

Dia merasa lebih nyaman di bawah sana.

Dia terus bilang baik-baik saja,

tapi dia sungguh baik-baik saja saat sedang di sini.

Aku akan memastikan dia pindah ke kamar lain.

Jika tidak, aku tidak bisa tenang.

Aku pulang.

- Hei, Jin Soo. - Hai.

Kalian minum tanpa camilan lagi?

Kita tidak punya camilan.

Sudah kuduga, jadi, aku membelinya.

- Apa yang kamu beli? - Sosis dan...

Ibu.

Beri aku sedikit kekuatan.

Kenapa aku merasa sangat sedih?

Ini gila.

Kamu sungguh menyebalkan.

Itulah kesepakatan kita.

- Kamu keterlaluan. - Ini bukan salahku.

- Tetap saja. - Apa?

Hei.

Dia tidak minum. Dia tidak boleh minum.

Seo Woo?

Ada apa denganmu hari ini?

Tidak apa-apa. Kembalikan.

Dia bisa minum.

Kenapa aku merasa sangat sedih?

Kenapa air mata terus menetes?

Hentikan.

Min Jung pergi besok dan kamu melakukan ini?

Entahlah. Hatiku hancur.

"Panggilan tidak terjawab"

"Ada dua panggilan tidak terjawab. Pak Fajar"

Ji Soo?

Ya, ini aku.

Apa...

Bagaimana bisa...

Aku mendengar musik In Wook.

Bukankah kamu yang memutarnya?

Itu...

Bagus. Aku perlu bantuanmu.

Kamu tahu bagaimana In Wook menyatakan cintanya kepadaku?

Tiba-tiba...

Aku tidak tahu. Siapa Kang In Wook?

Katanya dia memperhatikanku selama 10 tahun.

Dia suka melihatku, jadi, dia tidak meninggalkan Oslo.

Aku tidak bisa melupakan ucapan dan raut wajahnya.

Dia manis sekali.

Dia sudah lama menyukaimu.

Dia pergi ke tempat yang kamu kunjungi.

Dia mendengarkan hal-hal yang kamu dengarkan.

Dan dia ingin merasakan hal-hal yang kamu rasakan.

Aku sangat suka saat melihatnya.

Kamu menyukainya.

Pemicu Ji Soo. Cinta tidak berbalas Pak Kang.

Aku ingin mendengar suara In Wook.

- Bantu aku. - Tidak mau.

Aku tidak tahu siapa dia,

dan tidak ingin mengenalnya.

Itu akan sulit baginya, jadi, biarkan aku mendengarkan.

Bukan percakapan.

Dia sama sekali tidak menderita.

Aku banyak minum semalam dan tidak bisa bicara sekarang.

- Kamu bisa istirahat sekarang. - Aku...

Aku sudah mati, bukan?

Aku ada jadwal latihan hari ini.

Halo.

Aku sedang tidak ingin menyapa, tapi aku melakukannya.

Aku sedang bicara denganmu.

Kamu tidak ingin mengatakan sesuatu kepadaku?

Kamu pikir aku bicara kepadamu karena aku menginginkannya?

Maafkan aku.

Dia berbicara.

Apa semua berjalan lancar

untuk persiapan Piano di bulan April?

Kamu bisa tampil di acara yang luar biasa.

Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan itu?

Dia bicara lagi.

Bisakah kamu memainkan

lagu "Nomor Satu" untukku?

Aku ingin mendengarmu memainkannya sekarang.

Seo Woo.

Kamu tidak bisa memintaku begitu saja...

Tolong mainkan lagunya.

Aku ingin mendengar suara In Wook dan aku ingin mendengarnya

bermain piano.

Dia akan kesulitan bicara denganku karena aku sudah meninggal.

Tolong bantu aku.

Biarkan aku mendengarnya dari jauh.

Seo Woo.

Silakan lanjutkan. Aku mendengarkan.

Makin lama kamu bermain, makin baik.

Aku akan mendengarkan permainanmu lima menit saja.

Aku sepenuhnya keliru

tentang semuanya.

Aku memang bodoh.

Jadi, jangan terganggu dengan ucapanku kepadamu.

Ha Won dan Ji Soo...

Tolong bicara seolah-olah Ji Soo bisa mendengarkanmu.

Akan kujelaskan nanti.

Lakukan saja perintahku.

Apa karena alat itu?

Dia tahu bahwa dia sudah meninggal.

Dia ingin mendengar suaramu.

Mari kita kabulkan permintaan Ji Soo.

Ji Soo meminta...

Aku membuat lagu ini

sambil memikirkan Ji Soo.

Dan...

Aku juga membuat ini untuk Ji Soo.

Aku memikirkan dia

saat dia bahkan tidak tahu siapa aku

dan juga saat perasaanku kepadanya bertepuk sebelah tangan.

Lalu suatu hari...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left